Anda di halaman 1dari 54

BAGIAN I

PENDAHULUAN

A. PERNYATAAN KOMITMEN DEWAN KOMISARIS


DAN DIREKSI

PT Perkebunan Nusantara XI atau disingkat PTPN


XI sebagai anak perusahaan bagian dari Holding
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perkebunan
memiliki komitmen untuk melaksanakan praktik-
praktik Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good
Corporate Governance) sebagai landasan
operasional pengelolaan kegiatan usaha. Untuk
mewujudkan komitmen tersebut, manajemen
telah menetapkan Kode Etik Perusahaan (Code of
Conduct) sebagai salah satu infrastruktur
penerapan prinsip-prinsip GCG. Pedoman Kode
Etik ini merupakan komitmen etika perilaku dalam
menjalankan bisnis di perusahaan bagi organ
perusahaan, anak perusahaan dan afiliasinya serta
pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya
yang disusun dan digunakan sebagai pedoman
untuk mempengaruhi, membentuk, mengatur, dan
melakukan tingkah laku yang konsisten
berdasarkan prinsip-prisnsip berkedasaran etis
(ethical sensibility), berpikir etis (ethical reasoning),
dan berperilaku etis (ethical conduct) sebagai
bagian dari usaha untuk mewujudkan visi, misi dan

1
budaya Perusahaan yang akan digunakan sebagai
acuan oleh Pemegang Saham, Komisaris dan
Direksi PTPN XI.

Seluruh Insan Perusahaan yaitu Dewan Komisaris,


Direksi, dan seluruh Karyawan Perusahaan
termasuk Karyawan yang ditugaskan di Anak
Perusahaan serta personil lainnya yang secara
langsung bekerja untuk dan atas nama
Perusahaan berkomitmen untuk
mengimplementasikan Kode Etik secara konsisten
dengan didukung oleh semangat bersama untuk
melaksanakan praktik bisnis yang dapat memenuhi
harapan Pemangku Kepentingan.

Surabaya, Maret 2018


PT PERKEBUNAN NUSANTARA XI

Dedy Mawardi Daniyanto


Komisaris Utama Direktur Utama

2
B. PENDAHULUAN
 Pengertian Umum
Pedoman Kode Etik ini merupakan komitmen
etika perilaku yang disusun dan digunakan
sebagai pedoman dalam menjalankan bisnis
di perusahaan baik bagi organ perusahaan,
anak perusahaan dan afiliasinya maupun
pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya

 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam
penyusunan Pedoman Kode Etik adalah:
1. Sebagai komitmen bersama untuk
mewujudkan Visi dan melaksanakan Misi
perusahaan secara profesional dan
beretika serta tetap berpedoman kepada
aturan yang berlaku bagi perusahaan.
2. Meminimalisir segala risiko yang
mengakibatkan terjadinya konflik
kepentingan sebagai akibat kelalaian yang
dilakukan oleh insan perusahaan di dalam
perusahaan.
3. Mendorong perbaikan layanan mutu
produk, pengelolaan perusahaan,
pengembangan nilai perusahaan, dan
pada akhirnya menuju pada peningkatan
reputasi dan image perusahaan

 Manfaat
1. Membentuk karakter individu perusahaan
yang disiplin dan beretika dalam bergaul
dengan sesama individu dalam
perusahaan maupun dengan pihak lain di
luar perusahaan
2. Menjadi acuan perilaku bagi individu
dalam perusahaan untuk melaksanakan
tugas dan tanggung jawab
3. Menciptakan suasana kerja yang sehat
dan nyaman dalam lingkungan
perusahaan
4. Sebagai pedoman yang mengatur,
mengawasi sekaligus mencegah
penyalahgunaan wewenang dan jabatan
setiap individu dalam perusahaan
C. LOGO, VISI, MISI, MEANING DAN BUDAYA
Keberadaan logo, visi, misi, meaning dan budaya
Perusahaan diharapkan m am pu memberi arah
yang jelas bagi Insan Perusahaan dalam
melaksanakan strategi Perusahaan.

 Logo

Logo PT Perkebunan Nusantara XI :

Merupakan penggabungan dari tiga bentuk


utama, yaitu daun tebu, kupu-kupu dan
angka 11

+ + 11
Penjelasan Logo

Bentuk sayap kupu - kupu (tampak samping)


adalah rangkaian daun tebu yang terlipat,
melambangkan perubahan yang positif dan
tanggap terhadap kebutuhan jaman

3 helai daun tebu (mempunyai 6 ruas)


merefleksikan 6 poin dalam budaya
PTPN XI : amanah, profesional, sinergi,
pelayanan prima, inovatif, dan peduli

2 helai daun tebu yang dibentuk mengikuti gestur sayap


kupu mere eksikan angka 11 pada PTPN XI. Bentuk
dibuat dari kecil ke besar dan mengarah
melambangkan PTPN selalu berbenah dan tumbuh
 Visi

Visi adalah suatu pandangan jauh tentang


perusahaan, mimpi-mimpi dan tujuan-tujuan
perusahaan yang ingin dicapai di masa
mendatang.

