Anda di halaman 1dari 14

Fakultas Keperawatan

Universitas Andalas

Asuhan Keperawatan pada


Klien dengan
Perilaku Kekerasan
Oleh : Winni Sitta Ramanda, S, S.Kep
Gangguan mental atau penyakit kejiwaan adalah pola 
psikologis atau perilaku yang pada umumnya terkait dengan 
stres atau kelainan mental yang tidak dianggap sebagai
bagian dari perkembangan normal manusia
Masalah keperawatan jiwa
Data Subyektif : Data Obyektif
• Mengungkapkan perasaan • Kurang spontan ketika
malu untuk berhubungan diajak bicara
dengan orang lai • Apatis
• Mengungkapkan • Ekspresi wajah kosong
kekhawatiran terhadap
• Menurun atau tidak adanya
penolakan oleh orang lain
komunikasi verbal
• Bicara dengan suara pelan
dan tidak ada kontak mata
saat berbicara

Harga diri rendah merupakan perasaan tidak


berharga, tidak berarti, rendah diri, yang
menjadikan evaluasi negatif terhadap diri sendiri
dan kemampuan diri (keliat, 2011)

Harga Diri Rendah


Masalah keperawatan jiwa
Data Subjektif
• Klien mengatakan mendengar bunyi yang
tidak berhubungan dengan stimulus nyata
• Klien mengatakan melihat gambaran
tanpa ada stimulus yang nyata
• Klien merasa ada sesuatu pada kulitnya
• Klien takut pada suara/bunyi/gambar
yang dilihat dan didengar
• Klien ingin memukul/melempar barang-
barang

Data Objektif : berbicara dan tertawa sendiri, bersikap seperti mendengar/melihat


sesuatu, berhenti bicara ditengah kalimat untuk mendengarkan sesuatu, Disorientasi

Halusinasi merupakan gangguan atau perubahan persepsi dimana


klien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Suatu
penerapan panca indra tanpa ada rangsangan dari luar

Halusinasi
Masalah keperawatan jiwa
•Tanda dan Gejala
Fisik
Keadaan dimana •Muka merah dan
seseorang tegang
melakukan •Mata
melotot/pandangan
tindakan yang tajam
dapat •Tangan mengepal
•Rahang mengatup
membahayakan Tanda dan Gejala •Wajah memerah
secara fisik baik Verbal dan tegang
Bicara kasar •Postur
Tanda dantubuh kaku
Gejala
terhadap diri Nada suara tinggi, •Pandangan tajam
Perilaku
sendiri, orang membentak, •Mengatup rahang
Melempar/memukul
berteriak dengan kuat
benda/orang lain
lain maupun Mengancam secara •Jalan mondar-
Menyerang orang lain
lingkungan verbal/fisik mandir
Melukai diri
Mengumpat dengan sendiri/orang lain
kata-kata kotor Merusak lingkungan
Perilaku Kekerasan Suara keras
Ketus
Amuk/agresif
Resiko Perilaku
Kekerasan

Halusinasi

HDR

Ketidakefektifan
Koping Individu tidak
Penatalaksanaan Program
Ketidakberdayaan Efektif
Pengobatan

Masalah yang dialami oleh Tn.T


Rentang Respon Marah
ADAPTIF Asertif

Frustasi

Pasif

Agresif

MALADAPTIF Amuk/ PK
Penyebab Perilaku Kekerasan

Faktor Predisposisi :
Biologis : Faktor keturunan, ada riwayat
penyakit, trauma kepala, riwayat
NAPZA
Psikologis : Frustasi
Sosiokultural : Fungsi dan hubungan
sosial terganggu disertai lingkungan
sosial mengancam individu
Penyebab Perilaku Kekerasan

Faktor Presipitasi
• Ekspresi diri ingin menunjukkan
eksistensi
• Ekspresi tidak terpenuhi
• Cenderung melakukan kekerasan
dalam menyelesaikan konflik
• Ketidaksiapan orangtua merawat
anak
• Riwayat antisosial
Bagaimanakah
Cara Perawatan
Pasien PK
Saat Dirumah
Apakah keluarga mengalami masalah saat perawatan dirumah?
Apa saja cara keluarga dalam mengatasi masarh ?
Cara dalam Perawatan pasien saat dirumah

SP 1 KELUARGA
 Mengidentifikasi marah
 Tanda dan gejala yang
dirasakan
 Mengidentifikasi PK yang
biasa dilakukan
 Mengidentifikasi akibat dari
cara yang dilakukan
 Melatih mengendalikan PK dg
cara latihan nafas dalam dan
pukul bantal
Cara dalam Perawatan pasien saat dirumah
SP 2 KELUARGA
 Evaluasi latihan nafas dalam dan
pukul bantal
 Melatih mengendalikan PK dg cara
fisik kedua yaitu minum obat dengan
enam benar (benar obat, benar
Lorazepam 1 x 1 mg
pasien,
Risperidon
benar cara, benar
2 x 3 mg
waktu,
benar
Clozapin dosis dan kontinuitas)
2 x 50 mg

 Memasukkan
Trihexyphenidil
ke dalam
2 x 2 mg
jadwal harian
TFZ ( Trifluperarine) 1 x 2,5 mg
Ikalep 2 x 250 mg
Cara dalam Perawatan pasien saat dirumah
SP 3 KELUARGA
 Latihan mengungkapkan marah
dengan cara verbal (menolak
dg baik, mengungkapkan dg
baik, mengungkapkan perasaan
dg baik)
 Bantu klien mengendalikan
marah dg cara spiritual
(beribadah dan berdoa)
 Beri jadwal latihan beribadah
dan berdoa
Cara dalam Perawatan pasien saat dirumah

SP 4 KELUARGA
 Follow up ke Rumah sakit/ Puskesmas,
 Perhatikan tanda-tanda bila pasien
tampak sangat gelisah segera rujuk
kembali