Anda di halaman 1dari 31

EKUITAS : Modal

Disetor 2
PESANAN SAHAM
Saham dapat juga diterbitkan atas dasar pesanan. Umumnya
pelaksanaannya sbb:
 Kontrak pesanan ini secara hukum akan mengikat antara pemesan
(pembeli saham) dengan perseroan (penerbit saham).
 Dalam kontrak pesanan disebutkan jumlah lembar saham yang
dipesan, harga pesanan, dan persyaratan atau jangka waktu
pembayaran.
 Bagi perseroan, pesanan yang dituangkan dalam kontrak ini akan
memberikan hak untuk menerima sejumlah pembayaran
berdasarkan harga kontrak dan memberikan status hukum kepada
pemegang saham.
 Biasanya ketika saham dijual melalui prosedur pesanan, sertifikat
saham akan diserahkan kepada pemesan jika seluruh harga saham
yang dipesan dilunasi.
Misal :
Perusahaan menerima pesanan saham sebanyak
250 lembar dengan nilai nominal Rp 10.000,- per
lembar dan harga jual Rp 12.500,- per lembar.
Dari pesanan tersebut, pemesan telah menyetorkan
uang muka sebesar 30 %, dan sisanya akan dilunasi
satu bulan kemudian.
Pada saat jatuh tempo pelunasan pesanan saham,
ternyata pemesan tidak dapat melunasinya.
Saham yang batal dipesan dapat dijual dengan
harga @ Rp 12.250,-
PEMECAHAN SAHAM
 Perusahaan kadang-kadang mengurangi atau memperkecil nilai
nominal/pari atau nilai yang ditetapkan atas saham biasanya dengan cara
menerbitkan sejumlah tambahan lembar saham biasa yang besarnya
sebanding (proporsional) dengan jumlah penurunan nilai nominal atau
nilai yang ditetapkannya.
 Ketika hal tersebut dilakukan, perusahaan dikatakan memecah sahamnya,
dan prosesnya ini dinamakan sebagai pemecahan saham (stock split).
 Ketika saham dipecah, pengurangan (penurunan) nilai nominal atau nilai
yang ditetapkan akan diterapkan ke seluruh lembar saham, baik saham
yang belum diterbitkan, saham yang telah diterbitkan, maupun saham
yang diperoleh kembali (treasury stock).
 Tujuan utama dari dilakukannya pemecahan saham adalah untuk
menurunkan harga pasar per lembar saham, yang pada akhirnya akan
dapat menarik lebih banyak investor (membuka pangsa pasar) untk ikut
ambil bagian sebagai pemegang saham dari perusahaan.
 Proses pemecahan saham tidak akan
mempengaruhi saldo akun laporan keuangan,
sehingga tidak dicatat dalam ayat jurnal.
 Pemecahan saham hanya berakibat pada
berubahnya nilai nominal atau nilai yang
ditetapkan atas setiap lembar saham dan jumlah
lembar saham yang beredar.
 Peristiwa pemecahan saham perlu diungkapkan
dalam catatan laporan keuangan. (CaLK)
Untuk mengilustrasikan pemecahan saham, asumsi bahwa perusahaan memiliki
30.000 lembar saham biasa yang beredar dengan harga pasar sebesar Rp 1.500 per
lembar. Nilai nominal saham adalah Rp 1.200 per lembar.
 Dewan direksi mengumumkan pemecahan saham, dimana setiap lembar saham
akan dipecah menjadi 3 lembar.
 Hasilnya, nilai nominal per lembar saham akan menurun, yaitu dari Rp 1.200 per
lembar menjadi Rp 400 per lembar.
 Jumlah lembar saham biasa yang beredar akan menjadi bertambah, yaitu dari
30.000 lemar menjadi 90.000 lembar.
 Akan tetapi, secara keseluruhan total nilai nominal saham biasa adalah tetap
sama yaitu sebesar Rp 36.000.000 baik sebelum maupun sesudah dilakukannya
pemecahan saham.
