Anda di halaman 1dari 38

SAFETY BEHAVIOR TECHNICAL

COMPETENCY (SBTC)
&
PROJECT INDUCTION

PIPELINE REPAIR AND REPLACEMENT PROJECT (PRRP)2018


2. KEY PERFORMANCE INDICATOR

LAGGING INDICATOR LEADING INDICATOR

NO OBJECTVES DESCRIPTION TARGET NO OBJECTVES DESCRIPTION TARGET


1 Fatality 0 2 / Prs / Ons
1 Observation Card (Tuntas / TeLiTi)
4 / Prs / Offs
2 Lost Time Injury (LTI) 0
2 HSSE Audit 1/Project
3 Medical Treatment Injury (MTI) 0 New Employee
3 HSSE Induction
4 First Aid Injury (FAI) 0 include Visitor
Session/ hours
5 Total Recordable Injury Rate (TRIR) 0 4 HSSE Training
as per matrix
1/ Day/
6 Property Damage 0
YARD&SITE
5 Daily Safety Meeting
7 Environmental Damage / Oil Spill 0 (for all working
area)
6 Weekly Safety Talk 1/Week
Management Walk Through / Site 1x at Yard
7
Visit 1x at Offshore
1/ Month/
8 Emergency drills YARD/ SITE as
per drill plan
9 HSSE Inspections Weekly
1. Project Scope of Work

Pipeline Repair and Replacement Project (PRRP) is intends to maintain


COMPANY base production as well as to get additional production to
support PHE ONWJ Sales and Purchase Agreement to Customer.

The Pipeline Repair and Replacement Project is located at Offshore North-


West Java approximately 80 - 200 KM from North-East of Jakarta.

The figure below shows the location of KLB-KLA-LLB-LPRO-LCOM PRRP


(Latitude: 06o 02’ 29.773” S and Longitude: 107o 31’ 04.987” E):
3. PROJECT HSSE CHARTER
TARGET
Visi kami adalah menyelesaikan proyek ini secara aman dengan kualitas yang baik dalam waktu dan
biaya yang disepakati tanpa merusak atau membahayakan Manusia, Aset, Keamanan, Lingkungan dan
Reputasi PERUSAHAAN dan KONTRAKTOR
Langkah kami akan didasari oleh prinsip “KESELAMATAN UNTUKKU, KESELAMATAN UNTUK
ANDA KESELAMATAN UNTUK SEMUA”
 “Tidak ada pekerjaan penting dimana kita tidak dapat menyelesaikannya dengan aman” dan hentikan pekerjaan jika
ada perilaku atau kondisi yang tidak aman dan di laporkan ke dalam TUNTAS card agar setiap pekerja dapat
melakukan perbaikan mencegah kejadian tersebut terulang kembali dan dapat berbagi pengalaman.
 Berkomitmen dalam mengimplementasikan dan memastikan bahwa K3LL adalah prioritas utama dalam setiap
aktivitas pekerjaan.
 Menunjukkan kerjasama yang baik demi mencapai target dan tujuan proyek kita bersama.
 Menunjukkan kepemimpinan dan bertindak sebagai teladan dalam mempromosikan budaya K3LL dengan
memahami risiko, memiliki kontrol dan rencana mitigasi serta menyediakan sumber daya yang tepat guna.
 Terdokumentasinya rencana kerja, penilaian risiko, prosedur kerja dan rencana tanggap darurat yang spesifik untuk
pekerjaan yang terencana dengan jelas dan adanya bukti telah dibahas serta disampaikan kepada seluruh tim kerja
yang terlibat.
 Melampirkan bukti kesiapan perlengkapan dan peralatan, perangkat keamanan, diverifikasi dengan sertifikat, riwayat
pemeliharaan, pemeriksaan fungsional dan pengujian.
 Memastikan bahwa hanya pekerja dan pengawas yang kompeten dan terampil dengan pelatihan, sertifikasi dan
berpengalaman yang akan terlibat dalam pekerjaan.
 Mengimplementasikan pengawasan pekerjaan, penilaian risiko, dan rencana tanggap darurat sebagai kewajiban
untuk bekerja di lapangan.
 Memelihara housekeeping yang baik secara berkelanjutan dan dapat mengendalikan segala potensi bahaya.
 Secara khusus, kami memastikan untuk mengikuti “PHE ONWJ 8 Life Life Saving Principle” dan kami sangat
berhati-hati mengawasi semua aktivitas kerja kami.
4. PHE ONWJ REGULATION
3 Golden Rules PERTAMINA
Berlaku untuk pekerjaan di lokasi PHE ONWJ
5. PHE ONWJ REGULATION

CONTROL OF WORK POLICY


Pekerjaan tidak akan dimulai dan dilaksanakan sebelum kajian resiko
dibuat dan didiskusikan oleh team pelaksana.

Pekerjaan hanya boleh dilakukan oleh pelaksana yang kompeten dan


di training untuk spesifik pekerjaan tersebut.

Alat pelindung diri harus dipakai sesuai dengan resiko pekerjaan atau
sesuai dengan ketentuan minimum dari kebijakan lokal.

Tanggap darurat harus dibuat dan dicoba sesuai dengan kajian resiko
kecelakaan yang mungkin terjadi.

Selalu upayakan sosialisasi untuk berani menghentikan/“STOP”


pekerjaan yang tidak aman (un-safe) – laporkan semua kecelakaan
sekecil apapun ke supervisor.
3 Pertanyaan Kunci sebelum memulai
pekerjaan
(Kaji risiko personal sebelum memulai pekerjaan)

Berlaku bagi pekerja di wilayah operasi PHE ONWJ


COMMIT to STOP INCIDENT
(Campaign untuk menekan angka insiden)

Kenali Hazard sekitar lingkungan kerja

Jangan Meremehkan Resiko walau


ahli atau biasa melakukan

Tingkatkan Observasi keselamatan dan


Pengawan pekerjaan
5. CONTROL OF WORK

Suatu sistem yang dibuat untuk dapat memastikan


pekerjaan dilakukan dengan BAIK dan AMAN serta
sesuai dengan prosedur-prosedur yang telah di buat
dan disepakati oleh CTR & CPY

Terdiri dari:
- Penilaian Resiko (L2RA)
- Ijin Kerja (PTW)
- Personnel Competency (PA, AGT, Fire Watcher, dll)
- Sertifikasi dan Inspeksi ( Rigger, Scaffolder)
- Audit ( PJA, WIP, FE)
- Dll.
IDENTIFIKASI BAHAYA & PENILAIAN RESIKO KERJA (TRA)
Identifikasi bahaya dan Penilaian resiko kerja atau Task Risk
Assessment (TRA) akan menggunakan sistem yang di
implementasi kan oleh PHE ONWJ saat di Offshore.

Activity and Location CTR JRA CPY TRA


System System
Yard (Fabrication) X -
Green field(Pipeline and/or activity - X
outside 500m restricted radius of
existing PHE ONWJ Facility
Brown Field (Pipeline/or activity inside - X
500m restricted radius of existing PHE
ONWJ Facilities
BAGIAN-BAGIAN DAN JENIS-JENIS TRA

TRA terdiri dari 2 bagian utama, yaitu;

1. L1RA
2. L2RA
o Normal Risk Assessment
o Operational Risk Assessment (ORA)
o Isolation Risk Assessment (IRA)

- L1RA adalah penilaian resiko dari pekerjaan dengan kategori bahaya rendah
tanpa perlu melakukan pencegahan kaji resiko lebih mendalam. L1RA ini
sudah tersedia di checklist pada kolom Work Permit (kolom 2).

