Anda di halaman 1dari 12

HIGIENE TANGAN

Oleh
Rooswidiawati Dewi,SKM
 Menurut WHO Higiene tangan
(2009a) higiene tangan adalah istilah
merupakan salah satu
langkah yang efektif
yang digunakan
untuk memutuskan untuk tindakan
rantai transmisi higiene tangan
infeksi, sehingga menggunakan
angka kejadian infeksi
nosokomial dapat antiseptik
berkurang. (Tietjen, 2004).
CUCI TANGAN 6
LANGKAH.docx
LIMA MOMENT HIGIENE
TANGAN
1. SEBELUM KONTAK DENGAN PASIEN
2. SEBELUM MELAKUKAN PROSEDUR ASEPTIK
3. SETELAH TERKENA CIRAN TUBUH PASIEN
4. KONTAK DENGAN PASIEN
5. SETELAH DARI LINGKUNGAN PASIEN
No Saat Alasan
1 sebelum menyentuh pasien Melindungi pasien dari transmisi dan kolonisasi
kuman bakteri yang dibawa oleh tangan tenaga
kesehatan.
2 sebelum melakukan Melindungi pasien dari kuman bakteri agar
tindakan dengan prosedur bersih tidak masuk kedalam tubuhnya
atau septik
3 setelah terpapar atau Melindungi tenaga kesehatan dan lingkungan
beresiko terpapar dengan cairan ruang perawatan dari kolonisasi dan potensial
tubuh infeksi dari kuman bakteri yang ada pada
pasien.
4 setelah menyentuh pasien Melindungi tenaga kesehatan dan lingkungan
ruang perawatan dari kolonisasi dan potensial
infeksi dari kuman bakteri yang ada pada
pasien.
5 setelah menyentuh Melindungi tenaga kesehatan dan lingkungan
lingkungan di sekitar ruang perawatan dari kuman bakteri yang ada
pasien pada permukaan atau benda di sekitar pasien
dan mencegah potensial penyebaran kuman.
Contoh: linen tempat tidur pasien, gagang pintu
ruangan pasien, tiang infus pasien, meja pasien
dan lain-lain.
Efektivitas Persiapan Kebersihan
Tangan dalam Membunuh Bakteri
Asuh Kesehatan Pengaturan

Sabun Biasa atau Sabun antimikroba & air lebih baik daripada antiseptik berbasis
alkohol jika tangan terlihat kotor, atau untuk mencegah pembentukan spora
organisme (misalnya C. difficile, anthrax),
sabun antimikroba direkomendasikan atas sabun biasa dalam pengaturan perawatan
kesehatan.
SARUNG TANGAN
1. Memakai sarung tangan saat kontak dengan darah,cairan tubuh, atau
lainnya yang berpotensi bahan menular, selaput lendir, dan kulit yang tidak
utuh
2. Melepas sarung tangan setelah merawat pasien
3. Tidak memakai sarung tangan yang sama untuk perawatan lebih dari satu
pasien
4. Tidak untuk mencuci sarung tangan antara pasien; dan
5. Mengganti sarung tangan selama perawatan pasien jika bergerak dari
bagian tubuh terkontaminasi ke bagian yang bersih.
PERHIASAN
Sebuah studi oleh Hoffman dan rekan Dalam satu penelitian yang melibatkan
menemukan bahwa 40% dari perawat lebih dari 60 perawat ICU, analisis
memendam Gram-negatif basil multivariabel mengungkapkan bahwa
cincin adalah satu-satunya faktor risiko
seperti E. cloacae, Klebsiella spp.,
yang signifikan dengan kolonisasi Gram-
Dan Acinetobacter spp. negatif dan S. aureus dan pada kulit

Studi lain menunjukkan bahwa resiko Cincin kawin untuk perawatan rutin dapat
kontaminasi S. aureus, Gram basil diterima, tetapi dalam pengaturan berisiko
negatif, atau Candida spp meningkat tinggi, seperti teater operasi, semua cincin
sesuai jumlah cincin yang dikenakan atau perhiasan lainnya harus di lepas
KUKU
• Perhatikan panjang kuku jari tangan <1/4 inci

• Tidak ada kuku buatan atau extender ketika


memiliki kontak langsung dengan pasien yang
berisiko tinggi (misalnya, ICU, OR)
TERIMAKASIH