Anda di halaman 1dari 52

CLINCAL SCIENCE SESSION

PERAWATAN LUKA
(WOUND CARE)
Kelompok 12 (2012) :

Chinta Nur Silmi


Omar Fadhil Prengki
Ridho Anugrah Saputra

Perceptor: dr, H. Dedi Kurniawan SP.B


ILMU BEDAH
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER (P3D)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
1 of 13
www.themegallery.com

LUKA
Terputusnya continuitas jaringan tubuh

Jaringan Tubuh:
Kulit
Luka Terbuka/Tertutup Otot
Tulang
Organ2 visceral
Luka Akut/Kronis Pembuluh darah
dll

Company Logo
LUKA :
TERPUTUSNYA KONTINUITAS JARINGAN
•Trauma
•Pembedahan
•Neuropatik
•Gangguan Vaskuler
•Penekanan
•Keganasan

3
www.themegallery.com

Ketika luka timbul, beberapa efek


akan muncul :
1. Hilangnya seluruh atau sebagian
fungsi organ
2. Respon stres simpatis
3. Perdarahan dan pembekuan darah
4. Kontaminasi bakteri
5. Kematian sel

Company Logo
www.themegallery.com

SEBAB-SEBAB

1 2 3 4

FISIK KIMIA MEKANIK THERMAL

Company Logo
MEKANISME TERJADINYA LUKA

1. Luka insisi (Incised wounds)


2. Luka lecet (vulnus excoriatum)
3. Luka robek (vulnus laceratum)
4. Luka sayat (vulnus shissum)
5. Luka gigitan (vulnus morsum)
6. Luka Tusuk (vulnus ictum)
7. Luka tembak (vulnus schopetorum)
8. Luka bakar (vulnus combutio)
9. Luka memar (vulnus contusion)
necrotic infection sloughy

fungating epithelialization

chronic wound granulation burn 77


JENIS – JENIS LUKA

menurut tingkat kontaminasi terhadap luka :

a) Clean Wounds (Luka bersih)


b) Clean-contamined Wounds (Luka bersih terkontaminasi)
c) Contamined Wounds (Luka terkontaminasi)
d) Dirty or Infected Wounds (Luka kotor atau infeksi)
JENIS – JENIS LUKA

Berdasarkan kedalaman & luasnya luka:


KLASIFIKASI LUKA

Luka Akut : luka baru, mendadak dan penyembuhannya sesuai waktu


yg diperkirakan : Luka sayat, luka bakar, luka tusuk, crush injury

Luka Kronis : luka gagal sembuh pd waktu yg diperkirakan, tidak


berespon baik thd terapi dan punya tendensi untuk timbul kembali
•ulkus tungkai, ulkus diabetikum, ulkus dekubitus
•luka pembedahan yang gagal sembuh, luka bakar, luka radiasi, fistula
dermatitis, vaskulitis dan kanker kulit.

1
Luka Akut

1 Luka Kronik
Proses penyembuhan Luka
Penyembuhan Luka
Upaya tubuh untuk memperbaiki dan regenerasi
kerusakan yang terjadi

Regenerasi Luka
Proses pemulihan jaringan yang hilang atau rusak
LUKA

AKUT KRONIK

Inflamasi ↑ Bakteri
-

ECM ↓ -Non vital / nekrotik

Epitelialisasi ↓ -Eksudat

SEMBU SULIT
TIDAK SEMBUH
H SEMBUH

STABIL KRONIK
Proses Inflamasi

 Pembuluh darah terputus, menyebabkan pendarahan


dan tubuh berusaha ntuk menghentikannya (sejak terjadi
luka sampai hari ke – lima) dengan karakteristik dari
proses ini adalah: hari ke 0-5, respon segera setelah
terjadi injuri pembekuan darah untuk mencegah
kehilangan darah, dan memiliki ciri-ciri tumor, rubor,
dolor, color, functio laesa.
 Selanjutnya dalam fase awal terjadi haemostasis, pada
fase akhir terjadi fagositosis dan lama fase ini bisa
singkat jika tidak terjadi infeksi
Proses Proliferasi

 Terjadi proliferasi fibroplast (menautkan tepi luka)


dengan karakteristik dari proses ini adalah: terjadi pada
hari 3 – 14, disebut juga dengan fase granulasi adanya
pembentukan jaringan granulasi pada luka-luka nampak
merah segar, mengkilat, jaringan granulasi terdiri dari
kombinasi: fibroblasts, sel inflamasi, pembuluh darah
yang baru, fibronectin and hyularonic acid. Epitelisasi
terjadi pada 24 jam pertama ditandai dengan penebalan
lapisan epidermis pada tepian luka dan secara umum
pada luka insisi, epitelisasi terjadi pada 48 jam pertama
Proses Maturasi

 Proses ini berlangsung dari beberapa minggu sampai


dengan 2 tahun dengan terbentuknya kolagen yang baru
yang mengubah bentuk luka serta peningkatan kekuatan
jaringan (tensile strength), dilanjutkan terbentuk jaringan
parut (scar tissue) 50-80% sama kuatnya dengan
jaringan sebelumnya serta terdapat pengurangan secara
bertahap pada aktivitas selular dan vaskularisasi
jaringan yang mengalami perbaikan
PERAWATAN LUKA
www.themegallery.com

PRINSIP UTAMA PERAWATAN LUKA

1 2 3

PEMBERSIHAN LUKA PENUTUPAN LUKA PERLINDUNGAN


(WOUND CLEANING). (WOUND CLOSURE) LUKA
(COVERAGE)

