Anda di halaman 1dari 43

Safety Driving

Dr. Eko Widya N, SpEM


Tanggung Jawab Operator Ambulance
• Keselamatan Kendaraan
• Teman Sejawat
• Keselamatan Kendaraan dan pengguna jalan lainnya
Akibat Kegagalan Tugas Operator
Ambulance
• Tidak adanya pelayanan sementara waktu
• Potensi kehilangan nyawa
• Kehilangan peralatan
• Efek pada keluarga personel/pengguna jalan yang
terluka/meninggal
Legal Aspek Operator Ambulan
• Undang-undang republik indonesia nomor 22 tahun 2009 tentang lalu
lintas dan angkutan jalan
• Pasal 82 tentang surat izin mengemudi
• Pasal 59 tentang sirine dan lampu isyarat
• Pasal 134 tentang kendaraan yang mendapatkan hak utama
• Pasal 72 PP No 43 tahun 1993 Tentang penggunaan sirine
• Pasal 3 Peraturan Menteri PERHUBUNGAN Nomor 111 Tahun 2015
tentang tata cara penetapan batas kecepatan
• Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 10 tahun
2012 tentang Pengaturan Lalu Lintas dalam Keadaan Tertentu dan
Pengguna Jalan Selain untuk Kegiatan Lalu lintas
Tujuan Penggunaan Sirine & lampu
emergensi
• Memastikan ambulan berjalan dengan kecepatan konstan,
dengan kecepatan yang aman dan hindari kecepatan yang
berlebihan
Masalah akibat kecepatan yang
berlebihan
• Umumnya tidak perlu, berbahaya dan tidak meningkatkan
kemungkinan hidup pasien
• Menyulitkan perawat unttuk melakukan observasi, monitoring dan
perawatan pasien dalam ompartemen pasien
• Mengurangi waktu respon pengemudi
• Meningkatkan waktu dan jarak untuk menghentikan ambulan
Penggunaan Sirine dan Lampu
Emergensi
• Respon terhadap panggilan Kegawatan
• Terlibat dalam layanan menyelamatkan nyawa
• Melakukan transfer pasien yang bersifat “emergent”
yang ditentukan oleh perawat ambulan
Siren syndrome
• Siren syndrome menyebabkan operator ambulan
merasakan imun terhadap kecelakaan dan
berkecenderungan menambah laju kendaraan
diakibatkan bunyi sirine
• Penggunaan sirine dan lampu emergency secara
berlebihan
• Overexposure sirine dan lampu emergency kepada pengguna
jalan lainya mengakibatkan pada masa mendatang pengguna
jalan akan mengabaikan tanda sirine dan lampu emergensi
Jarak Aman
• Berhenti tanpa terjadi kecelakaan jika kendaran didepan
berhenti mendadak
• Mampu mengambil aksi menghindar untuk menghindari
benturan jika kendaraan di depan berhenti mendadak
Jarak berhenti = Jarak pengereman + Jarak Reaksi

• Jarak Reaksi : secara umum waktu reaksi ¾ detik


• Faktor yang mempengaruhi
• Keawasan operator (Kelelahan, obat, dll.)
• Kemampuan Operator (Ketajaman mata, perfoma,
stress dll)
• Jarak pengereman bergantung pada
• kecepatan Kendaraan
• Berat kendaraan
• Kondisi kendaraan (Rem, Roda)
• Permukaan Jalan (Aspal, beton, basah, berpasir dll)
Jarak Aman Pengereman
Jarak Jarak Jarak
KPH
Reaksi Pengereman Berhenti
16 10 10 6 9 16 19 Meter
24 15 15 15 20 30 35 Meter
32 20 20 27 36 47 56 Meter
40 26 25 42 58 68 83 Meter
48 30 30 61 84 91 114 Meter
56 35 35 84 114 119 149 Meter
64 40 40 114 150 154 190 Meter
72 45 45 150 192 195 237 Meter
80 50 50 205 233 255 283 Meter
88 56 55 251 283 307 338 Meter
96 60 60 329 338 389 398 Meter

Mobil Kecil
Mobil Besar
Jarak Aman Minimal
• Jarak aman ideal tidak memungkinkan diaplikasikan
• Jarak aman minimal = lebih besar dari jarak reaksi akan tetapi
lebih kecil dari jarak aman untuk berhenti
Estimasi Jarak Aman
• 1 panjang kendaraan setiap kecepatan 10 MPH (16 KMH)
• Two-second rule – jarak 2 detik dengan kendaraan di depan
(3 detik lebih aman – gunakan pada kendaraan besar)
• Tingkatkan jarak jika
• 50% jika membawa kendaraan besar
• Tingkatkan dua kali lipat jika jalanan licin/berpasir, jarak
pandang terbatas atau pengemudi kondisi tidak full
alert
Persimpangan Jalan
• Kecelakaan ambulan banyak terjadi di persimpangan
• Penggunaan sirine dan lampu bertujuan sebagai tanda
ambulan meminta prioritas.
• Banyak pengendara mungkin tidak sadar kehadiran ambulan
• Pengemudi wajib meliwati persimpangan dengan hati hati.
Sabuk pengaman, Restrain dan Fiksasi
Crush Dinamik
• Dua macam benturan pada kecelakaan
• Benturan pada kendaraan
benturan kendaraan dengan obyek sehingga memaksa mobil untuk
berhenti
• Benturan pada manusia
Benturan manusia dengan obyek lain sesaat setelah mobil berhenti
Benturan manusia
• Kemudi 30%
• Ekterior mobil atau obyek di luar mobil 30%
• Permukaan interior 22%
• Frame Kaca depan 20%
• Atap 11%
• Panel instrumen 11 %
• Windshield 8%
• Kap mobil 5%
Crush dinamik 2 mobil bertabrakan
dengan masing masing 50 KPH
1. Benturan pada kendaraan > 1/10 detik mobil berhenti, akan
tetapi penumpang tanpa sabuk pengaman tetap melaju 50
KPH
2. 1/50 detik setelah point no 1 penumpang tanpa sabuk
pengaman membentur kaca depan (energi yang timbul
setara orang jatuh dari gedung lantai 3)
3. Terlempar dari mobil : beresiko besar terbentur dengan
benda benda yang menghalangi
Crush dinamik 2 mobil bertabrakan
dengan masing masing 50 KPH
1. Benturan pada kendaraan kendaraan segera melambat dan
berhenti
2. Penumpang memakai sabuk pengaman akan tetap maju
kedepan sampai sabuk pengaman menahan laju
penumpang tersebut sehingga terhindar dari benturan
3. Penumpang memakai sabuk menjadi kesatuan dengan
mobil dan mampu meredam efek benturan.
4. Pada penumpang memakai sabuk Tidak terjadi benturan
manusia
Mitos & Fakta
Mitos Fakta

