Anda di halaman 1dari 24

Pemakaian Imuno Globulin

dosis kecil pada ITP

Azmi S.Kar
Divisi Hematologi-Onkologi Medik
Bagian Penyakit Dalam FKUSU,
RS H.Adam Malik,RS Pirngadi Medan.
ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura)

 Suatu penyakit dengan gejala-gejala:


– Perdarahan kulit dan mukosa
– Trombositopenia yang penyebabnya tidak
diketahui
– Pada sumsum tulang ditemui megakariosit
yang bertambah
Penyebab :

 Masa hidup trombosit yang pendek


 Pembentukan (produksi) trombosit
berkurang
 Destruksi trombosit diluar sumsum tulang
berlebihan
Platelet Associated Ig G

 Pada penderita ITP ditemukan adanya


Platelet Associated IgG dalam plasma dan
trombosit.
 PAIgG pada orang dewasa sekitar 80%
 PAIgG pada anak-anak sekitar 72%
Pengobatan ITP

 Kortikosteroid remisi komplet 15-60%


 Splenektomi remisi 70%
 Imunosupresi remisi 70%
 Imunoglobulin remisi ?
 ALG/ATG
 CyA
 + Transfusi Trombosit
 Transplantasi sstl
Pengobatan ITP bertujuan guna:

 1. Meningkatkan jumlah trombosit


 2. Menekan produksi antibodi antiplatelet
Imuno Globulin Intra Vena

 Dosis biasa:
400 mg/kg BB diberikan 5 hari
berturut-turut.

Trombosit akan naik 30.000/mm3 pada


60% penderita pada hari ke-3.
Tujuan Penelitian

 Untuk mengetahui efektifitas


ImunoGlobulin dosis kecil dan tunggal
yang diberikan pada penderita ITP dewasa
Penderita

 Semua penderita dewasa yang didiagnosa


ITP secara klinis dan laboratoris
 Bersedia diikut sertakan dalam penelitian
ini
Hasil sementara

 Sampai sekarang baru 6 penderita yang


dapat kami evaluasi dan yang dapat kami
laporkan hanya 5 kasus
Kasus 1.1.
 Wanita 60 thn
 Keluhan: perdarahan gusi 8 hari,3 hari
terakhir perdarahan makin banyak.
– Hb 10,4 g%,
– lekosit 5500/mm3,
– trombosit 34.000/mm3,
– retikulosit 0,1%.
 Uji hemoragik:
– BT>10 m, RL(+), PT 15,1 d, aPTT 36,9 d, TT 14,7
d.
 Tx: metil prednisolon 3x20mg/h,asam
traneksamat 4x500 mg/h oral.
Kasus 1.2.

 Seminggu kmd datang dg keluhan berak


darah.
– Hb 4,2 g%,
– trombo 18.000/mm3
 Tx: transfusi PRC 6 unit, trombo 9 unit dan
metil prednisolon 125 mg/h selama 3 hari
 Perdarahan berhenti dg
– Hb 10,1 g% ,
– trombo 125.ooo/mm3.
 Tx: metil prednisolon 3x20 mg/h oral.
Kasus 1.3.
 5 hari kmd terjadi perdarahan sal.cerna
kembali + perdarahan gusi
– Hb 9,2 g%,
– trombo 80.000/mm3
 Tx: ImunoGlobulin 100 ml I.v dosis tunggal.
 Hasil: Perdarahan stop
– Hb 10,4 g%,
– trombo 200.000/mm3
 2 minggu-1 bulan kmd:
– Hb 11,5 -11,6 g%,
– trombo 200.000-220.000/mm3.
Kasus 2.1.
 Wanita 36 thn
 Dikirim dari Bag.Obgin, Mei 1987.
 KU: bercak2 biru pd kulit, haid memanjang
sampai 2 minggu, belum pernah hamil.
– Hb 6,7 g%,
– trombo 40.000/mm3.
 Tx: Prednison 3x20 mg/h dan pernah
mendapat transfusi trombosit.
 Hasil: Selama kontrol k.u o.s baik.
– Hb 8,9-10 g%,
– trombo 140.000-200.000/mm3..
Kasus 2.2.
 September 1989 o.s melahirkan anak
perempuan BB 2800 gr,PB 51 cm, ektraksi
vakum, Hb 14 g%, trombo 140.000/mm3.
 Sampai Feb 1993, Tx metil prednisolon
3x4-20 mg/h.
 Juli 1993 perdarahan per vaginam 2x dan
diberikan trombosit dan ImunoGlobulin 5 gr
dosis tunggal.
 Hasil: 7/93-8/93
– tidak ada perdarahan lagi
– Hb 9-9,1,
– trombosit 96.000-150.000/mm3.
Kasus 3.1.
 Laki-laki 19 thn. MRS 23/3/1994.
 KU: gusi mudah berdarah 2 bulan +
perdarahan bawah kulit dan hidung.
– Hb 4,8 g%,
– lekosit5400/mm3,
– trombosit 51.000/ml,
– BT>10 m, aPTT 35 d, PT 15,1 d, MT 12,5 d.
 Tx: transfusi PRC 2 unit + Fresh Whole
Blood 2 unit.
 Hasil:
– Hb 10,7 g%.
– Perdarahan (+).
Kasus 3.2.

