Anda di halaman 1dari 43

Hubungan

Industrial
Pengertian Hubungan Industrial

Hubungan Industrial adalah hubungan semua pihak yang terkait atau


berkepentingan atas proses produksi barang atau jasa di suatu perusahaan.
(Payaman J. Simanjuntak (2009))

Hubungan Industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara


para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari
unsur pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah yang didasarkan pada nilai
nilai Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945.
(Pasal 1 Ayat 16 UU No.13 Tahun 2003)

www.pln.co.id |
Tujuan Hubungan Industrial (1 of 2)

Menurut Payaman J. Simanjuntak (2009):

a. Tujuan Hubungan Industrial adalah untuk menumbuh kembangkan hubungan yang


aman dan harmonis antara pengusaha dan pekerja, yaitu dengan:

b. Mendorong setiap pengusaha mengembangkan sikap memperlakukan pekerja


sebagai manusia atas dasar kemitraan yang sejajar sesuai dengan kodrat, harkat,
martabat dan harga diri pekerja;

c. Mendorong para pekerja mempunyai sikap rasa ikut memiliki serta memelihara
kelangsungan usaha.

www.pln.co.id |
Tujuan Hubungan Industrial (2 of 2)

 Hubungan Industrial akan menciptakan:


a. Ketenangan berusaha
b. Ketentraman bekerja
c. Produktivitas meningkat
d. Kelestarian perusahaan terjaga

www.pln.co.id |
Unsur dan Sarana Hubungan Industrial

Pengusaha Pekerja

Nilai-Nilai
Sistem HI
Hubungan Pancasila & UUD 45

Pemerintah

Sarana Hubungan Industrial


1. Serikat Pekerja (SP)
2. Organisasi Pengusaha
3. LKS Bipartit
4. LKS Tripartit
5. Peraturan Perusahaan
6. Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
7. Peraturan Per-UU Ketenagakerjaan
8. Lembaga PPHI

www.pln.co.id |
Dasar Hukum Hubungan Industrial

a. Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;


b. Undang-Undang No.21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh;
c. Undang-Undang No.2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan
Industrial;
d. Putusan MK terkait dengan UU Ketenagakerjaan;
e. Peraturan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi RI No. PER.32/MEN/XII/2008
tentang Tata Cara Pembentukan dan Susunan Keanggotaan Lembaga Kerjasama
Bipartit;
f. Perjanjian Kerja Bersama (PKB);
g. Peraturan Perundang-Undangan Lainnya.

www.pln.co.id |
Fungsi Pengusaha dalam Hubungan Industrial

a. Memperlakukan pekerja atas dasar kemitraan yang sejajar sesuai kodrat,


harkat, martabat dan harga diri, serta meningkatkan profesionalisme dan
kesejahteraan pekerja dan keluarganya, antara lain:
b. Kemitraan dalam proses produksi, adalah kerjasama dalam pencapaian
target produksi.
c. Kemitraan dalam mencapai hasil, yang berarti pekerja dapat ikut
menikmati hasil perusahaan, berupa peningkatan kesejahteraan, dan
pengusaha dapat mengembangkan usahanya.
d. Kemitraan dalam tanggung jawab, yg berarti secara bersama-sama
bertanggungjawab atas kemajuan perusahaan, pekerja dan keluarga,
serta masyarakat dan lingkungan.

www.pln.co.id |
Fungsi Pekerja dalam Hubungan Industrial

a. Menjalankan pekerjaan sesuai dengan kewajibannya;

b. Menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi;

c. Menyalurkan aspirasi secara demokratis;

d. Mengembangkan keterampilan, dan keahliannya serta ikut memajukan


perusahaan;

e. Memperjuangkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya.

www.pln.co.id |
Fungsi Pemerintah dalam Hubungan Industrial

a. Menetapkan kebijakan

b. Memberikan pelayanan

c. Melaksanakan pengawasan

d. Melakukan penindakan terhadap pelanggaran peraturan perundang-


undangan ketenagakerjaan

www.pln.co.id |
Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS Bipartit) 1 of 3

Forum komunikasi dan konsultasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan


Hubungan Industrial di satu perusahaan yang anggotanya terdiri dari
pengusaha dan SP yang sudah tercatat di instansi yang bertanggung jawab
di bidang ketenagakerjaan atau unsur pekerja.

