Anda di halaman 1dari 12

Disusun Oleh:

Lia Yulianti
Muhammad Zanjuri
Nanda Perdana
Natalia Herwanti
Nozi Adelline
Definisi Solusio Plasenta
Solusio placentae adalah pelepasan placenta sebelum
waktunya. Placenta itu secara normal terlepas setelah
anak lahir jadi placenta terlepas sebelum waktunya jika
terlepas sebelum anak lahir.

Akan tetapi pelepasan placenta sebelum minggu ke


22 disebut abartus dan kalau terjadi pelepasan
placenta pada placenta yang rendah implantasinya maka
bukan disebut solusio placentae tapi placenta praevia
Perdarahan pada Solusio Plasenta

Dengan perdarahan tersumbunyi Dengan perdarahan keluar

- Pelepasan biasanya komplit - Biasanya inkomplit


- Sering disertai taxaemia - Jarang disertai taxaemia
- Hanya merupakan 20% dari - Merupakan 80% dari solusio
solusio placentae placentae
 Solusio Plasenta Ringan
 Solusio Plasenta Sedang
 Solusio Plasenta Berat
o Hypertensi essentialis atau preeklamsi
o Tali pusar yang pendek
o Trauma
o Tekanan oleh rahim yang membesar pada daerah vena
cava inferior
o Uterus yang sangat mengecil (hydramnion, gemelli)
 Perdarahan yang disertai nyeri, juga di luar his
 Anemia dan shock : beratnya anemia dan shock sering tidak sesuai dengan
banyaknya darah yang keluar
 Rahim keras seperti papan dan nyeri dipegang karena isi rahim bertambah
dengan darah yang berkumpul di belakang plasenta hingga rahim teregang
(uterus en bois)
 Palpasi sukar karena rahim keras
 Fundus uteri makin lama makin naik
 Bunyi jantung biasanya tidak ada
 Pada toucher teraba ketuban yang tegang terus menerus (karena isi rahim
bertambah)
 Sering ada proteinuria karena disertai toxaemia
 Harus dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas operasi
 Sebelum dirujuk, anjurkan pasien untuk tirah baring total dengan menghadap
ke kiri, tidak melakukan senggama, menghindari eningkatan tekanan rongga
perut.
 Pasang infus cairan Nacl fisiologi. Bila tidak memungkinkan, berikan cairan
peroral.
 Pantau tekanan darah & frekuensi nadi tiap 15 menit untuk mendeteksi
adanya hipotensi / syok akibat perdarahan. pantau pula BJJ & pergerakan
janin.
 Bila terdapat renjatan, segera lakukan resusitasi cairan dan tranfusi darah,
bila tidak teratasi, upayakan penyelamatan optimal dan bila teratsi
perhatikan keadaan janin.
 Setelah renjatan diatasi pertimbangkan seksio sesarea bila janin masih hidup
atau persalinan pervaginam diperkirakan akan berlangsung lama. Bila renjatan
tidak dapat diatasi, upayakan tindakan penyelamatan optimal.
Pengkajian
 Sirkulasi
 Makanan atau Cairan
 Nyeri atau ketidaknyamanan
 Seksualitas
 Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan perdarahan ditandai
dengan conjungtiva anemis, acral dingin, Hb turun, muka pucat &
lemas.
 Resiko tinggi terjadinya letal distress berhubungan dengan perfusi
darah ke plasenta berkurang.
 Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan kontraksi uterus di
tandai terjadi distress/pengerasan uterus, nyeri tekan uterus.
 Gangguan psikologi (cemas) berhubungan dengan keadaan yang dialami.
 Potensial terjadinya hypovolemik syok berhubungan dengan
perdarahan.
 Kurang pengetahuan klien tentang keadaan patologi yang dialaminya
berhubungan dengan kurangnya informasi .