Anda di halaman 1dari 24

BIMBINGAN TEKNIS PENGUKURAN DAN

PEMATOKAN BATAS
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
2009
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang:
- Meningkatnya usaha di sektor pertambangan
- Kurangnya sosialisasi masalah Pengukuran tata batas wilayah tambang
sesuai SK 697.K/29/DDJP/1996
- Belum ada keseragaman penggunaan sistem koordinat peta

2. Maksud dan Tujuan:


- Meningkatkan kemampuan pemahaman aparat dalam hal
pengukuran tata batas wilayah pertambangan
- Penerapan SK DJ PU Nomor: 697.K/29/DDJP/1996,
- Menghindari tumpang tindih antara wilayah pertambangan
KP/KK/PKP2B
- Mengintegrasikan sistim koordinat Lokal ke sistim koordinat Nasional
3. Dasar Hukum :
- PP Nomor 32 Tahun 1969 Pasal 34 ayat 1 dan 2
- SK DJPU Nomor: 697.K/29/DDJP/1996, tanggal 31 Desember 1996
- Keputusan Kepala BAKOSURTANAL Nomor. HK.02.04/II/KA/96
tentang Datum Geodesi Nasional 1995 (DGN-95)
4. Pengertian Umum

- Pengukuran Global Positioning System (GPS) ialah


sistim pengukuran yang memanfaatkan konstelasi
satelit Navstar dan sejenisnya untuk memperoleh
koordinat geografi maupun koordinat meter (UTM)

- Tipe receiver GPS ada 2 : GPS tipe geodetik dan GPS


tipe navigasi

- Receiver GPS tipe Geodetik, adalah alat penerima


gelombang satelit Navstar (L1/L2) yang apabila
dioperasikan secara bersamaan 2 alat atau lebih,
dalam jam pengamatan yang sama, minimal 4 satelit,
selama minimal 4 jam terus menerus, sudut pandang
pengamatan dari bidang horizontal antena maksimal
15 derajat akan diperoleh hasil ukuran akurasi sampai
ke fraksi milimeter,
• Receiver GPS tipe Navigasi, adalah alat penerima gelombang satelit, yang
hanya mampu menerima/merekam satu gelombang satelit (L1) dengan
ketelitian hasil penguran dalam fraksi meter.

Datum Geodesi Nasional 1995 (DGN-95) adalah datum pemetaan nasional


yang ditetapkan Badan Koordinasi Survey Dan Pemetaan Nasional
(BAKOSURTANAL), dimana parameter elipsoidnya sama dengan World
Geodetik System Tahun 1984 (WGS 84)

Jaring Kontrol Horizontal Nasional (JKHN) oleh BAKOSURTANAL


(Berkoordinat geografis dan UTM, WGS-84, berorde nol dan orde
perapatannya digunakan sebagai titik pengikatan pengukuran dan
pematokan tata batas wilayah KP/KK/PKP2B).
B.Obyek Pengukuran dan Pematokan
1. Penyelidikan Umum:
- Minimal sepasang atau 2 buah Bench Mark (BM)
- Saling nampak
- Diukur mempergunakan receiver GPS tipe geodetik
- Terikat ke JKHN terdekat. (Lampiran .1)
2. Tahap Eksplorasi:
- Minimal 2 pasang atau 4 buah Bench Mark (BM)
- Setiap pasangan saling nampak
- Diukur mempergunakan receiver GPS tipe geodetik
- Terikat ke JKHN terdekat. (Lampiran. 2)

3. Tahap Studi Kelayakan/Konstruksi/Eksploitasi/Produksi:


- Patok batas sudut (PBS) dipasang di setiap sudut batas
- Jarak setiap patok batas perapatan (PBP) maksimal 500 meter
- Diukur mempergunakan receiver GPS tipe geodetik
- Terikat ke JKHN terdekat. (Lampiran. 3)
LAMPIRAN 1.
GAMBAR PENJELASAN PENGUKURAN GPS TAHAP PENYELIDIKAN UMUM

Keterangan: BM.1 BM.2

Bench Mark
(BM)

Daerah Prospek
LAMPIRAN. 2
GAMBAR PENJELASAN PENGUKURAN PATOK BATAS DAN BENCH MARK (BM) TAHAP EKSPLORASI

BM.1

BM.2
BM.4
BM.3

Keterangan:

Bench Mark (BM)

Patok Batas Sudut GPS Navigasi

Wilayah Prospek
LAMPIRAN. 3
GAMBAR PENJELASAN PENGUKURAN TATA BATAS TAHAP STUDI KELAYAKAN/KONSTRUKSI/EKSPLOITASI/PRODUKSI

