Anda di halaman 1dari 67

MINIPROJECT

“FAKTOR RESIKO HIPERTENSI PADA


MASYARAKAT TANJUNGANOM, NGANJUK,
JAWA TIMUR TAHUN 2017”

DYANASTI PRASANTI SIWI


PENDAHULUAN

• Peningkatan tekanan darah atau hipertensi merupakan salah satu faktor


resiko penyakit jantung dan pembuluh darah yaitu infark miokard akut,
stroke, gangguan ginjal
• (Kemenkes, 2014)

14/7/2019 2
PENDAHULUAN

• Lima Provinsi dengan Prevalensi Hipertensi Tertinggi Tahun 2013

Tahun 2013 sebesar 25,8% penduduk Indonesia menderita


penyakit hipertensi atau sebesar 65.048.110 jiwa

14/7/2019 3
PENDAHULUAN

Berdasarkan tabel di atas prevalensi hipertensi berdasarkan jenis


kelamin tahun 2007 maupun tahun 2013 prevalensi hipertensi
perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki.

14/7/2019 4
PENDAHULUAN

• Sebagian besar hipertensi tidak diketahui penyebab medisnya.


• Kondisi ini terjadi pada 90% penderita hipertensi, sedangkan 10% kasus
hipertensi dapat dideteksi penyebab definitifnya
• Beberapa penelitian yang sudah dilakukan :
– Hesti (2012), faktor resiko berupa umur dan obesitas mempengaruhi
kejadian hipertensi di masyarakat RW 01 Srengseng Sawah pada tahun
2012.
– Chataut J dkk (2011), jenis kelamin, umur, olah raga, Indeks Massa
Tubuh (IMT), kebiasaan merokok, dan konsumsi alkhohol secara
signifikan berhubungan dengan kejadian hipertensi pada orang dewasa
di daerah Nepal
14/7/2019 5
PENDAHULUAN

• Kejadian hipertensi di Indonesia sangatlah tinggi, dengan berbagai


faktor resiko yang mendasarinya dan komplikasi yang dapat muncul,
hipertensi muncul dan menjadi penyakit yang sangat diwaspadai pada
waktu ini
• Hipertensi yang dulunya hanya menyerang kelompok usia lanjut, saat ini
banyak dijumpai di kelompok usia dewasa muda
• Puskesmas Tanjonganom mempunyai permasalahan yang sama saat
ini.
• Tingginya prevalensi hipertensi di kecamatan ini, dapat terlihat dari
banyaknya jumlah kunjungan di Balai Pengobatan dalam kurun waktu 2
tahun terakhir ini
14/7/2019 6
No. 10 Besar Penyakit
1 - Batuk Bukan Pnemonia
2 - Hipertensi Essensia
3 - Penyakit Dan Kelainan Susunan Saraf Lainnya
4 - Rematoid Arthritis Lain
5 - Gastric Ulcer
6 - Penyakit Pulpa Dan Jaringan Periapex
7 - Influenza Dengan Manifestasi Lain
8 - Observasi Febris
9 - Dermatitis Kontak Alergi
10 - Demam Dengan Asal Usul Lain Dan Tidak Diketahui

Data 10 Besar Penyakit Rawat Jalan Tahun 2015


14/7/2019 7
No. 10 Penyakit Terbanyak Jumlah Kunjungan
(Jiwa)
1 - Batuk Bukan Pneumonia 6007 9,91%
2 - Hipertensi Essensia 4094 6,76%
3 - Penyakit Pulpa Dan Jaringan Peri Apex 1970 3,25%
4 - Pengawasan Kehamilan Normal 1915 3,16%
5 - Dermatitis Kantak Alergi 1738 2,86%
6 - Gastric Ulcer 1409 2,32%
7 - Demam , Tidak Dijelaskan 1045 1,72%
8 - Nasofaringitis Akut 1025 1,69%
9 - Konjungtivitis 738 1,21%
10 - Arthritis Lain 716 1,18%

Data 10 Besar Penyakit Rawat Jalan Tahun 2016

14/7/2019 8
RUMUSAN MASALAH

“Apa saja faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian


hipertensi pada Masyarakat Tanjonganom, Nganjuk Tahun
2017?”

