Anda di halaman 1dari 40

Presentasi Laporan Kasus:

Periodik Paralisis Hipokalemi

DISUSUN OLEH:
dr. Nikki Junaedy
dr. Rafela Agatha

PEMBIMBING:
dr. Christofel Koreh, Sp.PD

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA


JULI 2019
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Kasus 1:
Identitas:
• Nama : Tn. M
• Usia : 35 thn
• Alamat : Dusun Malong, Lamin, Telihan
• Pekerjaan : Pekerja Kebun Sawit
• Tgl Ranap : 15-19 Juni 2019/ RPU 1
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

KU: Badan lemas sulit digerakkan


RPS:
• Badan lemas sejak 1 hari SMRS.
• Awal: kedua kaki lemas, lalu menjalar
perlahan hingga ke kedua tangan.
• Makin lama dirasakan makin berat digerakkan
dan sama beratnya di keempat anggota gerak.
• Sesak nafas(-), mual(-), muntah(-), diare(-),
kebas(-), gangguan bicara(-), demam(-), sering
kencing (-).
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

RPD:
• Riw. keluhan serupa berulang dengan hipokalemi sejak
tahun 2013; >10x
• Tdk ada riw. Penyakit jantung, ginjal, tiroid, hipertensi,
diabetes.
RPK:
• Tdk ada keluhan serupa pada keluarga.
• Tdk ada riw. Penyakit jantung, ginjal, tiroid, hipertensi,
diabetes.
Riw. Konsumsi obat-obatan:
• Tdk ada mengkonsumsi obat-obatan rutin.

Riw. Pola diet:


• Konsumsi makanan tinggi kalium….
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Pemeriksaan Fisik:
KU/ Kes/ GCS KU: sedang/ Kes: CM/ GCS E4V5M6
Tanda vital TD: 130/90 mmHg, N: 90x/mnt, RR: 20x/mnt, T: 36,7°C
Kepala/Leher Anemis -/-, ikterik -/-, pem.KGB -
Thoraks I: gerak dada simetris, iktus kordis (+)
P: gerak dada simetris, fremitus suara simetris
P: sonor di semua lap.paru,
A: vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-, S1S2 tunggal reguler,
murmur -.
Abdomen I:
A: BU+ kesan normal
P: timpani
P: Soefl +, NTE +, Massa -.
Ekstrimitas Akral hangat, edema -, MMT 3/3/3/3
Sensorik
Ref. fisiologis (+) normal
Ref. Patologis (-)
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Pemeriksaan Penunjang:
Hematologi Rutin
Hemoglobin 18.8 mg/dl 13.2 – 17.3
Hematokrit 55.6 % 40 - 52
Leukosit 12.200 /mm3 4.500- 11.000
Trombosit 238.000 /mm3 150.000 – 350.000

Kimia Darah
Natrium 138.92 mmol/L 135 -147
Kalium 2.37 mmol/L 3.5 - 5.0
Chlorida 108.66 mmol/L 95 - 105
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Penatalaksanaan:
• Drip KCL 50 mEq dalam RL 500 ml, 14 tpm, 4x
pemberian
• Inj. Ceftriaxone 1gr/12 jam/iv
• Inj. Ranitidin 1 amp/12 jam/iv
• KSR 600mg tab 3x1/p.o
• Inbion tab 2x1/p.o
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Kasus 2:
Identitas Pasien
Nama : Ny. M
Usia : 36 Tahun
Alamat : Jl. Ery Suparjan RT 12,
Samarinda
Pekerjaan: Ibu rumah tangga
MRS : 2/7/2019
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Anamnesis
Keluhan Utama
Lemas pada kedua kaki dan kedua tangan
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke IGD dengan keluhan lemas pada kedua
kaki dan kedua tangan saat bangun tidur sejak 1 hari sebelum
masuk rumah sakit, pasien juga mengeluhan batuk (+) Nyeri ulu
hati (+), mual (+), muntah (+) 2 Hari sebelum masuk rumah sakit
sebanyak 3 kali dalam 1 hari, pasien dibawa dalam keadaan sadar,
pelo (-), trauma (-), pusing (-), sakit kepala (-), demam (-), riwayat
mengkonsumsi obat-obatan yang meningkatkan produksi BAK
disangkal.
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Riwayat Penyakit Dahulu


• MRS (+) Riwayat Hipokalemi + 1 tahun yang lalu saat hamil
dan didiagnosis oleh dokter dengan hipokalemia.
• Riwayat penyakit lainnya (+) Sakit maag berulang sering
kontrol ke puskesmas

