Anda di halaman 1dari 14

KONSEP KEUNTUNGAN DAN

MERUBAH PARADIGMA
BERPIKIR
KELOMPOK 4 :
Suci Susmiati Liana Ni’mah
Ika Putri Nanang Leo
Yuli Karinda
Ratna Puji Astuti
Lilik
Sri Wahyuni
Hendro
Leni purtiyaningsih
M. Rizal N
KONSEP CASH FLOW QUADRANT

 Menurut Robert T Kiyosaki, penulis best seller "Rich


Dad Poor Dad", untuk memperoleh penghasilan, anda
bisa mendapatkannya dari 4 quadran berikut ini:

1. Kuadran "E" (EMPLOYEE / KARYAWAN). Anda bekerja untuk
ORANG LAIN, dimana anda telah terikat untuk bekerja dengan
waktu tertentu dan dengan penghasilan yang tertentu juga.

2. Kuadran "S" (SELF EMPLOYED / PROFESIONAL /SMALL


BUSINESS). Anda bekerja untuk DIRI ANDA SENDIRI, dimana
anda tidak terikat secara waktu dan penghasilan, tetapi anda
harus BEKERJA SEMAKIN KERAS (menghabiskan lebih banyak
waktu), untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar.

3. Kuadran "B" (BUSINESS OWNER / PEMILIK BISNIS). Anda bisa


mendapatkan penghasilan dari SISTEM, dimana dalam sistem ini
ORANG LAIN bekerja untuk ANDA. Jadi anda tidak terikat
waktu, tetapi penghasilan tak terbatas.

4. Kuadran "I" (INVESTOR / PENANAM MODAL). Anda


mendapatkan penghasilan dengan menanam modal, sehingga
UANG bekerja untuk ANDA.
 Pada kuadran kiri atau 1 dan 2, orang memilih untuk
mendapatkan KEAMANAN. Karena menurut mereka, jika
setiap bulan menerima penghasilan akan aman.. Padahal
kalau di PHK atau sakit? Penghasilan hilang seketika..!

 Jadi yang diperoleh sebenarnya adalah KEAMANAN


KERJA bukan keamanan penghasilan.

 Pada kuadran kanan atau 3 dan 4, orang memilih untuk


mendapatkan KEBEBASAN. Bebas berusaha untuk
mendapatkan penghasilan berapapun yg mereka
inginkan!!!

 Jadi dia bisa mendapatkan KEBEBASAN PENGHASILAN


dan WAKTU.
STRATEGI INVESTASI
 Menurut Tandelilin (2001:199) ada dua strategi yang
dapat dilakukan investor dalam pembentukan
portofolio, yaitu :
1. Strategi pasif (passive strategy)
2. Strategi aktif (active strategy)
STRATEGI PASIF (PASSIVE STRATEGY)
 Merupakan tindakan investor yang cenderung pasif dalam berinvestasi
dalam saham dan hanya mendasarkan pergerakan sahamnya pada
pergerakan indeks pasar.
 Strategi pasif mendasarkan diri pada asumsi bahwa
(a) pasar modal tidak melakukan mispricing, dan
(b) meskipun terjadi mispricing, para pemodal berpendapat bahwa mereka
tidak bisa mengidentifikasikan dan memanfaatkannya.
 Tujuan dari strategi pasif ini adalah memperoleh return portofolio sebesar
return indeks pasar dengan menekankan seminimal mungkin risiko dan
biaya investasi yang harus dikeluarkan.
 Ada dua macam strategi pasif yaitu sebagai berikut.
a. Strategi beli dan simpan maksudnya adalah investor melakukan pembelian
sejumlah saham dan tetap memegangnya untuk beberapa waktu tertentu.
Tujuan dilakukannya strategi ini adalah untuk menghindari biaya
transaksi dan biaya tambahan lainnya yang biasanya terlalu tinggi.
b. Strategi mengikuti indeks merupakan strategi yang digambarkan sebagai
pembelian instrumen reksadana atau dana pensiun oleh investor. Dalam hal
ini investor berharap bahwa kinerja investasinya pada kumpulan saham
dalam instrumen reksadana sudah merupakan duplikasi dari kinerja indeks
pasar. Dengan kata lain investor berharap memperolah return yang
sebanding dengan return pasar.
STRATEGI AKTIF (ACTIVE STRATEGY)