 Sejak bertambahnya jumlah lembar saham biasa yang beredar, perusahaan
berharap bahwa harga pasar dari saham yang dipecah juga akan menurun,
katakanlah kira-kira mendekati Rp 500 per lembar.
Akuntansi untuk Deviden
 Perusahaan yang memiliki tingkat akumulasi laba bersih yang cukup baik,
dari satu periode ke periode berikutnya, biasanya memiliki potensi untuk
dapat membagikan sebagian dari laba bersih tersebut kepada pemilik
perusahaan (pemegang saham).
 Distribusi laba bersih kepada pemegang saham ini dilakukan dalam
bentuk deviden. Umumnya, deviden yang diberikan adalah berupa uang
kas atau saham biasa.
 Deviden merupakan salah satu daya tarik yang membuat investor mau
menginvestasikan uangnya ke dalam saham perseroan.
 Ketika dewan direksi mengumumkan deviden tunai, maka berarti sejak
saat itu juga dewan direksi menyetujui atau mensahkan pembagian
sebagian keuntungan perusahaan dalam bentuk uang kas kepada para
pemegang saham.
 Demikian juga, ketika dewan direksi mengumumkan deviden saham,
maka berarti sejak saat itu juga dewan direksi menyetujui atau
mensahkan pembagian sebagian keuntungan perusahaan dalam bentuk
saham biasa kepada para pemegang saham biasa.
 Baik pengumuman deviden tunai maupun deviden saham
akan berdampak pada pengurangan (penurunan) laba ditahan.
 Deviden tunai maupun deviden saham akan dilaporkan
sebagai pengurang laba ditahan pada saat deviden tersebut
diumumkan, tidak menunggu sampai deviden tersebut
dibayarkan atau dibagikan.
Deviden Tunai
 Dalam praktek, deviden tunai adalah bentuk pembagian keuntungan
yang paling sering dilakukan.
 Ada 3 hal penting yang membuat perusahaan dapat membayarkan
deviden tunai, yaitu tersedianya laba ditahan, cukup uang kas, dan
adanya tindakan resmi dari dewan direksi.
 Deviden tunai dibayarkan dari saldo laba.
 Akan tetapi, perusahaan yang memiliki jumlah saldo laba yang besar
belum tentu dapat membayar deviden tunai.
 Hal ini dikarenakan tidak adanya hubungan (keterkaitan) antara
saldo akun kas dengan saldo laba.
 Saldo laba timbul sebagai hasil dari kegiatan operasional
perusahaan , yaitu laba bersih.
 Dalam akuntansi, laba bersih sendiri diukur atas dasar
akrual (accrual basis), bukan atas dasar kas (cash basis),
dimana beban yang telah terjadi ditandingkan dengan
pendapatan terkait dalam periode yang sama (matching
concept).
 Dengan demikian, akun saldo laba tidak mencerminkan
atau tidak identik dengan besarnya uang kas yang
tersedia.
 Banyak perusahaan yang memiliki saldo laba yang cukup
besar akan tetapi tidak memiliki cukup kas untuk dapat
membayar deviden tunai.
 Oleh sebab itu, sebelum mengumumkan deviden tunai,
dewan direksi melalui jajarannya (direktur keuangan)
biasanya akan mengevaluasi terlebih dahulu besarnya
posisi uang kas yang tersedia dan jumlah estimasi
kebutuhan jangka pendek.
 Sesungguhnya, dewan direksi tidaklah diwajibkan oleh
undang-undang untuk mengumumkan deviden, sekalipun
perusahaan memiliki saldo laba dan uang kas yang cukup
besar untuk dapat membagikan deviden tunai.
 Akan tetapi, salah satu daya tarik yang membuat investor
mau menginvestasikan uangnya ke dalam saham
perseroan adalah deviden.
 Bisa dibayangkan apa yang kira-kira akan terjadi kalau
perusahaan tidak membagi deviden kepada para
pemegang saham, diantaranya adalah lepasnya
kepemilikan pemegang saham lama atas perseroan, dan
tidak tertariknya investor baru (potensial) untuk
menanamkan modalnya di perusahaan tersebut.