FUNGSI:

1. Forum Komunikasi, konsultasi, & Musyawarah antara wakil Pengusaha & wakil
SP atau pekerja pada tingkat perusahaan

2. Forum untuk pengembangan HI utk kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan


perkembangan perusahaan, termasuk kesejahteraan pekerja

www.pln.co.id |
Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS Bipartit) 2 of 3
Terciptanya kondisi yang Terbangunnya komitmen &
harmonis, dinamis dan berkeadilan kebersamaan dalam mewujudkan
dalam Hubungan Industrial di Visi & Misi perusahaan
perusahaan

1 2

Menjaga
Terbangunnya Budaya kelangsungan usaha
Komunikasi yg LKS secara
koordinatif, 6 BIPARTIT 3 berkesinambungan
konsultatif & komunikatif YG IDEAL (Going Concern
untuk tujuan positif. Perusahaan)

Meningkatkan ketahanan Sebagai upaya untuk


perusahaan dari pengaruh 5 4 mencegah
negatif (destruktif)
terjadinya Perselisihan
antara pegawai dg
perusahaan
www.pln.co.id |
Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS Bipartit) 3 of 3

LKS BIPARTIT PERUNDINGAN BIPARTIT


Forum Komunikasi dan Perundingan yang dilakukan
Konsultasi mengenai hal-hal antara wakil pekerja atau
yang berkaitan dengan wakil SP dengan Wakil
Hubungan Industrial di suatu Pengusaha untuk
Perusahaan yang anggotanya menyelesaikan perselisihan
terdiri dari pengusaha dan SP karena perbedaan pendapat
yang sudah tercatat di instansi yang mengakibatkan
yang bertanggung jawab pertentangan diantara
dibidang Ketenagakerjaan. pengusaha dan pekerja.

www.pln.co.id |
Lembaga Kerja Sama Tripartit (LKS Tripartit)

• LKS Tripartit memberikan pertimbangan, saran, dan pendapat kepada pemerintah dan
pihak terkait dalam penyusunan kebijakan dan pemecahan masalah ketenagakerjaan.

• LKS Tripartit, terdiri dari :


a. LKS Tripartit Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/ Kota; dan
b. LKS Tripartit Sektoral Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.

• Keanggotaan LKS Tripartit terdiri dari unsur pemerintah, organisasi pengusaha, dan SP.

• Tata kerja dan susunan organisasi Lembaga Kerja sama Tripartit diatur dengan Peraturan
Pemerintah.
Pasal 107 UU 13 / 2003

www.pln.co.id |
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 1 of 3

TUJUAN:

1. Mempertegas, memperjelas hak dan kewajiban.


2. Memperteguh dan menciptakan HI yang harmonis.
3. Menetapkan syarat-syarat kerja yang belum diatur dalam PP dan nilai-nilai
syarat kerja yang sudah diatur.
4. Mengatur tata cara keluh kesah dan perbedaan pendapat.
5. Menciptakan ketenangan kerja dan kepastian usaha.
6. Memberikan kepastian hukum para pihak.

www.pln.co.id |
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2 of 3

FUNGSI:
1. Pedoman dan peraturan induk untuk menghindari perbedaan pendapat antara
pekerja dan pengusaha.

2. Sarana untuk menciptakan ketenangan kerja dan kelangsungan usaha.

3. Partisipasi pekerja dalam penentuan / pembuatan kebijaksanaan pengusaha.

4. Mengisi kekosongan hukum yang belum diatur dalam peraturan Perundang-


undangan.

www.pln.co.id |
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 3 of 3

PKB yang berlaku saat ini di PT PLN (Persero) adalah :


• PKB Periode Tahun 2010 – 2012
Nomor 140-1.PJ/040/DIR/2010 dan Nomor DPP-002.PJ/SP-PLN/2010
beserta Addendumnya
• Addendum PKB Periode Tahun 2010 – 2012
Nomor 080.PJ/040/DIR/2013 dan Nomor 045/DPP/SP-PLN/X/2013
• Addendum Kedua PKB Periode Tahun 2010 – 2012
Nomor 081.PJ/040/DIR/2013 dan Nomor 046/DPP/SP-PLN/X/2013

www.pln.co.id |
PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL (1 of 5)