“Saya tidak perlu sabuk pengaman Tidak peduli betapa bagusnya anda,
karena saya benar-benar anda tidak bisa mengendalikan
pengemudi yang baik. saya memiliki mobil lain. Jika mobil lain datang
reaksi yang sangat baik. " pada Anda, mungkin dikarenakan
kegagalan mekanis atau pengemudi
lain yang bermasalah tidak ada cara
untuk itu lindungi diri Anda
Terlempar 25 kali lebih berbahaya . .
“Saya tidak mau terjebak oleh di . 25 kali lebih mematikan. Jika Anda
kursi oleh sabuk pegaman. Lebih memakai sabuk pengaman
baik menjadi terlempar keluar " kesempatan untuk tetap sadar
setelah kecelakaan. . . Untuk
membebaskan diri dan membantu
penumpang lain adalah lebih besar“
Mitos & Fakta
Mitos Fakta

“Saya tidak percaya kecelakaan akan “Setiap orang SANGAT MUNGKIN


pernah terjadi saya." mengalami kecelakaan sekali setiap
10 tahun
1/20 darinya adalah kecelakaan
serius
1/60 darinya adalah fatal.
80% kecelakaan terjadi dibawah 65
“saya hanya perlu kuatir jika KPH
melakukan perjalanan jauh atau 75 perlukaan atau kematian terjadi
kecepatan tinggi” pada perjalanan dibawah 40 KM
Mitos & Fakta
Mitos Fakta

“Jika kecelakaan saya bisa menahan “kecepatan 55 KPH energy sangat


benturan dengan tangan saya” besar tidak ada tangan yang mampu
menahan/meredam benturan”
15 KPH setara menangkap 1 sak
semen yang jatuh dari lantai 1

Surwey menunjukan kebanyakan


“Orang akan tersingung jika saya orang bersedia memakai sbuk
meminta pakai sabuk pengaman” pengaman jika di minta.
Prosedur meliwati persimpangan
• Lepaskan kaki dari pedal gas dan mulai perlambat kendaraan
saat mendekati persimpangan
• Jika lampu berwarna hijau, lambatkan kendaraan ke normal
atau kurang dari kecepatan awal, Pindai ke semua arah akan
potensi bahaya, lanjutkan jika aman
• Jika lampu merah, perlambat kendaraan sampai berhenti,
pindai 4 arah dan lanjutkan hati hati jika diperlukan.
• Lakukan kontak mata dengan pengemudi lain untuk
meyakinkan bahwa pengendara lain kan memberi jalan.
Penguasaan ambulan
• Penguasaan ambulan oleh operator dipengaruhi
beberapa hal
• Keterampilan, kematangan, kompeten, sikap dan
kesehatan
• Familiar dengan kendaraan yang digunakan
• Kesiapan kendaraan
Blind spot
• Upaya mengurangi bahaya akibat blind spot
• Memastikan keadaan aman dengan menoleh secara
singkat
• Memasang cermin dengan bidang tampilan yang lebih
luas.
• Mengurangi tumpang tindih antara kaca spion samping
dan belakang dengan mengatur kaca spion samping:
• Passtikan dapat melihat mobil yang mendekat dari
belakang di kedua sisi saat berada di jalan.
Distraksi & Kelelahan
• Minimalkan distraksi dengan cara
• Hindari pekerjaan yang mengalihkan perhatian
• Hindari menggunakan alat alat dalam mobil
• Hindari menggunakan radio komunikasi
• Hindari membaca peta
• Hindari kelelahan dengan
• Hindari shift malam permanen
• Beri waktu istirahat yang cukup
• Olahraga rutin 30 menit perhari
• Nap 20-45 menit
• Hindari alkohol
Antisipasi operator

• Selalu anggap bahwa pengendara di sekitar


kendaraan Anda tidak mendengar sirine /
atau melihat ambulan
• Selalu berkendara dengan kehati hatian
Berkendara aman
• Penguasaan ambulan
• Penguasaan Blind Spot
• Merubah jalur dan melewati kendaraan di depan
• Menajemen disktraksi
• Manajemen kelelahan
• Jarak Aman
Berkendara aman
• Jarak Aman
• Melalui persimpangan
• Near Miss Recovery
• Kewaspadaan
kompartemen pasien
• Tanda ambulan / Safe
Presence
• Kecepatan Aman
• Berbelok
• Antisipasi cuaca
Take Home Message

Speed do not Save Live,


Good care does
Thank You

Beri Nilai