Anda di halaman 1dari 19

AKUNTANSI

TRANSAKSI
MURABAHAH
DEFINISI MURABAHAH
• Murabahah adalah perjanjian jual-beli antara bank dengan nasabah.

• Murabahah, dalam konotasi Islam pada dasarnya berarti penjualan,


yang membedakannya dengan cara penjualan yang lain adalah
bahwa penjual dalam murabahah secara jelas memberi tahu kepada
pembeli berapa nilai pokok barang tersebut dan berapa besar
keuntungan yang dibebankannya pada nilai tersebut. Keuntungan
tersebut bisa berupa lump sum atau berdasarkan persentase.

• Kata murabahah berasal dari kata ribh yang berarti keuntungan.


Keuntungan tersebut berkaitan dengan pemberian ini dapat
dilakukan dalam dua bentuk, yaitu keuntungan boleh didasarkan
pada presentasi harga dan keuntungan berdasarkan jumlah harga.
RUKUN MURABAHAH
1 2 3

Ada orang yang berakad


(Al-Muta’aqidain), yaitu Ada shighat Ada barang
penjual dan pembeli. (lafal ijab dan yang dibeli
Syaratnya : qabul)
• Berakal, artinya orang
tersebut sudah baligh.
• Orang yang melakukan
akad adalah orang yang
berbeda.
ALUR TRANSAKSI MURABAHAH

Pertama Ketiga Kelima


pengajuan Setelah akad, Nasabah
pembelian bank membeli melakukan
barang oleh Kedua barang pembayran
nasabah Bank mempelajari kepada pemasok kepada bank
kemampuan Keempat
nasabah dalam Barang diantar
membayar piutang kepada nasabah
murabahah oleh pemasok
CAKUPAN STANDAR AKUNTANSI
TRANSAKSI MURABAHAH

Standar akuntansi tentang jual beli murabahah mengacu pada


PSAK 102 . PSAK 102 dapat diterapkan untuk lembaga
keuangan syariah seperti Bank , Asuransi , Lembaga
Pembiayaan , Dana Pensiun , Koprasi , dan lainnya yan
menjalankan transaksi murabahah.
TEKNIS PERHITUNGAN DAN PENJURNALAN
TRANSAKSI MURABAHAH

• Perhitungan Penentuan Margin Murabahah dengan metode anuitas


• Perhitungan Angsuran Per Bulan dan Pendapatan yang Diakui

Total Piutang - Uang Muka


Angsurana per bulan =
Jumlah bulan pelunasan

• Perhitungan Pendapatan Margin yang Diakui Saat Jatuh Tempo atau


Pembayaran Angsuran : pendekatan proposional atau pendekatan anuitas
AKUNTANSI TRANSAKSI MURABAHAH
1. Saat Negosiasi
2. Pengakuan Uang Muka
Dalam praktik perbankan, terdapat tiga macam alternative ,ekanisme perlakuan uang
muka. Pertama, dengan mendebit langsung uang muka yang disepakati tersebut; kedua,
memblokir rekening nasabah sebesar nilai yang disepakati dan ketiga, uang muka
dipergang dan dibayar langsung oleh nasabah kepada pemasok.

Tanggal Rekening Debit (Rp) Credit (Rp)


xx/xx/20xx Rekening tabungan murabahah PT. ABC Xxx
Uang Muka xxx

3. Pembelian barang pesanan


• Membeli langsung barang secara tunai kepada pemasok

Tanggal Rekening Debit (Rp) Credit (Rp)


xx/xx/20xx Persediaan aset murabahah xxx
Kas/ Rekening nasabah-pemasok* xxx
• Membeli langsung barang secara kredit kepada pemasok

Tanggal Rekening Debit (Rp) Credit (Rp)


xx/xx/20xx Persediaan aset murabahah xxx
Utang kepada pemasok xxx

Selanjutnya, jurnal saat pelunasan utang kepada pemasok adalah sbb:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Credit (Rp)


xx/xx/20xx Utang pada pemasok xxx
Kas / Rekening pemasok xxx
 Pencatatan penjualan murabahah

Tanggal Rekening Debit (Rp) Credit (Rp)


xx/xx/20xx Piutang Murabahah Xxx
Persediaan aset murabahah xxx
Margin murabahah yang ditangguhkan* xxx
 Pencatatan uang muka sebagai bagian pelunasan murabahah

Tanggal Rekening Debit (Rp) Credit (Rp)


xx/xx/20xx Uang muka xxx
Piutang murabahah xxx

 Pencatatan biaya – biaya yang ditangguhkan nasabah


Misalkan dalam transaksi murabahah PT ABC, nasabah dikenakan biaya-biaya sebagai
berikut.