PBS
PBS 1
11

500 m

PBS
2 PBP PBS
PBP 2.5 Km
500 m 3

PBS
10

PBP
>2.5 Km

2.5 Km

500 m

PBP PBS PBS


1 7 6

PBS
PBS 4
5
Keterangan :
PBS PBS Patok Batas Sudut
9 8 Patok Batas
Perapatan
C. Methode, Patok Batas dan Peralatan
1. Metode
- Relatip Statik (post processing)
- Real Time Kinematik (langsung di lapangan)
2. Patok batas dan jarak antar patok
- Patok batas sudut (PBS)
- Patok batas perapatan (PBP) tiap 500 meter.
Penomoran patok
- nama perusahaan,
- nomor urut patok dan
- Dinas Pertambangan setempat.
Warna patok :
- Biru untuk tahap Penyelidikan Umum,
- Kuning untuk tahap Eksplorasi dan
- Merah untuk tahap Studi Kelayakan/Kontruksi/Eksploitasi/Produksi.
Distribusi (lihat lampiran )
Kontruksi patok batas sudut dan patok batas perapatan
(lihat lampiran. )
3. Peralatan Survey
a. Receiver GPS tipe geodetik yang mampu :
- untuk penentuan posisi relatif statik (static relative positioning)
- perangkat lunak untuk prosesing data
- mengamati code dan carrier phase pada satu frekuensi L1
(sebaiknya dua frekuensi L1 dan L2)
- merekam data pengamatan minimal 4 jam
b. GPS Navigasi
c. Theodolit dengan keteletian sudut 5 detik
d. Alat komunikasi radio
e. Peralatan Bantu lain : seperti kompas dan pita ukur
D. Pelaksana dan Saksi:

1. Pelaksana pengukuran dan pematokan:


- Pemegang KP/KK/PKP2B atau
- Konsultan pengukuran yang kompeten

2. Saksi
- petugas pemegang KP/KK/PKP2B yang
berbatasan,
- petugas Ditjen Geologi dan Sumber Daya
Mineral untuk KK dan PKP2B),
- petugas Kanwil Pertambangan dan Energi
(Dinas Pertambangan setempat untuk wilayah
KP/KK/PKP2B)
- petugas Pemda setempat (petugas
Kecamatan/Desa) dan Instansi terkait seperti
Kehutanan dan BPN setempat.
E. Prosedur Sebelum Pengukuran dan
Pematokan
1. Persiapan Pengukuran dan Pematokan
Kompilasi Data:
- SK KP/KK/PKP2B yang akan diukur
- SK KP/KK/PKP2B yang berbatasan langsung\
- Peta Rupa Bumi skala besar ( 1 : 25.000/50.000)
- Peta Situasi Ploting KP/KK/PKP2B yang berbatasan langsung
dari (UPIWP/Dinas Pertambangan
- Pembuatan undangan penyaksian
- Titik Ikat JKHN (Jaring Kontrol Horizontal Nasional) terdekat
dari BAKOSURTANAL

2. Pemanggilan para Saksi


a.Petugas pemegang KP/KK/PKP2B yang berbatasan,
b.Petugas Ditjen Geologi dan Sumber Daya Mineral untuk
wilayah KK/PKP2B
c. Petugas Dinas Pertambangan setempat untuk wilayah
KP/KK/PKP2B,
d. Petugas Kecamatan/Desa).

3. Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pengukuran


F. Pelaksanaan Pengukuran dan
Pematokan:
1. Pengukuran receiver GPS Geodetik dan Navigasi
- Pengukuran dari titik Ikat (JKHN) terdekat ke titik kerangka
poligon
- Pengukuran jaring/kerangka (poligon pengukuran)
- Pengukuran GPS Navigasi (pengukuran pelacakan)
- Pengukuran pendekatan ke titik batas (utama dan back sight)
- Post processing, menghitung jarak dan azimut ke titik batas
KP/KK/PKP2B

2. Pengukuran Teritris dan pemasangan patok batas


(Stake Out):

- Pengukuran dengan theodolit dari dua titik GPS geodetik ke titik


batas.
- Pemasangan patok,
- Pemotretan patok untuk dokumentasi dan pelaporan
DIAGRAM ALIR PELAKSANAAN PENGUKURAN

Koordinat Batas SK

Tansformasi
Datum

Cek
Datum Koordinat Batas SK = DGN 95
Tidak
(DGN 95 = Ellipsoid WGS84

Ya Pengikatan
ke titik JKHN
Orientasi Bakosurtanal &
lapangan Pengukuran Titik
GPS Navigation Referensi Batas
(TRB).
GPS Geodetik

Proses Data (Data Processing)


• Down Load
• Koordinat
Geografi
• Tranformasi
Geografi 
Computer & GPS Software UTM
• Azimuth &
Jarak

Stake Out
(Offset)
PBS
1

PRB PRB Theodolit/


2 1 Total Station

BERITA ACARA

PELAPORAN
G. HASIL PENGUKURAN DAN PEMATOKAN:

1. Patok Batas terpasang dilapangan


2. Berita Acara yang ditandatangani oleh saksi
yang terkait
3. Laporan Pengukuran dan Pematokan Batas
LAMPIRAN 3.
GAMBAR DETAIL PATOK BATAS SUDUT (PBS)

20 Cm
20 Cm

50 Cm

50 Cm
10 Cm
5 Cm

15 Cm
Beton 1: 2:3

0 6 mm
0 10 mm

75 Cm

20 Cm Semen : Pasir : Koral = 1 : 2 : 3

60 Cm
GAMBAR 5.
Kontruksi patok batas perapatan 500 M

4 inch

40 Cm

40 Cm

Besi Siku
30 Cm
Beton 1 : 2: 3

100 Cm

100 Cm

Semen : Pasir : Koral = 1 : 2 : 3

20 Cm
LAMPIRAN IIc.
BERITA ACARA PENGUKURAN DAN PEMATOKAN BATAS WILAYAH
KP/KK/PKP2B TAHAP AKHIR STUDI KELAYAKAN/KONSTRUSI/ EKSPLOITASI
KODE WILAYAH (KW) ……………………………….
AN. PT/CV/KOPERASI/KUD ……… .……………….…
KECAMATAN……………………………………………
KABUPATEN ……………………………….. …………...
PROVINSI…………………………………………………
No: …………………………………………………………
Pada hari ini ………., tanggal ……………………, tahun ……………..telah selesai pelaksanaan pengukuran dan pematokan batas wilayah KP/KK/PKP2B
telah dipasang patok batas sebanyak ………………..buah patok batas sudut, dan patok batas perapatan tiap ……… meter sebanyak …..……buah
wilayah KP/KK/PKP2B meliputi luas wilayah …….hektar.
Pengukuran dan pematokan dilaksanakan oleh ………………………………….. beralamat ………………………..
Prosedur pelaksanaan Pengukuran dan Pematokan mengacu Kepmen No…………………………. tahun. …………… sebagai berikut:
Tahap Pertama (I) :
Pengukuran pengikatan titik batas ke ketitik Jaring Kontrol Horizontal Nasional (JKHN) No. ………… yang dibuat oleh Badan Koordinasi Survey dan
Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), terletak di …………………………….dimaksudkan bahwa koordinat patok batas terpasang telah terintegrasi ke
koordinat Nasional yaitu Datum Geodesi Nasional Tahun 1995 (DGN/WGS84).
Pengukuran menggunakan dua (2) buah GPS tipe Geodetik dengan metode Relatip Statik
Tahap Kedua (II) :
Pengukuran GPS Navigasi dimaksudkan untuk mencari titk koordinat batas yang terdekat dari titik batas yang sudah ditentukan.
Tahap Ketiga (III) :
Setelah titik batas terdekat ditentukan/ditemukan, kemudian diukur dengan receiver GPS Geodetik sejumlah dua buah titik yang saling nampak
dengan tujuan untuk referensi azimuth.
Tahap Keempat (IV) :
Pengukuran pemasangan patok batas menggunakan alat ukur Theodolit/EDM/ETS dari dua buah titik GPS yang telah terhitung jarak dan azimutnya
ketitik batas.
Peralatan yang digunakan :
No.Nama AlatMerkTypeJumlahKeterangan1GPS Navigasi2GPS Geodetik3Kompas4Theodolit5Komputer Note Book6Alat Komunikasi7Printer8
Demikian berita acara pelaksanaan pengukuran dan pematokan batas wilayah ………… atas nama ……………………., dibuat dengan sebenarnya,
dibubuhi meterai yang mempunyai kekuatan berlaku dan dilampirkan hasil-hasil pengukuran yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari berita
acara ini.
……………., ……………………
Pemegang KP/KK/PKP2B Pelaksana Pengukuran dan Pematokan batas Wilayah

