Anda di halaman 1dari 34

INSTRUMEN

MANAJEMEN
RISIKO

1. SEVERITY ASSESSMENT
2. ROOT CAUSE ANALYSIS

3. FAILURE MODE & EFFECT


ANALYSIS
4. RISK REGISTER
1
Tools untuk risk
analysis

1. Severity assessment
2. Root Cause Analysis
3. Failure mode and effect analysis
2
Severity
assessment
Menentukan tingkat
keparahan risiko:
Variabel yang digunakan
untuk menilai severity:
Dampak risiko
dan
Probabilitas
3
Frequent
Probable
Possible
Unlikely
Rare

Probability
1. Extreme risk
Severity
2. High risk
assessment 3. Moderate risk
4. Low risk
Severity
(Dampak)
Extreme
Major
Moderate
Minor
Minimal 4
Dampak Risiko (Severity)
TK Deskrip Dampak
RIKS
si
1 Minima Tidak ada cedera
l
2 Minor • Cedera ringan , mis luka lecet
• Dapat diatasi dng P3K
3 Modera • Cedera sedang, mis : luka robek
• Berkurangnya fungsi motorik/
t sensorik/ psikologis atau intelektual
(reversibel. Tdk berhubungan
dengan penyakit
• Setiap kasus yg meperpanjang
perawatan

4 Mayor • Cedera luas/berat, mis: cacat,


lumpuh
• Kehilangan
5 fungsi motorik/sensorik/
6
7
8
LEVEL/BAN TINDAKAN
DS
EKSTREM Risiko ekstrem, dilakukan RCA paling
(SANGAT lama 45 hari, membutuhkan tindakan
TINGGI) segera, perhatian sampai ke Direktur RS

HIGH Risiko tinggi, dilakukan RCA paling lama


(TINGGI) 45 hari, kaji dengan detail & perlu
tindakan segera, serta membutuhkan
tindakan top manajemen
MODERATE Risiko sedang dilakukan investigasi
(SEDANG) sederhana (PDCA) paling lama 2
minggu. Manajer/pimpinan klinis
sebaiknnya menilai dampak terhadap
bahaya & kelola risiko
LOW Risiko rendah dilakukan investigasi
9
(RENDAH) sederhana (PDCA) paling lama 1 minggu
Root Cause
Analysis
Kategori merah atau
kuning

10
Langkah RCA
1. Bentuk tim RCA untuk suatu
kejadian
2. Pelajari kejadian

3. Analisis sebab,

4. Menyusun rencana tindakan,


dan
5. Melaporkan proses analisis dan
temuan.
11
2. Mempelajari
1. kejadian
Menentukan masalah,
2. Mengumpulkan bukti-bukti yang nyata,
3. Melakukan wawancara,
4. Meneliti lingkungan kejadian,
5. Menggambarkan rantai terjadinya
kejadian
6. Mengenali faktor-faktor yang
berkontribusi terhadap timbulnya
kejadian,
7. Mengenali kejadian-kejadian yang
mengawali (trigger) 12
 Melakukan
analisis dengan
menggunakan pohon
masalah/diagram tulang ikan
untuk mengetahui kegiatan atau
kondisi yang menyebabkan timbul
kejadian,
 Lanjutkan sehingga dapat dikenali
sistem yang melatar belakangi
timbulnya kejadian atau sampai tidak
beralasan lagi untuk melanjutkan

13
 Mengidentifikasi akar-akar
penyebab:
1.Faktor manusia: kelalaian,
incompetence, sistem pengelolaan
sumber daya manusia termasuk
reward system
1. Sistem breakdown (mati), system
failure (gagal), system incapability
(tidak kapabel)
2. Sistem pengendalian
3. Sumber daya (fasilitas dan peralatan)
dan manajemen sumber daya
 Rumuskan pernyataan akar masalah
14
Root Cause Masalah

Root cause

15
Susun rencana
1.
tindakan
Menetapkan strategi yang tepat
untuk mengatasi penyebab yang
diidentifikasi, dan dapat diterima oleh
pihak yang terkait dengan kejadian.
2. Rencana tindakan disusun untuk tiap
akar penyebab kejadian dan
pengukuran untuk menilai efektifitas
tindakan terhadap akar penyebab
3. Dapatkan persetujuan dari
kepemimpinan dalam organisasi
16
Catat dan
laporkan
1. Catat proses dan alat yang
digunakan
2. Biaya yang dibutuhkan