Biaya administrasi Rp. 900.000


Biaya materai Rp. 30.000
Biaya notaris Rp. 225.000 (0.25% dari pembiayaan oleh bank)
Biaya asuransi jiwa Rp. 378.000 (0.25% X 2tahun x pembiayaan oleh bank)
Jurnal terhadap transaksi diatas adalah sbb:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Credit (Rp)


xx/xx/20xx Rekening nasabah - PT ABC 1,533,000
Pendapatan administrasi 900,000
Persediaan materai 30,000
Rekening notaris 225,000
Rekening perusahaan asuransi 378,000
PEMBAYARAN ANGSURAN DAN PENGAKUAN KEUNTUNGAN MURABAHAH
Jika Murabahah dilakukan dengan transaksi tangguh lebih dari satu
tahun, terdapat beberapa alternative metode pengakuan yang sesuai dengan
karakteristik risiko :
(i) Pembayaran angsuran dilakukan pada waktu tanggal jatuh tempo

Misalkan pada saat jatuh tempo tanggal 10 February, nasabah membayar


angsuran sebesar Rp. 4.500.000. dengan perhitungan dan penjadwalan pada
angsuran nasabah per bulan Rp. 4.500.000, terdapat pendapatan margin sebesar
Rp. 750.000, maka jurnal untuk transaksi tsb adalah sbb:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Credit (Rp)


xx/xx/20xx Kas / Rekening nasabah - PT ABC 4,500,000
Piutang murabahah 4,500,000
Margin murabahah yang ditangguhkan* 750,000
Pendapatan margin murabahah** 750,000
(ii) Pembayaran angsuran dilakukan setelah tanggal jatuh tempo tanpa
dikenakan denda

Misalkan pada pembayaran bulan maret, hingga tanggal jatuh tempo, bank
belum menerima pembayaran angsuran dari nasabah. Pembayaran angsuran
baru dilakukan oleh nasabah pada tanggal 20 maret, sebesar Rp. 4.500.000.
karena ansabah memberi alasan yang dapat diteriima, bank memberi toleransi
keterlambatan tersebut dan tidak mengenakan denda. Jurnal untuk transaksi
tersebut adalah sbb:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Credit (Rp)


10/03/20xx Piutang murabahah jatuh tempo 4,500,000
Piutang murabahah 4,500,000
Margin murabahah yang ditangguhkan 750,000
Pendapatan margin murabahah – akrual 750,000
20/03/20xx Kas/Rekening nasabah - PT ABC 4,500,000
Piutang murabahah jatuh tempo 4,500,000
Pendapatan margin murabahah – akrual 750,000
Pendapatan margin murabahah 750,000
(iii) Pembayaran angsuran dilakukan sebagian pada waktu tanggal jatuh tempo dan
sebagian bagi setelah jatuh tempo tanpa dikenakan denda

Misalkan pada tanggal 10 April (tanggal jatuh tempo), ketika bank hendak mendebit
rekening nasabah, didapati tidak terdapat dana yang cukup di rekening PT ABC
untuk membayar angsuran bulan April. Saldo rekeninh yang tersedia hanya Rp.
2.025.000 dan BMS maksimal hanya dapat mendebit rekening sebesar Rp. 2.000.000,
maka jurnal yang diperlukan sbb:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Credit (Rp)


10/04/20xx Kas/Rekening nasabah - PT ABC 2,000,000
Piutang murabahah jatuh tempo 2,500,000

Piutang murabahah 4,500,000


Margin murabahah yang ditangguhkan 750,000
Pendapatan margin murabahah 333,333
Pendapatan margin murabahah – akrual 416,667
• Pendapatan margin murabahah = presentase keuntungan x
angsuran yang dibayar
= 16.6666 % x 2000000
= Rp. 333.333

• Pendapatan margin murabahah akrual = margin murabahah ditangguhkan –


pendapatan margin murabahah
= Rp. 750.000 – Rp. 333.333
= Rp. 416.667
Misalkan pada tanggal 15 April, PT ABC membayar kekurangan pembayaran
angsurannya (Rp. 4.500.000 – Rp. 2.000.000). BMS memaklumi alasan keterlambatan
pembayaran bulan April sehingga tidak dikenakan denda. Jurnal pembayaran tersebut
adalah sbb :