Statement visi perusahaan yaitu :

”Menjadi Perusahaan Agro Industri


yang unggul di Indonesia”

Penjelasan visi perusahaan :


 Perusahaan agro industri mencakup
kegiatan pemanfaatan hasil pertanian
sebagai bahan baku, untuk diolah lebih
lanjut menjadi produk industri dalam
rangka meningkatkan nilai tambah. Produk
yang berasal dari bahan baku tebu
misalnya gula Kristal, lump sugar, caramel
sugar, bioethanol, alkohol, biofertilizer,
particle board, cogeneration (energi) serta
lainnya
 Unggul di Indonesia menunjukkan
bahwa perusahaan telah unggul dalam
industri sejenis baik dalam harga pokok
produksi, kualitas produk, efisiensi dalam
penggunaan sumber daya, pelayanan
prima serta mampu mencitrakan sebagai
perusahaan agro industri yang modern di
Indonesia
 Misi
Misi adalah alasan keberadaan sebuah
perusahaan, memuat apa yang disediakan
oleh perusahaan kepada masyarakat

Statement misi perusahaan yaitu :

”Mengelola dan mengembangkan


agro industri berbasis tebu serta
diversifikasi usaha untuk memberi
nilai tambah melalui pemanfaatan
sumber daya yang berwawasan
lingkungan”

Penjelasan misi perusahaan :


 Usaha utama yang dikelola PTPN XI adalah
agro industri berbasis tebu. Saat ini PTPN
XI telah menghasilkan kristal gula, tetes,
alkohol dan spiritus sebagai produk
berbahan baku tebu, serta karung plastik
dan jasa kesehatan (rumah sakit) untuk
produk non-tebu

 Sebagai upaya menciptakan peluang


bisnis dan keunggulan kompetitif, PTPN XI
terus berupaya malakukan optimalisasi
peluang dan kekuatan perusahaan melalui
strategi diversifikasi usaha baik melalui
lump sugar, caramel sugar, bioethanol,
alkohol, biofertilizer, particle board,
cogeneration (energi) serta peluang usaha
lainnya, termasuk optimalisasi
penggunaan aset perusahaan.

 Alasan keberadaan PTPN XI adalah


memberikan nilai tambah bagi stakeholder
perusahaan. Stakeholder PTPN XI meliputi
shareholder (pemilik saham), karyawan,
petani, pelanggan, lembaga keuangan,
rekanan pemasok, masyarakat serta pihak
lainnya

 Sumber daya perusahaan meliputi sumber


daya alam, manusia, mesin, metode,
material, modal, informasi serta lainnya.
Komitmen perusahaan mewujudkan
perusahaan ramah lingkungan melalui
pemanfaatan sumber daya yang
berwawasan lingkungan.

 Meaning
Meaning adalah untaian kalimat yang
menggambarkan peran atau apa yang
diberikan perusahaan kepada para
stakeholder.

Statement meaning perusahaan yaitu :

”Memberikan Pelayanan Terbaik


Demi Kesejahteraan Bersama”

Penjelasan meaning perusahaan :


 Memberikan pelayanan terbaik
menunjukkan segenap insan perusahaan
senantiasa menjamin kualitas pelayanan,
baik mencakup kualitas produk maupun
tingkat layanan kepada stakeholder

 Kesejahteraan bersama menunjukkann


kepedulian perusahaan untuk senantiasa
berfokus pada peningkatan kesejahteraan
seluruh stakeholder perusahaan
 Budaya Perusahaan
Budaya Holding Perkebunan Nusantara
 Peran JTI dalam Kesuksesan PTPN
Group

1. Insan PTPN Group merupakan


unsur sentral bagi kesuksesan
perusahaan. Salah satu modal
utama setiap insan yang
bermartabat terletak pada
kebersihan (kecerdasan) hati,
yang tercermin dari perilaku Jujur,
Tulus, dan Ikhlas (JTI).
2. JTI merupakan sikap mental Insan
PTPN Group dan menjadi perilaku
inti dari budaya integritas yang
akan membawa kesuksesan
perusahaan

 Simbol JTI

JTI dilambangkan dalam bentuk gambar


hati berwarna merah dan putih, tulisan
Jujur berwarna emas, Tulus berwarna
hijau, dan Ikhlas berwarna biru

1. Buah Utama dari kebersihan dan


kecerdasan hati adalah sikap Jujur,
Tulus, dan Ikhlas.
2. Warna Hati adalah Putih,
melambangkan kebersihan dan
kecerdasan sebagai jati diri manusia
untuk menjadi mulia, luhur, dan
terhormat.
3. Warna Jujur adalah Emas,
melambangkan bahwa kejujuran
merupakan pangkal dari budi pekerti,
sebagai tata nilai yang diterima dan
dihargai secara universal oleh umat
manusia selayaknya emas
4. Warna Tulus adalah Hijau,
melambangkan tumbuh-tumbuhan
yang secara terus menerus
memberikan manfaat bagi lingkungan
tanpa pamrih.
5. Warna Ikhlas adalah Biru,
melambangkan samudra yang luas
dan mampu menampung apapun yang
baik ataupun buruk, senantiasa
bergerak, tidak berputus asa, tidak
mengeluh, tetap optimis, dan selalu
berbaik sangka.
6. Jantung Hati berwarna Merah Putih,
merupakan perwujudan kebulatan
tekad dan gerakan bersama untuk
mengabdikan diri pada kemajuan dan
kejayaan Bangsa dan Negara
Indonesia.

