Anda di halaman 1dari 16

“GANGGUAN OBSESIF KOMPULSIF” 

Pembimbing :
dr. Tri Rini Budi Setyaningsih, Sp. KJ

Disusun oleh :
Nadya Hasna Rasyida DA G4A017059

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA


RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2019
Pendahuluan

Prevalensi
Kompulsi
2.3%

Rentang usia
20 tahunan,
Obsesi
Laki laki =
perempuan
OCD
Definisi
• Suatu obsesi dan atau kompulsi
OCD • Cukup berat, mengganggu, menyebabkan distress

• pikiran, perasaan, gagasan atau sensasi yang berulang dan


mengganggu
Obsesi • Mengganggu, tidak diinginkan, berulang ulang, menetap

• Perilaku repetitif
Kompulsi • Respons dari obsesi
Epidemiologi

• 2-3% diseluruh
Awitan • 67% depresi
dunia • Laki-laki > mayor
• Asia Afrika perempuan • 25% fobia sosial
terendah • Rata rata 19.5
tahun
Prevalensi Skuele
Etiologi (Faktor Biologis)

Neurot
• Serotonin
ransmitter

Neuro
• Infeksi streptokokus beta hemolitikus grup A
imunologi

• PET (peningkatan metabolisme di lobus frontalis)


Pencitraan • CT & MRI (berkurangnya ukuran kaudatus bilateral)
Otak

• 2x lebih rentan
Genetik
Etiologi (Faktor Perilaku)

Kompulsi,
Obsesi, penurunan
ansietas ansietas
Kondisi
Obsesi = berbahaya
stimulus
Etiologi (Faktor Psikososial)

Kepribadian Psikodinamik

Tidak memiliki premorbid Regresi odipus -> psikoseksual anal

Bukan gangguan kepribadian obsesif


kompulsif
Gambaran Klinis
Kontaminasi

Obsesi kontaminasi, kompulsi kebersihan atau


menghindar

Keraguan patologis

Obsesi kekerasan, kompulsi memeriksa

Pikiran yang mengganggu

Obsesi : pikiran berulang mengenai sexual/


tindakan agresif

Simetris

Obsesi ketepatan, kompulsi keterlambatan


Diagnosis PPDGJ III

 Untuk menegakkan diagnosis pasti, gejala gejala


obsessional atau tindakan kompulsif, atau kedua-
duanya, harus ada hampir setiap hari selama
sedikitnya dua minggu berturut-turut, dan
merupakan sumber distress atau gangguan
aktivitas
Diagnosis PPDGJ III

 Gejala-gejala obsessional harus


memiliki ciri-ciri berikut :
 Harus dikenal/disadari sebagai pikiran
atau impuls dari diri individu sendiri;
 Sedikitnya ada satu pikiran atau tindakan
yang masih tidak berhasil dilawan,
meskipun ada lainnya yang tidak lagi
dilawan oleh penderita;
DIAGNOSIS PPDGJ III

 Pikiran untuk melaksanakan tindakan


tersebut diatas bukan merupakan hal yang
memberi kepuasan atau kesenangan
(sekedar perasaan lega dari ketegangan
atau anxietas tidak dianggap sebagai
kesenangan seperti dimaksud diatas);
 Pikiran, bayangan, atau impuls tersebut
harus merupakan pengulangan yang tidak
menyenangkan.
Diagnosis Banding

 Depresi berat

 Gangguan Cemas Menyeluruh

 Gangguan Tourette
Terapi

Farmakoterapi
• SSRI (fluoxentine 80 mg)
• Clomipramine

Non Farmakologi
• Terapi perilaku
• Psikoterapi
Prognosis

 20-30% pasien mengalami perbaikan gejala yang


signifikan,

 40-50% mengalami perbaikan sedang

 20-40% pasien tetap sakit atau mengalami


perburukan gejala
Daftar Pustaka
 American Psychiatric Association : Diagnostic and Statistical Manual of mental
Disorder, Fifth Edition. Arlington, VA. American Psychiatric Association; 2013.

 Chandna, P. 2015. Obsessive Compulsive Disorder (OCD) In Childhood and


Adolescence. Journal of Psychological Abnormalities in Children vol (4):3.

 Departemen Kesehatan Republik Indonesia : Pedoman Penggolongan dan


Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III, Cetakan Pertama. Departemen Kesehatan
Republik Indonesia; 1993.

 Fenske, J.L., Petersen, K. 2015. Obsessive Compulsive Disorder : Diagnosis and


Management. American Family Physician vol 92, no 10.

 Goodman, W.K., Grice, D., Lapidus, K.A.B., Coffey, B. 2014. Obsessive Compulsive
Disorder. Psychiatric Clinical of North American vol 37 (3), 257-267.

 Sadock B.J., Sadock VA. 2013. Kaplan & Sadock Buku Ajar Psikiatri Klinis. Edisi 2.
Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC