Anda di halaman 1dari 25

TUTORIAL MODUL 2

dr. Yani Shadiqoh, M.kes


Kelompok 6
Kelompok 6
 REZZITA ASTIANI (11020160068)
 NURMALA SINTA A (11020160145)
 AINUNNISA MUHAMMAD (11020170003)
 DEDY KURNIAWAN (11020170008
 RESITA AULIA BUDIMAN (11020170018)
 WARDAYANI (11020170072)
 PUTRI SASKIA AULYAH NR (11020170093)
 TRI DINI HARIANTI (11020170116)
 NOVIA DAMAYANTI KAPRAWI (11020170111)
 KARISMAN (11020170129)
Skenario B

Seorang perempuan berusia 50 tahun, dibawah ke IGD RS dengan pusing berputar secara tiba-tiba sejak
1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan pendengaran menurun dan terasa penuh pada telinga kanan
bersifat hilang timbul. Riwayat keluhan berkurang dengan sendirinya, serta memiliki riwayat hipertensi.
• Perempuan 50 tahun
• Pusing berputar secara tiba-tiba sejak
1 hari yang lalu.
KALIMAT • Pendengaran menurun dan terasa
penuh pada telinga kanan bersifat
KUNCI hilang timbul.
• Keluhan berkurang dengan sendirinya.
• Riwayat hipertensi
PERTANYAAN
1. Bagaimana etiologi dari pusing berputar/vertigo?
2. Apa klasifikasi dari vertigo?
3. Bagaimana patofisiologi dari vertigo?
4. Apa hubungan vertigo dengan riwayat hipertensi?
5. Apa hubungan vertigo dengan pendengaran
menurun?
6. Jelaskan langkah-langkah diagnosis berdasarkan
skenario!
7. Apa diagnosis banding yang sesuai dengan skenario?
8. Bagaimana penatalaksanaan awal berdasarkan
skenario?
1 ETIOLOGI
VERTIGO
Mardjono M, Sidharta P. Neurologi Klinis Dasar. Jakarta: Dian Rakyat; 2008.
Marril KA. Central Vertigo [Internet]. WebMD LLC. 21 Januari 2011. Di unduh tanggal 8 April 2011. Di unduh dari
http://emedicine.medscape.com/article/794789-clinical#a0217
2 KLASIFIKASI
VERTIGO
VERTIGO
SISTEM KESEIMBANGAN
Batang otak,
SENTRAL serebelum,
VESTIBULER serebrum

Labirin dan saraf


PERIFER vestibula

Retina : otot bola


mata
VISUAL DAN
NON VESTIBULER
SOMATOKINETIK

Kulit, sendi, otot

Budi RW. Vertigo: Aspek Neurologi. Cermin Dunia Kedokteran No. 144, 2004. h. 41-6.
Aris CB, Dani R. Vertigo. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV). Badan penerbit Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia;2006:hal 11-8.
3 PATOFISIOLOGI
VERTIGO
Sistem Vestibular

ANATOMI ALAT
KESEIMBANGAN Sistem Proprioseptik

Sistem Optik
Organ Pendengaran dan Keseimbangan
Patofisiologi
Vertigo Gangguan alat
keseimbangan Reseptor
tubuh menerima menangkap
sinyal Gejala Vertigo
informasi

Impuls yang Ketidakcocokan Pengolahan


berlebihan antara posisi informasi
tubuh dengan terganggu
persepsi

Mardjono M, Sidharta P. Neurologi Klinis Dasar. Jakarta: Dian Rakyat; 2008.


Kovar, M, Jepson, T, Jones, S. 2006. Diagnosing and Treating: Benign Paroxysmal Positional Vertigo in Journal Gerontological of Nursing. December:2006
Chain, TC.2009. Practical Neurology 3rd edition: Approach to the Patient with Dizziness and Vertigo. Illnois:wolter kluwerlippincot William and wilkins)
HUBUNGAN
VERTIGO DENGAN
4 RIWAYAT
HIPERTENSI
Aliran darah otak dipengaruhi
terutama oleh 3 faktor yaitu tekanan
untuk memompakan darah dari sistem
arteri-kapiler ke sistem vena, tahanan Pada gangguan ini, satu atau lebih
perifer pembuluh darah otak dan komponen sistem saraf menjadi malfungsi
faktor darah itu sendiri Tekanan darah setelah berfungsi normal beberapa tahun
arterial fluktuatif, walaupun demikian serta bersifat kronis, difus dan progresif.
tekanan arteriolar-kapiler otak Hipertensi kronis dapat menimbulkan
konstan. Ketika tekanan darah arterial ketidakseimbangan ketika terjadi lesi
meningkat, arteriole otak konstriksi, periventrikuler yang mempengaruhi serat
derajatnya bergantung kenaikan sensoris dan motoris yang
tekanan darah. Jika berlangsung menghubungkan area korteks dengan
dalam periode singkat dan tekanan talamus, ganglia basalis, serebelum dan
tidak terlalu tinggi maka tidak medula spinalis. Dimana pengaturan
berbahaya. Namun bila berlangsung keseimbangan merupakan fungsi
bulan sampai tahun dapat terjadi gabungan dari bagian serebelum,
hialinisasi otot pembuluh darah dan substansia retikuler dari medula, pons,
diameter lumen menjadi tetap. Hal ini dan mesensefalon.
merupakan salah satu bentuk penyakit
degeneratif yang merupakan salah
satu penyebab penyakit saraf.
Amaliah. 2010. Hubungan Hipertensi dengan Gangguan Keseimbangan di Poli Rawat Jalan Saraf RSUD dr. Moewardi Surakarta. Universitas Sebelas Maret.
HUBUNGAN
VERTIGO DENGAN
5 PENDENGARAN
MENURUN
Tuli Konduktif Tuli Sensorineural Tuli Campuran