 Pengertian Jujur, Tulus, Iklas


JUJUR adalah sikap dan perilaku atau
tindakan yang mencerminkan:

1. Nilai-nilai kebenaran dan atau


kesesuaian dengan fakta.
2. Nilai-nilai kesamaan, keserasian,
keharmonisan dan konsistensi antara
keyakinan, pikiran, perkataan, dan
perbuatan.
3. Nilai-nilai yang berhubungan dengan
penempatan sesuatu pada tempatnya,
proporsional, kesesuaian dengan
kewajiban dan tanggung jawabnya.
TULUS adalah sikap dan perilaku atau
tindakan yang mencerminkan:

1. Nilai-nilai kesungguhan dan


pengorbanan dalam menjalankan
kewajiban, peran, dan tanggung
jawabnya di perusahaan
2. Nilai-nilai kesungguhan dan
pengorbanan untuk menjadi diri yang
bermartabat, yaitu manusia yang mulia,
luhur, dan terhormat serta untuk
mencapai tujuan dan kepentingan
yang lebih besar, yaitu perusahaan dan
bangsa

IKHLAS adalah sikap dan perilaku atau


tindakan yang mencerminkan:

1. Nilai-nilai untuk dapat menerima realitas


yang sedang dihadapi, yang disertai
dengan sikap positif dalam melihat
realitas tersebut demi keberhasilan
masa depan.
2. Nilai-nilai keterbukaan terhadap
berbagai kemungkinan yang akan
terjadi dengan memandang setiap
peristiwa memiliki peluang untuk dapat
menjadi lebih baik.

JTI dan INTEGRITAS


JTI adalah perilaku utama INTEGRITAS

 Perilaku Jujur Tulus Iklas

1. Perilaku Utama Untuk Menjadi Insan


Ptpn Group Yang Jujur

a. Berkata dan atau membuat laporan


dengan benar, sesuai dengan
keyakinan dan fakta.
b. Mematuhi semua peraturan,
ketentuan, kebijakan dan nilai-nilai
PTPN Group.
c. Melaksanakan kewajiban sesuai
dengan peran dan tanggung jawab
yang telah diberikan oleh PTPN
Group.
d. Menunjukkan konsistensi antara
perkataan, perbuatan, pikiran, dan
keyakinan.
e. Menunjukkan komitmen untuk
menjaga, menghindari, dan
mencegah diri dari perbuatan
tercela

2. Perilaku Utama Untuk Menjadi Insan


Ptpn Group Yang Tulus

a. Bekerja secara sungguh-sungguh,


tanpa mengharapkan pujian.
b. Melaksanakan tugas dan tanggung
jawab betapapun berat situasi dan
kondisinya.
c. Tidak malu bertanya atau
berkonsultasi kepada orang lain
guna mendukung kelancaran
peran/tugas dan tanggung
jawabnya.
d. Mengutamakan kepentingan PTPN
Group di atas kepentingan pribadi
maupun kepentingan kelompok.
e. Berusaha menambah pengetahuan
dan keterampilan untuk
mendapatkan hasil kerja yang
terbaik

3. Perilaku Utama Untuk Menjadi Insan


Ptpn Group Yang Ikhlas

a. Siap dan sanggup menerima


setiap realitas, keputusan, atau
hasil dari usaha terbaik yang
telah dilakukan.
b. Tidak mudah putus asa, tidak
mudah mengeluh dan segera
bangkit ketika mengalami
kemunduran/kegagalan
dalam pekerjaan.
c. Bersikap positif terhadap
setiap keadaan dan kebijakan,
ketentuan dan peraturan
perusahaan serta percaya
bahwa perusahaan memiliki
maksud dan tujuan yang baik.
d. Siap menanggung risiko dari
setiap keputusan dan hasil
perbuatan.
a. Menunjukkan sikap tenang, sabar,
dan kesiapan terhadap tekanan
pekerjaan serta dalam mengelola
sejumlah pekerjaan pada saat yang
bersamaan.

 Mengapa Insan PTPN Group Harus Jujur,


Tulus, Iklas?

1. Saya bekerja dengan Jujur karena:

a. Saya ingin menjadi manusia yang


terpercaya.
b. Saya ingin menjalin hubungan
dengan orang lain/stakeholder
secara berkelanjutan.
c. Saya ingin menjadi manusia yang
mulia, luhur, dan terhormat.
d. Saya meyakini bahwa Tuhan Maha
Mengetahui.

2. Saya bekerja dengan Tulus karena:

a. Saya mencintai pekerjaan yang


menjadi kewajiban dan tanggung
jawab saya.
b. Bekerja itu ibadah.
c. Agar saya mendapatkan hasil yang
terbaik.
d. Saya ingin pekerjaan saya menjadi
bagian dari kebaktian kepada
Tuhan

3. Saya bekerja dengan Iklas karena:

a. Setiap pekerjaan itu memiliki peran


penting bagi keberhasilan
perusahaan.
b. Agar saya mampu melihat peluang
untuk menjadi lebih baik.
c. Saya ingin mendapatkan kepuasan
dalam bekerja.
d. Saya yakin bahwa Tuhan itu Maha
Baik.
Budaya PT Perkebunan Nusantara XI

Budaya perusahaan adalah nilai-nilai yang


menjadi pedoman bersama, mendasari setiap
aktivitas perusahaan serta membedakan dari
perusahaan lain.

Statement budaya PTPN XI yaitu:

Sinergi - Inovatif - Amanah - Profesional -


Pelayanan Prima - Peduli
Penjelasan budaya PTPN XI yaitu:

3
4
5
6
7
8
9
BAGIAN II
KEBIJAKAN PERILAKU PERUSAHAAN

A. Kepatuhan
Perusahaan mewajibkan Organ Perusahaan dan
Karyawan, Anak Perusahaan dan Afiliasi serta
Pemangku Kepentingan (stakeholders) lainnya
untuk memahami dan mematuhi Pedoman Kode
Etik, Pedoman GCG, Anggaran Dasar Perusahaan
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
khususnya yang mengatur mengenai tugas dan
kewajiban masing-masing pihak.