 Ada tiga tanggal penting sehubungan dengan pembagian
deviden tunai, yaitu tanggal pengumuman, tanggal
pencatatan, dan tanggal pembayaran.
 Pengumuman deviden tunai ini akan membawa
perusahaan pada kewajiban hukum yang mengikat dan
tidak dapat dibatalkan.
Deviden Saham
 Distribusi sebagian keuntungan perusahaan dalam bentuk
saham kepada para pemegang saham dinamakan sebagai
deviden saham.
 Pada umumnya deviden saham dibagikan dalam bentuk saham
biasa dan diterbitkan kepada para pemegang saham biasa.
 Efek dari deviden saham terhadap laporan keuangan investee
(perusahaan yang membagikan deviden) adalah mengurangi
saldo laba dan menambah modal disetor.
 Namun tidak seperti deviden tunai, deviden saham tidak akan
mempengaruhi total aktiva, total kewajiban, maupun jumlah
pemegang saham.
 Total aktiva tidak terpengaruh, karena tidak ada pembayaran
kas (aktiva) dalam pembagian deviden saham.
 Demikian juga, jumlah modal pemegang saham tidak
terpengaruh oleh karena besarnya penurunan laba ditahan
sebanding dengan besarnya peningkatan modal disetor.
 Ingat kembali bahwa modal disetor (modal saham dan
tambahan modal disetor/agio) serta laba ditahan merupakan
komponen dari jumlah modal pemegang saham.
 Pengumuman deviden saham akan di jurnal dengan cara
mendebet akun deviden saham (sebesar nilai pasar wajar saat
ini dari saham yang akan dibagikan nantinya) dan mengkredit
akun deviden saham yang dapat dibagikan/stock dividend
distributable (sebesar nilai pari dari saham yang akan
diterbitkan).
 Yang dimaksud dengan nilai pasar wajar saat ini adalah harga
pasar saham pada saat deviden diumumkan (bukan pada saat
deviden saham dibagikan).
 Selisih atau kelebihan nilai pasar di atas nilai pari akan dicatat
dalam jurnal dengan cara mengkredit akun “modal disetor
dalam kelebihan di atas nilai pari (paid in capital in excess of
par) sebagai tambahan modal disetor.
 Deviden saham yang dapat dibagikan (stock dividen
distributable) merupakan saham sementara dari akun saham
biasa, dimana akun ini akan dilaporkan di neraca (bagian modal
pemegang saham) sebesar nilai pari dari saham biasa yang
nantinya akan diterbitkan.
 Sama halnya dengan akun saham biasa, akun deviden saham
yang dapat dibagikan juga merupakan komponen modal disetor,
yaitu modal saham.
Laporan Laba Ditahan
 Saldo laba timbul sbg hasil dari kegiatan operasional perusahaan, yi laba bersih.
 Sebagian dari laba bersih ini akan ditahan atau diinvestasikan kembali ke dalam
perusahaan.
 Pada setiap akhir periode akuntansi, laba bersih yang dihasilkan selama periode
berjalan akan ditutup ke akun laba ditahan melalui ayat jurnal penutup, dimana
akun ikhtisar laba rugi akan di debet dan akun saldo laba akan dikredit.
 Pengumuman atas pembagian keuntungan (sebagai hasil dari kegiatan
operasional perusahaan selama periode berjalan) kepada pemegang saham
dalam bentuk deviden juga akan ditutup ke akun laba ditahan melalui ayat jurnal
penutup, dimana akun laba ditahan akan di debet dan akun deviden akan di
kredit.
 Laba bersih yang dihasilkan selama periode berjalan ini akan menambah jumlah
saldo laba yang ada pada awal periode, sedangkan deviden yang diumumkan
untuk periode berjalan akan mengurangi atau memperkecil laba ditahan.
