Anda di halaman 1dari 34

WARALABA

Waralaba (franchise) dipopulerkan


di negara amerika serikat, namun
asal mula kata franchise berawal
dari eropa, yaitu prancis dan
inggris. Kata franchise sendiri
bermakna”kebebasan”(freedom).
PENGERTIAN WARALABA
 Secara harfiah, waralaba berarti “hak untuk menjalankan
usaha/bisnis di daerah yang telah di tentukan”. Dalam bahasa
Prancis waralaba bermakna kejujuran atau kebebasan. Dan
Secara historis, definisi waralaba itu sendiri adalah sebagai
penjualan khusus suatu produk disuatu daerah
tertentu (seperti mesin jahit) dimana produsen memberikan
pelatihan kepada perwakilan penjualan dan menyediakan
produk informasi dan iklan, sementara
ia mengontrol perwakilan yang menjual produk di daerah yang
telah di tentukan.
 Menurut peraturan pemerintah RI no 16 tahun 1997
tanggal 18 juni 1997, pengertian waralaba
(franchising) adalah suatu bentuk kerjasama dimana
pewaralaba (franchisor) memberikan izin pada
terwaralaba (franchisee) untuk menggunakan hak atas
kekayaan intelektualnya, seperti nama, merek usaha
dagang produk dan jasa serta operasi usahanya.
Sebagai timbal baliknya , terwaralaba membayar
suatu jumlah tertentu atas pemberian dan
penggunaan hak atas kekayaan intelektual yang
dimiliki oleh pewaralaba dalam kurun waktu tertentu.
 Menurut asosiasi franchise indonesia yang
dimaksud dengan waralaba ialah suatu sistem
pendistribusian barang atau jasa kepada
pelanggan akhir, di mana pemilik merek
(franchisor) memberikan hak kepada individu /
perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan
merek, nama, sistem, prosedur, dan cara-cara
yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka
waktu tertentu meliputi area tertentu.
 Menurut Ensiklopedia Ekonomi, keuangan,
perdagangan, franchise adalah suatu
persetujuan atau perjanjian antara leveransir
dan pedagang eceran atau pedagang besar yang
menyatakan bahwa yang tersebut pertama itu
memberikan kepada yang tersebut terakhir itu
suatu hak untuk memperdagangkan produknya
dengan syarat-syarat yang disetujui oleh kedua
belah pihak.
Menurut Amir Karamoy waralaba adalah
suatu pola kemitraan usaha natara
perusahaan yang memiliki merek dagang
dikenal dan sistem menejemen , keunagan
dan pemasaran yang telah mantap, disebut
pewaralaba dengan perusahaan atau
individuyang memanfaatkan atau
menggunakan merek dan sistem milik
pewaralaba disebut terwaralaba
 MenurutPeraturan Menteri Perdagangan No.
12/2006, warlaba (franchise) adalah perikatan
antara pemberi waralaba dengan penerima
waralaba dimana penerima waralaba diberikan
hak untuk menjalankan usaha yang dimiliki
pemberi waralaba dengan suatu imbalan
berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh
pemberi waralaba dengan sejumlah kewajiban
menyediakan dukungan konsultasi operasional
yang berkesinambungan oleh pemberi waralaba
kepada penerima waralaba.
Dari pengertian tersebut, secara sederhana
dapat dipahami bahwa dalam suatu
perjanjian waralaba, ada dua pihak yang
terlibat, yaitu pemberi waralaba
(franchisor) dan penerima waralaba
(franchisee). Demikian juga, ada dua
hal yang saling ‘diperdagangkan’, yaitu
hak intelektual usaha dari si franchisor dan
franchisee dan royalty fee dari si
franchisee.
F
Memberikan imbalan
R

C
Memberikan Franchisee
H (BU/Peroran
hak
gan)
I

S .

O
Memberikan imbalan
R

Diagram 6.1 : skema defenisi waralaba


Penggolongan Franchise
 Product franchisee
Franchise jenis ini, seorang atau badan usaha penerima franchise hanya bertindak
mendistribusikan produk dari rekannya dengan pembatasan areal, seperti : pengecer
bahan bakar Shell yang telah dibagi jaringan atau divisi wilayah pendistribusiannya.
 Processing franchisee or manufacturing franchisee
Franchise jenis ini, seorang atau badan usaha pemberi franchise (franchisor) hanya
memegang peranan memberi know-how, dari suatu proses produksi, seperti : Minuman
ringan Coca Cola.
 Business formal / system franchisee
Franchise jenis ini, seorang atau badan usaha pemberi franchise (franchisor) sudah
memiliki cara yang unik dalam menyajikan produk dalam satu paket kepada konsumen,
seperti : Dunkin Donuts dan Kentucky Fried Chicken.
Bryce Webster mengemukakan 3 (tiga) bentuk
franchise, yaitu sebagai berikut:

 Product franchising
Product franchising adalah suatu franchise yang
franchisornya memberikan lisensi kepada franchise
untuk menjual barang hasil produksinya, sedangkan
franchise hanya berfungsi sebagai distributor dari
produk franchisor. Sering kali terjadi franchise
diberi hak eksklusif untuk memasarkan produk
tersebut di suatu wilayah tertentu.
 Manufacturing franchises
Manufacturing franchises adalah suatu franchise
di mana franchisor memberikan resep atau
rahasia dari suatu proses produksi. Franchise
memasarkan barang-barang itu dengan standar
produksi dan merek yang sama dengan yang
dimiliki oleh franchisor. Bentuk franchise
semacam ini banyak digunakan dalam produksi
dan distribusi minuman soft drink.
 Business format franchising
Business format franchising adalah suatu franchise
yang franchisenya mengoperasikan suatu kegiatan
bisnis dengan memakai nama franchisor. Franchise
tetap diakui sebagai anggota kelompok yang
berusaha dalam bisnis ini dan sebagai imbalan dari
penggunaan nama franchisor, maka franchise harus
mengikuti metode-metode standar pengoperasian
dan berada di bawah pengawasan franchisor dalam
hal bahan-bahan yang digunakan, pilihan tempat
usaha, desain tempat usaha, jam penjualan,
persyaratan karyawan.
Materi berikutnya

a. Jelaskan Kriteria Waralaba menurut PP No. 42 tahun 2007


b. Jelaskan Ragam Tipe Waralaba
 1. unit franchising
 2. Area Development Franchising
 3. Subfranchising
 4. conversion or affiliation franchising
 5. nontradistional franchising
Kriteria Waralaba Dalam PP No. 42 tahun
2007

a. Memiliki ciri khas usaha.


Yang dimaksud dengan “ciri khas” adalah suatu
usaha yang memiliki keunggulan atau perbedaan
yang tidak mudah ditiru dibandingkan dengan usaha
lain sejenis, dan konsumen selalu mencari ciri khas
yang dimaksud. Misalnya, sistem manajemen, cara
penjualan dan pelayanan, atau penataan atau cara
distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari
pemberi waralaba.
b. Terbukti sudah memberikan
keuntungan
 Yang dimaksud “sudah memberi keuntungan”
adalah menunjuk kepada pemberi waralaba yang
telah dimiliki kurang lebih 5 (lima) tahun dan
telah mempunyai kiat-kiat bisnis untuk mengatasi
masalah-masalah dalam perjalanan usahanya, dan
ini terbukti dengan masih bertahan dan
berkembangnya usaha tersebut dengan
menguntungkan.
c. Memiliki standar atas pelayanan
barang dan jasa yang ditawarkan yang
dibuat secara tertulis.
 Yang dimaksud adalah standar secara
tertulis supaya penerima waralaba
dapat melaksanakan usaha dalam
kerangka kerja yang jelas dan sama
(standar operasional kerjanya).
d. Mudah diajarkan dan diaplikasikan

 Yang dimaksud dengan “mudah diajarkan dan


diaplikasikan” adalah mudah dilaksanakan
sehingga penerima waralaba yang belum memiliki
pengalaman atau pengetahuan mengenai usaha
sejenis dapat melaksanakannya dengan baik
sesuai dengan bimbingan operasional dan
manajemen yang berkesinambungan yang
diberikan oleh pemberi waralaba.
e. Adanya dukungan yang
berkesinambungan.
Yang dimaksud dengan “dukungan yang
berkesinambungan” adalah dukungan
dari pemberi waralaba secara terus
menerus seperti bimbingan operasional,
pelatihan, dan promosi.
f. Hak dan kekayaan intelektual yang telah
terdaftar.
 Yang dimaksud dengan “hak kekayaan intelektual
yang telah terdaftar” adalah hak kekayaan
intelektual yang terkait dengan usaha seperti
merek, hak cipta, hak paten, rahasia dagang
sudah di daftarkan dan mempunyai sertifikat atau
sedang dalam proses pendaftaran di instansi yang
berwenang.
Ragam Tipe Waralaba