B. Pengaturan Bisnis Anak Perusahaan


Dalam melakukan pengelolaan terhadap bisnis
Anak Perusahaan, Perusahaan mendasarkan pada
prinsip-prinsip GCG dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku, termasuk namun tidak
terbatas pada penetapan kriteria, pengangkatan
dan pemberhentian Dewan Komisaris dan Direksi
Anak Perusahaan dan Afiliasi.

C. Penyalahgunaan Jabatan dan Benturan


Kepentingan
Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban yang
terkait dengan jabatannya, seluruh Insan
Perusahaan yaitu Dewan Komisaris, Direksi, dan
seluruh Karyawan Perusahaan termasuk

1
Karyawan yang ditugaskan di Anak Perusahaan
serta personil lainnya yang secara langsung
bekerja untuk dan atas nama Perusahaan dilarang
menyalahgunakan jabatan, baik langsung maupun
tidak langsung, untuk mendapatkan keuntungan
pribadi, keluarga, kelompok tertentu, maupun
pihak- pihak lainnya. Insan Perusahaan senantiasa
berupaya untuk menghindari terjadinya benturan
kepentingan pribadi atau kepentingan pihak lain
serta menghindari aktifitas sampingan (aktifitas di
luar jam kerja dan aktifitas di dalam jam kertja yang
digunakan bukan untuk kepentingan Perusahaan)
yang dapat merugikan perusahaan

D. Etika dalam Berhubungan dengan Pemangku


Kepentingan
Perusahaan menghormati hak-hak Pemangku
Kepentingan (stakeholders) yang timbul
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku dan atau perjanjian yang dibuatnya
dengan pihak lain.

Standar Etika yang perlu diperhatikan :


1. Hubungan dengan Pemegang Saham.
Perusahaan melindungi hak Pemegang
Saham yang diputuskan dalam suatu Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS), hak
Pemegang Saham untuk memperoleh

1
informasi material secara tepat waktu dan
teratur termasuk namun tidak terbatas pada
penjelasan lengkap dan informasi yang akurat
berkenaan dengan penyelenggaraan RUPS,
serta hak Pemegang Saham untuk menerima
pembagian keuntungan berdasarkan
Anggaran Dasar Perusahaan dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
2. Hubungan dengan Karyawan (Employees)
Dalam mengambil keputusan mengenai
penerimaan Karyawan dan mempekerjakan
Karyawan, Perusahaan harus memiliki
peraturan atau ketentuan tertulis yang
mengatur dengan jelas pola rekruitmen serta
hak dan kewajiban Karyawan yang antara lain
termasuk namun tidak terbatas pada hal-hal
yang memuat mengenai penetapan gaji,
memberikan pelatihan, menciptakan jenjang
karir, serta menentukan persyaratan kerja
lainnya, tanpa memperhatikan latar belakang
etnik, ras, agama, jenis kelamin, atau keadaan
khusus lain yang dilindungi oleh peraturan
perundang–undangan yang berlaku.
Perusahaan juga mengusahakan keselamatan
kerja yang bebas dari segala bentuk tekanan
atau intimidasi yang mungkin timbul sebagai
akibat dari perbedaan watak, keadaan pribadi
dan latar belakang kebudayaan.

1
3. Hubungan dengan Petani Mitra
Petani mitra mendapat perlakuan yang sama
dari Perusahaan dalam menjalankan aktivitas
bisnis dengan bingkai kemitraan,
kepercayaan dan profesionalitas serta
menjunjung nilai keterbukaan. Perusahaan
memberikan pelayanan terbaik, pembinaan
serta pendampingan untuk menciptakan
hubungan yang saling menguntungkan.
4. Hubungan dengan Pelanggan (Customers)
Perusahaan berusaha menjadi pilihan terbaik
bagi para pelanggannya. Semua perjanjian
bisnis dilakukan secara adil berdasarkan
kesetaraan dan sikap professional serta
memberikan pelayanan terbaik untuk
menciptakan hubungan jangka panjang yang
saling menguntungkan bagi kedua belah
pihak.
5. Hubungan dengan Pemasok (Suppliers)
Perusahaan membina hubungan baik dengan
para pemasok, didasarkan atas prinsip
kesetaraan, kepercayaan, kejujuran, dan saling
menghormati, serta memberi kesempatan
yang sama bagi para pemasok.
6. Hubungan dengan Perbankan
Perusahaan membina hubungan dengan para
lembaga perbankan berdasarkan komitmen,
kepercayaan, kejujuran, saling menghormati,

1
serta memberi kesempatan yang sama bagi
para lembaga perbankan.
7. Hubungan dengan Masyarakat (Community)
Perusahaan mempunyai komitmen untuk
mempromosikan dan memberikan
sumbangan untuk pengembangan masyarakat
sekitar pada khususnya dengan melakukan
kegiatan pelestarian lingkungan dan kegiatan
lain yang dapat meningkatkan manfaat, serta
memelihara komunikasi secara terbuka
dengan berbagai unsur masyarakat.
8. Hubungan dengan Pemerintah (Government)
Dalam menjalin hubungan dengan
Pemerintah, Perusahaan selalu
memperhatikan setiap ketentuan perundang-
undangan dan kebijakan yang dibuat pada
setiap tingkatan.

