Anda di halaman 1dari 14

Drug Induced Hepatitis

Mutiara Syaflina
H1AP14026
Pendahuluan
• Hati merupakan organ lintas pertama dari obat yang diabsorpsi dari mukosa
lambung dan mukosa usus halus, sebelum mencapai bagian tubuh lainnya.
• Obat akan mengalami biotransformasi oleh hati.
• Hati memiliki risiko tinggi mengalami intoksikasi oleh obat-obatan.
Metabolisme Obat di Hati
• Metabolisme obat atau biotransformasi terjadi di mikrosom sel melalui
sistem enzim yang kompleks.
• Terdapat 2 tahap metabolisme obat:
- Aktivasi (oksidasi, reduksi, dan penambahan gugus hidroksil)
- Detoksifikasi (tahap konjugasi)
Metabolisme Obat di Hati
Aktivasi Metabolik
Obat
metabolit nontoksik

Membentuk
makromolekul

Sitotoksik Mutagen Antigen

Nekrosis Karsiogenik Teratogenik Fenomena imunologis


Faktor-faktor yang Memengaruhi metabolisme obat
di mikrosom hati
• Penurunan aktivitas sesuai dengan pertambahan umur
• Kurang gizi
• Terjadinya kompetisi dalam metabolisme obat pada penggunaan obat
kombinasi
• Penderita penyakit hati
7 Dasar Mekanisme Kerusakan Hati
• Berhubungan langsung atas proses metabolisme di hati
• Kerusakan sel hati oleh efek toksik obat (nekrosis)
• Kerusakan sel hati akibat reaksi imunologi
• Karsinogenik/mutagenik
• Berhubungan dengan aliran darah ke hati
• Transmisi oleh infeksi
• Penyakit hati sebelumnya
Gejala
• Ikterus • Dare
• Lelah • Urin seperti air teh
• Nafsu makan turun
• Nausea Dapat ditemukan juga peningkatan tes
• Vomitus fungsi hati dah hepatomegali

• Abdominal pain
Beberapa obat yang dapat menyebabkan
kelainan hati
• Aspirin • Metotreksat
• Asetaminofen • Kloramfenikol
• Isoniazid • Halotan
• Rifampisin • Ampisilin
Hepatotoksisitas Obat Anti Tuberkulosis
• Isoniazid
Efek toksik disebabkan oleh metabolisme asetilat menjadi asetil isoniazid dan asetil
hidrazin
• Rifampisin
Disekresi melalui saluran empedu. Obat ini menyebabkan hiperbilirubinemia
(terkonjugasi maupun tidak terkonjugasi).
• Pirazinamid
Berhubungan dengan penghambat CYP450 sehingga meningkatkan radikal bebas dan
berhungan dengan toksisitas hati
Diagnosis Drug Induced Hepatitis
Ikterus atau gejala
kerusakan hati lain

Adanya penggunaan obat-obatan


Anamnesis: riwayat pemakaian obat, transfusi, kontak hepatitis
PF: ikterus, hepatomegali, ascites, spider nevi, eritema palmar, ruam

Periksa: bilirubin total, bilirubin direct, SGOT/SGPT, fosfatase


alkali, GGT, albumin, globulin, PTT, diffcount (eosinofil)

Kolestasis Hepatoselular

Singkirkan: kelainan ekstra hepatal Singkirkan: hepatitis virus,


saluran empedu (USG) mononukleosis infesiosa, TORCH

Suspected DRUG INDUCED HEPATITIS


Terapi
• Pada Drug Induced Hepatitis tidak ada terapi khusus. Umumnya sembuh
spontan bila obat dihentikan
• Terapi simtomatis dan suportif
• Pada kasus berat perlu dipertimbangkan transplantasi hati untuk
memperpanjang harapan hidup
Prognosis
• Umumnya prognosis baik, tetapi pada nekrosis hati yang masif sering
berakibat kegagalan hati sehingga prognosis menjadi buruk
Daftar Pustaka
• Bayupurnama, P. (2014) ‘Hepatotoksisitas Imbas Obat’, in Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. VI.
Jakarta: InternaPublishing, pp. 2007–2012.
• Ikatan Dokter Anak Indonesia (2015) Buku Ajar Gastroenterologi Hepatologi. IV. Badan
Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.
• Ramappa, V. and Aithal, G. P. (2013) ‘Hepatotoxicity Related to Anti-tuberculosis Drugs:
Mechanisms and Management’, Journal of Clinical and Experimental Hepatology. Elsevier
Ltd, 3(1), pp. 37–49.
TERIMA KASIH