3. Ringkasan kejadian

4. Proses investigasi dan


analisis
5. Temuan 17
Memahami penyebab
kejadian
1. Kegagalan aktif: pelanggaran
yang sengaja dilakukan oleh
seseorang
2. Kondisi laten: breakdown dari
proses atau sistem:
1. Kurangnya pendidikan
2. Gagal mengikuti prosedur
3. Alat yang rusak
4. Disain yang tidak tepat, dsb 18
tidak ada
Jika
kejadian, tetapi
kita akan
memperbaiki suatu
sistem agar
minimal risiko,
maka lakukan
FMEA 19
Failure Mode
and Effect
Analysis
20
Why does it always
seem we have
plenty of time to
fix our problems,
but never enough
time to prevent the
problems by doing
it right the first
time?

21
Apakah FMEA
 Suatu alat mutu untuk mengkaji
suatu prosedur secara rinci, dan
mengenali model-model adanya
kegagalan/kesalahan pada suatu
prosedur, melakukan penilaian terhadap
tiap model kesalahan/kegagalan, dengan
mencari penyebab terjadinya, mengenali
akibat dari kegagalan/kesalahan, dan
mencari solusi dengan melakukan
perubahan disain/prosedur
22
Langkah-langkah
1. Bentuk tim FMEA: orang-orang yang terlibat
dalam suatu proses
2. Tetapkan tujuan, keterbatasan, dan jadual tim
3. Tetapkan peran dari tiap anggota tim
4. Gambarkan alur proses yang ada sekarang
5. Kenalilah Failure modes pada proses tersebut
pada tiap tahap
6. Kenalilah penyebab terjadinya failure untuk
tiap model kesalahan/ kegagalan
7. Kenalilah apa akibat dari adanya failure untuk
tiap model kesalahan/ kegagalan
23
Langkah-langkah….
 Lakukan penilaian untuk tiap model kesalahan/kegagalan:
1. Sering tidaknya terjadi (occurrence): (Occ)
1. 1 : tidak pernah, 10 sangat sering
2. Kegawatannya (severity): (SV)
1. 1 : tidak gawat, 10 sangat gawat
3. Kemudahan untuk terdeteksi (detectability): (DT)
1 : mudah dideteksi, 10 : sangat sulit dideteksi
 Hitung Risk Priority Number (RPN) dengan mengkalikan:
Occ x SV x DT
 Tentukan batasan (cut-off point) RPN yang termasuk
prioritas
 Tentukan kegiatan untuk mengatasi (design action/solution)
 Tentukan cara memvalidasi apakah solusi tersebut berhasil
 Gambarkan alur yang baru dengan adanya solusi tersebut
 Hitung kembali RPN sesudah dilakukan solusi perbaikan
24
Modus Penyeb Akib Kemun Tingkat Kemuda Risk Solu Indikat
-modus ab at g kinan keparah h Priorit si or
kegaga terjadin nya terjadin an (S= an y untuk
l ya ya ( O= Severity dideteks Numb mengu
an/kes Occurr ) i (D= er(RP kur
a ence) Detecta N) keberh
lahan bility) RPN = asilan
OxSxD dari
solusi

