Anda di halaman 1dari 24

Ileus Obstruksi

Parsial
P e m b i m b i n g : d r . R o b e r t , S p B

Disusun oleh : d r. AndiKhairun Nisa


Laporan
Kasus
Identitas Pasien
Identitas Pasien

Anamnesis

Nama : Tn. M
Pemeriksaan Fisik
Umur : 45 tahun
Pemeriksaan Tanggal Lahir : 03 April 1974
Penunjang
Tanggal Masuk : 22 April 2019
Diagnosis No. CM : 2322102

Rencana Tindakan

Follow Up

Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus
Identitas Pasien Keluhan Nyeri pada perut
Utama
Anamnesis Keluhan Perut kembung dan tidak bisa BAB dan buang
tambahan gas selama 2 hari.
Pemeriksaan Fisik RPS (Riwayat Pasien datang ke IGD RSUD Kota Tg.Pinang
Penyakit mengeluh nyeri pada seluruh perut dan perut
Pemeriksaan Sekarang) terasa kembung. Keluhan dirasakan kurang
Penunjang lebih selama 1 minggu SMRS dan bertambah
buruk. Pasien juga mengeluh tidak bisa BAB
Diagnosis
dan tidak bisa buang gas selama 2 hari. Pasien
juga mengeluh mual dan muntah. Muntah
Rencana Tindakan dikatakan lebih dari 5 kali dalam sehari berisi
cairan dan tidak disertai darah. Nafsu makan
berkurang. Demam disangkal oleh pasien.
Follow Up
Adanya benjolan di paha atau bawah perut juga
disangkal oleh pasien.

Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus
Identitas Pasien RPD Pasien belum pernah mengalami keluhan yang
sama sebelumya, DM (-), hipertensi (+), alergi
Anamnesis (-), riwayat kelainan darah (-) & riwayat penyakit
jantung, dan gangguan fungsi hati (-).
Pemeriksaan Fisik RPK HT (+)

Pemeriksaan RIW. ALERGI Disangkal


Penunjang

Diagnosis

Rencana Tindakan

Follow Up

Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus
PEMERIKSAAN FISIK
Status Present : Vital sign
Identitas Pasien
Keadaan Umum : Tampak sakit Tekanan Darah : 140/90
sedang mmHg
Anamnesis Kesadaran : Composmentis Nadi : 82x/menit
Respirasi : 20x/menit
Suhu : 36,8oC
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik Umum
Pemeriksaan
Kepala : Normocephal,
Penunjang
rambut hitam, pendek, lurus,
Mulut : Stomatitis (-),
Diagnosis tidak mudah dicabut,
sianosis (-), lidah kotor (-),
hematom (-), jejas (-)
pembesaran tonsil (-)
Mata : Konjungtiva tidak
Rencana Tindakan Telinga : Discharge (-), luka
anemis, sklera tidak ikterik,
(-)
pupil isokor, reflek cahaya
Leher : Pembesaran KGB
Follow Up (+/+), reflek kornea (+/+)
(-), deviasi trakea (-), JVP
Hidung : Sekret (-), mimisan
tidak meningkat
(-), nafas cuping hidung (-)

Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus
PEMERIKSAAN FISIK
Identitas Pasien Thorak :
Abdomen :
Pulmo :
I : normochest, dinding dada I : Tampak cembung,
Anamnesis distended (+) Dam contour
simetris, jejas (-)
P : fremitus taktil kanan= kiri, (-), Darm Steifung (-), jejas
Pemeriksaan Fisik ekspansi dinding dada simetris (-)
P : Sonor dikedua lapang paru A : Bising usus (+)
Pemeriksaan A: vesikuler diseluruh lap. paru, meningkat, metalic sound (-
Penunjang suara tambahan (-) )
P : Defans muskular (-),
Diagnosis Cor :
I: tidak tampak iktus kordis nyeri tekan (+) di seluruh
P :iktus kordis teraba regio abdomen, finger test
Rencana Tindakan P : batas atas: ICS 2 midclavicula tidak teraba masa, hepar
kiri, batas bawah : ICS 5 dan lien tidak teraba, ginjal
midclavicula kiri, batas kanan ICS tidak teraba.
Follow Up 4 parasternal kanan, batas kiri : P : Timpani (+) di seluruh
ICS 5 axilaris anterior kuadran abdomen, Nyeri
A: Konfigurasi kesan dalam batas
ketok (+)
normal, SI>II

Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus
Identitas Pasien
Pem.penunjang
P H Ni
e as lai
m il R
er uj
ik u
sa k
a a
n n

Anamnesis Pemeriksaan H
e
m
at
ol
og
Hasil Nilai Rujukan
i
d
ar
a

Hematologi darah rutin : h


ru
ti
n
:

Pemeriksaan Fisik
H 14 14
e -
m 18
og gr
lo %
bi
n

L 13 50

Hemoglobin eu
ko
sit
,6

00
-
10
.0
00
14 14-18 gr%
Pemeriksaan
/m
m
3

Leukosit Er 4, 4- 13,6 ↑ 5000-10.000 /mm3


Penunjang
itr 60 6
os jt/
it m
m
3

Tr 24 15

Eritrosit 4,60 4-6 jt/mm3


o 4 0-
m 40
bo 0
sit rb
m
m
3

Diagnosis Trombosit P
C
V
45
,7

40
-
45
v
%
244 150-400 rb mm3
M 10 86
C 2 -

45,7 ↑
V 11

PCV 40-45 v%
0
fi

M 35 26
C -
H 38

MCV M
C
32
,2
pg

102 86-110 fi
Rencana Tindakan
H
C

MCH Ki
m
ia
Kl
in
ik
35 26-38 pg
MCHC G
ul
a
10
5
<
12
5
32,2
D m

Kimia Klinik ar
ah
A
ca
k
g/
dl

Follow Up
S 31 <
G 47

Gula Darah Acak O


T

S
G
27
I
U/
L

<
39
105 <125 mg/dl
P I
T U/
L

U 36 15

SGOT re
u
m
-
39
m
g/
dl
31 < 47 IU/L
SGPT Cr
ea
tin
in
0,
7
0,
51
-
0,
95
27 < 39 IU/L
m

Ureum g/
dl

36 15-39 mg/dl
Creatinin 0,7 0,51-0,95 mg/dl

Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus
Identitas Pasien
Pem.penunjang
P H Ni
e as lai
m il R
er uj
ik u
sa k
a a
n n

Anamnesis H
e
m
at
ol
og
i
d
ar
a
h

Kesan :
ru
ti
n
:

Pemeriksaan Fisik
H 14 14

Ileus Paralitik
e -
m 18
og gr
lo %
bi
n

L 13 50
eu ,6 00
ko ↑ -
sit 10
.0
00

Pemeriksaan
/m
m
3

Er 4, 4-

Penunjang
itr 60 6
os jt/
it m
m
3

Tr 24 15
o 4 0-
m 40
bo 0
sit rb
m
m
3

Diagnosis
P 45 40
C ,7 -
V ↑ 45
v
%

M 10 86
C 2 -
V 11
0
fi

M 35 26
C -
H 38
pg

M 32
C ,2

Rencana Tindakan
H
C
Ki
m
ia
Kl
in
ik

G 10 <
ul 5 12
a 5
D m
ar g/
ah dl
A
ca
k

Follow Up
S 31 <
G 47
O I
T U/
L

S 27 <
G 39
P I
T U/
L

U 36 15
re -
u 39
m m
g/
dl

Cr 0, 0,
ea 7 51
tin -
in 0,
95
m
g/
dl

Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus
Diagnosis
Identitas Pasien

Anamnesis Ileus Obstruktif Parsial


Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan
Penunjang

Diagnosis

Rencana Tindakan

Follow Up

Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus
Rencana tindakan
Identitas Pasien

Anamnesis

Pemeriksaan Fisik 1.Non Farmakologi


• Pasien dipuasakan
Pemeriksaan
Penunjang 2. Farmakologi
• IVFD RL 30 tpm
Diagnosis • Inj Ranitidin 2x1
• Inj Ketorolac 2x1
Rencana Tindakan • Drip Metronidazol 3x500 mg
• Fosen Enema diruangan
Follow Up

Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus
Identitas Pasien
Follow up
Anamnesis SOAP
23-04-2019 24-04-2019 25-04-2019

