Anda di halaman 1dari 15

Pengantar

Matematika Diskrit
Oleh : DADANG LORIDA
• Rasa ingin tahu adalah ibu dari semua
ilmu pengetahuan

• Tak kenal maka tak sayang, tak sayang


maka tak cinta
Matematika diskrit: cabang matematika yang
mengkaji objek-objek diskrit.
Mengapa belajar Matematika Diskrit ?

• Landasan berbagai bidang matematika: logika, teori


bilangan, aljabar linier dan abstrak, kombinatorika, teori
graf, teori peluang (diskrit).

• Landasan ilmu komputer: struktur data, algoritma, teori


database, bahasa formal, teori automata, teori compiler,
sistem operasi, dan pengamanan komputer (computer
security).

• Mempelajari latar belakang matematis yang diperlukan


untuk memecahkan masalah dalam riset operasi
(optimasi diskrit), kimia, ilmu-ilmu teknik, biologi,
telekomunikasi, dsb.
4
• Apa yang dimaksud dengan kata diskrit
(discrete)?
Benda disebut diskrit jika:
– terdiri dari sejumlah berhingga elemen yang
berbeda
– elemen-elemennya tidak bersambungan
(unconnected).
Contoh: himpunan bilangan bulat (integer)
• Lawan kata diskrit: kontinyu atau
menerus (continuous).

Contoh: himpunan bilangan riil (real)


• Komputer digital bekerja secara diskrit.
Informasi yang disimpan dan dimanipulasi
oleh komputer adalah dalam bentuk
diskrit.
• Matematika diskrit merupakan ilmu dasar
dalam pendidikan informatika atau ilmu
komputer.
• Matematika diskrit memberikan landasan
matematis untuk kuliah-kuliah lain
• Algoritma, struktur data, basis data, teori
bahasa formal dan mesin, jaringan
komputer, keamanan komputer, sistem
operasi, teknik kompilasi, dsb.
• Matematika diskrit adalah matematika
yang mengkhususkan ke bidang
informatika  Matematika Informatika.
Materi-materi dalam matematika
diskrit:
1. Teori Himpunan (set)
2. Relasi dan Fungsi
3. Matriks
4. Barisan dan Deret (Bilangan dan
Geometri)
5. Logika Matematika
6. Teori Bilangan Bulat (integers)
Materi-materi dalam matematika
diskrit:
7. Aljabar Boolean (Boolean algebra)
8. Fungsi Pembangkit dan Analisis Rekurens
9. Pohon (Tree)
10. Teori Graf (graph)
11. Kompleksitas Algoritma (algorithm complexity)
12. Otomata & Teori Bahasa Formal (automata
and formal language theory)
Contoh-contoh persoalan
matematika diskrit:

– berapa banyak kemungkinan jumlah


password yang dapat dibuat dari 8 karakter?
– bagaimana nomor ISBN sebuah buku
divalidasi?
– berapa banyak string biner yang panjangnya
8 bit yang mempunyai bit 1 sejumlah ganjil?
– bagaimana menentukan lintasan terpendek
dari satu kota a ke kota b?
Contoh-contoh persoalan
matematika diskrit:
– buktikan bahwa perangko senilai n (n  8)
rupiah dapat menggunakan hanya pernagko 3
rupiah dan 5 rupiah saja
– diberikan dua buah algoritma untuk
menyelesaian sebuah persoalan, algoritma
mana yang terbaik?
– bagaimana rangkaian logika untuk membuat
peraga digital yang disusun oleh 7 buah
batang (bar)?
Contoh-contoh persoalan
matematika diskrit:
• “Makanan murah tidak enak”, “makanan
enak tidak murah”. Apakah kedua
pernyataan tersebut menyatakan hal yang
sama?
• Dapatkah kita melalui semua jalan di
sebuah kompleks perubahan tepat hanya
sekali dan kembali lagi ke tempat semula?
• Dari cerita di atas bahwa untuk
mempelajari informatika harus memiliki
pemahaman yang kuat dalam matematika
diskrit.