 Merupakan tindakan investor secara aktif dalam


melakukan pemilihan dan jual beli saham, mencari
informasi, mengikuti waktu dan pergerakan harga
saham serta berbagai mendapatkan return abnormal.
 Tujuan strategi aktif ini adalah mendapatkan return
portofolio saham yang melebihi return portofolio
saham yang diperoleh dari strategi pasif
Ada tiga strategi yang biasa dipakai investor dalam menjalankan strategi
aktif portofolio saham:
1. Pemilihan saham
maksudnya adalah para investor secara aktif melakukan analisis
pemilihan saham-saham terbaik, yaitu saham yang memberikan
hubungan tingkat return dan risiko yang terbaik dibandingkan dengan
alternative lainnya. Analisis ini mendasarkan pada pendekatan analisis
fundamental guna mengetahui prospek saham tersebut pada masa datang.

2. Rotasi sektor
maksudnya investor dapat melakukan strategi ini dengan dua cara, yaitu
sebagai berikut.
 Melakukan investasi pada sahamsaham yang bergerak pada sector tertentu
untuk mengantisipasi perubahan siklis ekonomi di kemudian hari.
 Melakukan modifikasi atau perubahan terhadap bobot portofolio saham-
saham pada sektor industri yang berbeda-beda.

3. Strategi momentum harga menyatakan bahwa pada waktuwaktu tertentu


harga pasar saham akan merefleksikan pergerakan earning ataupun
pertumbuhan perusahaan. Dalam hal ini investor akan mencari waktu yang
tepat, pada saat perubahan harga yang terjadi bisa memberikan t ingkat
keuntungan bagi investor melalui tindakan menjual atau membeli saham
PARADIGMA PEKERJA
MENJADI PARADIGMA
PENCIPTA LAPANGAN
KERJA DAN
PENGUSAHA
PARADIGMA ENTREPRENEUR
 Jangan hanya berpikir menjadi karyawan atau pegawai
setelah lulus dari perguruan tinggi, apalagi bermimpi
menjadi pegawai negeri sipil (PNS)
 Wirausaha (entrepreneur) perlu mulai mendapat tempat
untuk dipikirkan sebagai suatu alternatif pilihan
 Sebagian lulusan perguruan tinggi di Indonesia sepertinya
terjebak pada paradigma lama, yaitu lapangan kerja
 setiap tahunnya jumlah lulusan perguruan tinggi semakin
bertambah, sementara lapangan pekerjaan tidak
bertambah secara signifikan

Akhirnya yang terjadi adalah semakin


bertambahnya jumlah pengangguran
 Menurut beberapa pakar tentang wirausaha, sebuah
negara dapat maju jika sekitar 2% dari populasinya
merupakan wirausaha
 Wirausaha dikelompokkan kepada 3

(1) necessity entrepreneur, yang menjadi wirausaha


karena terpaksa dan desakan kebutuhan hidup
(2) replicative entrepreneur, yakni memulai usaha
dengan cara meniru-niru bisnis yang sedang tren
sehingga sangat rawan terhadap persaingan dan
kegagalan
(3) innovative entrepreneur, usaha yang selalu
berkreasi dan terus berupaya untuk mencari
terobosan-terobosan baru demi pengembangan
usaha itu sendiri.
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN:
1. Menyenangi dan menjiwai bidang usaha yang akan dijalani.
Hal tersebut bisa dimulai dari hobi, kesukaan atau kesenangan
yang biasa kita lakukan. Menjalani sebuah usaha yang
memang menjadi kesukaan atau kesenangan tentunya akan
memiliki kemungkinan untuk berhasil cukup besar. Tetapi hal
tersebut juga tetap harus diimbangi dengan perhitungan dan
perencanaan yang matang.
2. Perluaslah pengetahuan dan bangunlah jaringan relasi, karena
kemampuan entrepreneur sebenarnya adalah keahlian atau
kemampuan untuk meyakinkan pasar (konsumen).
Pengetahuan atau keilmuan perlu dikuasai karena wirausaha
nantinya akan menyangkut banyak aspek, seperti pemasaran,
keuangan, atau ilmu-ilmu lain yang menunjang
3. mencoba selalu mengasah intuisi yang kuat dan mampu
berpikir kreatif. Kunci keberhasilan dari entrepreneur adalah
inovasi.
Banyak orang yang masih berpikir
bahwa untuk menjadi
entrepreneur haruslah memiliki
modal yang kuat. Padahal,
sebenarnya modal bukanlah hal
yang mutlak dan harus ada. Hal
terpenting sebenarnya adalah
kemauan dan semangat (usaha)
yang keras, serta didukung
perencanaan konsep yang benar