Tanggal Rekening Debit (Rp) Credit (Rp)


15/04/20xx Rekening nasabah - PT ABC 2,500,000
Piutang murabahah jatuh tempo 2,500,000
Pendapatan margin murabahah - akrual 416,667
Pendapatan margin murabahah 416,667

(iv) Pembayaran angsuran dilakukan setelah tanggal jatuh tempo dengan


pengenaan denda keterlambatan
Misalkan hingga tanggal 10 Juni, PT ABC tidak memenuhi kewajiban pembayaran
angsurannya untuk bulan Mei dan Juni. PT ABC baru membayar kewajibannya pada
tanggal 30 Juni 20xx sebesar Rp. 9.000.000. Karena ketidakdisiplinannya, BMS
mengenakan denda terhadap PT ABC sebagaimana yang telah disepakati dalam akad, yaitu
sebesar 10% dari total pendapatan margin akrual yang tertunggak. PT ABC mengakui
ketidakdisiplinannya dan bersedia membayarnya. Semua pembayaran dilakukan pada
tanggal 30 Juni 20xx.
Maka jurnal selama bulan Mei dan Juni adalah sbb:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Credit (Rp)

10/05/20xx Piutang murabahah jatuh tempo 4,500,000

Piutang murabahah 4,500,000

Margin murabahah yang ditangguhkan 750,000

Pendapatan margin murabahah – akrual 750,000

25/07/20xx Kas/Rekening nasabah - PT ABC 4,500,000

Piutang murabahah jatuh tempo 4,500,000

Pendapatan margin murabahah - akrual* 750,000

Pendapatan margin murabahah 750,000

25/07/20xx Rekening nasabah - PT ABC 75,000

Rekening dana kebajikan 75,000

Dana kebajikan = 10% x total margin akrual


= 10% x Rp. 750.000 = Rp. 75.000
(v) Pembayaran untuk melunasi piutang lebih awal dari waktu yang ditentukan
(pelunasan dini)
Misalkan pada waktu 10 Juni 20xx, PT ABC bermaksud melunasi sisa kewajibannya dengan
nilai buku Rp. 90.000.000 yang terdiri atas pokok pembiayaan sebesar Rp. 75.000.000 dan
margin yang ditangguhkan sebesar Rp. 15.000.000. Disepakati pada saat pelunasan bahwa
potongan pelunasan akan diberikan sebesar 80% dari sisa margin murabahah yang masih
ditangguhkan.
Besarnya potongan pelunasan dan margin murabahah yang akan menjadi pendapatan margin
murabahah adalah sbb :
Margin yang ditangguhkan = Rp. 15.000.000
Potongan pelunasan = 80% x Rp. 15.000.000
= Rp. 12.000.000
Pendapatan Margin Murabahah = margin yang ditangguhkan – potongan pelunasan
= Rp. 15.000.000 – Rp. 12.000.000
= Rp. 3.000.000
VARIAN DALAM TRANSAKSI MURABAHAH

1. Varian dalam kebijakan uang muka


a. Memblokir rekening nasabah sebesar nilai uang muka yang disepakati
b. Uang muka tidak diserakan pada bank,tetapi dipegang dan dibayar langsung oleh
nasabah kepada pemasok

2. Varian dalam pencatatan urbun sebagai bagian pelunasan murabahah


a. Alternatif jika rekening diblokir sebesar uang muka yang disepakati
b. Alternatif jika uang muka dipegang dan dibayarkan sendiri oleh nasabah kepada
pemasok.

3. Varian dalam pengakuan pendapatan margin


a. Alternatif: pengakuan margin murabahah saat penyerahan asset murabahah
b. Alternatif: pengakuan pendapatan hanya pada saat piutang murabahah berhasil
ditagih seluruhnya
PENYAJIAN TRANSAKSI MURABAHAH DALAM
MURABAHAH DALAM KEUANGAN
Penyajian transaksi murabahah di laporan keuangan bergantung pada rekening yang

terpengaruh oleh transaksi murabahah.berikut adalah rekening yang terpengaruh

oleh transaksi murabahah.

1. Rekening nasabah

2. Piutang murabahah

3. Persediaan aset murabahah

4. Pendapatan margin murabahah akrual dan pendapatan margin murabahah kas