Anda di halaman 1dari 15

Materi Reduksi Besi Spons

Materi ke 4 TBB 18 dan 23 April 2018


PROSES REDUKSI LANGSUNG Hyl III
Proses reduksi langsung Hyl III menggunakan bahan baku untuk
pembuatan gas reduktor Natural Gas / Syn Gas / Naphta. Bahan ini
direaksikan dengan uap air panas (H2O) dengan perbandingan Steam /
Carbon ( S/C ) = 1,8 -2,3, pada temperatur 800- 830 ° C , Tekanan 6- 9
Kg/Cm² , memakai katalis Nickel didalam alat Reformer melalui reaksi
sebagai berikut :
CH4  H2O  CO  3 H2
(gas reduktor)
Gas reduktor tersebut digunakan untuk mereduksi pellet di Shaft Reactor :
Fe 2 O 3  3 H 2  2 Fe  3 H 2 O atau
Fe 2 O 3  3 CO  2 Fe  3 CO 2
Reaksi berlangsung pada temperatur 900 – 1050° C, Tekanan 3 – 4 Kg/Cm²
Besi yang dihasilkan berbentuk padatan (sponge iron- besi spons)
KARAKTERISTIK BAHAN BAKU PELLET
BAHAN BAKU : 4. Pellet atau Lump Ore
Sifat Kimia Pellet dan Lump Ore: Pellet Lump Ore
1. Kandungan Besi ( % ) : 65 % min 66% min
2. Basisitas : B2 = CaO/SiO2 1 0.5 min
Basisitas B4 = CaO + MgO 1 0.5 min
Al2O3 +SiO2
3. Impurities P 0.03 max 0.03 max
S 0.03 max 0.01 max
Sifat Fisika :
1. Swelling index
2. Compressive Strength 250 kg /p min
3. Size Distribution analysis 9- 12 mm > 45 % 9-16mm ukuran rata rata
4. Porocity
5. Bulk density & Paricle density
Sifat Metalurgi
1. Sticking index ( % ) 4.0 max
CONTOH HASIL ANALISA LENGKAP PELLET UNTUK PROSES REDUKSI LANGSUNG

Pellet Lump Ore


Kudremukh Kalsel Standar utk.Pellet Standar utk LumpOre

Total Fe 64.52 58.0 66.4 min 65.0 min

Fe 2+ 0.4 1.9 1.5 max 2.5 max

SiO2 5.28 1.500 1.9 max 3.6 max

CaO 1.26 0.097 0.7 - 1.9 0.4 min

MgO 0.43 0.051 0.1 - 1.4 0.1 min

Al2O3 0.388 3.430 0.7 max 1.0 max

Cr2O3 2.800 - -

P 0.015 0.024 0.045 max 0.05 max

S 0.009 0.006 0.010 max 0.03 Max

Basisitas B2 0.2 0.06 0.7 min 0.1 min

Tumbler Index, % 98.94 90.0 90 min 80 min

Abrasion Index, % 0.20 3.3 5 max 10 max

Reducibility Index 950 C,k*100 5.4 6.4 4.0 min 3 min


DIAGRAM KESETIMBANGAN KIMIA REDUKSI BIJIH BESI DENGAN CO

90

80 Fe (IRON)
70 *

60
50 FeO (WUSTITE)
% CO

40
30 Fe3O4 (MAGNETITE)

20
Fe2O3 (HEMATITE)
10

0
200 400 600 800 1000 1200 1400

TEMPERATUR 0C
DIAGRAM KESETIMBANGAN KIMIA REDUKSI BIJIH BESI DENGAN H 2

120

Fe (IRON)

100
*
80
% H2

60

Fe 2 O3 (MAGNETITE)

40 FeO (WUSTITE)

20
Fe 3 O4 (HEMATITE)

0
200 400 600 800 1000 1200 1400
TEMPERATUR 0C
KARAKTERISTIK BAHAN BAKU PELLET
BAHAN BAKU :
Sifat Metalurgi Pellet dan Lump Ore
2. Reducibility index ( % )
3. Low Temperature Disintegration Index
Karakteristik DRI ( Direct Reduced Iron ) – Besi Spons
1. Kualitas diukur dengan ukuran tingkat Metalisasi :
% Metalisasi = % Fe metallic / % Total Fe X 100 nilainya 90 – 95 %
% Metalisasi = 1.504 ( % Reduction ) – 50.242
% Reduction = Removed Oxygen / Reducible Oxygen X 100 dimana % R = 33 jika Metalisasi = 0
2. Pengendalian parameter operasi reduksi :
a. Temperatur : diatur setinggi mungkin utk mendapatkan kualitas DRI yg baik lebih dari 600⁰C,biasanya diatur
pada range 850 – 1000 ⁰C
b. Tekanan pada reactor diatur pada 3- 4 Kg/ Cm²g
c. Komposisi Gas reduktor : ( H2 dan CO ) > 85 % ; ratio H2/ CO > 3 dan tingkat oksidasi yang
didefinisikan sebagai % jumlah dari gas CO2 dan H2O < 10 %
KOMPOSISI DRI BERDASARKAN METALIZASI