E. Kepedulian terhadap Lingkungan, Kesehatan


dan Keselamatan Kerja
Setiap Insan Perusahaan senantiasa memiliki
tanggung jawab untuk menjaga keselamatan dan
kesehatan kerja masingh-masing dan
lingkungannya. Setiap Insan Perusahaan juga
memelihara dan menjaga sarana serta peralatan
K3 yang telah disediakan oleh Perusahaan

F. Kesempatan Kerja Yang Adil

1
Perusahaan berkomitmen untuk memberi
kesempatan kerja yang adil dan setara sesuai
dengan fungsi serta tugasnya kepada seluruh
Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan.

G. Standar Etika Hubungan Antar Dewan


Komisaris, Direksi dan Karyawan
Mengatur hubungan antara atasan dengan
bawahan yang berlandaskan pada sikap
profesional sesuai dengan fungsi dan bidang
tugasnya, bukan hubungan pribadi dan hubungan
antar sesama Karyawan yang diwujudkan melalui
hubungan kerja yang positif dan dinamis.

Standar Etika yang harus diperhatikan:


1. Hubungan antara Atasan dengan Bawahan
a. Atasan sebagai panutan, pengarah,
pembimbing, dan pembina bawahannya
harus bertanggung jawab atas perilaku,
kinerja dan prestasi kerja bawahannya di
Perusahaan.
b. Bawahan secara aktif mengembangkan
diri dan mengekspresikan potensinya
dalam arah yang ditetapkan dan berada
dibawah tanggung jawab atasannya.
c. Atasan dan bawahan saling menerima,
menghargai, dan membina kerjasama
dalam suasana keterbukaan yang didasari

1
oleh ketulusan dan itikad baik.
2. Hubungan antar Sesama Dewan Komisaris,
Direksi dan Karyawan
a. Saling menghargai, mendorong, memberi
semangat dan membina kerja sama dalam
tugas dan tanggung jawabnya masing-
masing.
b. Tidak diskriminatif
c. Menghilangkan segala perbedaan usia,
suku, bangsa, agama, almamater, dan
gender dalam aktivitas kerja yang mungkin
timbul akibat perbedaan sikap, watak dan
latar belakang budaya dengan sikap saling
mengingatkan, dan saling menghormati.
d. Tidak melakukan tekanan dan intimidasi
untuk kepentingan pribadi atau
kepentingan lainnya.
e. Tidak melakukan tindakan penghinaan dan
pelecehan yang timbul sebagai akibat
perbedaan watak, keadaan pribadi, dan
latar belakang kebiasaan seseorang,
seperti berkata-kata kasar atau kotor yang
tidak sewajarnya dalam lingkungan kerja.

H. Integritas Insan Perusahaan


Seluruh Insan Perusahaan yaitu Dewan Komisaris,

1
Direksi, dan seluruh Karyawan Perusahaan
termasuk Karyawan yang ditugaskan di Anak
Perusahaan serta personil lainnya yang secara
langsung bekerja untuk dan atas nama
Perusahaan, berpegang teguh pada standar
integritas tertinggi serta menghindari setiap
pertentangan kepentingan.

Standar Etika yang perlu diperhatikan diantaranya:


1. Senantiasa menjunjung tinggi etika bisnis yang
berlaku umum dan nilai-nilai Perusahaan
dalam tugasnya sehari-hari
2. Mengutamakan kepentingan Perusahaan dari
pada kepentingan pribadi, golongan dan/atau
pihak lain
3. Berusaha mencapai standar keberhasilan,
berprestasi untuk membangun karir jangka
panjang, serta menghasilkan karya yang
bermanfaat bagi Perusahaan.
4. Memberikan data dan informasi khususnya
berkaitan dengan laporan keuangan yang
dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,
dengan tetap mempertimbangkan kerahasiaan
perusahaan
5. Melaksanakan prinsip-prinsip berkesadaran
etis, berpikir etis, dan berperilaku etis dalam
rangka keberhasilan pelaksanaan GCG.
6. Menghindari benturan kepentingan (conflict of

1
interest) serta penyalahgunaan jabatan.

I. Hak atas Kekayaan Intelektual


Hak atas Kekayaan Intelektual termasuk namun
tidak terbatas pada hak paten, rahasia dagang,
merek dagang, hak cipta, dan kepemilikan
informasi lainnya yang dimiliki perusahaan
merupakan salah satu aset yang paling berharga
bagi Perusahaan.

J. Standar Etika Berkompetisi


Perusahaan menghindari praktek monopoli dan
persaingan usaha tidak sehat, mendukung
persaingan usaha atas dasar kualitas produk,
pelayanan dan harga serta melaksanakan kegiatan
usahanya secara jujur dan adil.

K. Kebijakan Pengungkapan Informasi


Setiap Insan Perusahaan senantiasa menjaga
informasi tentang kegiatan dan catatan
Perusahaan yang bersifar rahasia. Pengungkapan
setiap informasi Perusahaan yang bersifat
rahasiadapat dilakukan dengan persetujuan
Direksidan/atau karena kewajibanpengungkapan
berdasarkan peraturan perundangan.

L. Pemberian dan Penerimaan Gratifikasi


Penerimaan dan pemberian gratifikasi, dapat

1
menyebabkan benturan kepentingan dan atau
turunnya kepercayaan publik terhadap integritas
Perusahaan. Oleh karena itu, Perusahaan
menetapkan standar etika yang mengatur secara
khusus mengenai pemberian dan penerimaan
gratifikasi dari dan kepada pihak ketiga di luar
Perusahaan.