14/7/2019 9
HIPOTESIS

• Terdapat hubungan antara umur dengan kejadian hipertensi pada masyarakat Tanjunganom.
• Terdapat hubungan antara riwayat keluarga hipertensi dengan kejadian hipertensi pada
masyarakat Tanjunganom.
• Terdapat hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi makanan asin dengan kejadian
hipertensi pada masyarakat Tanjunganom.
• Terdapat hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi makanan berlemak jenuh dengan
kejadian hipertensi pada masyarakat Tanjunganom.
• Terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada
masyarakat Tanjunganom.
• Terdapat hubungan antara faktor stress dengan kejadian hipertensi pada masyarakat
Tanjunganom.
• Terdapat hubungan antara kebiasaan berolahraga dengan kejadian hipertensi pada
masyarakat Tanjunganom.

14/7/2019 10
TUJUAN

– Mengetahui hubungan faktor resiko dengan kejadian


hipertensi pada masyarakat Tanjonganom, Nganjuk
tahun 2017.
– Melakukan upaya pencegahan yang berhubungan
dengan faktor resiko hipertensi di masyarakat
Tanjonganom.

14/7/2019 11
MANFAAT

• Puskesmas dan tenaga medis yang terlibat dalam penelitian ini diharapkan
dapat mengembangkan dan meningkatkan pelayanan kesehatan
terlebih kepada penyakit-penyakit tidak menular yaitu hipertensi.
• Peneliti mendapatkan manfaat terutama dalam hal pendidikan dan
wawasan mengenai upaya promosi kesehatan dan pengetahuan statistika
yang aplikatif.
• Pengetahuan mengenai promosi kesehatan yang berbasis terhadap
permasalahan masyarakat membuat peneliti untuk belajar lebih dalam
mengenai upaya preventif dan metode-metodenya.
• Meningkatkan kemampuan peneliti sebagai dokter umum dalam upaya
promotif dan preventif.
14/7/2019 12
DASAR TEORI
DASAR TEORI

• Hipertensi adalah suatu penyakit kronis dimana tekanan darah


meningkat di atas tekanan darah normal (Kabo, 2010) yaitu melebihi 140
mmHg untuk sistolik dan 90 mmHg untuk diastolik pada pemeriksaan
berulang (PERKI, 2015).
• Klasifikasi Hipertensi berdasarkan PERKI 2010

14/7/2019 14
FISIOLOGI TEKANAN DARAH

Tekanan darah arteri rata-rata = curah jantung x resistensi perifer total

Tekanan arteri rata-rata secara konstan dipantau oleh


baroreseptor (sensor tekanan) di dalam sistem sirkulasi.

14/7/2019 15
FAKTOR PENYEBAB HIPERTENSI

• Faktor yang mempengaruhi hipertensi yang tidak dapat diubah:


– Jenis kelamin
– Umur
– Genetik
– Ras
• Faktor yang mempengaruhi hipertensi yang dapat diubah :
– Obesitas
– Merokok
– Stress
– Konsumsi garam berlebih
– Olahraga

14/7/2019 16
ETIOLOGI

• Etiologi hipertensi tergantung pada kecepatan denyut jantung,


volume sekuncup dan Total Peripheral Resistance (TPR). Maka
peningkatan salah satu dari ketiga variabel yang tidak
dikompensasi dapat menyebabkan hipertensi.

14/7/2019 17
TANDA DAN GEJALA

• Gejala klinis yang sering kali timbul setelah menderita hipertensi kronis
adalah
– nyeri kepala saat terjaga,
– mual dan muntah,
– penglihatan kabur akibat kerusakan retina akibat hipertensi,
– ayunan langkah yang tidak mantap karena kerusakan susunan saraf
pusat,
– nokturia karena peningkatan aliran darah ginjal dan filtrasi
glomerolus,
– edema dan
– pembengkakan akibat peningkatan tekanan kapiler.
14/7/2019 18
TATA LAKSANA

