Anda di halaman 1dari 11

KELOMPOK 6

GOOD GOVERNANCE :
Konsep dan Implementasinya Leony Young
Kamila Nurhusna
Elta Octyanti
Egy Putra
Pengertian Good Governance
Good Governance adalah penyelenggaraan pemerintahan
negara yang solid dan bertanggung jawab, serta efektif dan
efesien, dengan menjaga “kesinergian” interaksi yang
konstruktif diantara domain-domain negara, sektor swasta
dan masyarakat, menjunjung tinggi keinginan/kehendak
rakyat, nilai-nilai yang dapat meningkatkan kemampuan
rakyat yang dalam pencapaian tujuan 13 (nasional)
kemandirian pembangunan berkelanjutan dan keadilan
sosial serta aspek-aspek fungsional dari pemerintahan yang
efektif dan efesien dalam pelaksanaan tugasnya untuk
mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Konsep
Konsep good governance muncul karena adanya
ketidakpuasan pada kinerja pemerintahan yang selama ini
dipercaya sebagai penyelenggara urusan publik.
Menerapkan praktik good governance dapat dilakukan
secara bertahap sesuai dengan kapasitas pemerintah,
masyarakat sipil, dan mekanisme pasar. Salah satu pilihan
strategis untuk menerapkan good governance di Indonesia
adalah melalui penyelenggaraan pelayanan publik.
PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE

01 Partisipasi Masyarakat Setiap warga masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan harus
memiliki hak suara yang sama dalam proses pengambilan keputusan, baik secara langsung
atau melalui perwakilan, sesuai dengan kepentingan dan aspirasinya masing-masing.

02 Aturan Hukum ( Rule Of Law ) Kerangka aturan hukum dan perundang-undangan haruslah
berkeadilan, ditegakkan dan dipatuhi secara utuh.

03 Efektifitas dan efisiensi Setiap proses kegiatan dan kelembagaan diarahkan untuk
menghasilkan sesuatu yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan melalui
pemanfaatan yang sebaik-baiknya berbagai sumber-sumber yang tersedia.

04 Visi strategi Para pemimpin dan masyarakat harus memiliki perspektif yang luas dan jangka
panjang tentang penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan 16 membangun manusia,
bersama dengan dirasakannya kebutuhan untuk pembangunan tersebut.

Terdapat empat unsur utama dalam good governance yaitu, accountability,


adanya kerangka hukum (rule of law), informasi dan transparansi.
INDIKATOR PRINSIP GOOD GOVERNANCE
Berikut merupakan beberapa indikator untuk mengukur prinsip-prinsip good governance :

Partisipasi Yang merupakan indikator


01 untuk mengukur prinsip partisipasi

02 Transparansi

03 Akuntabilitas
Pada tahap sosialisasi kebijakan, beberapa indikator untuk menjamin akuntabilitas publik adalah :

Penyebarluasan informasi
mengenai suatu keputusan, Akses publik pada informasi
melalui media massa, maupun atas suatu keputusan setelah
komunikasi personal. keputusan dibuat dan
mekanisme pengaduan
masyarakat.