kombinasi dari gangguan


pendengaran jenis
apabila terdapat lesi pada
konduktif dan gangguan
telinga luar maupun telinga akibat adanya gangguan
pendengaran jenis
tengah yang dapat pada sepanjang telinga
sensorineural. Mula-mula
menyebabkan gangguan bagian dalam ataupun
gangguan pendengaran
penghantaran / konduksi gangguan pada fungsi saraf
jenis ini adalah jenis
gelombang suara untuk pendengaran
hantaran kemudian
menggetarkan gendang
berkembang lebih lanjut
telinga / membran timpani
menjadi gangguan
sensorineural

Universitas Sumatera Utara, Repository. Gangguan Pendengaran.


http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/61915/Chapter%20II.pdf;jsessionid=01BBD7EE810A2634B4C25F593DB02733?sequence=4 (01/07/2019).
Lauralee, Sherwood. Fisiologi Manusia Dari Sel Ke Sistem. Jakarta: EGC. Hal: 243.2017
LANGKAH –
LANGKAH
6 DIAGNOSIS
Pemeriksaan Fisik:
Anamnesis 1) Pemeriksaan status generalisata
1) Identitas: Nama, usia, alamat, pekerjaan 2) Pemeriksaan neurologis:
2) Keluhan utama:  Smooth Persuit
Sifat vertigonya  Tes Nistagmus
Keadaan yang memprovokasi timbulnya  Uji Dix-Hallpike
vertigo  Tes Kalori
 Tes Romberg
Profil waktu
 Tandem Gait
3) Keluhan penyerta:  Tes Unterberger
Gejala kelainan vestibuler lainnya  Tes Post Pointing
Gejala otonom: seperti mual, muntah,  Tes Babinsky Well
berkeringat Pemeriksaan Penunjang:
4) Riwayat pemakaian obat vestibulotoksik 1) Pemeriksaan Lab: Tes darah rutin, urin dan
5) Riwayat penyakit terdahulu: pemeriksaan lain sesuai indikasi.
2) Tes audiologik: Audiogram, Brainstem
Pernah mengalami gejala seperti ini
Auditory Evoked Potensial (BAEP),
sebelumnya? Otoacoustic Emisison (OAE),
Ada riwayat penyakit sistemik: DM, Electrocochleografi (ECOG).
hipotiroid, hipertensi 3) Tes vestibular: ENG, VEMP, Posturografi.
Riwayat penyakit keluarga 4) Pemeriksaan radiologi: MRI kepala, CT
Scan tulang temporal.
7 DIAGNOSIS
BANDING
Diferensial diagnosis Meniere Disease Benign Paroximal Position Vertigo

BBPV adalah situasi dimana pasien merasa


Meniere adalah kelainan pada telinga dalam
lingkungan sekitarnya atau dirinya berputar
dengan karakteristik vertigo spontan episodik
Definisi bebas (spin) dan dipengaruhi oleh posisi gerakan
rekuren, ketulian fluktuatif dan tinitus, sering
kepala yang disebabkan kelainan telinga dalam.
disertai dengan rasa penuh pada telinga
BBPV merupakan vertigo perifer tersering

Salah satu jenis vertigo vestibular tipe perifer


Epidemiologi Meniere's disease paling sering terdapat pada yang paling sering dijumpai dalam praktek
usia 40 dan 60 tahun, walaupun usia lebih muda sehari-hari. Usia rata-rata penderita BPPV adalah
juga dapat terkena. 54 tahun, dengan rentang usia 11-84 tahun.
Wanita : Pria 1.6 : 11

• Episode periodik vertigo (pusing berputar). • Pusing berputar, berlangsung waktu singkat,
• Berfluktuasi, progresif, unilateral (pada satu biasanya kurang dari 30 detik, bisa disertai
telinga) bilateral (di kedua telinga) dengan keluhan mual dan muntah
kehilangan pendengaran, biasanya pada • Memberat pada perubahan posisi kepala dan
GELAJA frekuensi rendah tubuh, kelelahan, dan ketegangan
• Tinnitus unilateral atau bilateral • Tidak didapatkan gangguan pendengaran
• Sebuah sensasi penuh atau tekanan dalam • Tidak didapatkan defisit neurologis lainnya
satu atau kedua telinga • Serangan, Umumnya BPPV menghilang
sendiri
7 PENATALAKANSANAAN
AWAL
NON FARMAKOLOGI FARMAKOLOGI

• Ca entry blocker
• Manuver Epley • Antihistamin
• Manuver Semont • Antikolinergik
• Manuver Lempert • Monoaminergik
• Forced Prolonged Position • Antidopaminergik
• BrandtDaroff exercise • Benzodiazepin
• Histaminik
• Antiepileptik