Dasar Hukum Penyelesaian Perselisihan HI:


 UU No. 2 Tahun 2004

Pengertian :
Perselisihan Hubungan Industrial adalah perbedaan pendapat yang
mengakibatkan pertentangan antara pengusaha atau gabungan pengusaha
dengan pekerja/buruh atau serikat buruh karena adanya perselisihan mengenai
hak, perselisihan kepentingan, perselisihan pemutusan hubungan kerja, dan
perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh dalam satu perusahaan.

www.pln.co.id |
PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL (2 of 5)

PERSELISIHAN HAK

Perselisihan hak timbul karena tidak dipenuhinya hak;


di mana hal ini timbul karena perbedaan pelaksanaan atau perbedaan
penafsiran terhadap ketentuan UU, PK, PP atau PKB.

www.pln.co.id |
PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL (3 of 5)

PERSELISIHAN KEPENTINGAN

Perselisihan kepentingan timbul karena tidak adanya kesesuaian pendapat


mengenai pembuatan dan atau perubahan syarat-syarat kerja dalam PK, PP atau
PKB.

www.pln.co.id |
PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL (4 of 5)

PERSELISIHAN PHK

Perselisihan PHK timbul apabila tidak adanya kesesuaian pendapat mengenai


pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan salah satu pihak.

www.pln.co.id |
PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL (5 of 5)

PERSELISIHAN ANTARA SERIKAT PEKERJA

Perselisihan antara SP/SB dalam satu perusahaan karena tidak adanya


kesesuaian paham mengenai keanggotaan, pelaksanaan hak dan kewajiban
keserikatan.

www.pln.co.id |
SERIKAT PEKERJA (1 of 5)

Pertimbangan ditetapkannya UU 21/2000 :


1. bahwa kemerdekaan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pikiran baik secara lisan
maupun secara tulisan, memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan, serta mempunyai kedudukan yang sama dalam hukum merupakan hak
setiap warga negara.

2. bahwa dalam rangka mewujudkan kemerdekaan berserikat, pekerja berhak membentuk


dan mengembangkan serikat pekerja yang bebas, terbuka; mandiri, demokratis, dan
bertanggungjawab.

3. bahwa serikat pekerja merupakan sarana untuk memperjuangkan, melindungi, dan


membela kepentingan dan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya, serta mewujudkan
hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.
www.pln.co.id |
SERIKAT PEKERJA (2 of 5)

Keanggotaan Serikat Pekerja dibuktikan dengan kartu tanda


anggota.
Pasal 121 UU 13/2003

Pekerja yang menduduki jabatan tertentu di dalam satu


perusahaan dan jabatan itu menimbulkan pertentangan
kepentingan antara pihak pengusaha dan pekerja, tidak boleh
menjadi pengurus serikat pekerja di perusahaan yang
bersangkutan. Pasal 15 UU 21/2000

www.pln.co.id |
SERIKAT PEKERJA (3 of 5)

1) Hak Serikat Pekerja :

a. membuat PKB dengan pengusaha;


b. mewakili pekerja menyelesaikan perselisihan industrial;
c. mewakili pekerja dalam lembaga ketenagakerjaan;
d. membentuk lembaga atau melakukan kegiatan yg berkaitan dgn usaha peningkatan
kesejahteraan pekerja;
e. melakukan kegiatan lainnya di bidang ketenagakerjaan yg tidak bertentangan dgn
peraturan perundang-undangan yg berlaku.

