Anda di halaman 1dari 79

Beta Canina

SOKLIN RADIOLOGI Harlyjoy,


0906507873
RADIOLOGI THORAX
MODALITAS RADIOLOGI

Plain chest radiograph


USG
CT scan
MRI
Nuclear medicine
TEKNIK FOTO THORAKS

Foto thoraks PA
Foto thoraks AP
Foto thoraks lateral
Foto thoraks top lordotik
Foto thoraks oblique
Foto thoraks lateral dekubitus
FOTO THORAKS PA
 Sering dilakukan 
magnifikasi lebih kecil
dari proyeksi AP
 Screening pre operasi
 Tangan penderita
tolak pinggang dan
siku di
kedepankanagar
skapula tidak menutupi
lapang pandang paru
 Sinar diarahkan
dengan sentrasi pada
vetebrata th6-7
 Inspirasi maksimal dan
tahan napas
FOTO THORAKS AP

Pada penderita sakit


berat/anak2/orang
gemuk
FOTO THORAKS LATERAL

Indikasi rutin untuk


melihat kelainan
mediastinum
FOTO THORAKS TOP LORDOTIK

Untuk melihat
kelainan pada puncak
paru dan melihat
lobus medianus paru
Penderita berdiri 30
cm dari kaset
Sinar diarahkan ke
manubrium sterni
FOTO THORAKS OBLIQUE

Bisa digunakan
untuk melihat
area
retrocardia
FOTO LATERAL DEKUBITUS

Untuk melihat cairan


dalam cavum pleura
yang sedikit jumlahnya,
<100-200 cc
PERBEDAAN FOTO PA DAN AP?

Foto AP Foto PA
Pada foto AP (TEORINYA) Foto thorax pada penampang
1 . Skapula menutupi lapangan PA:
paru
1 . Skapula tidak menutupi
2. Clavicula berbentuk huruf V lapangan paru
3. Jantung termagnifikasi
2. Clavicula mendatar
4. Diafragma letak tinggi
Diafragma normal itu 3. Jantung besarnya
terletak di V.Thorakal 8-10, kalo mendekati normal
lebih kecil dari 8 namanya letak 4. Diafragma letak normal (
tinggi, kalo lebih dari 10 V.Thorakal 8-10)
namanya letak rendah)
5. Costae belakang yang
5. Corakan bronkovaskuler lebih
meningkat terlihat
6. Costa depan yang terlihat 6. Corakan bronkovaskular
normal
MAU TAU CARA
CURANGNYA?
PERBEDAAN DASAR FOTO THORAKS AP
DAN PA

Foto PA, identitas nama ada di sisi kanan,


kalo AP ada di sisi kiri
PEMBACAAN
1. KUALITAS FOTO
KUALITAS FOTO THORAKS

Identitas : nama, umur, jenis kelamin, tanggal


pengambilan
Penanda kanan-kiri
Kualitas paru
 Tegangan
 Mempengaruhi daya tembus sinar Ro. Jika cukupkorpus
vetebrae III – IV harus terlihat
 Kuat arus
 Mempengaruhi kontras film
 Pada pinggir foto yang warnanya paling hitam, simpan jari
dibelakangnya. Normalhitam tapi jari tetap terlihat.
Abnormal terlalu hitam atau terlalu putih
 Simetris:
 Jarak prosesus spinosus sama dengan sternoclavicula kiri dan
kanan
 Aspirasi cukup, tampak
 Costae posterior 9-10 atau
 Costae anterior 6-7
 Intercostal space ke 5
 Menilai proyeksi
 AP:Iga belakang jelas
 PA: scapula diluar hemitoraks, iga depan
jelas
APA AJA YANG PERLU
DIBACA?
1. Kualitas : kurang baik (asimetris, hyperopak di
lapang pandang bawah)
2. CTR : 16/27 = 60% (cardiomegali)
3. Apeks : tertanam
4. Batas Jantung Kiri (BJKi) : melebar (> 1/2 hemitoraks
kiri)
5. Seg. Aorta : melebar (> 4 cm)
6. Seg. Pulmonal : cekung (normal)
7. Pinggang Jantung : ada
8. BJKa : melebar (>1/3 hemitoraks kanan)
9. Hilus : melebar dan suram
10. Vaskularisasi paru : meningkat
11. Pleura dan Diafragma : kostrofrenikus lancip,
diafragma cekung

Kesimpulan : Lung Oedem e.c. HHD


1. Kualitas : kurang baik
2. CTR : < 50%
3. Apeks : bergeser upward
4. BJKi : melebar
5. Aorta : melebar
6. Seg. Pulmo : datar
7. PJ : tidak ada
8. BJKa : tidak melebar
9. Hilus : normal
10. Vaskular Paru : normal
11. Pleura dan Diafragma : kostrofrenikus lancip,
diafragma cekung

Kesimpulan : VSD + PH
1. Kualitas : baik, simetris
2. CTR : <50%
3. Apeks : downward, tertanam
4. BJKi : melebar
5. Aorta : melebar
6. Seg. Pulmo : cekung
7. PJ : ada
8. BJKa : tidak melebar
9. Hilus : tidak melebar
10. Vaskular Paru : normal
11. Pleura dan Diafragma : kostrofrenikus lancip,
diafragma cekung