KOMPONEN IRON ORE DRI


%MTZ=85 %MTZ=90 %MTZ=95
FeO - 75,11 80,50 85,98
Fet 67,00 88,29 89,43 90,59
FeO 16,96 11,49 5,94
O2 28,50 3,78 2,56 1,33
M 85,00 90,00 95,00
C 2,00 2,00 2,00
CaO 1,50 1,98 2,00 2,03
MgO 0,80 1,05 1,07 1,08
Al2O3 0,60 0,79 0,80 0,81
SiO2 1,30 1,71 1,74 1,76
Gangue 4,20 5,53 5,61 5,68
P 0,063 0,083 0,084 0,085
S 0,004 0,005 0,005 0,005
Lain lain 0,233 0,307 0,311 0,315
BEBERAPA REAKSI KIMIA YANG TERJADI DALAM PROSES REDUKSI DI HYL III:

1. REAKSI REFORMASI DI REFORMER


CH4 + H2O ↔ CO + 3 H2
CO + H2O ↔ CO2 + H2

2. REAKSI REDUKSI BIJIH BESI pada temperature diatas 570⁰ C utk CO dan H2
3 Fe2O3 + CO ------ 2 Fe3O4 + 2 CO2
Fe3O4 + CO ------ 3 FeO + CO2
FeO + CO ------ Fe + CO2
Fe203 + 3CO ------ 2 Fe + 3 CO2

3 Fe2O3 + H2 ------ 2 Fe3O4 + H2O


Fe3O4 + H2 ------ 3 FeO + H2O
FeO + H2 ------ Fe + H2O
Fe2O3 + 3 H2 ---- 2 Fe + 3 H2O

3. DAN REAKSI KARBURISASI DI REAKTOR


3 Fe + 2 CO ↔ Fe3C + CO2
3 Fe + CH4 ↔ Fe3C + 2 H2
BEBERAPA REAKSI KIMIA YANG TERJADI DALAM PROSES REDUKSI DI HYL III:
Faktor faktor yang mempengaruhi reaksi reduksi bijih besi :

1. Temperatur : semakin tinggi temperature maka reduksi dg Gas H2 akan lebih cepat, ditinjau
dari kinetika reaksinya utk mendapatkan 80 % reduksi pada temperature 870⁰ C reduksi dg gas
H2 memerlukan 19 menit sedang utk gas CO 100 menit.Utk itu perlu dijaga ratio H2/ CO di Gas
Proses > 3.

2. Tekanan : jika tekanan dinaikkan dari 0 hingga 4 Kg/Cm² g akan menurunkan waktu reduksi
pellet utk mencapai 90 % reduksi.Pengaruh perubahan tekanan pada temperature reduksi
800⁰C > 1000⁰ C
REAKSI REDUKSI BIJIH BESI pada temperature diatas 570⁰ C utk CO dan H2
3 Fe2O3 + CO ------ 2 Fe3O4 + 2 CO2 3 Fe2O3 + H2 ------ 2 Fe3O4 + H2O
Fe3O4 + CO ------ 3 FeO + CO2 Fe3O4 + H2 ------ 3 FeO + H2O
FeO + CO ------ Fe + CO2 FeO + H2 ------ Fe + H2O
Fe203 + 3CO ------ 2 Fe + 3 CO2 Fe2O3 + 3 H2 ---- 2 Fe + 3 H2O

REAKSI KARBURISASI DI REAKTOR : bersifat exotherm terjadi pada 500-700⁰C


3 Fe + 2 CO ↔ Fe3C + CO2 : Fe3 C - Cementite
2 CO ↔ C + CO2
CO + H2 ↔ C + H20
3 Fe + CH4 ↔ Fe3C + 2 H2 reaksi endotherm pada temp tinggi 900⁰C
PROSES REDUKSI LANGSUNG Hyl III
Beberapa reaksi samping Gas pada proses reduksi dan Carburisasi :
CH4  H2O  CO  3 H2
CH4 + CO2 2CO + 2 H2
CO + H2O CO2 + H2
2CO CO2 + C
CO + H2 H20 + C
CH4 2 H2 + C
Reaksi reduksi besi berlangsung pada temperatur 900 – 1050° C , dan
Tekanan 3 – 4 Kg/Cm²
Besi yang dihasilkan berbentuk padatan (sponge iron- besi spons)
Pengendalian parameter operasi reduksi

Untuk memperoleh hasil produksi besi spons yang baik perlu diperhatikan hal hal sebagai berikut :
1. Temperatur operasi reduksi diusahakan pada temperatur yang tinggi , makin tinggi akan lebih
baik sesuai dengan karakteristik pellet yang direduksi tetapi hrs dipertimbangkan karakteristik
ketahanan Peralatan beroperasi pada suhu tinggi .
2. Tekanan didalam reaktor diusahakan sekitar 4 Kg/ Cm² g
3. Ratio Gas Reduktor H2/CO > 3
4. Jumlah kandungan Gas Reduktor ( H2 +CO ) > 85 %
5. Tingkat Oksidasi ( CO2 + H2O ) diusahakan serendah mungkin , 10 % batas maksimumnya.
6. Untuk optimalisasi penggunaan Gas dpt dilakukan operasi recycle gas Reduktor di Reduction
Zone, pemanfaatan Gas reduktor utk beberapa tahapan reduksi dengan cara menghilangkan
kandungan H20 dan CO2 melalui pemasangan peralatan CO2 Absorber,
7. Pemanfaatan gas sisa untuk bahan bakar furnace / Gas Heater.