Anda di halaman 1dari 11

Pengertian Jujur

Dalam bahasa arab, kata jujur semakna dengan “as-


sidqu”atau “siddiq” yang berarti benar atau berkata
benar. Secara istilah, jujur atau as-sidqu bermakna:
a. Kesesuaian antara ucapan dan perbuatan
b. Kesesuaian antara informasi dan kenyataan
c. Ketegasan dan kemantapan hati
d. Sesuatu yang baik yang tidak dicampuri kedustaan
Menurut Al-Ghozali menyebut ada lima bentuk kejujuran, yaitu
1. jujur dalam niat dan kemuaan (shidqu an-niyyah wa-’azm)
2. jujur dalam perkataan ( shidqu al-lisan)
3. jujur ketika berjanji (shidqu al-wa’ad)
4. jujur dalam bermuamalah (shidqu al-mu’amalah)
5. jujur dalam berpenampilan sesuai kenyataan (shidqu al-hal)
1. Jujur dalam niat dan kemauan
Jujur dalam niat dan kemauan artinya melakukan segala sesuatu dilandasi motivasi hanya
untuk mendapat rida Allah swt.
2. Jujur dalam perkataan
Jujur dalam bertutur kata adalah bentuk kejujuran yang paling populer di tengah masyarakat.
Orang yang selalu berkata jujur akan dikasihi oleh Allah swt.
3. Jujur dalam berjanji
Seorang muslim yang jujur akan senantiasa menepati janjinya kepada siapapun meskipun
terhadap anak kecil.
4. Jujur dalam bermuamalah
Jujur dalam niat, lisan, dan berjanji tidak akan sempurna jika tidak dilengkapi berinteraksi
atau bermuamalah dengan orang lain. Seorang muslim tidak pernah menipu, memalsukan,
dan berkhianat sekalipun. Ketika menjual ia tidk mengurangi takaran dan timbangan.
5. Jujur dalam penampilan
Seseorang yang jujur akan senantiasa menampilkan diri apa adanya sesuai kenyataan yang
sebenarnya. Ia juga tidak akan memaksakan diri untuk memiliki atau menikmati sesuatu yang
diluar jangkauan kemampuannya. Ia akan merasa cukup dan bersyukur.
Kejujuran merupakan fondasi atas tegaknya suatu nilai-nilai
kebenaran karena jujur identik dengan kebenaran. Allah
SWT berfirman : (Q.S. Al-azhab ayat 70)

َ ً‫ّللا َوُُولُوا َُ لو ا‬
‫َ ِِيِ اا‬ َ ‫يَا أَيُّ َها الَّ ِذ‬
ََّ ‫ين آ َمنُوا اتَّقُوا‬
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu
kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar”
Orang yang melaksanakan amanat disebut al-Amin, yakni orang
yang terpercya, jujur dan setia.Diantara faktor yang
menyebabkan Nabi Muhammad SAW berhasil dalam
membangun masyarakat Islam adalah karena sifat-sifat dan
akhlaknya yang sangat terpuji. Salah satu sifatnya yang
menonjol adalah kejujurannya sejak masa kecil sampai akhir
hayat.
Kejujuran akan mengantarkan seseorang mendapatkan cinta kasih
dan keridhaan Allah SWT. Sedangkan kebohongan adalah kejahatan
tiada tara, yang merupakan faktor terkuat yang mendorong
seseorang untuk berbuat kemunkaran dan menjerumuskannya ke
jurang neraka.
Kejujuran sebagai sumber keberhasilan, kebahagiaan, serta
ketentraman, harus dimiliki oleh setiap muslim. Sedangkan
kebohongan adalah muara dari segala keburukan. Akibat yang
ditimbulkan oleh kebohongan adalah Namimah (mengadu domba).
Oleh karena itu kita harus membiasakan diri untuk jujur
Manfaat jujur dalam kehidupan sehari-hari
• Hidup tenang bila kita sering jujur, maka tidak akan ada
rasa khawatir / merasa bersalah atas sikap yang kita
lakukan.
• Mendapat Pekerjaan jika kita menjadi orang yang jujur,
maka kita dapat dipercaya orang lain dalam melakukan
suatu hal.
• Banyak Teman, kejujuran membuat orang-orang disekitar
kita akan senang dengan kita. Mereka menganggap kalau
kita adalah orang yang dapat dipercaya.
• Memperoleh kesuksesan, Dengan memiliki sifat jujur
orang akan memperoleh kesuksesan. Contoh : ada seorang
pengusaha yang sukses. Ia bisa sukses karena Ia bisa
dipercaya oleh banyak orang. Para klien pun akan
berdatangan dan merasa senang karena proyeknya
ditangani oleh orang yang jujur
Menerapkan Perilaku Jujur

1. Mengembalikan barang yang dipinjamkan.


2. Tidak menjanjikan sesuatu yang tidak dapat ditepati
3. Bila bersalah harus mengakui kesalahannya
4. Jika menemukan barang segera mengembalikannya
5. Membiasakan diri untuk mengatakan yang sebenarnya
Hikmah Berperilaku Jujur

• Menjalankan kehidupan dengan hati yang lapang karena


tidak ada kebohongan yang harus ditutupi
• Melakukan pekerjaan dengan ringan karena tidak takut
dicurigai orang lain
• Menumbuhkan percaya diri, tidak mudah terpengaruh
pendapat buruk orang lain
• Mendapat rida dari Allah Swt
• Mendapat kepercayaan dari orang lain
kelompok 3

HASNA ABIDAH ARDELIA ( 13 )


INTAN NOVITASARI ( 15 )
MOCH NAUFAL AMMAR HABIB ( 19 )
RYO DESTIANWAR ( 22 )
SITI AISAFA HUWAIDAH ( 25 )
WAHYU NURSAYNDAH ( 34 )