Anda di halaman 1dari 15

FARMAKOLOGI 2

“ANALGETIK”

KELOMPOK :
1. ANGGUN PRADINI
2. DWI OKTAVIANI
3. FAHMI AFRIZAL . F
4. LIDYA AYU . F
5. KHOZANAH
TUJUAN

• Untuk mengetahui mekanisme kerja obat analgesic


• Untuk mengetahui efek obat analgesic
• Untuk mengetahui % proteksi analgesik
ANALGESIK

Analgetika atau obat penghilang nyeri adalah zat-zat


yang menghalau rasa nyeri tanpa menghilangkan
kesadaran. nyeri merupakan suatu perasaan pribadi dan
ambang toleransi nyeri yang berbeda-beda bagi setiap
orang.
PENGGOLONGAN OBAT ANALGETIK

1.

ANALGETIK OPIOID

Penggunaan Analgetik Opioid :

Meredakan atau menghilangkan rasa nyeri.


tetapi semua analgetik apioid menimbulkan adiksi /
ketergantungan.
2.

ANALGETIK NON OPIOID

Obat analgetik non opioid digunakan untuk :

1. Meringankan atau menghilangkan rasa nyeri tanpa


mempengaruhi ssp/ menurunkan kesadaran juga
tidak menimbulkan ketagihan.
2. diberikan untuk nyeri ringan sampai sedang, nyeri
kepala, gigi, otot / sendi, perut, nyeri haid, dan
akibat benturan.
Golongan Analgesik-antipiretik

Salisilat Asam mefenamat

Asetaminophenum Pirazolon
Mekanisme kerja Analgetik
Opioid

Dalam menghambat enzim sikloogsigenase


dalam pembentukan prostaglandin yang dikaitkan
dengan kerja analgetiknya dan efek sampingnya.
Kebanyakan analgetik OAINS diduga bekerja diperifer.
Mekanisme kerja Obat
Analgesik Non-Narkotik

Mekanisme umum dari analgetik


jenis ini adalah mengeblok pembentukan
prostaglandin dengan jalan menginhibisi
enzim COX pada daerah yang terluka
dengan demikian mengurangi pembentukan
mediator nyeri.
EFEK SAMPING OBAT
ANALGETIK
Gangguan
Saluran Cerna

Gangguan
Hati (hepar)

Gangguan
Ginjal

Reaksi
Alergi
ALAT DAN BAHAN YANG
DIGUNAKAN
1. Alat Yang digunakan
• Sonde
• Suntikan (Spluit)
• Lap
• Sarung tangan
• Masker
• Beaker Glass
• Batang Pengaduk
• Gelas Ukur 2. Bahan yang digunakan
• Aquadest
• Antrain
• Mencit
• Tikus
• Asam Asetat
Cara Kerja

Ukur Tensi Masing


masing Tikus

Suntikan dengan Pada Vena


Efineprine

Kemudian ukur tensi Suntikan Obat kembali


selang 10’, 20’, dan
30’

K- K+

Aqua Pro Ijeksi Furosemide


Hasil Pengamatan

Manusia (70 kg) = 500 mg


Tikus = 0,018 x 500 mg
= 9 ml 9 gr/ml
Antrain 500 mg/ ml
1 ml Antarin = 55,6 ml (Aquadest)
Mencit = 0,0026 x 500 mg
= 1,3 ml/0,1 (10x) = 13/1 ml
Antrain 500 mg/ ml
1 ml Antrain 500/13 = 38,46 ml (Aquadest)

Asam Asetat = 99/3 = 32,6 ml (Aquadest)


= 1 ml ( untuk Tikus Putih) 0,3 (untuk mencit)

Aquadest = 1 ml ( untuk Tikus Putih) 0,3 (untuk mencit)


Antrain = 1 ml ( untuk Tikus Putih) 0,3 (untuk mencit)
Tabel 1. Tabel pengamatan analgetik pada hewan uji Tikus
Cium tangan/ menjilat tangan

TIKUS BB Tikus Menit 15” Menit 30” Menit 45” Menit 60”
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5

200gram 12 13 11 - - - - - - - - -

Kontrol (-)
190 gram 21 9 5 - - - - - - - - -

200 gram - - - - - - - - - - - -

Kontrol (+)
240 gram - - - - - - - - - - - -
Tabel 2. Tabel pengamatan analgetik pada hewan uji Mencit (Mus
musculus)

Menggeliat

Perlakuan BB Mencit Menit 15” Menit 30” Menit 45” Menit 60”

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5

16,60 gram 1 - - - - - - - - - - -

Kontrol (-)
17,56 gram - - - - - - - - - - - -

19,84 gram - - - - - - - - - - - -

Kontrol (+)
18,51 gram - - - - - - - - - - - -
KESIMPULAN
Analgetik adalah senyawa yang dalam dosis terapeutik dan
meringankan atau menekan rasa nyeri, tanpa memiliki kerja anastesi
umum. Pemberian obat secara pariental untuk mencit dan subkutan
untuk Tikus. Pemberian asam asetat untuk 4 ekor tikus putih dan 4
untuk mencit untuk meberikan efek nyeri pada keduanya.
Pemberian aquadest untuk mencit dan tikus tidak efektif
memberikan efek tenang akan tetapi masih menimbulkan rasa nyeri
dengan ditunjukannya menjilat atau mencium tangan tikus putih itu
sendiri. Dan juga mencit yang secara langsung 1 kali tikus itu
menggeliat.
Pada pemberian antarain untuk mencit dan tikus efektif
meredakan nyeri pada keduanya. Tikus putih dan mencit tidak
menunjukan rasa sakitnya dengan menggeliat atau mencium
tangannya sendiri.