2) Pelaksanaan hak-hak sebagaimana dimaksud dalam ayat 1) dilakukan sesuai


dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 25 UU 21/2000

www.pln.co.id |
SERIKAT PEKERJA (4 of 5)

Kewajiban Serikat Pekerja :

a. melindungi dan membela anggota dari pelanggaran hak-hak dan memperjuangkan


kepentingannya;

b. memperjuangkan peningkatan kesejahteraan anggota dan keluarganya;

c. mempertanggungjawabkan kegiatan organisasi kepada anggotanya sesuai dengan


anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

Pasal 27 UU 21/2000

www.pln.co.id |
SERIKAT PEKERJA (5 of 5)

Siapapun dilarang menghalang-halangi atau memaksa pekerja untuk membentuk atau


tidak membentuk, menjadi pengurus atau tidak menjadi pengurus, menjadi anggota
atau tidak menjadi anggota dan/atau menjalankan atau tidak menjalankan kegiatan
serikat pekerja dengan cara :

a. melakukan pemutusan hubungan kerja, memberhentikan sementara, menurunkan


jabatan, atau melakukan mutasi;

b. tidak membayar atau mengurangi upah pekerja;

c. melakukan intimidasi dalam bentuk apapun;

d. melakukan kampanye anti pembentukan serikat pekerja.


Pasal 28 UU 21/2000

www.pln.co.id |
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

Dasar Hukum Pelanggaran Disiplin Pegawai :


Lampiran PKB Periode Tahun 2010-2012 tentang Peraturan Disiplin Pegawai

• Disiplin adalah ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

• Pelanggaran Disiplin adalah setiap ucapan, tulisan, atau perbuatan Pegawai yang
melanggar Peraturan Disiplin Pegawai, baik yang dilakukan didalam maupun diluar jam
kerja.

• Sanksi Disiplin adalah sanksi yang dijatuhkan kepada Pegawai karena melanggar Peraturan
Disiplin Pegawai.
www.pln.co.id |
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

Klasifikasi : RINGAN
No. Norma
1. Mangkir 1 (satu) hari atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) hari secara berturut-turut atau
tidak berrturut-turut dalam kurun waktu satu bulan, tanpa keterangan secara tertulis yang
dilengkapi bukti yang sah

2 Tidak menaati ketentuan jam kerja yang berlaku di lingkungan Perseroan termasuk
meninggalkan tempat kerja dan atau alasan yang membiarkan bawahannya meninggalkan
tempat kerja pada jam kerja tanpa mendapatkan ijin atau persetujuan dari atasan
langsung.

www.pln.co.id |
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

Klasifikasi : SEDANG
No. Norma
1. Menguasai lebih dari 1 rumah milik atau yang dikuasai Perseroan, walaupun menjabat lebih dari satu jabatan dan / atau
menguasai rumah milik Perseroan yang bukan merupakan haknya.

2. Mengontrakkan / menyewakan / menyuruh menempati kepada orang lain atas rumah jabatan / rumah instalasi yang di bawah
pengawasannya.

3. Menguasai atau menggunakan lebih dari 1 kendaraan dinas maupun kendaraan yang disediakan Perseroan atau instansi lain
walaupun menjabat lebih dari satu jabatan atau menguasai/menggunakan kendaraan dinas milik Perseroan.

4. Menguasai atau menggunakan kendaraan dinas maupun kendaraan yang disediakan Perseroan atau instansi lain yang bukan
menjadi haknya.
5. Atasan Langsung Pegawai yang mengetahui dan/atau lalai melaporkan Pelanggaran Disiplin yang dilakukan oleh Pegawai
dan/atau lalai mengambil tindakan terhadap Pegawai yang bersangkutan dan/atau melindungi Pegawai yang melakukan
Pelanggaran Disiplin dan/atau tidak melakukan kewajiban sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (2).

www.pln.co.id |
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

Klasifikasi : SEDANG
No. Norma
6. Tidak melaksanakan tugas kedinasan dan / atau tanggung jawab jabatannya.

7. Pegawai yang tidak melaksanakan dan / atau menolak keputusan mutasi jabatan.

8. Atasan Langsung maupun tidak Langsung yang menghambat atau menghalang-halangi mutasi jabatan pegawai baik
yang berada di dalam maupun di luar lingkungan unit kerjanya, atau yang berkaitan dengan pemberian hak Pegawai.

9. Melakukan hal‑hal yang dapat menurunkan kehormatan, martabat dan citra Perseroan atau Pegawai.

10. Memasuki tempat‑tempat yang dapat mencemarkan kehormatan atau martabat dan citra pegawai dan atau
Perseroan, kecuali untuk kepentingan dinas.

www.pln.co.id |
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

Klasifikasi : SEDANG
No. Norma
11. Memiliki saham suatu perusahaan yang kegiatan usahanya terkait baik langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan
Perseroan, kecuali kepemilikan saham di perusahaan yang statusnya Terbuka.

12. Meminta, menerima dan atau menyuruh meminta, menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja, seperti
uang, barang, rabat atau diskon, komisi, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata dan fasilitas lainnya dari
siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan.

13. Memberikan, dan/atau menyuruh memberikan hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja, seperti uang,
barang, rabat atau diskon, komisi, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata dan fasilitas lainnya,
kepada pegawai Perseroan yang patut diketahui berkaitan dengan jabatan atau pekerjaannya.

www.pln.co.id |
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

Klasifikasi : SEDANG
No. Norma
14. Tidak menjaga dan memelihara barang‑barang milik Perseroan atau yang dipergunakan untuk kepentingan Perseroan
dengan sebaik‑baiknya.
15. Tidak mentaati peraturan tentang keselamatan kerja.
16. Tidak menghormati antara sesama warga negara khususnya sesama Pegawai yang berkaitan dengan suku, adat, ras dan
agama yang berbeda.
17. Tidak segera melaporkan kepada atasan apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan keselamatan dan
keamanan atau merugikan aset Perseroan.

18. Tidak memperhatikan, menindaklanjuti dan menyelesaikan dengan sebaik‑baiknya setiap laporan yang diterima yang
berkaitan dengan Perseroan.

19. Melakukan sesuatu tindakan atau tidak melakukan sesuatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau
mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayani.

www.pln.co.id |
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

Klasifikasi : SEDANG
No. Norma
20. Membuat, menggunakan dan atau memanfaatkan SPPD di luar kepentingan kedinasan.

21. Melaksanakan kebijakan yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku di Perseroan, kecuali atas persetujuan
Direksi.

22. Pegawai mangkir selama 12 hari kerja atau lebih secara tidak berturut-turut selama kurun waktu 1 tahun.

23. Melakukan pengulangan Pelanggaran Disiplin dengan klasifikasi Pelanggaran Disiplin Ringan.

24. Menyerang kehormatan / nama baik, mengancam, atau mengintimidasi teman sekerja atau Direksi baik terkait atau
tidak terkait dengan tugas kedinasan dan atau di luar lingkungan kerja namun terkait dengan tugas kedinasan.

www.pln.co.id |
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

Klasifikasi : BERAT
No. Norma
1. Menyalahgunakan pemakaian tenaga listrik (daya dan atau energi listrik) untuk kepentingan diri sendiri maupun untuk
kepentingan orang lain yang merugikan Perseroan.

2. Menyalahgunakan hasil penjualan tenaga listrik untuk kepentingan diri sendiri maupun untuk kepentingan orang lain
yang merugikan Perseroan.
3. Melakukan perbuatan dan atau menyuruh melakukan dan atau membantu melakukan suatu tindakan sebagai perantara
dalam hal pemasangan dan atau penyambungan dan atau penambahan daya listrik dengan maksud untuk
menguntungkan diri sendiri atau untuk kepentingan orang lain sehingga merusak citra pelayanan Perseroan.

4. Melakukan sesuatu perbuatan dan atau menyuruh melakukan dan atau membantu melakukan perbuatan yang
mengakibatkan pemakaian tenaga listrik (daya atau energi listrik) yang digunakan oleh Pegawai atau pelanggan atau
bukan pelanggan, tidak tercatat sebagaimana mestinya dan atau tidak menurut peraturan yang berlaku sehingga
mengakibatkan kerugian bagi Perseroan.

www.pln.co.id |
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

Klasifikasi : BERAT
No. Norma
5. Melakukan dan atau menyuruh melakukan dan atau membantu melakukan suatu perbuatan sebagai perantara dalam hal
pembelian tenaga listrik dengan pihak swasta / pihak lain dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri sehingga
merugikan Perseroan.

6. Tanpa alasan yang sah menyimpan, memakai, mengedarkan dan/atau menyalahgunakan narkotika, psikotropika, dan zat
adiktif lainnya.
7. Memberikan laporan atau keterangan palsu atau dipalsukan sehingga merugikan Perseroan.