a. unit franchising
 bentuk waralaba ini adalah yang paling umum.
Dalam unit franchise, pewaralaba memberikan
hak kepada terwaralaba untuk menjalankan
sejumlah satu (single) bisnis waralabanya dalam
lokasi atau daerah yang telah ditentukan. Ada dua
pihak yang berkepentingan dalam bentuk ini,
yaitu pewaralaba dan terwaralaba.
b. Area Development Franchising
 Dalam area development franchising, pewaralaba
memberikan hak kepada terwaralaba (area developer)
suatu daerah tertentu yang harus dikembangkan.
Terwaraaba tersebut memiliki hak dan kewajiban untuk
membuka dan mengoperasikan sendiri sejumlah unit
waralaba tertentu sesuai dengan jadwal rencana
pengembangan yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika
target jadwal rencana pengembangan waralaba yang
bersangkutan tidak tercapai, pewaralaba akan
memutuskan kontrak perjanjian pengembangan waralaba
pada daerah tersebut. Namun unit waralaba yang telah
berdiri tetap dapat dioperasikan oleh terwaralaba.
c. Subfranchising
 Subfranchising kadang disebut juga master
franchising, sifatnya mirip dengan area
development franchising, hanya saja waralaba ini
melibatkan tiga pihak. Perbedaannya pada bentuk
waralaba ini franchisee memiliki pilihan antara
membuka sendiri unit waralabanya atau menjual
kembali unit waralaba kepada pihak ke-3, selama
tujuan pengembangan waralaba dalam suatu
daerah dapat tercapai. Bentuk kesepakatan ini
umum digunakan oleh sistem waralaba
internasional.
d. conversion or affiliation franchising
 Bentuk waralaba ini terjadi jika seorang pemilik
dari suatu bisnis yang telah berjalan ingin
berafiliasi dengan suatu jaringan waralaba yang
telah terkenal. Tujuannya adalah agar bisnis
tersebut dapat memanfaatkan keuntungan dari
merek terkenal dan juga sistem operasi dari
jejaring waralaba yang bersangkutan. Dalam
affiliation franchising ini, terwaralaba biasanya
diperbolehkan untuk tetap menggunakan merek
lama yang telah mereka miliki diikuti dengan
merek terkenal dari sang pewaralaba. Bentuk
waralaba ini banyak diterapkan di industry hotel.
e. nontradistional franchising

 Pada bentuk waralaba ini, pewaralaba


menjual waralabanya untuk ditempatkan
pada tempat-tempat tertentu yang khusus.
Misalkan, suatu unit waralaba yang dijual di
dalam lokasi bisnis milik orang lain. Dalam
hal ini pewaralaba membuat dua perjanjian
dengan terwaralaba dan perjanjian dengan
pemilik bisnis.
Konsep Dasar Bisnis Waralaba

 menurut International Franchise Associatio,


franchise atau waralaba pada hakikatnya memiliki
tiga elemen, yaitu merek, sistem bisnis, dan
biaya.
merek

 merek , dalam setiap perjanjian waralaba, sang


pewaralaba selaku pemilik dari sistem
waralabanya memberikan lisensi kepada
terwaralaba utnuk menggunakan merek
dagang/jasa dan logo yang dimiliki oleh
pewaralaba
sistem bisnis

 sistembisnis, keberhasilan dari suatu


organisasi waralaba tergantung dari
penerapan sistem / metode bisnis yang
sama antara pewaralaba dan terwaralaba.
Sistem bisnis tersenut berupa pedoman
yang mencakup standarisasi produk,
metode untuk mempersiapkan atau
mengplah produk atau jasa , standar rupa,
dan fasilitas bisnis
biaya (fees)

 biaya (fees) , dalam setiap format bisnis


waralaba, sang pewaralaba baik secara langsung
atau tidak langsung menarik pembayaran dari
terwaralaba atas penggunaan merek dan atas
partisipasi dalam sistem waralaba yang
dijalankan. Biaya biasanya terdiri atas biaya awal,
biaya royalti, biaya jasa, biaya lisensi dan atau
biaya pemasaran bersama.
biaya (fees)

1. Pihak-pihak
yang terkaiit dalam waralaba
sifatnya berdiri sendiri.
2. Perbedaan sistem waralaba dengan sistem
reseller.
3. Bentuk bisnis waralaba
yang dapat diminta dari franchisor oleh
franchisee
 Brand name yang meliputi logo,peralatan,dan
lain-lain
 Sistem dan manual oprasional bisnis
 Dukungan dalam beroprasi karena franchisor
memiliki pengalaman yang lebih luas serta
membina banyak franchise yang baru
 Pengawasan (monitoring).
 Penggabungan promosi/joint promotion
untuk sampai kepada bentuk kerjasama yang saling
menguntungkan kedua belah pihak, hubungan
franchisee dengan franchisor memerlukan
 penerimaan total terhadap visi, misi dan nilai bersama, baik oleh
franchisor, franchisee dan staf mereka masing-masing.
 Rasa saling mempercayai dan menghargai
 Hak dan kewajiban yng terdefinisi jelas
 Mempraktikan komunikasi yang baik di semua tingkat
 Memiliki dedikasi pada keberhasilan jangka panjang
 Saling memberi dukungan pada masa yang baik maupun yang buruk
 Memberikan kontribusi pada pertumbuhan melalui umpan balik, riset dan
pengmbangan serta promosi berkelanjutan.
skema bisnis waralaba