Anda di halaman 1dari 15

KANKER PARU

KELOMPOK 1 (EKSTENSI FA1)

1. AJENG JUWITA
2. KATARINA
3. FEBRIN NURINTAN
4. PIPIT PARWATI
5. SRI MEIDA
6. DILLA
7. FITRIA SARASWATI
8. HERMAN SAMOSIR
9. KATARINA TURNIP
10. VERRY PRIO NUGROHO
KANKER PARU

Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak


terkontrol di satu atau kedua paru-paru. Sel abnormal ini tidak
melakukan fungsi sel paru normal dan tidak berkembang menjadi
jaringan paru-paru yang sehat. Saat mereka tumbuh, sel-sel abnormal
dapat membentuk tumor dan mengganggu fungsi paru-paru.
KASUS

 seorang laki-laki 61 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk sejak


minggu lalu. Pasien mengalami beberapa kali infeksi saluran napas atas
dalam 2 bulan terakhir, yang kadang disertai dengan hemoptysis. Pasien
adalah perokok 1 bungkus perhari sejak usia 30 tahun dan telah berhenti
sejak 10 tahun lalu.
 pasien didiagnosis mengalami Small Cell Lung Cancer (SCLC)
PERTANYAAN
 sebutkan faktor resiko utama terjadinya kanker paru?
 jelaskan klasifikasi histologi kanker paru?
 Jelaskan patofisiologi kanker paru?
 jelaskan pilihan terapi non farmakologi dan terapi farmakologi untuk pasien tersebut?
 apa yang dimaksud dengan terapi paliatif dan kemoterapi? jelaskan
 Jelaskan monev terapi pasien? parameter pemeriksaan, toksisitas, efektifitas, kegagalan
terapi
SEBUTKAN FAKTOR RESIKO UTAMA TERJADINYA KANKER PARU?

 Merokok
 Faktor lingkungan: terpapar dengan radon, arsen, nikel, dan eter klorometil
 Faktor Risiko Herediter Atau Genetik
 Usia lebih besar dari atau sama dengan 55 tahun
 Riwayat penyakit saluran napas kronik (PPOK, asma)

(Pharmacotherapy Principle And Practice 4th Ed)


JELASKAN KLASIFIKASI HISTOLOGI KANKER PARU?
a) Adenocarcinoma
2. Non- Histologi paling umum pada pasien kanker paru-paru yang
1. Small tidak merokok. Histologi ini cenderung bermetastasis dari
Small Cell
Cell tumor yang relatif kecil (seringkali sebelum diagnosis tumor
primer) dan menyebar luas sampai area yang jauh
Tumor ini terjadi baik pada b) Karsinoma sel skuamosa
bronkus mayor maupun Karsinoma sel skuamosa memiliki kejadian yang jauh lebih
pinggirannya paru-paru. tinggi pada perokok dan di antara laki-laki . Tumor sel
Penyakit ini memiliki skuamosa lebih lambat bermetastasis, tapi akhirnya
kecenderungan untuk menyebar ke kelenjar getah bening hilar dan mediastinum,
bermetastasis ke kelenjar getah hati, adrenal kelenjar, ginjal, tulang, dan saluran pencernaan.
bening, paru-paru sebelahnya,
hati, kelenjar adrenal dan organ c) Karsinoma sel besar
endokrin lainnya, tulang, Tumor ini cenderung menjadi tumor besar dan timbul di
sumsum tulang, dan SSP. pinggiran paru-paru, memiliki kecenderungan untuk
bermetastasis dalam pola yang sangat mirip dengan
adenokarsinoma, dan berhubungan dengan prognosis buruk
(Pharmacotherapy, A Pathophysiology Approach 9th Ed) yang serupa.
PATOFISIOLOGI KANKER PARU
TIGA HAL PEMBEDA ANTARA SEL KANKER DAN SEL NORMAL

1. Massa sel 2. Invasi 3. Metastasis

Sel kanker membuat sel sel kanker bisa tumbuh di Tidak seperti sel normal, sel kanker
baru yang tidak bisa meninggalkan paru-paru. proses
jaringan sekitarnya. Jika ini disebut metastasis. Dalam proses
dibutuhkan. Mereka tidak tidak diobati, tumor primer ini, sel kanker melepaskan diri dari
mati dengan cepat saat bisa tumbuh melalui saluran tumor dan bergabung dengan darah
tua atau rusak. Seiring nafas. bahkan bisa tumbuh atau getah bening. Kemudian, sel
waktu, sel kanker kanker bergerak dalam darah atau
di struktur terdekat. ini getah bening melalui pembuluh ke
membentuk massa yang disebut invasi. Kanker paru tempat lain. Sekali di tempat lain, sel
disebut tumor primer. bisa menyerang bronkus kanker bisa membentuk tumor
lain atau pleura. sekunder dan menyebabkan masalah
kesehatan utama.
TERAPI KANKER PARU
TERAPI FARMAKOLOGI SMALL CELL LUNG CANCER

Stadium Stadium
terbatas EP, sisplatin/karboplatin ekstensif sisplatin/karboplatin dengan
dengan etoposid (pilihan utama), etoposid (pilihan utama),
sisplatin/karboplatin dengan sisplatin/karboplatin dengan
irinotecan. digunakan bersamaan irinotecan. Serta perlu rutin PCI .
dengan radioterapi (concurrent Karena tingginya sensitivitas SCLC
therapy). Setelah kemoterapi, pada pengobatan kemoterapi, maka
pasien dapat menjalani iradiasi sangat penting agar pasien dipantau
kranial profilaksis (prophylaxis untuk tanda-tanda sindroma lisis
cranial irradiation, PCI). tumor dan mungkin diobati dengan
terapi profilaksis
TERAPI NON FARMAKOLOGI
APA YANG DIMAKSUD DENGAN TERAPI PALIATIF DAN KEMOTERAPI?
JELASKAN

 Terapi Paliatif
merupakan terapi

 Kemoterapi
MONEV TERAPI PASIEN?

 Monitoring Terapi Pasien

 Mengevaluasi kesesuaian rejimen pasien di setiap kunjungan (setiap minggu, 3 minggu, atau 4 minggu).
 Bertanya tentang toksisitas atau masalah yang dirasa pada pasien
 Sertakan proses rekonsiliasi pengobatan.
 Evaluasi laboratorium dan / atau radiologi dapat diminta dengan penilaian awal atau pada interval terjadwal
untuk rejimen pengobatan.
 Temuan pertumbuhan tumor atau toksisitas yang signifikan harus dilakukan perubahan dalam rencana
terapeutik.
 Rencana penghentian merokok.
 Parameter Pemeriksaan
TOKSISITAS