M. Informasi Orang Dalam (InsiderTrading)


Orang Dalam tidak diperbolehkan memanfaatkan
Informasi atau Fakta Material yang belum
dipublikasikan untuk memperoleh keuntungan
atas informasi tersebut. Dewan Komisaris, Direksi
dan Karyawan harus mengetahui dan menjaga
kerahasiaan yang dimaksud dengan Informasi
material yang diketahuinya.

N. Keterlibatan dalam Aktivitas Politik


Setiap Insan Perusahaan bersikap netral terhadap
semua partai politik dengan cara:
1. Tidak menggunakan fasilitas Perusahaan
untuk kepentingan golongan/partai politik
tertentu.
2. Tidak merangkap jabatan sebagai pengurus
partai politik dan/ atau anggota legislatif.
3. Tidak membawa, memperlihatkan,
memasang, serta mengedarkan simbol,
gambar dan ornamen partai politik di
lingkungan Perusahaan.

O. Perlindungan dan Penggunaan Aset secara


Efisien
Setiap Insan Perusahaan senantiasa akan
melindungi dan memanfaatkan aset secara efisien.

P. Citra Perusahaan
Setiap Insan Perusahaan harus menjaga nama
baik Perusahaan dengan bersikap dan berperilaku
sesuai nilai-nilai Perusahaan serta senantiasa
patuh terhadap sistem atau prosedur Perusahaan
dan peraturan perundang- undangan yang berlaku
serta selalu menjunjung tinggi Kode Etik
Perusahaan.

Q. Larangan Kepemilikan dan Penyalahgunaan


Alkohol dan/atau Narkoba, Psikotropika dan Zat
Aditif (Napza)
Perusahaan melarang keras kepemilikan dan
penyalagunaan alkohol, narkoba, psikotropika dan
zat adiktif lainnya baik di lingkungan internal
maupun eksternal Perusahaan.

1 2
BAGIAN III
INTERNALISASI, PENERAPAN DAN PEMANTAUAN

Seluruh Insan Perushaan berkomitmen untuk


melakukan internalisasi, penerapan dan
pemantauan Pedoman Kode Etik Perusahaan yang
pelaksanaannya dikoordinasikan Unit Kerja/Divisi
yang diberi kewenangan, dengan memperhatikan
hal-hal sebagai berikut :
A. INTERNALISASI
1. Pedoman Kode Etik Perusahaan
disosialisasikan secara berkala
2. Setiap Insan Perusahaan dapat meminta
penjelasan atau menyampaikan pertanyaan
terkait dengan Kode Etik kepada atasan
langsung atau kepada Unit Kerja/Divisi yang
diberi kewenangan
B. PENERAPAN
1. Membangun komitmen seluruh Mitra Kerja
2. Mengembangkan lebih lanjut Pedoman Kode
Etik dalam berbagai kebijakan dan peraturan
Perusahaan
C. PEMANTAUAN
1. Melengkapi Peraturan Perusahaan dengan
sanksi atas pelanggaran yang terjadi dan
membangun sistem monitoring atas
penerapan Pedoman Kode Etik.

2
BAGIAN IV
PELAPORAN PELANGGARAN KODE ETIK DAN
PERNYATAAN KEPATUHAN

A. Penanganan Pelaporan Pelanggaran KodeEtik


1. Dalam hal terdapat pihak yang mengetahui
telah terjadi atau patut diduga telah terjadi
pelanggaran Kode Etik dapat menyampaikan
laporan dan informasi sesuai dengan tata cara
dalam Wistle Blowing System (WBS)
Perusahaan
2. Dalam taraf yang berbeda, pelaporan dapat
menggunakan jalur pembinaan struktural, yaitu
dengan melaporkan kejadian tersebut kepada
atasan langsung atau atasan tidak langsung
pelapor
3. Keakuratan informasi dan kejelasan identitas
pelapor menjadi salah satu syarat laporan
tersebut ditindaklanjuti oleh tim WBS sesuai
dengan ketentuan
4. Kerahasiaan pihak pelapor akan dilindungi,
kecuali apabila pengungkapan tersebut
diperlukan dalam kaitan dengan laporan atau
penyidikan yang dilakukan oleh Pemerintah
dan mempertahankan posisi Perusahaan di
depan hukum.

2
B. Konsekuensi Pelanggaran Kode Etik
1. Pedoman Kode Etik Perusahaan tidak hanya
berkaitan dengan tindakan yang melanggar
hukum, tetapi berhubungan pula dengan
ketidakpatuhan terhadap etika
2. Tindakan yang tidak pantas dilakukan,
walaupun tidak melanggar hukum namun
dapat mengganggu usaha dan mencemarkan
reputasi Perusahaan dapat dikategorikan
sebagai ketidakpatuhan terhadap Pedoman
Kode Etik dan Perusahaan tidak memberikan
toleransi terhadap hal tersebut
3. Pelanggaran terhadap Kode Etik dikenakan
sanksi sesuai Peraturan yang berlaku.

C. Pernyataan Kepatuhan
1. Dalam menerapkan Pedoman Kode Etik
diperlukan komitmen dari seluruh Insan
Perusahaan untuk menandatangani
Pernyataan Kepatuhan yang akan
dikoordinasikan oleh Sekretaris Perusahaan
2. Komitmen setiap Insan Perusahaan untuk
melaksanakan Kode Etik didokumentasikan
dalam bentuk formulir minimal satu tahun
sekali sebagaimana tercantum pada Lampiran
1.