Pemeriksaan Fisik Nyeri di Perut +++ ++ -

Pemeriksaan
Penunjang
Perut Kembung +++ - -
Diagnosis

Rencana Tindakan
Mual Muntah +++ - -

Follow Up
BAB & buang gas - + +

Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus
Identitas Pasien
Follow up
Anamnesis SOAP 23-04-2019 24-04-2019 25-04-2019
KU
Tampak Sakit Sedang
Pemeriksaan Fisik
TTV
Pemeriksaan TD 162 / 92 135/96 152/91
N 60 x/m 55 x/m 69 x/m
Penunjang RR 20 x/m 15 x/m 25 x/m
S 36,2 °C 35,6 °C 36,2°C
Diagnosis Status Lokalis

Abdomen
Rencana Tindakan I Distensi (+) Distensi (-) Distensi (-)

A BU (+) meningkat BU (+) normal BU (+) normal


Follow Up
P NT (+) seluruh abd NT (-) NT (-)

P Timpani (+++)Nyeri Timpani (++)Nyeri Timpani (+)Nyeri


ketok (+) ketok (+) ketok (-)

Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus
Identitas Pasien
Follow up
Anamnesis SOAP
23-04-2019 24-04-2019 25-04-2019

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan
Penunjang
Diet tinggi serat Diet tinggi serat
Diagnosis 1500 kkal/hariIvfd 1500 kkal/hariIvfd
RL 20 tpmRanitidin RL 20
Metronidazol 2x500
2x1Ketorolac tpmMetoclopramid
mgRanitidin 2x1
Rencana Tindakan 2x1Metronidazol 3x1Metronidazol
3x500 mg 3x500 mg
IVDulcolax supp IVLansoprazol 2x1
Follow Up

Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus Obstruksi Ileus
Tinjauan
Pustaka
PENDAHULUAN

DEFINISI

ILEUS Gangguan PASSASE normal isi


usus akibat adanya HAMBATAN
OBSTRUKSI

EPIDEMIOLOGI
Penyebab tersering obstruksi usus di
Indonesia, adalah hernia, baik sebagai
penyebab obstruksi sederhana (51%)
maupun obstruksi usus strangulasi (63%)
PENDAHULUAN

ILEUS
ETIOLOGI
OBSTRUKSI
Lesi Intraluminal
• Batu empedu, Bolus
ETIOLOGI ascaris,
Lesi Intramural
Benda asing
• Penyakit Crohn, hematom
Lesi Ekstraluminal
intramural, atresia duodenal,
• Adhesi,
NeoplasmaHernia
inkarserata,obs.
duodenum,abses,hematom,v
olvulus,invaginasi
PENDAHULUAN

ILEUS
ETIOLOGI
OBSTRUKSI

KLASIFIKASI
KLASIFIKASI

Berdasarkan lokasi

1. Letak Tinggi : Obstruksi mengenai usus halus

2. Letak rendah : Obstruksi mengenai usus besar

Berdasarkan stadium
1. Obstruksi sebagian (partial obstruction): obstruksi terjadi sebagian

2. Obstruksi sederhana (simple obstruction): obstruksi/sumbatan yang


tidak disertai terjepitnya pembuluh darah

3. Obstruksi strangulasi (strangulated obstruction): obstruksi disertai


dengan terjepitnya pembuluh darah
Diagnosis

Anamnesis

Mual Muntah
Gagal defekasi
dan flatus

Perut distensi

Nyeri abdomen
Pemeriksaan Fisik

1. Inspeksi
Tanda-tanda generalisata dehidrasi
Abdomen tampak distensi, terdapat hernia, jaringan parut atau masa abdomen.
terdapat darm contour (gambaran usus), dan darm steifung (gambaran gerakan usus)

2. Auskultasi
Pada auskultasi terdapat hiperperistaltik berlanjut dengan Borborygmus (bunyi usus
mengaum) menjadi bunyi metalik / metallic sound . Pada tahap lanjut dimana obstruksi
terus berlanjut, peristaltik akan melemah dan hilang.

3. Palpasi dan perkusi


Pada palpasi tidak terdapat nyeri tekan, defans muscular (-), kecuali jika ada peritonitis.
Perkusi timpani diseluruh lapang abdomen.
Penatalaksanaan

Dasar pengobatan ileus obstruksi adalah koreksi keseimbangan


elektrolit dan cairan, menghilangkan peregangan dan muntah
dengan dekompresi, mengatasi peritonitis dan syok bila ada,
dan menghilangkan obstruksi untuk memperbaiki
kelangsungan dan fungsi usus kembali normal
THANK YOU
T H E P R O F E S S I O N A L B U S I N E S S T E M P L AT E