Company Logo
TUJUAN MANAGEMENT LUKA
MANAGEMENT LUKA

WOUND ASSESSMENT
ANAMNESIS
PENILAIAN TERHADAP PX
PEMERIKSAAN FISIK

JENIS LUKA AKUT/KRONIK

PENILAIAN LUKA PENYEBAB

TINGKAT
KONTAMINASI
STATUS LOKALISATA

 Benda asing dalam luka


 Posisi/letak luka
 Jumlah discharge
 Bau
PERAWATAN LUKA  Nyeri
 Tepi luka & Jaringan di sekeliling luka
2
www.themegallery.com

PENILAIAN LUKA
 Nilai ukuran dan kedalaman luka
Keadaan jaringan luka (apakah
nekrotik/non vital)
Apakah telah terbentuk jaringan
granulasi, terdapat eksudasi atau
dengan disertai kolonisasi bakteri
Perhatikan tepi dan kulit di sekitar
luka (warna, kelembapan,
kelenturan)

Company Logo
PERAWATAN LUKA

ANESTESI LUKA

IRIGASI LUKA

DEBRIDEMENT LUKA

MENUTUP LUKA

MEMBALUT LUKA (WOUND DRESSING)

RE-ASSESSMENT
Company Logo
IRIGASI LUKA

 BOLEH DILAKUKAN PADA:

1. Luka berukuran sangat luas.


2. Luka sangat kotor (memerlukan debridement tajam. Lakukan
debridement dulu, baru kemudian irigasi luka).
3. Luka dg perdarahan arteri/vena.
4. Luka yg mengancam jiwa (melibatkan struktur penting di
bawahnya)
5. Luka yang berada pada area mengandung jaringan areolar longgar
bervaskularisasi tinggi, misalnya daerah alis mata.
Debridemen

Merupakanjaringan yang normal dan


vaskularisasi baik usaha menghilangkan
jaringan mati dan jaringan yang terkontaminasi
dengan mempertahankan secara maksimal
struktur anatomi yang penting.
Tujuan : untuk mengeksisi luka sampai
mencapai
DEBRIDEMENT LUKA

1 2 3 4

SURGICAL MECHANICAL CHEMICAL BIOLOGICAL

www.themegallery. Company Logo


com
SURGICAL DEBRIDEMENT

•Sharp debridement
•Skalpel, gunting, kuret + irigasi
•Paling cepat dan efektif

3
MECHANICAL DEBRIDEMENT

•Gauze debridement
Wet to dry dressing

Gauze + saline kering


Jaringan mati terbuang saat mengganti balut

•Curettage

3
3
SURGICAL DEBRIDEMENT

3
MECHANICAL DEBRIDEMENT

•Gauze debridement
Wet to dry dressing

Gauze + saline kering


Jaringan mati terbuang saat mengganti balut

•Curettage

3
AUTOLYTIC DEBRIDEMENT

3
Pembalut absorbtif
Calcium alginate
Hydrofibre
ENZYMATIC DEBRIDEMENT

36
3
BIOLOGICAL DEBRIDEMENT
MAGGOT DEBRIDEMENT THERAPY

10/cm
3
2
DRESSING WOUND
DRESSING

Dressing merupakan material penutup luka untuk


mendukung penyembuhan luka.
Tujuan membalut luka adalah menciptakan
lingkungan yang ideal, yaitu lembab bagi proses
penyembuhan luka, menyerap eksudat, melindungi
luka dari bakteri, debridemen, mengurangi udem,
mengeliminasi death space, melindungi luka dari
trauma dan robekan lebih lanjut, menjaga
kehangatan luka, dan memberi tekanan yang dapat
membantu hemostasis serta mencegah
pembentukan parut yang buruk.
Penentuan pemilihan dressing berdasarkan:
Jenis Luka (akut atau kronik)
Kering basahnya permukaan luka : dibuat kondisi
moist
Problem luka : infeksi, nekrotik, eksudat
Warna luka : hitam, kuning, kuning hijau, merah, pink
Memberi kelembaban
Pembalut absorbtif

Pembalut absorbtif
Calcium alginate

Foam

Calcium alginate Hydrofibre

40

Foam

Menjaga kelembaban
Hydrofibre

40

Menyerap cairan
4
Acute Wound / Trauma

•Surgical Debridement
•Irigation
•Primary suture
•Moist
•Transparant Dressing

Pembalut absorbtif

Calcium alginate

Foam
Hydrofibre

40

4
46
Black Necrotic Create moist
Hydrogel

4
Slough (Yellow Necrotic)

ENZYM

Collagenase (Santyl ®)

Fibrinolysin (Elase®)

Protease (Panafil®)

Papain urea (Accuzyme®)


Enzymatic or Hydro Gel Trypsin (Granulex®)
Absorbent dressing

4
Infection (Yellow Green)

Mechanical Debridement (Wet to Dry Gauze)


/ Local Antibiotic / Antiseptic (Iodosorb)
/ Absorbent Gauze + Antiseptic (Silver)
Transparant Dressing

Pembalut absorbtif

Calcium alginate

Foam
Hydrofibre

4
49 40
Pembalut absorbtif

Calcium alginate

Foam
Hydrofibre

Pembalut absorbtif

40 Calcium alginate

5 Hydrofibre
Foam

40
Pembalut absorbtif

Calcium alginate

Foam
Hydrofibre

40

5
TERIMAKASIH

FAKULTAS KEDOKTERAN
52 of 13
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG