Anda di halaman 1dari 24

GANGGUAN PENDENGARAN

PADA GERIATRI

PROLANIS
PUSKESMAS
KRAMAT PELA
Pendahuluan
GERIATRI Orangtua berusia 60
tahun ke atas

Perubahan patologik pada


organ auditori akibat proses
Penurunan degenerasi pada usia lanjut
fungsi organ menyebabkan gangguan
pendengaran

Tuli
Tuli Konduktif Tuli campur
sensorineural
Anatomi telinga
Fisiologi
Pendengaran
Proses degenerasi pada organ-
organ pendengaran
Perubahan pada telinga luar

Berkurangnya
elastisitas jaringan Gangguan fungsi Penyusutan
daun telinga dan kelenjar sebasea dan jaringan lemak
liang telinga seruminosa

Serumen cenderung Kulit yang melapisi


mengumpul, mengeras, jaringan tulang pada
dan menempel dengan bagian liang telinga 2/3
jaringan kulit liang telinga dalam menjadi lebih tipis
Membran timpani menipis
dan lebih kaku

Artritis sendi
Perubahan
pada telinga Atrofi dan degenerasi
serabut otot-otot
tengah pendengaran

Proses penulangan dan


pengkapuran pada tulang
rawan di sekitar tuba
eustachius
Perubahan pada telinga Dalam

Bagian sensorik,
saraf, pembuluh Proses degenerasi
darah, jaringan Organ corti merupakan yang terjadi pada
penunjang, maupun bagian dari koklea yang sel rambut luar di
sinaps saraf sangat paling rentan terhadap bagian basal koklea
rentan terhadap perubahan akibat sangat besar
perubahan akibat proses degenerasi pengaruhnya dalam
proses degenerasi penurunan ambang
pendengaran pada
usia lanjut
Tuli konduktif pada geriatri

Pada telinga luar dan tengah proses degenerasi dapat menyebabkan


perubahan atau kelainan berupa:
1. Berkurangnya elastisitas dan bertambah besarnya ukuran pinna daun
telinga
2. Atrofi dan bertambah kakunya liang telinga
3. Penumpukan serumen
4. Membran timpani bertambah tebal dan kaku
5. Kekakuan sendi-sendi tulang pendengaran
Produksi
kelenjar
Atrofi kelenjar-
serumen Serumen Tuli
kelenjar
berkurang dan prop Konduktif
serumen
menjadi lebih
kering
Tuli sensorineural pada geriatri
DEFINISI

Presbikusis adalah tuli sensorineural pada usia


lanjut akibat proses degenerasi organ
pendengaran, simetris (terjadi pada kedua sisi
telinga) yang terjadi secara progresif, dapat
dimulai pada frekuensi rendah atau tinggi serta
tidak ada kelainan yang mendasari selain
proses menua secara umum.
EPIDEMIOLOGI
• Prevalensi presbiakusis meningkat seiring bertambahnya
usia
• Presbiakusis dialami sekitar 30-35% pada populasi
berusia 65-75 tahun dan 40-50% pada populasi diatas 75
tahun.
• Prevalensi pada laki-laki sedikit lebih tinggi daripada
wanita.
ETIOLOGI

Degenerasi sel
Atrofi di bagian Degenerasi
ganglion spiral
epitel dan saraf sel pada
pada daerah
pada organ corti jaras saraf
basal hingga
pusat
apeks

Gangguan
pemahaman
bicara
• Degenerasi sel rambut di koklea

• Degenerasi fleksibilitas dari membran basiler

• Berkurangnya neuron pada jalur pendengaran

• Perubahan pada sistem pusat pendengaran dan batang


otak

• Degenerasi jangka pendek dan auditory memory

• Menurunnya kecepatan proses pada pusat pendengaran


di otak (Central cortex auditory)
Usia dan jenis
kelamin

Hipertensi

FAKTOR Diabetes
RISIKO melitus

Hiperkolesterol

Merokok

Riwayat bising
PATOGENESIS

Degenerasi stria Nilai potensial


Degenerasi koklea
vaskularis endolimfe
menurun menjadi
20 mV dan
penurunan
pendengaran
sebesar 40-50 dB

Hilangnya fungsi N. Kurang


Degenerasi auditorius meningkatkan pendengaran
nilai ambang dengar atau dengan
sentral
compound action pemahaman
potential (CAP) bicara buruk
Ujung sel rambut organ Corti
berperan terhadap transduksi
mekanik, merubah stimulus mekanik
menjadi sinyal elektrokimia. Gen famili
Gangguan
cadherin 23 (Cdh23) dan protocadherin
transduksi
sinyal 15 (PCdh 15) diidentifikasi sebagai
penyusun ujung sel rambut koklea yang
berinteraksi untuk transduksi
mekanoelektrikal.
KLASIFIKASI
Presbikusis Koklea
konduktif
Sensori

Neural Metabolik
Sensori Neural Metabolik Koklea konduktif

Atrofi epitel disertai Atrofi sel-sel saraf Atrofi stria Penebalan dan
hilangnya sel-sel koklea dan jalur vaskularis kekakuan sekunder
rambut dan sel saraf pusat membrana basilaris
penyokong organ koklea. Atrofi
corti. ligamentum spiralis
Khas: Penurunan Tidak didapati Kurang Gangguan gerakan
pendengaran penurunan ambang pendengaran mulai mekanis di
secara tajam pada terhadap frekuensi timbul pada dekade membran basilaris.
frekuensi tinggi. tinggi ke 6 dan Perubahan gerakan
berlangsung mekanik dari duktus
perlahan-lahan koklearis .
Tipe NIHL Penurunan jumlah Gambaran Khas : Audiogram
sel neuron di bawah audiogram rata, yang menurun dan
yang dibutuhkan dapat mulai dari simetris (ski-slope)
untuk transmisi frekuensi rendah
getaran.
Khas: Speech Speech Tuli sensorineural
discrimination discrimination bagus yang berkembang
sangat berkurang sampai batas sangat lambat
dan atrofi yang luas minimum
pada ganglion pendengaran
spiralis melebihi 50 dB
MANIFESTASI KLINIS

Berkurangnya pendengaran Kesulitan mendengar suara


secara perlahan-lahan dan atau percakapan dengan latar
progresif, bilateral simetris belakang suara yang berisik
pada kedua telinga. atau di keramaian

Dapat mendengar suara


Telinga berdenging (Tinitus
percakapan, tetapi sulit untuk
nada tinggi)
memahaminya
Diagnosis
Anamnesis

• Manifestasi klinis
• Faktor risiko
• Penggunaan obat-obat ototoksik (gol. aminoglikosida: streptomisin,
neomisin, kanamisin, amikasin, gentamisin, tobramisin, sisomisin,
netilmisin)

Pemeriksaan fisik

• Otoskopi
• Tes penala  rinne +, lateralisasi ke yang sehat, swabach memendek

Pemeriksaan penunjang

• Audiometri nada murni


• Otoacoustic emission
No. Tipe Audiometri nada murni Audiometri tutur

Sensori Penurunan ambang dengar yang Bergantung pada


1
curam pada frekuensi tinggi frekuensi yang
(sharply slooping) terkena

Neural Penurunan pendengaran sedang Gangguan


2
pada semua frekuensi (gently diskriminasi tutur
slooping) berat

Metabolik (strial) Penurunan pendengaran dengan Gangguan


3
gambaran flat dan berjalan diskriminasi tutur
progresif pelan ringan

Mekanik Penurunan pendengaran dengan Bergantung pada


4
kurva menurun pada frekuensi kecuraman
tinggi secara lurus berjalan penurunan
progresif pelan
Derajat Kurang Pendengaran

Derajat menurut Jerger :

0-20 dB (desibel) : Normal


20-40 dB : tuli ringan
40-55 dB : tuli sedang
55-70 dB : tuli sedang berat
70-90 dB : tuli berat
> 90 dB : tuli sangat berat
Penatalaksanaan

• Pemasangan alat bantu dengar


• Speech reading
• Auditory training