8. Melakukan perbuatan asusila, melakukan perjudian, minum minuman keras dan/atau mabuk-mabukan pada jam kerja
dan/atau di luar lingkungan kerja

9. Menyerang fisik, menganiaya teman sekerja atau Direksi di lingkungan kerja baik terkait atau tidak terkait dengan tugas
kedinasan dan.atau di luar lingkungan kerja namun terkait dengan tugas kedinasan.

www.pln.co.id |
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

Klasifikasi : BERAT
No. Norma
10. Melakukan dan / atau membujuk teman sekerja atau Direksi untuk melakukan perbuatan yang merupakan pelanggaran
terhadap peraturan perundang-undangan atau bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

11. Dengan sengaja membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik Perseroan yang menimbulkan kerugian bagi Perseroan.

12. Melakukan manipulasi data dan atau laporan yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya untuk kepentingan
pribadi atau kelompok sehingga merugikan perseroan.

13. Dengan sengaja membiarkan pegawai dan atau pekerja yang bekerja untuk Perseroan, dalam keadaan bahaya di tempat
kerja sehingga dan berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja.

14. Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun dalam melaksanakan tugas untuk kepentingan diri sendiri,
golongan atau pihak lain.

www.pln.co.id |
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

Klasifikasi : BERAT
No. Norma
15. Membongkar atau membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia Perseroan untuk kepentingan diri sendiri atau orang
lain.
16. Bekerja untuk kepentingan negara asing, badan usaha atau instansi lain yang bertentangan dengan kepentingan
Perseroan.
17. Memalsukan dan atau menyalahgunakan ijasah/surat tanda tamat belajar dan keterangan lain dalam bentuk apapun
untuk kepentingan pribadi yang berkaitan dengan kedinasan.

18. Bertindak selaku perantara bagi pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari Perseroan,
yang merugikan Perseroan.

19. Melakukan persekongkolan dengan pihak lain dalam proses PBJ sehingga dapat mengakibatkan kerugian materiil/ non
materiil bagi Perseroan.
20 Menyalahgunakan barang‑barang, uang atau surat berharga milik Perseroan atau yang dikuasai oleh Perseroan, untuk
memperkaya diri sendiri atau pihak lain.
www.pln.co.id |
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

Klasifikasi : BERAT
No. Norma
21. Melakukan penipuan, pencurian / penggelapan barang dan / atau uang Perseroan.

22. Melakukan pengendapan uang Perseroan dengan sengaja, baik untuk kepentingan pribadi, kelompok atau orang lain.

23. Menyalahgunakan fasilitas pemeliharaan kesehatan.

24. Melakukan persekongkolan bersama atasan, teman sejawat, bawahan atau orang lain di dalam maupun di luar
lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri, golongan atau pihak lain yang secara langsung
atau tidak langsung dapat merugikan Perseroan.

www.pln.co.id |
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

SANKSI DISIPLIN RINGAN :

 Teguran Lisan Tercatat yang berlaku selama 3 (tiga)


bulan.

 Peringatan Tertulis yang berlaku selama 6 (enam)


bulan.

www.pln.co.id |
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

SANKSI DISIPLIN SEDANG :


1. Peringatan Tertulis Pertama yang berlaku selama 6 bulan dengan kriteria
Talenta Perlu Penyesuaian (PPS).

2. Peringatan Tertulis Kedua yang berlaku selama 12 bulan dengan kriteria


Talenta Perlu Penyesuaian (PPS).

3. Peringatan Tertulis Ketiga dan Terakhir yang berlaku selama 12 bulan dengan
kriteria Talenta Sangat Perlu Perhatian (SPP).

4. Peringatan Tertulis Kedua dan Terakhir yang berlaku selama 12 bulan dengan
kriteria Talenta SPP.

www.pln.co.id |
5. Peringatan Tertulis Pertama dan Terakhir yang berlaku selama 12 bulan
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

SANKSI DISIPLIN BERAT :

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

www.pln.co.id |
PEMBELAJARAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

• Pembelajaran HI Dasar
• Pembelajaran HI Terapan
• Pembelajaran Investigasi

www.pln.co.id |
Terima
Kasih