 Ingat kembali bahwa saldo laba memiliki saldo normal di sebelah kredit,
sehingga pengurangan terhadap saldo laba akan dicatat di sebelah debet,
dan penambahan atas saldo laba akan dicatat di sebelah kredit.
 Jika total saldo laba berakhir dengan saldo debet, maka berarti saldo laba
tersebut dikatakan mengalami defisit.
 Saldo Laba termasuk sebagai salah satu komponen dari jumlah modal
pemegang saham (tepatnya setelah komponen modal disetor), dimana
saldonya merupakan bagian dari tuntutan pemegang saham terhadap
aset perusahaan.
 Defisit saldo laba akan dilaporkan sebagai pengurang modal pemegang
saham.
 Besarnya laba ditahan pada akhir periode sesungguhnya adalah akumulasi
laba bersih dari beberapa periode (termasuk periode berjalan) yang masih
tersisa setelah dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden
(baik deviden tunai maupun deviden saham biasa).
 Besarnya laba ditahan pada akhir periode ini dapat dihitung dengan cara
menjumlahkan antara besarnya laba ditahan yang ada pada awal periode
dengan besarnya laba ditahan untuk periode berjalan.
 Laba ditahan untuk periode berjalan sendiri dihitung dengan cara
mengurangkan laba bersih yang dihasilkan selama satu periode (periode
berjalan) dengan deviden yang diumumkan untuk periode berjalan.
 Rugi bersih (net loss) yang dihasilkan selama periode berjalan akan
menyebabkan laba ditahan untuk periode berjalan menjadi defisit, yang
pada akhirnya mengurangi besarnya laba ditahan awal periode.
 Dalam beberapa kasus, pencadangan atas laba ditahan mungkin
dilakukan, diantaranya adalah untuk membeli treasury stock,
melunasi utang jangka panjang, melakukan perluasan pabrik,
membuka kantor cabang baru , mengatasi ketidakpastian, dsb.
 Selain dicatat dalam jurnal, peristiwa pencadangan laba ditahan ini
juga pada umumnya perlu diungkapkan dalam catatan laporan
keuangan .
 Jurnal akan dibuat dengan cara mendebet akun laba ditahan yang
tidak dicadangkan (unappropriated retaines earnings) dan
mengkredit akun laba ditahan yang dicadangkan (appropriated
retained earnings).
 Perhatikanlah bahwa besarnya saldo laba yang tidak dicadangkan
menjadi berkurang (disebelah debet) dan dananya dialokasikan untuk
membentuk laba ditahan yang dicadangkan (di sebelah kredit).
 Secara keseluruhan besarnya saldo laba sesungguhnya tidak
mengalami perubahan , akan tetapi hanya “tukar tempat” dari yang
tidak dicadangkan menjadi dicadangkan.
 Melalui ayat jurnal penutup, laba bersih yang dihasilkan selama
periode berjalan akan menambah jumlah saldo laba yang tidak
dicadangkan , sedangkan pengumuman deviden akan mengurangi
jumlah saldo laba yang tidak dicadangkan.
Pelaporan Modal Pemegang Saham
Secara keseluruhan, bagian modal pemegang saham yang tampak dalam neraca berisi
komponen berikut:
 Modal disetor (modal yang dikontribusi),
 Laba ditahan, dan
 Saham yang diperoleh kembali (treasury stock)
Komponen modal disetor terdiri atas
 Modal saham dan
 Tambahan modal disetor.
Modal saham (yang disajikan sebesar nilai pari) terdiri atas
 Saham preferen,
 Saham biasa,
 Pesanan saham, dan
 Deviden saham yang dapat dibagikan.
Yang termasuk sebagai tambahan modal disetor adalah
 kelebihan harga jual saham preferen dan saham biasa di atas nilai parinya,
 kelebihan harga jual treasury stocks di atas harga perolehannya.
Modal disetor dapat berkurang oleh karena adanya piutang pesanan saham yang
belum dilunasi oleh pembeli (pemesan)
 
SELESAI