- L2RA adalah penilaian resiko kerja untuk pekerjaan yang beresiko tinggi dan
penilaian resiko L1RA belum memadai, form L2RA ini menggunakan form
standar dari PHE ONWJ.
Level 1 Risk Assessment (L1RA)

L1RA yang sudah tersedia di dalam PTW bridging (kolom no.2)


L2RA form front sheet (lembar awal)
L2RA Work sheet (lembar kerja)
6. PERMIT TO WORK (PTW) / IJIN KERJA

Sebelum memulai pekerjaan, terutama pekerjaan Anchor Job,


Lifting dan Hot Work harus di lengkapi dengan ijin Kerja (PTW),
Adapun ijin kerja yang digunakan tersebut mengacu pada tabel
di bawah ini;
Activity and Location CTR COW CPY COW COW
System System Bridging
Yard (Fabrication) X - -
Green field(Pipeline and/or - - X
activity outside 500m
restricted radius of existing
PHE ONWJ Facility
Brown Field (Pipeline/or - X -
activity inside 500m restricted
radius of existing PHE ONWJ
Facilities
IJIN KERJA / PTW PHE ONWJ

IJIN KERJA / PTW BRIDGING


7. PENANGGUNG JAWAB IJIN KERJA (PTW)

Ijin Kerja (PTW) PHE ONWJ


Ijin Kerja (PTW) PHE ONWJ
No. Posisi dalam COW
MEINDO PHE ONWJ
1 Performing Authority (PA) X
2 Area Authority (AA) X
3 Site Controller (SC) X

Ijin Kerja (PTW) Bridging


Ijin Kerja (PTW) Bridging

No. Posisi dalam COW PHE ONWJ


MEINDO
(Counter Sign)
1 Performing Authority X
2 Area Authority X
3 Site Controller X X
8. PEKERJAAN RESIKO TINGGI
Beberapa pekerjaan yang akan dilakukan di Project ini masuk
dalam kategori PEKERJAAN RESIKO TINGGI (HIGH RISK)
antara lain sbb;

 Operasi pengangkatan (Lifting operation).

 Pekerjaan panas (Hot work).

 Bekerja di ketinggian (Working at height).

 Bekerja diruang terbatas (Confined space entry).

 Penyelaman (Diving operation).

 NDT and Pre-comm. – Commissioning.

 Simultaneous Operations / Pekerjaan Simultan (SIMOP).


 Operasi pengangkatan (Lifting Operation)

Pekerjaan ini tergolong pekerjaan dengan resiko tinggi karena


tingkat keparahan nya bisa sampai PERMANENT DISABILITY
(cacat permanen) atau bahkan FATALITY (kematian).

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pekerjaan ini


adalah;

 Sertifikasi alat angkat dan alat bantu angkat (lifting gears).


 Sertifikasi dan assessment untuk Crane Operator , Rigger dan
Signalman.
 Ijin kerja (PTW) Cold Work Permit.
 Rencana operasi pengangkatan (Lifting Plan).
 Pre-job meeting.
 Signalman.
 Tagline.
 Akses aman tersedia (Safe access).
 Inspeksi berkala dan COLOR CODING system.
 Pekerjaan Panas (HOT WORK)

Pekerjaan panas atau HOT WORK adalah jenis pekerjaan yang


akan banyak kita lakukan dan pekerjaan ini sangat beresiko
terhadapa potensi KEBAKARAN dan bahkan LEDAKAN dengan
tinggkat keparahan CACAT atau FATALITY.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pekerjaan ini


adalah;

 Ijin kerja panas (Hot Work Permit).


 Penggunaan PRESSURIZED WELDING HABITAT untuk api
terbuka (open flame).
 Gas test oleh AGT secara inisial dan kontinyu.
 Standby FIRE WATCHER.
 Standby APAR dan atau Hydrant.
 Jalur evakuasi tersedia.
 Tim tanggap darurat.
 Bekerja di ketinggian / Working at Height (WAH)

Bekerja di KETINGGIAN adalah pekerjaan yang dilakukan di atas


elevasi yang berbeda atau di tempat yang tinggi, misalnya
pemasangan PERANCAH atau SCAFFOLDING dan pekerjaan yang
di lakukan oleh tim Konstruksi, misalnya memasang Pipa atau
Struktur di ketinggian.

Pada saat pemasangan, modifikasi atau pembongkaran


SCAFFOLDING, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan;

 Sertifikasi dan assessment Assessor Scaffolding dan Scaffolder.