(…………………….) ( ……………………..)
Saksi :
1. ……………………………. 1. ……………..
(Ditjen Geologi dan Sumber Daya Mineral).
2. …………………………….. 2….…………...
(Dinas Pertambangan ……………….)
3. ……………………………. 3. …………..…
(Camat setempat …………..)
4. ………………. 4………………..
(Perusahaan yang berbatasan )
5. …………………………….. 5……………….
(Instansi terkait)
EVALUASI KEGIATAN LAPORAN PENGUKURAN TATA BATAS
Nama Perusahaan : PT Marunda Graha Mineral
DU/KW : 98 PB 0025
Bahan Galian : Batubara
Perizinan : 0191.K/40.00/MEM/2003 tanggal 31 Juli 2003
Masa berlaku : 15 Pebruari 2003 s/d 14 Pebruari 2004
Luas : 10.661,30 hektar
Lokasi : Kec. Lahung Tuhup, Kab. Murung Raya, Prop. Kalimantan Tengah
Bahan Evaluasi : Lapoaran pengukuran dan pematokan batas

No Aspek-aspek yang Kegiatan, peralatan, Standard minimal kegiatan Penilaian Keterangan


dievaluasi metode dan patok peralatan, metode dan patok
I PENGUKURAN
A. Tahapan Pelaksanaan - - Persiapan TM
- - Koordinasi TM
- - Orientasi TM
Ada - Pengukur an GPS M
Ada - Pengolahan data M
Ada - Pengukuran pematokan TM Tidak jelas titik batas yang
dipatok
Ada - Berita Acara TM Tidak ada saksi pemegang
KP/KK/PKP2B berbatasan

B. Peralatan Pengukuran GPS geodetik merk - 2 buah GPS Geodetik M


Trimble
- - 1 buah GPS Navigasi TM
- - 1 buah Kompas TM
- - 1 buah Theodolit TM
Note book merk - 1 buah komputer Note book M
Thosiba
Ada - 1 buah printer M

C. Ketelitian Alat GPS geodetik GPS geodetik M


- Theodolit 6 scond TM Tidak melakukan
pengukursn stake out

D. Metode Pengukuran GPS Statik Relatip statik M


E. Patok - Per 500 meter TM Jarak atar patok terpendek
4599 meter
II PENGOLAHAN DATA
- Prosesing data GPS Menggunakan software GP Survey M

- Peta-yang dilampirkan Tidak ada (peta perizinan yang dipasang patok batas) TM

III TENAGA KERJA 4 Surveyor , tenaga buruh tidak dilaporkan


IV BIAYA Tidak dilaporkan
V PERMASALAHAN Tidak dilaporkan

VI HASIL
a. Pengukuran GPS - 18 titik GPS Geodetik dengan hasil ketelitian pengukuran dalam detik

b. Pemasangan Pilar - 18 buah patok

c. Berita Acara - Tidak menyertakan saksi pemegang KP/KK/PKP2B berbatasan dan Direktorat Jenderal Geologi dan
Sumber Daya Mineral (DTMB)
d. Laporan - Tidak jelas titik batas yang dipasang patok
VII KESIMPULAN

- Metode - Memadai

- Tahapan - Tidak memadai

- Kegiatan - Tidak memadai

- Pengolahan data - Memadai

- Tenaga Kerja - Memadai

- Biaya - Tidak memadai

- Hasil - Tidak memadai

VIII PERSETUJUAN DITOLAK


-Dasar Penolakan - Tidak menyertakan saksi pemegang KP/KK/PKP2B berbatasan dan Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral
(DTMB)
- Tidak jelas titik batas wilayah PKP2B yang dipasang patok
- Methode pengukuran GPS statik, harus diikuti pengukuran stake out untuk pemasangan patok batas sesuai SK PKP2B
- Tidak melampirkan titik ikat titilk JKHN dari Bakosurtanal

- Saran - Diteruskan pengukuran stake out ke titik batas PKP2B dan pematokan dirapatkan dengan jarak antar patok batas
minimal tiap 500 meter
- Mengikutsertakan saksi dari perusahaan pemegang KP/KK/PKP2B berbatasan dari Ditjen ESDM cq Direktorat Teknik
Mineral dan Batubara sesuai SK Dirjen Pertamabangan Umum No. 697.K/29/DDJP/1996 tanggal 31 Desember 1996
SURVEYOR SEDANG MENGIKAT PENGUKURAN
GPS DITITIK JKHN (BAKOSURTANAL)
PERALATAN SURVEY GPS DLL
GPS LEICA 500 TYPE GEODETIC
DUAL FREQUENSI