Pilihan Obat Anti Hipertensi Untuk Kondisi Tertentu

Indikasi yang memaksa Pilihan terapi awal

Gagal Jantung Diuretika thiazide, BB, ACEI, ARB

Pasca Infark Miokard BB,ACEI

Penyakit Pembuluh Koroner Thiazide, BB, ACEI, CCB

Diabetes Melitus Thiazide, BB, ACEI, ARB,CCB

Penyakit Ginjal Kronis ACEI,ARB

Pencegahan Stroke Berulang Thiazide, ACEI

14/7/2019 19
PENCEGAHAN

• Pengaturan pola hidup sehat antara lain berhenti merokok,


mengurangi kelebihan berat badan, menghindari alkohol,
modifikasi diet, mengurangi stress, meningkatkan olahraga, dan
istirahat
• Diet rendah garam diberikan kepada pasien dengan edema atau
asites serta hipertensi.
• Diet rendah kolestrol dan lemak terbatas
• Diet tinggi serat sangat penting pada penderita hipertensi
• Diet rendah kalori dianjurkan bagi orang yang kelebihan berat
badan
14/7/2019 20
METODOLOGI
PENELITIAN
DESAIN PENELITIAN

Umur

Tingkat stress

Riwayat keluarga

Konsumsi makanan asin HIPERTENSI (+)

Konsumsi makanan lemak jenuh

Kebiasaan merokok

Kebiasaan olahraga

Umur

Tingkat stress

Riwayat keluarga

Konsumsi makanan asin HIPERTENSI (+)

Konsumsi makanan lemak jenuh

Kebiasaan merokok

Kebiasaan olahraga

14/7/2019 22
DESAIN PENELITIAN

• Deskriptif analitik dengan desain case-control


• Penelitian dibagi menjadi kelompok kasus dibandingkan dengan
kelompok kontrol berdasarkan status paparan.
• Pendekatan yang dilakukan adalah retrospektif
• Variabel penelitian meliputi :
– Variabel bebas adalah faktor resiko dari hipertensi yang meliputi
umur, riwayat keluarga hipertensi, kebiasaan mengkonsumsi
makanan asin, kebiasaan mengkonsumsi makanan lemak jenuh,
kebiasaan merokok, tingkat stress, dan kebiasaan untuk
berolahraga.
– Variabel terikat adalah kejadian hipertensi
14/7/2019 23
• POPULASI DAN SAMPEL
• Sampel yang diambil adalah sebagian populasi yang memiliki kriteria inklusi
yakni masyarakat dengan usia >20 tahun
• TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
• Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tanjunganom dan
dilakukan antara bulan Maret-April.
• ALAT PENGUMPUL DATA
• Kuisoner
• Kuisoner dibagi menjadi 2 bagian, yaitu identitas subjek penelitian, data
demografi dari subjek sedangkan pada bagian akhir berisi pertanyaan-
pertanyaan mengenai faktor resiko hipertensi

14/7/2019 24
• ANALISIS DATA
– Univariat , Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan
variabel bebas dan terikat untuk memperoleh gambaran
karakteristik sampel menggunakan tabel distribusi
frekuensi.
– Bivariat, Analisis bivariat digunakan untuk melihat
hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.

14/7/2019 25
HASIL PENELITIAN
PROFIL KOMUNITAS UMUM

• Puskesmas Tanjunganom adalah salah satu Puskesmas rawat inap dan


Poned yang ada di Kabupaten Nganjuk. Puskesmas Tanjunganom
didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk pada tanggal 01 Juni
tahun 1976
• UPTD Puskesmas Tanjunganom berada di kota Kecamatan dengan luas
70 km2 dan dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Baron.
Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Pace.
Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Gondang.
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Prambon.

14/7/2019 27
PETA WILAYAH KERJA

• Jumlah penduduk yang


menjadi wilayah kerja
puskesmas Tanjunganom
sampai tahun 2016 adalah
112.140 ribu jiwa dengan
proporsi laki-laki adalah
55.512 jiwa dan
perempuan 56.628 jiwa

14/7/2019 28
SUMBER DAYA DAN SARANA
KESEHATAN
No Nama Puskesmas Pembantu No Nama Polindes