 Ijin kerja (PTW) Cold Work Permit.
 Standby Self-retrical Lifeline (SRL).
 Melakukan pengecekan tekanan darah (blood pressure test)
secara berkala.
 Memasang BARRICADE di area kerja.
 Bekerja di ruang terbatas (Confined Space Entry)

Bekerja di RUANG TERBATAS adalah pekerjaan yang dilakukan


dengan kondisi TEMPAT dan AKSES terbatas serta bukan pekerjaan
rutin yang berpotensi dan beresiko KEKURANGAN OKSIGEN,
terhirup GAS BERACUN dan bahaya-bahaya yang lain, meliputi
bekerja didalam Pipa, Tanki/vessel dan atau bekerja didalam
PRESSURIZED WELDING HABITAT.

Hal-hal yang harus persiapkan adalah sbb;

 Ijin kerja ruang terbatas (CSE Permit).


 Gas test oleh AGT secara inisial dan kontinyu.
 Standby Watchman.
 Standby SCBA.
 Alat sirkulasi udara (blower).
 Stanby Paramedic dan alat-alat emergency.
 Daftar dan catatan yang masuk/bekerja diruang terbatas.
 Pressurized Welding Habitat

Pressurized Welding Habitat adalah suatu tempat yang didesain


dan dirancang agar dapat melakukan pekerjaan panas atau api
terbuka diarea proses atau Platform yang beroperasi (live) yang
terdiri dari beberapa modul atau panel-panel yang dirangkai dan
ditopang oleh perancah/scaffolding.

Hal-hal yang harus persiapkan adalah sbb;

 Ijin kerja (PTW) CSE Permit.


 Pekerja yang bersertifikat dan sudah di assessment dan di
otorisasi.
 Teknisi yang sudah terlatih.
 Alat sirkulasi (blower).
 Gas detektor.
 Stanby Paramedic dan alat-alat emergency.
 Daftar dan catatan yang masuk/bekerja diruang terbatas.
 Penyelaman (Diving Operation)

Diving operation atau penyelaman adalah salah satu ekerjaan dengan


resiko tinggi juga, karena harus direncanakan dengan baik dan dengan
persyaratan serta didukung oleh peralatan yang memadai pula serta
dilengkapi ijin kerja (PTW) Cold Work Permit.

Adapun hal tersebut antara lain;

 Diver atau penyelam yang terlatih dan bersertifikasi dengan standar


penyelaman internasional.
 Alat-alat pendukung yang bersertifikat dan di inspeksi secara berkala,
yaitu:
 LARS
 Chamber, Compressor, O2 bottle dan gas mixing lain nya.
 Umbilical lengkap dengah air dive nya
 Diver suit
 Life line dan tangga darurat
 Lead Diver
 Standby Diver
 Tenaga medic dan teknisi yang terlatih dan bersertifikat
 Dll.
 NDT dan Pre-comm. - Commissioning

Pekerjaan Pre-commissioning dan Commissioning ini dilengkapi ijin kerja


(PTW) Cold Work Permit dan dikategorikan pekerjaan BAHAYA TINGGI
karena berhubungan dengan Bahaya-bahaya seperti;

 Bahaya LISTRIK
Yaitu pada saat melakukan Megger test dan atau penyambungan jalur
listrik/alat instrumen baru ke jalur listrik/alat instrumen Platform yang
masih beroperasi (live)

 Bahaya TEKANAN pada saat melakukan pekerjaan;


 Cleaning/Flushing
 Hydro test
 Pneumatic test
 Drying
 Leak test and Reinstatement

 Bahaya RADIASI saat melakukan pekerjaan RADIOGRAPHY


 Simultaneous Operation / Operasi Simultan (SIMOP)

Operasi Simultan atau SIMOP ini adalah 2 atau lebih pekerjaan yang
dilakukan secara bersamaan atau berdekatan dan bahaya serta resiko
nya saling mempengaruhi, sehingga pekerjaan ini dikategorikan pekerjaan
BAHAYA TINGGI, misalnya contoh seperti di bawah ini;

 Pekerjaan Panas/Hotwork (Pengelasan, Penggerindaan dan


pemotongan pipa/plat) di lakukan bersamaan atau berdekatan dengan
pekerjaan Painting/Pengecetan, ini tidak boleh dilakukan karena akan
terjadi resiko kebakaran/ledakan.

 Pekerjaan Lifting/Pengangkatan yang melewati area Pekerjaan


lainnya, misalnya pemasangan Perancah/Scaffolding, Diving atau
yang lain nya, hal ini juga tidak boleh dilakukan karena beresiko
tertimpa benda yang sedang di angkat tersebut.
9. PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE)

Entering into work place, ensure employee has already used Standard PPE as per
requirement, such as :
• Long sleeve work outfit/ Uniform (Mandatory FRC for Offshore).
• Helmet/safety hat with chin strap.
• Safety Glasses.
• Safety Shoes.
• Hand Gloves.
• Ear Protector.

Use specific PPE for work that has been assessed with risk analysis, such as :
• Full body Harness (fork work at height).
• Mask.
• Respirator or Breathing Apparatus (SCBA).
• Face shield.
10. ENVIRONMENTAL & WASTE CONTROL

Waste Segregation Policy


11. SECURITY MANAGEMENT

Kebijakan Keamanan;
Dilarang membawa/mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol

Dilarang membawa sejata tajam dan sejata api

Dilarang Bermain Berjudi

Dilarang berkelahi dan mengambil barang properti kantor


12. EMERGENCY FLOW CHART
Continue…

Muster Point Arrangement


13. PERSONNEL TRANSFER

Secara umum metode Transfer Personnel pada saat dari dan ke Kapal
atau Platform adalah sbb;

• Transfer Personnel Menggunakan Jumping Rope/Tali


• Transfer Personnel Menggunakan Personnel Basket / Frog
• Transfer Personnel Menggunakan Gangway

Stop Activity
No. Description
Max. Wind Speed Max. Wave

Transfer using Personnel Transfer


1 20 knot 2 mtr
Basket ( Frog)

2 Transfer using Jumping Rope 20 knot 1.5 mtr

3 Transfer using Gangway 20 knot 2.5 mtr


14. OBSERVATION CARD
TUNTAS CARD (OFFSHORE ACTIVITIES)

704
TUNTAS CARD CODES

704

- Tuliskan Nama & Posisi


karena ada nama yang sama.

Note:

- Kode aktivitas PRRP 2018


Project; 704
15. General Site Requirement

 Dilarang membawa Korek Api (disediakan Lighter), Alat-alat


Pancing, Senjata tajam (Pisau, dll).
 Dilarang membawa dan menggunakan HP di area Platform.
 Dilarang merokok diluar akomodasi, Kecuali ditempat yang telah
ditentukan yang berada di AWB dan DLB
 Dilarang memakai perhiasan saat bekerja.
 Dilarang berkelahi dan berjudi.
 Dilarang menggunakan kamera dan alat elektronik di atas
Platform, kecuali seijin OIM dan sudah memiliki izin kerja( PTW).
 Di wajibkan berpegang handrail saat naik-turun tangga.
 Dilarang buang Sampah sembarangan, Buanglah sesuai jenisnya.
Continue…

 Dilarang merubah atau memindahkan/merusak fungsi dari alat-


alat keselamatan, seperti APAR, Gas detector, dll.
 Dilarang menggunakan Shampoo/sabun sachet, bawa yang
botolan.
 Jika dalam masa perawatan dan sedang terapi obat, harus
melapor ke Dokter yang bertugas.
 Menggunakan Sandal tertutup (untuk dipakai dalam akomodasi).
 Makan hanya di dinning room dan gunakan pakaian yang bersih.
 Disiplin terhadap Jam kerja dan istirahat sesuai yang telah
ditentukan.
 Jangan terpengaruh terhadap orang lain.
- END OF SLIDE –

TERIMA KASIH