Kesimpulan : suspect HHD DD CAD


1. Kualitas : baik
2. CTR : <50%
3. Apeks : downward, tertanam
4. BJKi : tidak melebar
5. Aorta : melebar
6. Seg. Pulmo : cekung
7. PJ : ada
8. BJKa : tidak melebar
9. Hilus : tidak melebar
10. Vaskular Paru : meningkat
11. Pleura dan Diafragma : kostrofrenikus lancip,
diafragma cekung

Kesimpulan : dd/ Lung Edema e.c. HHD


JEMBATAN KELEDAI

A  Airway
B  Breathing & Bone
C  Cor & Circulation
D  Diafragma
S  Soft Tissue
AIRWAY

Trakea
Posisi
N: di tengah
P: tertarik (ateletaksis), terdorong (tension
pneumothorax)
Obstruksi
BREATHING & BONE

Paru
 Corakan
 N: 2/3 medial hemitoraks menipis ke lateral
 Hilus
 selebar trakea
 Air fluid level
 Infiltrat
 Tanda2 konsolidasi
BREATHING & BONE

Tulang (costae, clavicula, sternum,


vertebrae)
Kesegarisan  fraktur
Jarak antara sela iga
COR & CIRCULATION

Jantung
CTR
Pembesaran ruang jantung
Batas pinggang jantung
Efusi perikarditis
MENGHITUNG CTR

Normal: CTR < 50%  PA, kalo AP CTR < 60%


karena pada AP jantung terproyeksi lebih besar
Rumus: {(a+b)/ (c+d)} x 100%

PA
PEMBESARAN JANTUNG

Atrium kiri : pinggang jantung menghilang( tidak


terlihat pada posisi PA kecuali double countour)
Atrium kanan: batas jantung lebih dari 1/3
klavikula dextra
Ventrikel kiri: apex tertanam pada diafragma
Ventrikel kanan: apex terangkat dan membulat
COR & CIRCULATION

Pembuluh darah  Aorta


 Elongasi
 jarak >2cm dari clavicula, tidak terjadi pelengkungan aorta
 Dilatasi
 <4cm dari prosesus spinosus
 Kalsifikasi
 bayangan opak semilunar di proyeksi aorta
DIAFRAGMA

Sudut kostofrenikus
Tajam
Tumpul  perselubungan homogen
SOFT TISSUE

Jaringan lunak di daerah bahu


Homogen
Tidak homogen  emsifema subkutis
CONTOH KASUS TULANG
FRAKTUR IGA
FRAKTUR KLAVIKULA
CONTOH KASUS
JANTUNG
KARDIOMEGALI
KARDIOMEGALI + ELONGASI
DILATASI AORTA
KALSIFIKASI AORTA
DEXTROCARDIA
CONTOH KASUS PARU
RADIOLOGIC FINDINGS

 Primary tuberculosis
- Primary complex
- May be normal
- Air space consolidation,
may be lobar, often
slow to clear.
- Atelectasis in children
- Cavitation and miliary
spread uncommon.
- Lymphadenopathy
common in children
- Pleural effusion
RADIOLOGIC FINDINGS

 Postprimary
tuberculosis
- Poorly defined areas of
consolidation  apical
segments of the upper
lobes
superior segment of
the lower lobes
- Cavitation
- Miliary spread
- Airway stenosis
- tuberculoma
PNEUMONIA LOBARIS
RADIOLOGIC FINDINGS

Miliary
tuberculosis

Small nodules
throughout the
lung.
LOBAR PNEUMONIA

- Homogeneous
opacification of the
involved lobe or
segmets. Opacification
may not spread
uniformly throughout
the lobe.
- Affected lobe is retain
normal volume.
- Limited by fissures.
- Air bronchograms 
linier branching
lucencies within
homogeneous
consolidation.
PNEUMONIA LOBARIS
PNEUMONIA LOBARIS
BRONCHOPNEUMONIA

- Patchy areas of
consolidation, ill
defined, may be
initially limited to one
or more segments.
- Multifocal
- Often bilateral
- Predominantly basal.
- Volume loss is
common
ABSES
ABSES
EFUSI PLEURA
EFUSI PLEURA
EFUSI PLEURA
PNEUMOTHORAX
TENSION PNEUMOTHORAX
TENSION PNEUMOTHORAX
BRONKIEKTASIS
BRONKIEKTASIS
BRONKIEKTASIS
KARSINOMA PRIMER PARU
KARSINOMA PRIMER PARU
KARSINOMA PRIMER PARU
METASTASIS PARU
METASTASIS PARU
METASTASIS PARU
EMFISEMA SUBKUTIS
EMFISEMA SUBKUTIS
EMFISEMA SUBKUTIS
REFERENSI

 Primaputra MRA . Slide Soklin Radiologi. Soklin TBM 2012.


 Slide kuliah radiologi stase cardio dan pulmo 2012
 http://dokterchandrajaya.blogspot.com/2013/04/membedak
an-foto-ap-anteroposterior-dan.html
 http://www.scribd.com/doc/36966875/Pembacaan -
Radiologi-Toraks-Thorax-Radiology
 http://www.learningradiology.com/medstudents/recognizings
eries/recogadequateflashpage.htm
 Chen MYM, Pope TL, Ott DJ. Basic Radiology. 2004. The
McGraw Hill Companies
 Mettler: Essentials of Radiology, 2nd ed. , 2005. Saunders, An
Imprint of Elsevier