Anda di halaman 1dari 25

SEMINAR PENELITIAN

EVALUASI PASCA HUNI RUSUNAWA


SESEP MADU

NAMA KELOMPOK :
FERY AUYUDI
BASRIN HUTASOIT
NISA ARISMA
Tujuan Pembuatan Rusun
Pembangunan Rumah susun adalah suatu cara
untuk memecahkan masalah kebutuhan dari
permukiman dan perumahan pada lokasi yang
padat terutama pada daerah perkotaan yang
jumlah penduduknya selalu meningkat. Sedangkan
tanah semakin terbatas, pembangunan rumah susun
tentunya juga dapat mengakibatkan terbukanya
ruang kota sehingga mejadi lebih lega dan dalam
hali ini juga membantu adanya peremajaan dari
kota, sehingga daerah kumuh berkurang dan
selanjutnya menjadi daerah yang rapih yang
bersihdan teratur.
Latar Belakang Pembangunan Rumah
Susun Sesep Madu Palangkaraya

- Semakin Bertambahnya kawasan


kumuh di kota Palangkaraya

- Warga kurang mampu


membutuhkan tempat tinggal
RUMUSAN MASALAH

Permasalahan dalam penelitian ini adalah:

Apakah terdapat perubahan fungsi ruang


bangunan Rumah Susun Sesep Madu?

Apakah faktor-faktor yang menyebabkan


kebetahan atau ketidak betahan penghuni
Rumah Susun Sesep Madu?
PENGERTIAN RUMAH SUSUN
Rumah Susun adalah bangunan gedung
bertingkat yang dibangun dalam suatu
lingkungan yang terbagi dalam bagian-
bagian yang distrukturkan secara
fungsional, baik dalam arah horizontal
maupun vertikal dan merupakan satuan-
satuan yang masing-masing dapat
dimiliki dan digunakan secara terpisah,
terutama untuk tempat hunian yang
dilengkapi dengan bagian bersama,
benda bersama, dan tanah bersama.
Jenis-Jenis Rusun

Rumah Susun Umum adalah Rumah susun


umum adalah rumah susun yang
diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan
rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Rumah susun negara adalah rumah susun yang
dimiliki negara yang berfungsi sebagai tempat tinggal
atau hunian untuk menunjang pelaksanaan tugas
pejabat atau pegawai beserta keluarganya
Contohnya Rusun untuk Polisi dan tentara
Rumah Susun Komersial adalah rumah susun yang
diselenggarakan untuk mendapatkan keuntungan.
BAB II
PENGERTIAN ATTACHMENT THEORY
Studi tentang pengalaman
tempat telah menjadi subjek
penelitian, dan para peneliti
telah menemukan pengaruh
suatu tempat dalam kehidupan
manusia. Kebahagiaan pada
suatu tempat menjadi salah satu
faktor yang mempengaruhi
kebetahan seseorang dalam hal
bertempat tinggal, para peneliti
yakin bahwa sebuah tempat
memiliki suati arti dan ikatan
emosional bagi manusia yang
ada didalamnya.
Place Attachment Theory
( Teori Kelekatan Ruang)
Place attachment adalah pengaruh emosi
yang dihasilkan seorang individu kepada
suatu tempat dan terikat secara emosional
dan secara kultur. Istilah attachment
(kelekatan) dikemukan oleh Jhon Bowlby
psikolog asal Inggris pada tahun 1958

JHON BOWLBY
menurut (stedman dalam bukuthe
contribution of the physical environment
to sense of place. attachment place
adalah satu dari dimensi kepekaan dan
emosional yang dihasilkan antara
sebuah tempat dan individu
FAKTOR FAKTOR ATTACHMENT PLACE
Beberapa faktor afektif Place Attachment yang dapat mempengaruhi
besarnya tingkat kelekatan seorang individu akan sebuah ruang (place
attachment)

 Physical Factors (faktor fisik)


 Social Factors ( faktor sosial)
 Cultural Factors (faktor kultural)
 Personal Factors (faktor kepribadian)
 Memories and experiences (kenangan dan pengalaman)
BAB III
METODE PENELITIAN

jenis pendekatan penelitian ini adalah deskriptif.

TEKNIK PENGUMPULAN DATA MENGGUNAKAKAN

WAWANCARA OBSERVASI
BAB IV
GAMBARAN UMUM
RUSUNAWA SESEP MADU

Rumah Susun Sesep Madu


Palangka Raya adalah Rumah
Susun yang diperuntukkan bagi
masyarakat golongan menengah
ke bawah, berada di lingkungan
km 2 tjilik riwut dan berdiri di atas
lahan seluas 1 HA dan dibangun
dalam satu tahap. Di dalam
kawasan terdapat 72 unit tipe 24.
BAB V
PERUBAHAN FUNGSI RUANG PADA RUMAH SUSUN
SESEP MADU
FAKTOR KEBETAHAN PENGHUNI PADA
RUMAH SUSUN SESEP MADU

Jarak tempat Kerja

Cukup Jauh
Sangat
17%
Dekat
16%

Dekat
67%
KENYAMANAN PENGHUNI PADA RUMAH SUSUN
MELALUI INTERAKSI ANTAR TETANGGA

kurang baik
10%

cukup baik
13%

sangat baik
77%
Kenyamanan Rusun dinilai dari tingkat
kebahagiaan penghuni.

tidak bahagia
23%

cukup bahagia
bahagia 17%
60%
Tingkat Kebetahan Penghuni

Tidak
betah
7%

Biasa
13%

Sangat betah
80%
SUASANA RUMAH SUSUN

suasana rumah susun


tidak nyaman
17%

biasa saja
6%

nyaman
77%
BAB VI
PENUTUP