Anda di halaman 1dari 9

Marliya Ulfa

 Daerah pesisir di wilayah di Indonesia khususnya di Kota


Mataram , Nusa Tenggara Barat mengalami dampak buruk dari
kenaikan permukaan air laut, badai yang meningkat, banjir dan
perubahan iklim. Indikasi perubahan iklim ini di amati dari
perubahan pola curah hujan rata-rata di beberapa wilayah di
Mataram.
 Guna mengidentifikasi perubahan pola curah hujan jangka
panjang di Mataram, BMKG mengeluarkan Informasi Perubahan
Normal Curah Hujan dalam bentuk data.
 Dalam melakukan perhitungan, digunakan metode analisis
regresi linier berganda. Analisis regresi merupakan suatu cara
yang dapat digunakan untuk mengetahui hubungan sebuah
variabel tak bebas (regressand) dengan sebuah atau lebih
variabel bebas (regressor).
 Penelitian Irwan Budiman dan Artesya Nanda
Akhlakulkarimah dalam judul “Aplikasi Data Mining
Menggunakan multiple Linear Regression untuk
pengenalan pola curah hujan. Regresi Linier telah
berhasil menghubungkan yang ada antara jumlah
hari hujan dengan curah hujan berpengaruh sangat
kuat.
 Penelitian yang dilakukan oleh Yogi Apriantoro dalam
judul “Analisa pengaruh cuaca terhadap perubahan
beban elektris PLN untuk perkiraan penyediaan beban
harian pada wilayah Jakarta Banten”, Regresi Linier
berganda telah berhasil melihat hubungan yang
signifikan antara pembebanan daya harian PLN
sebagai variabel dependent dengan ketiga faktor
cuaca sebagai variabel independent.
◦ penelitian ini adalah data curah hujan rata-rata
perhari.
◦ Metode yang digunakan metode regresi
menggunakan excel
◦ Sampel dalam penelitian ini yaitu data curah hujan
rata-rata perhari selama 5 tahun dari bulan januari
2013 s.d. Desember 2018.
suhu setiap tahunnya mengalami
Grafik Suhu
fluktuasi lebih besar
dibandingkan dengan
29.5 2013
perbulannya. Terlihat dari bulan
2014
29.0
2015 Juni sampai September suhu
28.5 2016 pada bulan tersebut rendah, hal
28.0
2017 tersebut trejadi setiap tahunnya.
2018 Sedangkan pada bulan januari-
27.5
april dan bulan oktober-
SUHU

27.0
desember mengalami suhu yang
26.5 tinggi dan terjadi pada setiap
26.0 tahunnya. Semua itu disebabkan
25.5
karena suatu daerah yang dekat
dengan laut, sehingga suhu rata-
25.0
rata hariannya tinggi. Adapun
0 2 4 6 8 10 12 penyebab lainnya adalah karena
Bulan
tekanan udara, ketinggian
tempat dan lain sebagainya.
Grafik Dew Point

titik embun yang


26

terjadi pada bulan 24


Februari sangat
22
rendah, dan itu terjadi
pada tahun 2013, 20
DEW POINT

sedangkan pada bulan


lainnya titik embun
18
2013
mengalami kenaikan 16 2014
yang sangat signifikan 2015
14
dan terjadi setiap 2016
tahunnya/. 12 2017
2018
10

0 2 4 6 8 10 12
BULAN
Grafik Curah Hujan

0.75 2013 intensitas curah hujan


0.70 2014 rendah terjadi pada
0.65 2015
0.60 bulan Mei sampai
2016
0.55
2017
dengan sampai
0.50
0.45 2018 Desember, lalu
CURAH HUJAN

0.40 intensitas curah hujan


0.35 agak rendah terjadi
0.30
0.25 pada bulan April
0.20 sampai Bulan
0.15
0.10
November, sedangkan
0.05 intensitas curah hujan
0.00 yang tinggi ada pada
setiap bulannya.
-0.05

0 2 4 6 8 10 12
BULAN
Grafik Perbandingan Antara Curah
Hujan dengan Temperatur
SUHU Equatio y = a + b*x
29.5 Linear Fit of SUHU Adj. R-S 0.014 Grafik Perbandingan antara
Curah Hujan dengan Dew
Value Standar
29.0
SUHU Interc 26.8 0.1292
28.5 SUHU Slope 0.83 0.58279
Point
28.0
Dew Point
27.5 Linear Fit of Dew Point
SUHU

26
27.0
24
26.5

26.0 22

25.5 20

Dew Point
25.0 18 Equation y = a + b*x
-0.1 0.0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 16 Adj. R-S 0.052
Curah Hujan Value Standard
14
Dew Poi Interc 22.57 0.29279
kondisi curah hujan dan 12 Dew Poi Slope 2.939 1.32069
suhu yang terjadi setiap 10

tahunnya mengalami -0.1 0.0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7

kenaikan. Nilai regresi nya Curah Hujan

0,014 curah hujan dan titik embun


yang mengalami kenaikan.
Nilai regresi 0,052.
 Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka
dapat disimpulkan bahwa, curah hujan yang terjadi
setiap bulannya berbeda-beda. Berdasarkan grafik
tersebut, intensitas curah hujan rendah terjadi
pada bulan Mei sampai dengan sampai Desember,
lalu intensitas curah hujan agak rendah terjadi
pada bulan April sampai Bulan November,
sedangkan intensitas curah hujan yang tinggi ada
pada setiap bulannya. Semua itu disebabkan
karena curah hujan berbanding lurus dengan dew
point dan suhu. Semakin besar perbedaan suhu
udara dan suhu titik embun maka semakin tinggi
pula kelembaban udara.