Pustu Jogomerto 1 Polindes Sonobekel


1
2 Polindes Getas
2 Pustu Kedungrejo
3 Polindes Wates
3 Pustu Sambirejo
4 Polindes Sidoharjo
4 Pustu Banjaranyar
5 Polindes Tanjunganom
5 Pustu Ngadirejo 6 Polindes Kampungbaru
6 Pustu Malangsari 7 Polindes Demangan

7 Pustu Kedungombo 8 Polindes Pulorejo

Pustu Sumberkepuh 9 Polindes Warujayeng


8

14/7/2019 29
DATA KESEHATAN MASYARAKAT

Penyakit Jumlah Kasus Presentasi


Batuk Bukan Pnemonia 6007 9,91%
Hipertensi Essensia 4094 6,76%
Penyakit Pulpa Dan Jaringan Peri Apex 1970 3,25%
Pengawasan Kehamilan Normal 1915 3,16%
Dermatitis Kantak Alergi 1738 2,86%
Gastric Ulcer 1409 2,32%
Demam , Tidak Dijelaskan 1045 1,72%
Nasofaringitis Akut 1025 1,69%
Konjungtivitis 738 1,21%
Arthritis Lain 716 1,18%
Diabetes Mellitus tipe II 700 1,15%
Bronkhitis Akut 140 0,23%
Status Asthmaticus 90 0,14%
Pneumonia 45 0,07%
Gigi Embedded Dan Impacted 35 0,05%
14/7/2019 30
DISKUSI
HASIL

Distribusi Frekuensi Subjek Penelitian Berdasarkan Tingkat


Pendidikan di Puskesmas Tanjunganom
Kasus Kontrol
Karakteristik
Frekuensi Persentasi (%) Frekuensi Persentasi (%)
Pendidikan
SD 25 50 16 32
SMP 14 28 16 32
SMA 7 14 11 22
Sarjana 4 8 7 14
TOTAL 50 100 50 100

14/7/2019 32
• Banyak masyarakat Tanjunganom yang belum
menuntaskan pendidikan wajib belajar 9 tahun.
• Tidak menutup kemungkinan, hal ini mempengaruhi pula
tingkat pengetahuan masyarakat
• Penjangkauan terbatas mengenai informasi kesehatan.
• Pada penelitian ini, pendidikan subjek penelitian sebagai
dasar tindak lanjut untuk intervensi salah satunya adalah
penyuluhan.

14/7/2019 33
Distribusi Frekuensi Subjek Penelitian Berdasarkan Pekerjaan di
Puskesmas Tanjunganom
Kasus Kontrol
Karakteristik Persentasi Persentasi
Frekuensi Frekuensi
(%) (%)
Pekerjaan
Wiraswasta 17 34 17 34
PNS 1 2 2 4
Pegawai Swasta 2 4 2 4
Tidak Bekerja 30 60 29 58
TOTAL 50 100 50 100
14/7/2019 34
• Untuk melihat keadaan sosial ekonomi
• Berdasarkan tabel di atas, sebagian besar subjek penelitian
tidak bekerja baik di kelompok kasus maupun di kelompok
kontrol (kasus: 60% dan kontrol: 58%).
• Jenis kelamin paling banyak adalah berjenis kelamin
perempuan. Sebagian besar dari mereka merupakan ibu
rumah tangga
• Berhubungan denga tingkat stress

14/7/2019 35
Hubungan Antara Umur dengan Kejadian Hipertensi

Variabel Umur Kejadian Hipertensi P value OR

Hipertensi Tidak hipertensi 95% CI

n % n %

≥ 45 44 88 26 52 0.000 6.769

< 45 6 12 24 48

TOTAL 50 100 50 100

14/7/2019 36
• Pada seseorang dengan umur >20 tahun, elastisitas dinding
pembuluh darah akan menurun.
• Proses aterosklerosis juga meningkat yang nantinya akan
menyebabkan fungsi dari sistem kardiovaskuler terganggu
sehingga terjadi peningkatan tekanan diastolik dan sistolik
pembuluh darah yang menyebabkan hipertensi.
• Pada penelitian yang dilakukan oleh Sugiharto, 2007 umur 36-45
tahun mempunyai resiko menderita hipertensi 1,23 kali dan
semakin meningkat pada umur antara 55-65 tahun yaitu 4,76 kali.

14/7/2019 37
Hubungan Antara Riwayat Keluarga Hipertensi dengan Kejadian
Hipertensi

P value OR
Variabel
Kejadian Hipertensi
95% CI
Riwayat
Keluarga Hipertensi Tidak hipertensi
Hipertensi N % n %

Iya 20 40 16 32 0.532 1.417

Tidak 30 60 34 68

TOTAL 50 100 50 100

14/7/2019 38
• Black & Hawks (2005), seseorang dengan riwayat keluarga hipertensi
mempunyai resiko lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang
tidak memiliki riwayat keluarga hipertensi. Resiko tersebut bisa
meningkat sampai 4 kali lipat (Sugiharto, 2004).
• Penyebab yang mungkin melatarbelakangi hal ini adalah ketidaktahuan
masyarakat terhadap kondisi keluarga dekatnya.
• Subjek penelitian yang sebagian besar kelompok lanjut usia akan sulit
untuk mengingat atau memastikan orang tua mereka menderita
hipertensi oleh karena pada jaman dahulu alat medis dan kesadaran
masyarakat masih sangatlah kurang.
14/7/2019 39
Hubungan Antara Konsumsi Makanan Asin dengan Kejadian
Hipertensi

P value OR
Variabel Kejadian Hipertensi
95% CI
Konsumsi
Hipertensi Tidak hipertensi
Makanan Asin
N % N %
Sering 32 64 22 44 0.07 2.263
Tidak 18 36 28 56
TOTAL 50 100 50 100

14/7/2019 40
• Pada penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan (2002), asupan
garam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah.
• Pengurangan asupan garam dalam konsumsi makan sehari-hari
sebesar 1,8 gr dapat menurunkan tekanan darah terutama
tekanan darah sistolik 4 mmHg.

14/7/2019 41
Hubungan Antara Konsumsi Makanan Berlemak dengan Kejadian
Hipertensi

Variabel P value OR
Kejadian Hipertensi
Konsumsi 95% CI
Makanan Hipertensi Tidak hipertensi
Berlemak n % N %
Sering 26 52 26 52 1.000 1.000
Tidak 24 48 24 48
TOTAL 50 100 50 100

14/7/2019 42
• Hasil ini berseberangan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Braverma, 2006 bahwa konsumi lemak jenuh merupakan salah
satu faktr resiko hipertensi.
• Perbedaan hasil penelitian ini dengan penelitian sebelumnya
terletak pada jumlah sampel yang diambil. Pada penelitian
sebelumnya jumlah sampel diambil jauh lebih banyak
dibandingkan dengan sampel pada penelitian ini. Jumlah sampel
yang lebih besar akan semakin meningkatkan keakuratan hasil
penelitian untuk mewakili sebuah populasi.

14/7/2019 43
Hubungan Antara Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Hipertensi

P value OR
Variabel Kejadian Hipertensi
95% CI
Kebiasaan
Hipertensi Tidak hipertensi
Merokok
N % N %

Iya 9 18 4 8 0.234 2.524

Tidak 41 82 46 92

TOTAL 50 100 50 100

14/7/2019 44
• Hasil analisis di atas berbeda dengan hasil penelitian yang
dilakukan oleh Chataut, 2011 yang mengatakan bahwa rokok
adalah salah satu faktor resiko hipertensi karena kandungan
nikotin di dalamnya.
• Hal ini dapat dikarenakan karena sampel yang diambil dari kedua
kelompok mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berstatus
ibu rumah tangga (perempuan 80 orang). Jika demikian, akan
sulit dijumpai kebiasaan merokok di antara kelompok penelitian
ini.

14/7/2019 45
Hubungan Antara Faktor Stress dengan Kejadian Hipertensi

P value OR
Kejadian Hipertensi
95% CI
Variabel Faktor
Stress Hipertensi Tidak hipertensi

N % N %

Iya 30 60 28 56 0.840 1.179

Tidak 20 40 22 44

TOTAL 50 100 50 100

14/7/2019 46
• Pada penelitian Sugiharto, 2007 stress mempunyai hubungan yang
bermakna dengan kejadian hipertensi. Teori yang didapatkan
sebelumnya menjelaskan bahwa stress akan memicu pengeluaran
kortisol dan epinefrin yang nantinya kedua hormone inilah yang
berperan dalam peningkatan tekanan darah (Hahn & Payne, 2003).
• Kedua kelompok kasus dan kontrol memiliki presentasi jumlah
perempuan yang lebih besar dibandingkan laki-laki.
• Seperti yang diketahui, tingkat stress perempuan cenderung lebih tinggi
dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini diperkuat dengan adanya
gambaran kasar bahwa tingkat sosio ekonomi dari sampel cenderung
menengah ke bawah.
14/7/2019 47
Hubungan Antara Kebiasaan Berolahraga dengan Kejadian
Hipertensi

P value OR
Kejadian Hipertensi 95% CI
Variabel
Kebiasaan
Hipertensi Tidak hipertensi
Berolahraga

n % n %
Sering 16 32 24 48 0.153 0.510
Tidak 34 68 26 52
TOTAL 50 100 50 100

14/7/2019 48
• Hasil penelitian ini berbeda dengan teori yang didapat dan penelitian
penelitian sebelumnya. Menurut Syatria (2006) olahraga secara teratur
dapat menurunkan tekanan darah, menurunkan resiko penyakit
kardiovaskular dan semua penyebab mortalitas.
• Mayoritas penderita hipertensi adalah subjek yang sudah berusia lanjut
sehingga kebiasaan untuk berolahraga pada usia seperti ini cenderung
rendah.
• Berbeda hal dengan subjek di kelompok kontrol, sebagian besar dari
sampel masih termasuk ke dalam dewasa muda sehingga kemampuan
dan kesadaran untuk berolahraga tergolong tinggi.

14/7/2019 49
PEMBAHASAN DAN
INTERVENSI
• Melalui latar belakang dan hasil penelitian yang sudah
dilakukan, peneliti kemudian melakukan intervensi baik
secara promotif, preventif, dan kuratif.
• Intervensi dilakukan di beberapa tempat melalui posbindu,
posyandu lansia, dan prolanis yang telah dilakukan pada
tanggal 18 Maret-25 April 2017.

14/7/2019 51
• Tindakan promotif
– Intervensi yang dilakukan sebagai salah satu bentuk promotif
adalah melakukan penyuluhan dan pemberian leaflet kepada
semua masyarakat yang terdeteksi mempunyai tekanan darah
di atas normal.
– Penyuluhan dan konsultasi interpersonal dilakukan di
beberapa program kesehatan yang dilakukan Puskesmas
contoh di Posbindu, posyandu lansia, dan prolanis.

14/7/2019 52
• Tindakan preventif
– Intervensi kedua yang dilakukan adalah intervensi preventif yang berupa
pemeriksaan tekanan darah untuk semua anggota posbindu, posyandu
lansia, dan prolanis.
– Bertujuan untuk mendeteksi secara dini tekanan darah seseorang sehingga
ke depannya diharapkan masyarakat yang mempunyai hasil tekanan darah
di atas normal dapat memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan.
– Di samping itu, masyarakat yang memiliki tekanan darah tinggi dilakukan
sesi konseling dalam pola makan.
– Pasien diberikan leaflet daftar menu yang dianjurkan serta daftar makanan
yang dihindari untuk pasien dengan hipertensi.

14/7/2019 53
• Tindakan kuratif
– Intervensi kuratif yang dilakukan berupa pengobatan yang
ditujukan untuk pasien hipertensi yang sudah dilakukan
pengukuran tekanan darah. Pasien dengan hipertensi
diberikan terapia obat untuk mengontrol tekanan darahnya
sekaligus edukasi untuk menjaga tekanan darahnya dengan
pola makan dan olahraga

14/7/2019 54
KESIMPULAN DAN
SARAN
• KESIMPULAN
Gambaran umum karakteristik subjek penelitian adalah subjek dengan
mayoritas umur ≥ 45 tahun, berjenis kelamin perempuan, sebagian
besar tidak bekerja dan masih berpendidikan rendah yaitu tamatan
sekolah dasar, memiliki riwayat keluarga yang hipertensi, kebiasaan
konsumsi makanan asin dan berlemak, tidak memiliki kebiasaan untuk
merokok, mempunyai tingkat stress yang tinggi, dan tidak mempunyai
kebiasaan untuk berolahraga.

14/7/2019 56
• Terdapat hubungan antara umur dengan kejadian
hipertensi. Seseorang dengan umur ≥ 45 tahun memiliki
faktor resiko 7 kali lebih besar dibandingkan dengan
seseorang berumur <45 tahun.
• Tidak ada hubungan antara riwayat keluarga hipertensi,
kebiasaan mengonsumsi makanan asin dan berlemak,
merokok, stress, dan kebiasaan berolahraga

14/7/2019 57
SARAN
• Penelitian selanjutnya pengambilan sampel yang diambil haruslah lebih
banyak sehingga dapat mewakili populasi yang diteliti
• Variabel berupa tingkat pendidikan dan pekerjaan dapat dijadikan sebagai
variabel penelitian dalam menganalisis faktor resiko hipertensi
• Perlunya penyuluhan hipertensi untuk semua pos pelayanan kesehatan
yang berada di bawah pengawasan Tanjunganom untuk meningkatkan
kesadaran dan pengetahuan penyakit ini kepada masyarakat.

14/7/2019 58
• Perlunya sarana edukasi tambahan seperti flyer kepada
masyarakat terkhusus kepada penderita hipertensi maupun
kepada masyarakat yang sudah lanjut usia.
• Menjalin kerjasama dengan penampu program gizi untuk
memaksimalkan pelayanan kesehatan seperti konsultasi diet dan
menu makan pada penderita hipertensi.
• Melakukan upaya pencatatan terhadap setiap anggota BPJS
yang masuk dalam kategori prolanis untuk memudahkan follow
up sekaligus pemantauan kesehatan anggota prolanis

14/7/2019 59
• Melanjutkan dan mengembangkan pemeriksaan rutin tekanan
darah kepada masyarakat untuk deteksi dini hipertensi
• Perlunya penyuluhan mengenai cara melakukan pengukuran
tekanan darah kepada kader kesehatan sehingga masyarakat
diharapkan dapat lebih mandiri untuk melakukan tindakan
preventif.
• Bekerjasama dengan dinas kesehatan untuk membuka posbindu
di beberapa daerah lain di Tanjunganom untuk menjaring
masyarakat yang masih belum mendapatkan hak kesehatannya.

14/7/2019 60
DOKUMENTASI

PENYULUHAN DI SALAH SATU POSBINDU

14/7/2019 61
PENYULUHAN DI SALAH SATU POSYANDU LANSIA

14/7/2019 62
LAMPIRAN

KONSULTASI MENGENAI DIET RENDAH


GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI

14/7/2019 63
PEMERIKSAAN DAN PENGOBATAN PADA PASIEN
HIPERTENSI

14/7/2019 64
SARANA YANG DIGUNAKAN MELAKUKAN INTERVENSI

14/7/2019 65
DAFTAR PUSTAKA

• American Heart Association (AHA). 2016.


http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HighBloodPressure/UnderstandSympto
msRisks/High-Blood-Pressure-in-
Children_UCM_301868_Article.jsp#.WODUZc5OJAg
• Chataut J, dkk. (2011). Prevalence and Risk Factor for Hypertension in Adults Living
in Central Development Region of Nepal. Nepal: Department of Community Medicine
Kathmandu University School of Medical Sciences Dhulikhel Hospital
• Hesti, Rahayu. (2012). Faktor Resiko Hipertensi pada Masyarakat RW 01 Srengseng
Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan. Jakarta: Universitas Indonesia
• Kabo, P. (2010). Bagaimana Menggunkaan Obat-Obat Kardiovaskular Secara
Rasional. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
• Kemenkes, RI. (2014). INFODATIN. Pusat Data dan Informasi Kementerian
Kesehatan RI. HIPERTENSI. Jakarta
• Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). 2010. Pedoman
Tatalaksana Hipertensi. Jakarta: PERKI
• Soeharto, I. (2004). Penyakit Jantung Koroner dan Serangan Jantung edisi kedua.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

14/7/2019 66
TERIMA KASIH

14/7/2019 67