Anda di halaman 1dari 1

Departement of Oral Surgery

*Naim Bariyah (17-026)


**drg . Andriansyah, M.H.Kes
*Dental Student, Faculty of Dentistry Baiturrahmah University
** Lecture, Faculty of Dentistry Baiturrahmah University

Gambaran klinis
ORAL MUCOCELE
Gambaran klinis dari
mucocele kebiruan,
pembengkakan kistik
Latar belakang lunak dan transparan
• Kelenjar saliva merupakan salah satu struktur anatomi rongga mulut
yang sering hilang
yang sering dikaitkan dengan penyakit pada rongga mulut. Penyakit secara spontan.
mulut yang dimaksud berkaitan dengan pembentukan massa atau
pembengkakan yang apabila dibiarkan dapat mengganggu. Salah
satu penyakit rongga mulut yang berhubungan dengan kelenjar
saliva yang umum terjadi adalah oral mucocele. Oral mucocele Gambaran histopatologis
merupakan lesi yang umum ditemukan pada mukosa oral dan
merupakan lesi jinak kelenjar saliva yang paling sering ditemukan
pada rongga mulut

Epidemiologi

• Chairunas dkk (2012) menyebutkan dari 50 kasus yang dianalisis, pasien


mukokel perempuan sebanyak 27 kasus (54%) dan laki-laki sebesar 23 kasus
(46%). Sejumlah 15 kasus (30%) terjadi pada usia 0-10 tahun, 17 kasus
(34%) pada usia 11-20 tahun, 14 kasus (28%) pada usia 21-30 tahun, 3 kasus
(6%) pada usia 31-40 tahun, dan satu kasus (2%) pada usia 41-50 tahun.
Berdasarkan lokasi mukokel, mukosa labial rahang atas terjadi sebanyak 4
kasus (14,3%), 20 kasus (71,4%) pada mukosa labial rahang bawah, 3 kasus
(10,7%) pada mukosa bukal, dan satu kasus (3,6%) pada ventral lidah. Mucocele Mucocele
Rekurensi setelah perawatan jarang terjadi, hanya 2 kasus (4%) yang
dilaporkan
ekstravasasi retensi
Definisi

• Mucocele merupakan lesi umum dari mukosa mulut yang terjadi dari
perubahan kelenjar ludah minor karena akumulasi mukosa yang Penatalaksanaan
menyebabkan pembengkakan terbatas. Mucoceles (Moucomucus dan coele-
cavity), adalah rongga yang dipenuhi mukus. Mucocele adalah salah satu Eksisi Injeksi intrlesional CO2 Laser
massa jaringan lunak jinak yang paling umum terjadi di rongga mulut.

Etiologi
akibat trauma, menggigit bibir,
peradangan kronis dengan Ekstravasasi
jaringan parut periduktal, Pemutusan mukus ke
Cidera fibrosis saluran ekskretoris, saluran jaringan
operasi sebelumnya, trauma ekskretoris yang
dari intubasi oral, sialolithiasis berdekatan
kelenjar saliva minor

• Perkembangan mucocele tergantung pada gangguan


aliran saliva dari sekretorik kelenjar ludah. Trauma dan
Patofisiologi peradangan mukosa yang melibatkan saluran kelenjar
minor menghasilkan penyumbatan, dilatasi, dan
KESIMPULAN
pecahnya saluran dengan tumpahan cairan subepitel.
Ada beberapa teknik perawatan pada mucocele antara lain yaitu crycosurgery,
injeksi steroid intralesi, CO2 laser dan eksisi lesi. Prognosis dari mucocele
umumnya baik meskipun pada kasus-kasus tertentu mengalami rekurensi yang
Diagnosa banding memerlukan reeksisi.

DAFTAR PUSTAKA
1. Sunnati, C dan Humaira, S.A. 2012. Gambaran Kasus Mukokel Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Lokasi, Dan Rekurensi Setelah Perawatan. Cakradonya
Dent J 2012; 3(2):400-474. Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala: Aceh.
2. Setiawan, D., Dwirahardjo, B., dan Astuti, E.T.R. 2016. Studi Kasus Eksisi Mucocele Rekuren Pada Ventral Lidah Dengan Anestesi Lokal. MKGK. April
2016; 2(1): 1-6 .ISSN: 2460-0059. Departemen Bedah Mulut dan Maxillofasial Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.
3. Fakrhrurrazy. 2012. Laporan Kasus Perawatan Mukokel Pada Anak-Anak. Cakradonya Dent J 2012; 4(2):475-542. Program Studi Kedokteran Gigi-FK
Universitas Syiah Kuala: Aceh.
4. Karpe, H., Patil, S., Jadhav, R., Sadhawani, S., Rajawadha., H dan Agarwal. D. 2017. Oral Mucocele: A Case Report. International Journal of
Development Research.Vol. 07, Issue, 12, pp.17969-17972, December, 2017. SMBT Dental College and Hospital, Ghulewadi, Sangamner, India.
5. Flaitz, C.M. 2016. Mucocele and Ranula. Medscape. https://emedicine. medscape.com/article/1076717-overview#a7. Division of Pediatric Dentistry, Ohio
State University College of Dentistry.
6. Ali, J.A., Carrillo, C., Bonet, C., Balaguer, J., Penarrocha, M., dan Penarrocha, M. 2010. Oral Mucocele: Review Of The Literature. Journal section: Oral
Medicine and Pathology doi:10.4317/jced.2.e18.Publication Types: Review J Clin Exp Dent. 2010;2(1):e18-21. Valencia University Medicaland Dental

Granuloma Adenoma School.

pleomorfik Hemangioma 7. Scully, C dan Cawson, R.A. 1995. Atlas Bantu Kedokteran Gigi Penyakit Mulut. Hipokrates : Jakarta. Hal : 5-6, 21-22, 75, 93, 141.
8. Langlais, R.P., Miller, C.S., dan Gehrig, J.S.N. 2015. Atlas berwarna lesi mulut yang sering ditemukan edisi 4. EGC : Jakarta. Hal : 112-113, 136-137,
piogenik 160-161.
9. Sinha, R., Sarkar, S., Khaitan, T., Kabiraj, A dan Maji, A. 2016. Clinical Study Nonsurgical Management of Oral Mucocele byIntralesional
Corticosteroid Therapy. Hindawi Publishing Corporation International Journal of Dentistry Volume 2016, Article ID 2896748, 5
pageshttp://dx.doi.org/10.1155/ 2016/2896748. Department of Oral Pathology & Microbiology, Oral Medicine and Radiology Haldia Institute of Dental
Sciences and Research, Purba Medinipur, Haldia, West Bengal 721645, India.
10. Bagher, S.M., Sulimany, A.M., Kaplan, M dan Loo, C.Y. 2018. Case Report Treating Mucocele in Pediatric Patients Using a Diode Laser: Three Case
Reports. Dent. J. 2018, 6, 13; doi:10.3390/dj6020013. www.mdpi.com/journal /dentistry.