 Diberi ImunoGlobulin 5 gr iv .
 Hasil: 2 hari kemudian
– Hb 10,5 g%,
– lekosit 18.000/mm3,
– trombosit 80.000/mm3.
 10 hari kemudian
– Hb 12 g% dan
– trombosit 211.000/mm3.
– Perdarahan (-).
Kasus 4.1.

 Wanita 15 thn dikirim dari Bag.Anak tgl


4/1/1990, yang dirawat selama 3,5 thn dg
ITP.
– Hb 10 g%,
– lekosit 7000/mm3,
– trombosit 280.000/mm3.
 Sejak 1/91 riwayat haid banyak dan
panjang.
– Hb 5,7-13,1 g%,
– lekosit 3100-11.200/mm3,
– trombo 87.000-320.000/mm3.
Kasus 4.2.
 Pada hari os mendapat ImunoGlobulin,
– Hb 6,8 %,
– lekosit 5500/mm3,
– trombosit 130.000/mm3.
 4 hari kmd:
– Hb 5,4 g%,
– lekosit 3700/mm3 dan
– trombo 123.000/mm3.
 Perdarahan stop.
 10 hari kemudian :
– Hb 9,8 g%,
– trombo 138.000/mm3 dg
– perdarahan (-).
Kasus 5.
 Seorang laki-laki 15 thn datang tgl
7/2/2001 dengan keluhan perdarahan
gusi, lebam-lebam biru pd kulit dan
kemerahan pada mata yang dialami
sudah 5 hari.
 Selama 3 thn os dirawat di Bag. Anak
dengan diagnosa ITP.
– Hb: 13 g%
– Leko: 7500/mm3
– Trombosit: 32.000/mm3
Kasus 5.2.

 Telah mendapat Asam tranexamat


500 mg iv tiap 8 jam, metilprednisolon
250 mg/12 jam iv.
 Hitung trombosit berkisar antara
32000/mm sampai 47000/mm.
 Diberikan Imunoglobulin 5 gram iv
dosis tunggal.
 Tidak terjadi perdarahan lagi.
Diskusi:

 Pada ITP ditemukan adanya antibodi


terhadap trombosit, berupa IgG
spesifik, yang dihasilkan oleh limpa.
IgG ini akan berikatan dengan
trombosit dan akan meningkatkan
sensitivitas trombosit terhadap sel-
sel makrofag di RES (limpa) sehingga
terjadi peningkatan penghancuran
trombosit.
Diskusi 2.

 Umur normal trombosit adalah 9-12 hari.


 Pd ITP umur trombosit lebih pendek.
 Peningkatan penghancuran trombosit akan
diikuti oleh meningkatnya jumlah
megakariosit disumsum tulang.
 Pemberian steroid dapat mengurangi
episode perdarahan.
 Splenektomi akan mengurangi sekwestrasi
trombosit
 Pemberian imuno globulin dapat mengurangi
dan memperpanjang masa bebas
perdarahan.
Kesimpulan:

 Pengobatan imuno globulin dosis


tunggal dan dosis kecil mungkin
merupakan terapi pilihan pada
penderita ITP yang gagal dengan
terapi steroid.
 Mekanismenya mungkin melalui:
– 1. Menghambat pengikatan RES terhadap
trombosit yang diselubungi antibodi.
– 2. Mengurangi produksi antibodi dan
tempat pengikatan pada trombosit.