Anda di halaman 1dari 16

Distosia

Disusun Oleh :

Dela Safaringga
Meriyanti
Sindi Kamalia

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


UNIVERSITAS BONDOWOSO
2019
Definisi
• Distosia didefinisikan sebagai persalinan yang panjang,
sulit, atau abnormal, yang timbul akibat berbagai kondisi
yang berhubungan dengan lima faktor persalinan. (Maria A.
Wijayarani, 2004)
• Distosia adalah kesulitan dalam jalannya persalinan.
Distosia karena kelainan tenaga (his) yang tidak normal,
baik kekuatan maupun sifatnya, sehingga menghambat
kelancaran persalinan. (Icesmi Sukarni, Sudarti, 2014)
• Distosia adalah kelembatan kesulitan persalinan. Dapat
disebabkan kelahiran tenaga (his), kelainan letak dan
bentuk janin, serta kelainan jalan lahir. (Mansjoer Arif,
1999)
Etiologi
• Persoalannya disfungsional akibat kontraksi
uterus yang tidak efektif atau akibat upaya
mengedan ibu (kekuatan {powers})
• perubahan struktur pelvis (jalan lahir {passagel})
• Sebab sebab pada janin, meliputi kelainan
presentasi atau kelainan posisi, bayi besar, dan
jumlah bayi (penumpang {passengers})
• Posisi ibu selama persalinan dan melahirkan
• Respon psikologis ibu terhadap persalinan yang
berhubungan dengan pengalaman, persiapan,
budaya dan warisannya, serta sistem pendukung.
Klasifikasi
 Distosia karena HIS
• Distosia kelainan tenaga/his adalah tidak normal dalam
kekuatan atau sifatnya menyebabkan rintangan pada jalan
lahir, dan tidak dapat diatasi sehingga menyebabkan
persalinan macet.
• Dalam persalinan diperlukan his normal yang mempunyai
sifat :
• Kontraksi otot rahim mulai dari salah satu tanduk rahim.
• Fundal dominan, menjalar ke seluruh otot rahim
• Kekuatanya seperti memeras isi otot rahim
• Otot rahim yang telah berkontraksi tidak kembali ke
panjang semula sehingga terjadi retraksi dan pembentukan
segmen bawah rahim.
Manifestasi Klinis

• Dapat dilihat dan diraba,perut terasa membesar


kesamping
• Pergerakan janin pada bagian kiri lebih dominan
• Nyeri hebat dan janin sulit untuk dikeluarkan
• Terjadi distensi berlebihan pada uterus
• Dada teraba seperti punggung, belakang kepala
terletak berlawanan dengan letak dada, teraba
bagian – bagian kecil janin dan denyut jantung
janin terdengar lebih jelas pada dada.
Penatalaksanaan
• Pemeriksaan klinik dan ultrasografi yang seksama
terhadap janin yang sedang tumbuh, disertai dengan
faktor faktor yang diketahui merupakan predisposisi
terhadap makrosomia (bayu besar) kemungkinan
dilakukannya sejumlah kontrol terhadap pertumbuhan
yang berlebihan pemantauan glukosa darah (pada saat
datang atau umur 3 jam, kemudian tiap 6 jam sampai
24 jam atau bila kadar glukosa lebih dari 45 gr% dua
kali berturut turut). Pemantauan elektrolit pemberian
glukosa parenteral sesuai indikasi hidrokortison 5
mg/kg/hari IM dalam dua dosis bila pemberian glukosa
parenteral tidak efektif. (Icesmi Sukarni, Sudarti, 2014)
Lanjutan......
• Fase laten yang memanjang : Selama ketuban masih utuh dan
passage serta passanger normal,pasien dengan fase laten
memanjang sering mendapat manfaat dari hidrasi dan istirahat
terapeutik. Apabila dianggap perlu untuk tidur,morfin(15 mg) dapat
memberikan tidur 6-8 jam. Apabila pasien terbangun dari
persalinan,diagnosa persalinan palsu dapat ditinjau kembali,berupa
perangsangan dengan oksitosin.
• protraksi: Dapat ditangani dengan penuh harapan,sejauh persalinan
mau dan tidak ada bukti disproporsi sevalopelvik,mal presentasi
atau fetal distress. Pemberian oksitosin sering bermanfaat pada
pasien dengan suatu kontrakti hipotonik.
• Kelainan penghentian: Apabila terdapat disproporsi sevalopelvik
dianjurkan untuk dilakukan seksio sesarea.perangsangan oksitosin
hanya dianjurkan sejauh pelviks memadai untuk dilalui janin dan
tidak ada tanda-tanda fetal distress.
Pemeriksaan Diagnostik
• Tes Prenatal : Untuk memastikan penyulit
persalinan seperti : janin besar, malpresentasi
• Pelvimetri sinar X : Mengevaluasi arsitektur
pelvis, presentasi dan posisi janin
• Pengambilan sample kulit kepala janin :
mendeteksi atau mencegah asidosis
Asuhan Keperawatan
Pengkajian
 Riwayat kesehatan sekarang
• Biasanya dalam kehamilan sekarang ada kelainan seperti :
Kelainan letak janin (lintang, sunsang dll) apa yang menjadi
presentasi dll.
 Riwayat kesehatan dahulu
• Yang perlu dikaji pada klien, biasanya klien pernah
mengalami distosia sebelumnya, biasanya ada penyulit
persalinan sebelumnya seperti hipertensi, anemia, panggul
sempit, biasanya ada riwayat DM, biasanya ada riwayat
kembar dll.
 Riwayat kesehatan keluarga
• Apakah dalamkeluarga ada yang menderita penyakit
kelainan darah, DM, eklamsi dan pre eklamsi.
Diagnosa Keperawatan
 Diagnosa keperawatan bervariasi sesuai tipe distosia dan kebutuhan
individual wanita dan keluarganya. Diagnoosa keperawatan yang potensial
dan aktual, yang dapat diidentifikasi pada wanita yang mengalami distosia
ialah sebagai berikut :

• Ansietas yang berhubungan dengan : Kemajuan persalinan yang lambat


• Nyeri yang berhubungan dengan : Distosia, Prosedur obstetri
• Risiko tinggi cedera janin yang berhubungan dengan: Gangguan pada janin
• Risiko tinggi cedera maternal yang berhubungan dengan : Intervensi
penanganan distosia
• Ketidakberdayaan yang berhubungan dengan : Kehilangan kontrol
• Risiko tinggi infeksi yang berhubungan dengan : Ruptur ketuban, prosedur
operasi
• Keletihan yang berhubungan dengan: Persalinan yang lama
• Takut yang berhubungan dengan: Ancaman yang nyata atau potensial
terhadap diri sendiri dan janin
Lanjutan.........
• Kerusakan integritas kulit yang berhubungan dengan : Prosedur operasi
• Risiko tinggi perubahan peran orang tua yang berhubungan dengan:
Kelahiran sesaria yang tidak direncanakan
• Perubahan persepsi sensori yang berhubungan dengan: Berbagi intervensi
penanganan distosia
• Koping individu tidak efektif yang berhubungan dengan: Kekecewaan ,
Nyeri ,Rasa takut,Keletihan ,Sistem pendukung yang kurang
• Defisit pengetahuan yang berhubungan dengan : Prosedur,posisi, teknik
relaksasi, dsb
• Harga diri rendah situasional yang berhubungan dengan:
Ketidakmampuan untuk bersalin dan melahirkan seperti yang diharapkan
• Kelebihan volume cairan yang berhubungan dengan: Infus intravena
dengan oksitosin
• Defisit volume cairan yang berhubungan dengan: Status puasa
Hasil Akhir Yang Diharapkan
 Diagnosa keperawatan memberi arah pada perawatan. Selama langkah-
langkah yang penting ini berlangsung, kriteria hasil akhir disusun dengan
menggunakan istilah yang berpusat pada pasien dan kemudian
diprioritaskan. Tindakan keperawatan yang tepat dipilih bersama pasien
untuk mencapai hasil akhir yang diharapkan.
• Hasil akhir yang diharapkan pada wanita yang mengalami distosia ialah
sebagai berikut ;
• Ia akan memahami penyebab dan penanganan disfungsi persalinan.
• Ia akan menggunakan pola koping yang positif untuk mempertahankan
konsep diri yang positif.
• Ia akan memperlihatkan rasa cemas nya berkurang minimal
• Ia akan mengungkapkan bahwa nyerinya berkurang.
• Ia akan bersalin dan melahirkan dengan komplikasi minimal atau tanpa
komplikasi, seperti infeksi, cedera, dan perdarahan.
• Ia akan melahirkan bayi yang sehat tanpa distres janin.
Evaluasi
 Untuk mengevaluasi efektivitas asuhan keperawatan pada wanita yang
mengalami distosia, perawat melihat kembali tujuan dan hasil akhir yang
diharapkan akan mencapai dan mengkaji tingkat kepuasan wanita dan
kekurangannya terhadap perawatan yang mereka terima. Hasil akhir yang
diharapkan meliputi :
• Klien mendemonstrasikan pemahaman tentang penyebab dan
penanganan disfungsi persalinan.
• Klien mengungkapkan bahwa rasa cemas dan takutnya terhadap
kondisinya dan keadaan janinnya berkurang.
• Klien tidak menunjukkan tanda-tanda komplikasi, seperti infeksi,
perdarahan, dan distres janin.
• Klien menyatakan rasa nyerinya berkurang.
• Klien menyatakan puas dengan keterlibatannya dalam pengambilan
keputusan sehubungan dengan pilihan perawatannya.
• Klien mengungkapkan perasaan positif tentang dirinya.
• Klien melahirkan bayi yang sehat
TERIMAKASIH