Anda di halaman 1dari 28

Tugas Mini C-Ex

Pemeriksaan Tingkat Kesadaran

Oleh :
Devira
Wahyu Permata Lisa
Yesi Yulia Wardani

Pembimbing : dr. Agus Tri Joko,Sp.S

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU PENYAKIT SARAF


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ARIFIN ACHMAD
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2019
RLS85 telah divalidasi dalam sebuah studi
tahun 1982  direvisi pada tahun 1985
 Biasanya digunakan di Swedia
Mengatasi kekurangan GCS :
- Penilaian pasien yang diintubasi
- Pasien dengan kelopak mata bengkak
yang menyulitkan kemampuan untuk
membuka mata
RLS85 dikatakan bermanfaat dalam
evaluasi pada pasien dengan:
• Mild to severe Traumatic Brain Injury
• Penyakit cerebrovaskular
• Keganasan di otak
• Overdosis obat-obatan
• Penyakit kardiovaskular
• Penyakit Gastrointestinal
• Penelitian oleh Tesseris dkk. Membanding
kan GCS dengan RLS85 yang dimodifikasi
Edinburgh-2  evaluasi 46 pasien melalui
RLS85 dan GCS.
• Hasil : RLS85 lebih unggul dari GCS
Kekurangan:

• RLS85 saat ini digunakan di negara


Swedia dan juga telah diterapkan pada
ICU dan Departemen Bedah Saraf.
Selain itu RLS85 sudah direkomendasikan
untuk dipergunakan menggantikan GCS
• Proses pembelajaran dalam mengguna
kan RLS85 sedikit lebih susah dan
membutuhkan pengulangan yang lebih
sering dengan membaca buku dan
melihat video berulang.
Innsbruck Coma
Scale
Digunakan sejak 1981 dan pertama
kali publish pada tahun 1991.

Skala Koma Innsbruck (ICS) dikembang


kan untuk penilaian spesifik korban
trauma dan hampir digunakan secara
eksklusif di Rumah Sakit Universitas,
Innsbuck, Austria.
• Pemeriksaan ini mirip dengan GCS, tetapi
mengecualikan respon verbal sehingga
dapat mengatasi keterbatasan pada
pasien yang diintubasi, afasik, dan
aponik.
• Benzer et al. menunjukkan bahwa
memenuhi dua kriteria penting untuk
skala koma prediktif: penilaian cepat
sederhana, dan akurasi tinggi dalam
prediksi tingkat kesadaran.
Kekurangan :
1. ICS belum dikenal secara luas dan sangat
minim publikasi.
2. Angka skor pelebaran pupil berhubungan
dengan tingkat keparahan. Pasien-pasien
dengan mati batang otak dengan middilatasi
pupil dapat memiliki skor lebih baik
dibanding pasien yang tidak memiliki mati
batang otak tetapi dengan pupil dilatasi.
FOUR SCORE
FOUR
Full

Outline of

Un

Responsiveness
Wijidicks dkk pada tahun 2005, berhasil
menerbitkan skala koma terbaru yang
dikenal dengan FOUR Score
Skala ini melibatkan 4 komponen, dan
masing-masing komponen memiliki nilai
maksimal 4

Skala ini mampu mendeteksi kondisi


seperti lock in syndrome dan keadaan
vegetatif, yang tidak terdeteksi oleh GCS

Elco F. Wijdicks, MD, PhD


EMBER

Eye Motor Brainstem


Respiration
Response Response Reflex
Eye Response
Motor Response
Brainstem Reflex
Respiration
KELEBIHAN FOUR SCORE
• Memenuhi kebutuhan skala penilaian tanda-tanda neurologis yang
cepat dan mudah digunakan pada pasien dengan penurunan kesadaran

• Tetap dapat digunakan pada pasien dengan gangguan metabolik akut,


syok atau kerusakan otak nonstruktural lain karena dapat mendeteksi
perubahan kesadaran lebih dini

• Lebih mudah diingat dan digunakan karena bersifat linear, reliable dan
valid

• Dapat memprediksi luaran walaupun angka kematian di ruang rawat


intensif dapat dipengaruhi dengan withdrawal bantuan hidup Karena
dapat memenuhi kebutuhan skala penilaian tanda neurologis yang cepat
dan mudah

• Memungkinkan dapat mengidentifikasi berbagai tahap herniasi dan


gangguan lainnya dalam lock in syndrome dan keadaan vegetative
KETERBATASAN

Untuk beberapa penulisan item pada skala


dan nilai-nilai masih belum mampu secara
konsisten menentukan dan mengukur dalam
semua situasi koma dimana berbagai fungsi
kortikal otak yang berhubungan dangan
tingkat kesadaran telah dipengaruhi
AVPU
AVPU
Alert

Verbal

Pain

Un Responsive
Thank You