25
Severity Rating Scale
Nil Penjelasa Pengertian
ai n
10 Amat sangat Kesalahan yang dapat menyebabkan kematian pelanggan
berbahaya dan kerusakan sistem tanpa tanda-tanda yang
mendahului
9 Sangat Kesalahan yang dapat menyebabkan cedera
8 berbahaya berat/permanen pada pelanggan atau gangguan serius
pada sistem yang dapat menghentikan pelayanan dengan
adanya tanda yang mendahului
7 Berbahaya Kesalahan yang dapat menyebabkan cedera ringan
sampai sedang dengan tingkat ketidak puasan yang tinggi
dari pelanggan dan/atau menyebabkan ganggung sistem
yang membutuhkan perbaikan berat atau kerja ulang
yang signifikan
6 Berbahaya Kesalahan berakibat pada cedera ringan dengan sedikit
5 sedang ketidak puasan pelanggan dan/atau menimbulkan
masalah besar pada sistem
4 Berbahaya Kesalahan menyebakan cedera sangat ringan atau tidak
3 ringan sampai cedera tetapi dirasakan mengganggu oleh pelanggan
sedang dan/atau menyebabkan masalah ringan pada sistem yang
dapat diatasi dengan modifikasi ringan
26
Occurence Rating Scale
Nil Penjelasan Pengertian
ai
10 Kemungkinan Kesalahan terjadai paling tidak sekali sehari atau hampir
terjadinya setiap saat
dapat
dipastikan
9 Hampir tidak Kesalahan dapat diprediksi terjadi atau terjadi setiap 3
dapat sampai 4 hari
dihindarkan
8 Kemungkinan Kesalahan sering terjadi atau terjadi paling tidak
7 terjadai sangat seminggu sekali
tingggi
6 Kemungkinan Kesalahan terjadi sekali sebulan
5 terjadi tinggi
sedang
4 Kemungkinan Kesalahan kadang terjadi, atau sekali tidap tiga bulan
3 terjadi sedang
2 Kemungkinan Kesalahan jarang terjadi atau terjadi sekitar sekali
terjadi rendah setahun
1 Kemungkinan Kesalahan hampir tidak pernah terjadi, atau tidak ada
terjadi amat yang ingat kapan terakhir terjadi 27
Detection Rating Scale
Nil Penjelasan Pengertian
ai
10 Tidak ada peluang Tidak ada mekanisme untuk mengetahui
untuk diketahui adanya kesalahan
9 Sangat sulit Kesalahan dapat diketahui dengan inspeksi
8 diketahui yang menyeluruh, tidak feasible dan tidak
segera dapat dilakukan
7 Sulit diketahui Kesalahana dapat diketahui dengan inspeksi
6 manual atau tidak ada proses yang baku
untuk mengetahui, sehingga ketahuan
karena kebetulan
Berpeluang Ada proses untuk double checks atau
5 sedang untuk inspeksi tetapi tidak otomatis atau
diketahui dilakukan secara sampling
4 Berpeluang tinggi Dipastikan ada proses inspeksi yang rutin
3 untuk diketahui tetapi tidak otomatis
2 Berpeluang sangat Dipastikan ada proses inspeksi rutin yang
tinggi untuk otomatis
diketahui
28
Menetapkan “cut off
point”dengan Pareto
 Urutkan failure mode dengan nilai
RPN dari yang tertinggi ke yang
terendah
 Hitung persentase kumulatif

 Perhatikan nilai kumulatif sampai


dengan 80 %, maka pada nilai
kumulatif 80 % tersebut kita
tetapkan sebagai “cut off point”
29
Contoh
Modus RPN Kumulat Persenta
kegagala if se
n/kesala Kumulat
han if
Modus 1 320 320 26,4 %
Modus 4 270 590 48,7 %
Modus 3 240 830 68,6 %

Modus 2 160 990 81,8 % Cut off:


160
Modus 6 100 1090 90,1 %
Modus 5 80 1170 96,7 %
Modul 7 40 1210 100 %
yang harus ditindak lanjuti dengan solusi adalah: modus 1,
30
Menentukan area
prioritas
Area/un Hig High High Proble Tota Urut
it kerja h cost volum m l an
risk e Prone Prior
itas
Gawat 10 7 4 4 25 III
darurat
Rawat 5 5 8 4 22 VI
jalan
Farmasi 9 8 8 5 30 I
Laborat 9 8 8 4 29 II
orium
Rawat 6 7 5 6 24 IV
inap
Pendaft 6 4 8 5 23 V 31
32
Bahan bacaan
 Risk Management Guidelines AS/NZS 4360.2004
 American Society for Health Care Risk Management, Risk
Management Handbook, 2004
 Hunter Area Health Service Clinical Governance Unit,
Adverse Event Management Program Overview ,
August 2003
 FAA, FAASystem Safety Handbook , Dec. 2000
 Gain., Guide to methods and tools for safety analysis
in air traffic management, 2003.
 Hunter Area Health Service, Management of Clinical
Adverse Event, May 2003
 Ward, S. E., Incident Investigation and Root cause Analysis,
JHQ, May/June 2005
 JCAHO., Root Cause Analysis in Health Care , Joint
Commission, 2000
 Burgmeyer, J., Failure Mode and Effect Analysis: An
Application in Reducing Risk in Blood Transfusion, Journal
on Quality Improvement, Vol 28, No.6, June 2002.
33
Pengertian
 RiskManagement
merupakan proses
mengenal, mengevaluasi,
mengendalikan,
meminimalkan risiko
dalam suatu organisasi
secara menyeluruh (NHS)
34