Riwayat Penyakit Keluarga


• Tidak ada keluhan serupa.
• Hipertensi (-), Diabetes Mellitus (-), Jantung (-), penyakit
tiroid (-)
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Pemeriksaan Fisik
Status Generalisata
• Keadaan Umum : Sakit sedang
• Kesadaran : Komposmentis, GCS E4V5M6
• Frekuensi Nadi : 88x/menit
• Frekuensi Nafas : 20x/menit
• Suhu : 36,9oC, aksiler
• BB : 45 kg
Kepala
• Mata : Anemis (-/-), Ikterik (-/-), Pupil isokor 3 mm, Refleks cahaya
(+/+)
• Mulut : Sianosis (-), lidah kotor (-), tremor (-), faring hiperemis (-)
• Leher : Deviasi trakea (-), Pemb KGB (-)
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Pemeriksaan Fisik
Thoraks
• Paru : Gerak dada simetris, fremitus simetris, vesikuler (+/+), rhonki (-/-
), wheezing (-/-)
• Jantung : S1 S2 tunggal reguler, gallop (-), murmur (-)

Abdomen
• Palpasi : Hepar & lien tidak teraba, nyeri tekan epigastrium (-)
• Auskultasi : Bising usus (+) kesan normal

Ekstremitas
• Superior : Akral hangat, edema (-/-)
• Inferior : Akral hangat, edema (-/-)
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Motorik
• Gerakan Terbatas
: Terbatas
Terbatas Terbatas

2 2
• Kekuatan :
2 2
RefleksFisiologis

• Refleks triceps : ++/++


• Refleks Patela : ++/++
• Refleks Achilles : ++/++
Refleks Patologis

• DBN
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Pemeriksaan
Penunjang
• DL/HR1 2/7/2019
Pemeriksaan Hasil Nilai Normal
Hemoglobin 11,2 g/dl 12,0-16,0
Hematokrit 32 % 36,0-46,0
Leukosit 11.300 /mm3 4.500-11.000/mm3
Trombosit/Plt 310.000/mm3 150.000-350.000/mm3
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Pemeriksaan
Penunjang
• Elektrolit 2/7/2019
Pemeriksaan Hasil Nilai Normal
Natrium 143.38 mmol/L 135-150 mmol/L
Kalium 1.91 mmol/L 3.5-5.0 mmol/L
Klorida 108.84 mmol/L 95-105 mmol/L
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Pemeriksaan
Penunjang
• Elektrolit 3/7/2019
Pemeriksaan Hasil Nilai Normal
Natrium 141.33 mmol/L 135-150 mmol/L
Kalium 2.74 mmol/L 3.5-5.0 mmol/L
Klorida 106.47 mmol/L 95-105 mmol/L

Pemeriksaan Hasil Nilai Normal


Natrium 140.93 mmol/L 135-150 mmol/L
Kalium 3.23 mmol/L 3.5-5.0 mmol/L


Klorida 106.47 mmol/L 95-105 mmol/L
Elektrolit 6/7/2019
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Pemeriksaan
• EKG
Penunjang
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Pemeriksaan
Penunjang
• EKG
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Diagnosis
Periodik Paralisis Hipokalemia + Gastritis +
ISPA
DD : PP Hiperkalemia, Guillain-Barre Syndrome
Penatalaksanaan
• Drip KCL 50 mEq dalam RL 500 ml, 14 tpm, 4x pemberian
• Inj. Ceftriaxone 1gr/12 jam/iv
• Inj. Ranitidin 1 amp/12 jam/iv
• KSR tab 3x2 peroral
• Na. Bicarbonat 3x2
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Tinjauan Pustaka
Definisi:
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Etiologi:
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Epidemiologi:
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Patofisiologi:
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Gejala Klinis:
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Diagnosis:
• Diagnosis hipokalemia periodik paralisis harus
dipertimbangkan pada pasien dengan hanya kelemahan otot
yang melibatkan salah satu atau kedua anggota gerak dengan
onset mendadak, arefleksia, tanpa adanya perubahan
kesadaran, dan adanya bukti hipokalemia dari laboratorium.
(Kardalas, E. et al., 2018)
• Kadar kalium yang rendah saat serangan menyingkirkan
penyebab sekunder dan menegakkan diagnosa periodik
paralisis familial. Kelainan pada elektrokardiogram (EKG)
sering ditemukan, yang mana didapatkan pendataran dan
inversi dari gelombang T, munculnya gelombang U dan
depresi segmen ST. (Lopez S. et al., 2012)
– Munculnya gelombang U yang prominen
– Interval QT memanjang
– ST depresi dan T flat atau inversi
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Diagnosis Banding:
Periodic paralisis hipokalemia Periodik Paralisis Gullian Barre Syndrome
Hiperkalemia
Pasien bangun dengan kelemahan Gejala lebih ringan.Serangan kelumpuhan akut yang disertai
simetris berat, sering dengan
lebih sering terjadi pada siang hilangnya refleks-refleks tendon dan
keterlibatan batang tubuh.
Serangan ringan bisa sering dan hari dan biasanya terjadi waktu didahului parestesi dua atau tiga
hanya melibatkan suatu istirahat minggu setelah mengalami demam
kelompok otot penting, dan bisa
disertai disosiasi sitoalbumin pada
unilateral, parsial
likuor dan gangguan sensorik dan
motorik perifer
kadar kalium darah rendah kadar kalium darah tinggi meningkatnya jumlah protein (100-
[kurang dari 3,5 mmol/L (0,9–3,0
/normal 1000 mg/dL) dalam CSS
mmol/L) ] pada waktu serangan
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Komplikasi:

Komplikasi akut meliputi aritmia jantung, kesulitan bernapas,


bicara, dan menelan, serta kelemahan otot progresif. Komplikasi
hipokalemia kronis berupa kerusakan ginjal, batu ginjal, nefritis
interstisial, dan kista ginjal.
(Weiner D, 2007)
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Penatalaksanaan:
Suplemen kalium oral, dapat diulang dengan interval 15-30
menit, tergantung dari respon pasien. Dosis kalium harian dapat
mencapai 100-150 meq. (Charles G, et al.)

Pada kasus paralisis hipokalemik berat atau dengan manifestasi


perubahan EKG, harus diberikan kalium intravena (IV) 0,5 mEq/
kg selama 1 jam, infus kontinu, dengan pemantauan ketat.
(HKPP.org, 2019)
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Prognosis:

Paralisis periodik hipokalemik biasanya berespons baik terhadap


terapi. Terapi dapat mencegah kelemahan otot lebih lanjut. Serangan
terus-menerus dapat menyebabkan kelemahan otot permanen.
(Weiner D, 2007)
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Pembahasan - Anamnesis
Teori Fakta
Kasus 1

Kasus 2
Lemas pada kedua kaki dan kedua tangan
Muntah-muntah 2 hari sebelum masuk RS
Riwayat keluhan yang sama sebelumnya 1 tahun yang lalu
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Pembahasan – Pem. Fisik


Teori Fakta
Kasus 1

Kasus 2
Gerakan motorik terbatas pada kedua ekstremitas atas
dan bawah.
Kekuatan motorik 2/2
2/2
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Pembahasan - Penunjang
Teori Fakta
Kadar kalium yang rendah saat Kasus 1
serangan menyingkirkan penyebab
sekunder dan menegakkan diagnosa
periodik paralisis familial. Kelainan Kasus 2
pada elektrokardiogram (EKG) Kalium 2/7/2019 :1,91 mmol/L
sering ditemukan, yang mana EKG : T inverted dengan gel. U, prolonged QT
didapatkan pendataran dan inversi
dari gelombang T, munculnya
gelombang U dan depresi segmen
ST. (Lopez S. et al., 2012)
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Pembahasan - Penatalaksanaan
Teori Fakta
Suplemen kalium oral, dapat Kasus 1
diulang dengan interval 15-30
menit, tergantung dari
respon pasien. Dosis kalium
harian dapat mencapai 100-
150 meq. (Charles G, et al.)

Pada kasus paralisis


hipokalemik berat atau
dengan manifestasi Kasus 2
perubahan EKG, harus Drip KCL 50 mEq dalam RL 500 ml, 14 tpm, 4x
diberikan kalium intravena pemberian
(IV) 0,5 mEq/ kg selama 1 Inj. Ceftriaxone 1gr/12 jam/iv
jam, infus kontinu, dengan Inj. Ranitidin 1 amp/12 jam/iv
pemantauan ketat. KSR tab 3x2 peroral
(HKPP.org, 2019) Na. Bicarbonat 3x2
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Kesimpulan
X
Lapsus: Periodik Paralisis Hipokalemi

Daftar Pustaka
1. Kardalas E, Paschou SA, Anagnostis P, Muscogiuri G, Siasos G, Vryonidou A.
Hypokalemia, a clinical update. Endorin Connections 2018;7: R135-146.
2. Lopez S, Henderson S O. Electrocardiogram changes in thyrotoxic periodic
paralysis. The Western journal of Medicine 2012 Dec; 13(6): 512-513.
3. Weiner D, Wingo C. Hypokalemia, consequences, causes, and correction. J Am Soc
Neph. 2007;23:1179-88.
4. Charles G, Zheng C, Lehmann-Horn F, Jurkat –Rott K, Levitt J. Characterization of
hyperkalemic periodic paralysis: a survey of genetically diagnosed individuals.
Journal of Neurology 2013; 260: 2606-2613.