Anda di halaman 1dari 24

PRESENTASI

KASUS
Kandidosis Kuku
Santi Prima Natasia Pakpahan
112017143
IDENTITAS
• Nama : Ny. Y
PASIEN
• Usia : 59 tahun
• Alamat : Jakarta Utara
• Pekerjaan : IRT
ANAMNESA

• Keluhan Utama : Gatal pada kuku


• Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke poli kulit dan kelamin RSUD Koja dengan keluhan gatal pada kuku,
kuku tumbuh tidak rapi, kuku berwarna kusam kehitaman pada kuku jari tangan sejak
2 bulan. Kuku terasa tebal dan susah untuk dipotong. Pasien Pasien sudah pernah
pengobatan di puskesmas akan tetapi belum mendapat perbaikan. Pasien punya
kebiasaan kupas-kuapas kuku terlalu dalam.
• Riwayat Penyakit Dahulu : Jantung, asam urat, kolesterol, hipertensi
• Riwayat Alergi : Tidak ada
• Riwayat penyakit keluarga : Riwayat serupa dengan pasien tidak ada
Pemeriksaan Fisik

• KU : TSR STATUS GENERALIS


• Kesadaran : Compos Mentis
• Kepala : Normocephali
• TD : 120/80 mmHg
• Mata : CA -/-. SI -/-
• Nadi : 88 x/menit • Leher : pembesaran KBG (-)
• Suhu : 37 ° C • THT : Tidak ada kelainan
• Pernapasan : 20 x/menit • Cor : BJ I-II reguler, G(-),M(-)
• Pulmo : Vesikuler, Rh -/-, Wh-/-
• Abdomen : BU (+) normal, supel
• Ekstremitas : Akral hangat

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Penunjang tidak dilakukan

Saran :
Dilakukan pemeriksaan penunjang →
kerokan kuku dengan KOH 40 %
AN FISIK
um :
mposmentis, kuku terlihat kusam dan tidak rapi
:
Dx : kuku digiti I,II,III,IV
Sn : kuku digiti I dan II
x : kuku digiti I
n : kuku digiti I dan V
Onikomikosis kandida (OK)

• Dapat terjadi pada pasien immunocompromised, dan pada


orang dengan kandidiasis mukokutan kronis.
DIFERENTIAL DIAGNOSIS

Onikomikosis subunguan distal


Onikomikosis superfisial putih (OSPT) atau Leukonikia Trikofita
Onikomikosis subungual proksimal (OSP)
Psoriasis kuku
 nail pitting
 tanda onikolisis berupa “tetesan minyak”
 warna coklat kemerahan yang tidak ada pada onikomikosis
 keterlibatan jari pada kedua tangan Dapat membedakannya dari onikomikosis.
PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSIS

Onikomikosis
Pada kasus ini belum dilakukan,
disarankan untuk dilakukan pemeriksaan
TERAPI (POLI)
kerokan kuku dengan KOH 40 % untuk
mempermudah lisis keratin sehingga Fluconazole 2x50 mg
bisa diketahui penyebabnya. Zat Laprox nail lacquer
pewarna tambahan misalnya tinta
Parker blue-black atau pewarnaan PAS
akan mempermudah visualisasi jamur.
Dapat pula dilakukan biakan untuk
menemukan elemen jamur dengan
media agar Sabouraud.
TINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI
Kuku adalah bagian terminal lapisan tanduk yang menebal
Bagian kuku terdiri dari :
• Matriks kuku : merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru
• Dinding kuku (Nail Wall) : merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagian
pinggir dan atas
• Dasar kuku (Nail Bed) : merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku
• Alur kuku (Nail Grove) : merupakan celah antar dinding dan dasar kuku
• Akar kuku (Nail Root) : merupakan bagian proksimal kuku
• Lempeng kuku (Nail Plate) : merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi
dinding kuku
• Lunula : merupakan bagian lempeng kuku yang berwarna putih didekat akar
kuku berbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh kulit
• Eponikium (Kutikula) : merupakan dinding kuku bagian proksimal, kulit arinya
menutupi bagian permukaan lempeng kuku
• Hiponikium : merupakan dasar kuku, kulit ari dibawahnya yang bebas (Free edge)
menebal.
DEFINISI

Onikomikosis adalah infeksi jamur pada lempeng kuku, yang dapat disebabkan oleh dermatofita, kandida,
dan jamur lain.

EPIDEMIOLOGI

Lebih sering terjadi pada laki-laki dan usia lanjut


20% usia di atas 60 tahun dan 50% di atas 70 tahun
Insiden onikomikosis semakin meningkat, karena faktor-faktor seperti diabetes, imunosupresi, dan
peningkatan umur
Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa adalah 30 kali lebih mungkin untuk memiliki onikomikosis
daripada anak-anak.
Manifestasi Klinik
• Perubahan warna kuku : putih suram → kekuningan
→Cokelat kehitaman
• Paronikia (kuku cekung, datar, kasar distrofik)
• Kandidiosis mukokutan kronik : kandida langsung
menginvasi lempeng kuku → pembengkakan lipat kuku
proksimal dan lateral → Gambaran Pseudoclubbing atau
Chicken Drumstick

• Invasi pada kuku : onikolisisHiperkeratosis subungual


dengan massa abu kekuningan di bawahnya
ETIOLOGI
 Dermatophita
 Dermatofita adalah jamur yang paling sering menyebabkan onikomikosis di negara –
negara barat beriklim.
 Dermatofita terbagi dalam 3 genus, yaitu Microsporon, Epidermophyton dan
Trichophyton.
 Trichophyton rubrum menyebabkan sekitar 70% kasus dan Trichophyton
mentagrophytes 20% dari semua kasus

 Non dermatophita
 Fusarium spesies, Scopulariopsis brevicaulis, Aspergillus spesies) menjadi lebih umum di seluruh dunia,
jumlahnya hingga 15% dari kasus di beberapa negara.

 Candida
 Onikomikosis akibat Candida jarang

 Moulds
 aspergillus
Penurunan
imunitas
kaos kaki dan
Trauma kuku
sepatu tertutup
berulang
terus menerus

Obat
imunosupresan
kelembapan
Faktor dan antibiotik
predisposisi jangkan
panjang
Jenis-Jenis Onikomikosis
Onikomikosis
superfisial Onikomikosis
Onikomikosis
putih (OSPT) subungual Onikomikosis
subungual
atau proksimal Cadida
distal (OSD)
Leukonikia (OSP)
Trikofita
ONIKOMIKOSIS SUBUNGUAL DISTAL (OSD)

bentuk yang paling umum dari tinea unguium, biasanya


disebabkan oleh Trichophyton rubrum.
Jamur menyerang dasar kuku di bawah lempeng kuku
melalui hiponikium dan bergerak ke arah proksimal.
menunjukkan hiperkeratosis subungual dan onikolisis, yang
biasanya berwarna kuning-putih.
Onikomikosis superfisial putih (OSPT)/
Leukonikia Trikofita

Disebabkan oleh invasi jamur ke lapisan


superfisial lempeng kuku yang membentuk
"pulau-pulau putih" di lempeng.
Terjadi bila jamur menginvasi langsung lapisan
superfisial lempeng kuku.
Kuku menjadi kasar dan runtuh dengan mudah.
Jumlahnya hanya 10 % dari kasus onikomikosis.
Penyebab tersering adalah T. mentagrophytes.
Onikomikosis subungual proksimal (OSP)

Infeksi dimulai dari lipatan kuku proksimal melalui kutikula


dan masuk ke kuku yang baru terbentuk, selanjutnya
bergerak ke arah distal.
Muncul daerah leukonikia di lempeng kuku proksimal yang
bergerak distal dengan pertumbuhan kuku.
Ini adalah bentuk umum tinea unguium pada orang sehat
tapi ditemukan lebih banyak pada pasien
immunocompromised.
Onikomikosis kandida (OK)

• Dapat terjadi pada pasien immunocompromised, dan pada


orang dengan kandidiasis mukokutan kronis.
PENEGAKKAN DIAGNOSIS
Penyebab pasti ditentukan dengan dengan pemeriksaan kerokan kuku dengan KOH
40 % untuk mempermudah lisis keratin. Positif jika ditemukan spora, hifa ataupun
miselium.
Zat pewarna tambahan misalnya tinta Parker blue-black atau pewarnaan PAS akan
mempermudah visualisasi jamur.
Dapat pula dilakukan biakan untuk menemukan elemen jamur dengan media agar
Sabouraud.
Diferential Diagnosis

ONIKOMIKOSIS
• distrofi dan debris pada kuku subungual distaL ataupun proksimal

Psoriasis kuku
• nail pitting dan tanda onikolisis berupa “tetesan minyak”
• warna coklat kemerahan yang tidak ada pada onikomikosis
• keterlibatan jari pada kedua tangan Dapat membedakannya dari onikomikosis.

Liken planus
• area lunula lebih terangkat dibandingkan bagian distal.
PENATALAKSANAAN
TERAPI TOPIKAL

krim dan solusio sulit untuk penetrasi ke dalam kuku, sehingga tidak efektif untuk pengobatan onikomikosis. Obat
topikal formulasi khusus dapat meningkatkan penetrasi obat ke dalam kuku, yaitu :
 Bifonazol-urea :
kombinasi derivat azol, yaitu bifonazol 1 % dengan urea 40 % dalam bentuk salep. Urea untuk melisiskan kuku
yang rusak sehingga penetrasi obat jamur meningkat. Namun dapat terjadi iritasi kulit di sekitar kuku oleh
karena urea.
 Amorolfine :
merupakan derivat morfolin yang bersifat fungisidal. Digunakan dalam bentuk cat kuku konsentrasi 5 %.
 Ciclopiroxolamin 8 %:
suatu derivat piridon dengan spectrum anti jamur luas, juga digunakan dalam bentuk cat kuku.
 salep whitfield
 Kompres asam salisilat 5%, asam benzoat 10%, dan resorsinol 5% dalam siritus
Terapi bedah
Terapi Sistemik
bedah scalpel
Itrakonazol 200 mg/hari selama 3-4 bulan, atau 400 Tindakan bedah dapat dipertimbangkan bila
mg per hari selama seminggu tiap bulan selama 3-4 kelainan hanya 1-2 kuku, bila ada kontraindikasi
bulan, baik untuk penyebab dermatofita maupun terhadap obat sistemik, dan pada keadaan
kandida. pathogen resisten terhadap obat.
kombinasi obat antijamur topical atau sistemik.
Griseofulvin; dosis anak 15-20 mg.kg BB/hari. Dosis Sebagai alternative lain adalah pengangkatan
dewasa 500-1000 mg selama 2-4 minggu (avulsi) kuku dengan bedah kimia menggunakan
formulasi urea 20-40%.
PROGNOSIS
• Meskipun diterapi dengan obat dosis optimal, 1 di antara 5 kasus onikomikosis
ternyata tidak memberi respon baik. Penyebab kegagalan diduga adalah diagnosis
yang tidak akurat, salah identifikasi penyebab, adanya penyakit yang lain. Pada
beberapa kasus, karakteristik kuku tertentu, yaitu pertumbuhan lambat serta sangat
tebal juga merupakan penyulit, selain faktor predisposisi terutama keadaan
immunocompromised.