Akurasi dan kelengkapan


informasi yang berhubungan
dengan cara-cara mencapai Ketersediaan sistem informasi
sasaran suatu program. menajemen dan monitoring hasil
yang telah dicapai oleh
pemerintah.
PILAR - PILAR GOOD GOVERNANCE
Prinsip-prinsip good governance • Negara / Pemerintah Konsepsi kepemerintahan pada dasarnya adalah kegiatan
tidak akan bermakna ketika tidak kenegaraan, tetapi lebih jauh dari itu melibatkan pula sektor swasta dan
ditopang oleh pilar-pilar yang kelembagaan masyarakat madani (Civil Society Organization). Pengertian negara
menjadi pendukungnya. Yakni negara, (state) atau pemerintahan dalam hal ini secara umum mencakup keseluruhan
masyarakat, dan sektor swasta. lembaga politik dan sektor publik. Peranan dan tanggung jawab negara atau
Kolaborasi antara ketiganya akan pemerintah adalah meliputi penyelenggaraan kekuasaan untuk memerintah, dan
membangun lingkungan yang kondusif bagi tercapainya tujuan pembangunan baik
menyempurnakan pelaksanaan pada level local, nasional, maupun internasional dan global.
konsep good governance. Pada • Sektor Swasta Pelaku sektor swasta mencakup perusahaan swasta yang aktif
praktek kepemerintahan terdapat dalam interaksi dalam sistem pasar, seperti : industri pengelolaan, perdagangan,
banyak pelaku atau aktor yang dapat perbankan, dan koperasi termasuk juga sebagai kegiatan informal. Peran swasta
diidentifikasikan, mencakup sangat penting dalam pola kepemerintahan dan pembangunan, karena perannya
individual, organisasi, institusi, dan sebagai sumber peluang untuk meningkatkan produktifitas, penyerapan tenaga
kerja, sumber penerimaan, investasi publik, mengembangkan usaha dan
kelompokkelompok sosial yang pertumbuhan ekonomi.
keberadaannya sangat penting bagi • Masyarakat Madani (civil society) Kelompok masyarakat dalam konteks
terciptanya kepemerintahan yang kenegaraan pada dasarnya berada diantara atau ditengah-tengah antara
efektif. Secara garis besar dapat pemerintahan dan perseorangan, yang mencakup baik perseorangan maupun
dikelompokkan dalam tiga kategori kelompok masyarakat yang berinteraksi secara sosial, politik dan ekonomi.
yaitu : ( Idup Suhadi dan Desi Kelembagaan masyarakat 23 sipil tersebut pada umumnya dapat dirasakan oleh
masyarakat, melalui kegiatan fasilitasi partisipasi masyarakat melalui mobilisasi.
Fernanda ( 2001 : 27-28)
a. Negara b. Sektor Swasta
Good governace hanya bermakna 1. Menciptakan kondisi politik, 1. Menjalankan industri;
bila keberadaannya ditopang oleh ekonomi, dan sosial yang stabil; 2. Menciptakan lapangan kerja;
lembaga yang melibatkan 2. Membuat peraturan yang 3. Menyediakan insentif bagi
efektif dan berkeadilan; karyawan;
kepentingan publik. Jenis
3. Menyediakan public service 4. Meningkatkan standar
lembaga tersebut adalah sebagai yang efektif dan accountable; kehidupan masyarakat;
berikut : 4. Menegakkan HAM; 5. Memelihara lingkungan hidup;
5. Melindungi lingkungan hidup; 6. Menaati peraturan;
6. Mengurus standar kesehatan 7. Melakukan transfer ilmu
dan standar keselamatan publik pengetahuan dan teknologi pada
masyarakat;
c. Masyarakat Madani
8. Menyediakan kredit bagi
1. Manjaga agar hak-hak masyarakat terlindungi; pengembangan UKM
2. Mempengaruhi kebijakan;
3. Berfungsi sebagai sarana checks and balances pemerintah;
4. Mengawasi penyalahgunaan kewenangan sosial
pemerintah;
5. Mengembangkan SDM;
6. Berfungsi sebagai sarana berkomunikasi antar anggota
masyarakat.
IMPLEMENTASI
GOOD GOVERNANCE

Implementasi responsiveness good governance dalam pelayanan publik di


Desa Mundu, masyarakat mengakui pengelolaan pemerintahan berjalan
semaksimal mungkin, dengan tidak adanya kritikan-kritikan maupun
keluhan, yang berarti dari masyarakat kepada pemerintahan Desa Mundu
bisa disimpulkan implementasi responsiveness good governance dalam
pelayanan publik sudah berjalan dengan baik. Kendala atau hambatan
yang cukup berarti dalam implementasi responsiveness good governance
dalam pelayanan publik di Desa Mundu dilakukan pemerintahanya
dengan mengadakan berbagai penyuluhan serta sosialisasi secara
responsiveness (tanggap) guna menambah motivasi masyarakat desa
untuk menciptakan suasana desa yang harmonis dan aman. Hal ini
membuktikan bahwa implementasi responsiveness good governance
dalam pelayanan publik di Desa Mundu sudah cukup baik
Penerapan Good Governance di Indonesia
 Good governance di Indonesia mulai
benar-benar dirintis dan diterapkan
sejak meletusnya era reformasi.
 Terjadinya perombakan system pemerintahan yang menuntut
proses demokrasi yang bersih sehingga Good Governance
merupakan salah satu alat reformasi yang mutlak diterapkan
dalam pemerintahan baru.

 Diterapkannya Good Governance di Indonesia tidak


hanya membawa dampak positif dalam sistem
pemerintahan saja akan tetapi hal tersebut mampu
membawa dampak positif terhadap badan usaha non-
pemerintah yaitu dengan lahirnya Good Corporate
Governance. Dengan landasan yang kuat diharapkan
akan membawa bangsa Indonesia kedalam suatu
pemerintahan yang bersih dan amanah.
THANK
YOU!