2 2
BAGIAN V
PENGENDALIAN GRATIFIKASI

A. TUJUAN
1. Sebagai pedoman bagi Insan perusahaan
dalam mengambil sikap yang tegas terhadap
gratifikasi di lingkungan kerja PT Perkebunan
Nusantara XI
2. Membentuk lingkungan perusahaan yang
sadar terkendali dalam penanganan praktik
gratifikasi
B. DEFINISI
1. Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas,
yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat
(discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket
perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan
wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas
lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima
di dalam negeri maupun di luar negeri yang
dilakukan dengan menggunakan sarana
elektronik atau tanpa sarana elektronik
2. Keluarga Inti dalam pedoman ini adalah suami
atau istri dan anak-anak dari Insan Perusahaan,
termasuk didalamnya kakek/nenek,
bapak/ibu/mertua, suami/istri, anak/menantu,
cucu, besan, paman/bibi, kakak/adik/ipar,
sepupu, dan atau keponakan yang memiliki
konflik kepentingan

2
3. Unit Pengendali Gratifikasi adalah unit atau
tim atau karyawan yang bertugas mengelola
pengendalian gratifikasi di lingkungan PT
Perkebuna Nusantara XI

C. PRINSIP DASAR
1. Insan Perusahaan beserta keluarga intinya TIDAK
DIPERBOLEHKAN memberikan gratifikasi kepada
Pihak ketiga, baik secara langsung maupun tidak
langsung
2. Insan Perusahaan beserta anggota keluarga inti
WAJIB MENOLAK secara sopan dan santun
apabila ditawarkan dan/atau diberikan gratifikasi /
hadiah/ cinderamata dan hiburan (entertainment)
dari pihak yang memiliki hubungan bisnis atau
pesaing Perusahaan yang bertujuan untuk
mendapatkan informasi atau sesuatu hal yang
tidak dibenarkan oleh ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, atau untuk
mempengaruhi pihak dimaksud untuk melakukan
dan/atau tidak melakukan suatu hal berkaitan
dengan kedudukan/jabatannya
3. Seluruh Insan Perusahaan beserta keluarga intinya
DILARANG MEMBERI GRATIFIKASI, baik secara
langsung maupun tidak langsung, yang dilakukan
karena adanya permintaan dari pihak ketiga.

2
D. MEKANISME PELAPORAN

1. Laporan Gratifikasi agar


ALURPELAPORAN disampaikan melalui mekanisme
GRATIFIKASI persuratan dan minimal memuat
PTPN XI informasi : Identitas pelapor
(terdiri dari nama lengkap, jabatan
Laporan Gratifikasi dan unit kerja), tempat dan waktu
penerimaan gratifikasi, uraian jenis
Maks.30 hari gratifikasi yang diterima, nilai
setelah gratifikasi yang diterima, nama
pihak/lembaga pemberi/penerima
peristiwa
gratifikasi dan hubungan dengan
pihak pemberi dan alasan
Diterima
pemberian
Unit Pengendali 2.Pelaporan gratifikasi disampaikan
Gratifikasi (UPG) dengan menggunakan formulir
gratifikasi yang telah disediakan
Perusahaan
Maks. 7 hari setelah
3.Formulir gratifikasi sudah harus
penerimaan diterima Unit Pengendali
Gratifikasi (UPG) paling lambat 30
(tiga puluh) hari kerja sejak tanggal
UPGmelakukan
praktik gratifikasi, selanjutnya UPG
pelaporan keKPK melaporkan ke KPK dengan
ditembuskan tembusan kepada Unit Pengendali
UPGPTPNIII Gratifikasi PTPN III selambat-
lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak
tanggal penerimaan

2
E. KONSEKUENSI
Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan
dikenakan sanksi yang berlaku di Perusahaan dan
berpotensi dikenakan tindak pidana suap sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

2
BAGIAN VI
PENGELOLAAN WHISTLE BLOWING SYSTEM

Whistle Blowing System (WBS) merupakan media


yang digunakan apabila pengaduan atau
penyingkapan melalui jalur formal (melalui atasan
langsung atau fungsi terkait) telah dilakukan atau
pelaporan secara formal dianggap tidak efektif
(kerahasiaan dan tindaklanjutnya) oleh pelapor.

A. TUJUAN
1. Memberikan wadah dan panduan bagi
pelapor untuk menyampaikan dugaan
adanya penyimpangan atau pelanggaran
terhadap kebijakan dan ketentuan
Perusahaan serta peraturan perundang-
undangan.
2. Membangun sistem penanganan
pengaduan yang tanggap, transparan, aman
dan bertanggung jawab

B. DEFINISI
1. Komite Integritas Karyawan (KIK) adalah
komite ad hoc yang dibentuk dan
bertanggungjawab langsung kepada
Direktur Utama untuk menerima laporan,
meneliti, menindaklanjuti dan melakukan
investigasi serta mengeluarkan rekomendasi

2
atas hasil investigasi tersebut
2. Tim investigasi adalah sekelompok orang
yang mendapatkan penugasan untuk
melakukan investigasi. Dapat berasal dari
KIK, SPI, Unit Kerja perusahaan, maupun
eksternal sesuai dengan tingkat kompleksitas
pengaduan
3. Whistle Blowing System adalah sistem yang
mengelola pengaduan/penyingkapan
mengenai perilaku melawan hukum,
perlakuan tidak etis/tidak semestinya,
dilaksanakan secara rahasia, anonim dan
mandiri (independen), yang digunakan untuk
mengoptimalkan peran serta Insan PTPN XI
dan mitra kerja dalam mengungkap
pelanggaran yang terjadi di lingkungan PTPN
XI

C. BATASAN
Ruang lingkup pengaduan/penyingkapan WBS
adalah : korupsi, suap, gratifikasi, benturan
kepentingan, pencurian, kecurangan, melanggar
hukum dan peraturan perusahaan

D. PERSYARATAN PENGADUAN
Pengaduan yang diinformasikan oleh Pelapor,
setidaknya memuat :

3
1. Data diri pelapor, mencakup nama, jabatan,
unit usaha, alamat rumah/kantor, nomor
telpon atau handphone yang bisa dihubungi,
serta alamat email
2. Informasi indikasi awal yang dapat
dipertanggung jawabkan mencakup
masalah yang diadukan, pihak yang terlibat,
lokasi dan waktu kejadian, bagaimana
peristiwa terjadi dan ketersediaan bukti

E. KERAHASIAAN
1. Dalam melakukan proses tindak lanjut
terhadap setiap pengaduan/penyingkapan,
wajib mengedepankan kerahasiaan, asas
praduga tidak bersalah dan profesionalisme
2. Identitas pelapor dijamin kerahasiaannya
oleh Perusahaan

E. MEKANISME PELAPORAN
1. Pelapor membuat pengaduan dan
mengirimkannya kepada KIK melalui media
pengaduan yang telah disediakan baik
melalui telepon, email khusus dan surat
dengan kategori “Sangat Rahasia”
2. KIK menerima pengaduan dan melakukan
penelaahan awal dan dilaporkan kepada
Direktur Utama dengan mempertimbangkan
tingkat urgensi obyek yang dilaporkan

3
3. KIK dan Direktur Utama (atau direktur yang
ditunjuk oleh Direktur Utama) memutuskan :
a. Penghentian penanganan
kasus/pelanggaran jika tidak memenuhi
persyaratan indikasi awal
b. Menetapkan tim investigasi bila
memenuhi persyaratan indikasi awal
3. Tim investigasi melakukan investigasi dan
memaparkan hasilnya kepada KIK dan
Direktur Utama
4. KIK dan Direktur Utama (atau direktur yang
ditunjuk oleh direktur Utama) memutuskan :
a. Menutup laporan
pengaduan/penyingkapan jika terlapor
tidak terbukti bersalah
b. Memberikan sanksi sesuai ketentuan
yang berlaku, jika terlapor terbukti
bersalah yang berupa tindakan
administratif
c. Meneruskan pelanggaran yang termasuk
tindak pidana kepada instansi/pihak
yang berwenang untuk proses lebih
lanjut, jika terdapat bukti-bukti yang
menunjukkan bahwa pelanggaran
tersebut terkait dengan tindak pidana
umum dan/atau korupsi.

3
BAGIAN VII
PENUTUP

Pedoman Kode Etik merupakan dokumen yang


senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan
bisnis Perusahaan, kehidupan sosial, norma, kaidah-
kaidah serta peraturan perundang-undangan yang
berlaku, sehingga penyesuaian terhadap hal tersebut
harus dilakukan secara berkala dengan
memperhatikan kepentingan jangka panjang
Perusahaan.

Integritas, citra, dan kelangsungan Perusahaan


ditentukan oleh sikap dan perilaku individu. Oleh
karena itu, Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
berkomitmen untuk mengimplementasikan Kode
Etiksecara konsisten dengan didukung oleh
semangat bersama untuk melaksanakan praktik
bisnis yang dapatmemenuhi harapan Pemangku
Kepentingan.

3
LAMPIRAN 1

SURAT PERNYATAAN KEPATUHAN


(CODE OF CONDUCT)

Dengan ini saya menyatakan bahwa :


1. Bersedia berperilaku sesuai dengan kode etik
perusahaan, mematuhi semua ketentuan
perusahaan serta menerima sanksi atas
pelanggaran (jika ada) yang saya lakukan
2. Mengedepankan kepentingan perusahaan dalam
mengambil keputusan, tidak memiliki kepentingan
pribadi serta menghindari adanya benturan
kepentingan
3. Berkomitmen menerapkan prinsip tata kelola yang
baik (Good Corporate Governance) serta
mendukung praktik anti suap di lingkungan kerja.

Yang Membuat Pernyataan :


Jabatan : Kepala Divisi/General Manager …………………
Nama : ………………………………………………………………………………

(Tempat) , (Tanggal. Bulan, tahun)

Ttd
……………………………………………………………………….
(Nama)
LEMBAR KOMITMEN

1. Kepala Divisi / General Manager


No Nama Jabatan Tanda Tangan
1 ……………………… ……………………… ……………………

2. Kepala Urusan / Manajer


No Nama Jabatan Tanda Tangan
1 ……………………… ……………………… ……………………
2 ……………………… ……………………… ……………………
3 ……………………… ……………………… ……………………
4 ……………………… ……………………… ……………………

3. Karyawan (Staf dan jajaran dibawahnya)


No Nama Jabatan Tanda Tangan
1 ……………………… ……………………… ……………………
2 ……………………… ……………………… ……………………
3 ……………………… ……………………… ……………………
4 ……………………… ……………………… ……………………
5 ……………………… ……………………… ……………………

3 3