Anda di halaman 1dari 10

ANALISA PROTEIN METODE

KJELDAHL
KELOMPOK A4 :
DITA LAILATURRAHMA (1813411041)
FITRI AMALIAH (1813411020)
DWI ULFA KURNIASIH (1813411014)
FANI RAHMASARI (1813411036)
ERTAVIYA FEBRIANI (1813411001)
IFFINA LIKA (1813411003)
• Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang
berarti “yang paling utama”) adalah senyawa
organik kompleks berbobot molekul tinggi yang
merupakan polimer dari monomer-monomer asam
amino yang dihubungkan satu sama lain dengan
ikatan peptida.

• Protein merupakan suatu zat makanan yang sangat


penting bagi tubuh karena zat ini berfungsi sebagai
sumber energi dalam tubuh serta sebagai zat
pembangun dn pengatur. Protein adalah polimer
dari asam amino yang dihubungkan dengan ikatan
peptida. Molekul protein mengandung unsur-umsur
C, H, O, N, P, S, dan terkadang mengandung unsur
logam seperti besi dan tembaga (Winarno, 1992).
• Prinsip kerja dari metode Kjeldahl
adalah protein dan komponen organic
dalam sampel didestruksi dengan
menggunakan asam sulfat dan katalis.
Hasil destruksi dinetralkan dengan
menggunakan larutan alkali dan
melalui destilasi. Destilat ditampung
dalam larutan asam borat. Selanjutnya
ion- ion borat yang terbentuk dititrasi
dengan menggunakan larutan HCl.
Prinsip analisa protein metode Kjeldahl

• Bahan didestruksi dengan H2SO4


sehingga nitrogen dengan H2SO4
akan membentuk (NH4)2SO4.
Amonium sulfat dalam proses
destilasi akan melepaskan NH3 yang
akan ditampung dan diikat oleh
larutan asam borat menjadi amonium
borat. Amonium borat dititrasi
dengan standar asam.
Alat dan Bahan
• Alat yang digunakan adalah : • Bahan yang digunakan adalah :
1. Timbangan analitik 1. H2SO4 pekat
2. Statis dan Biuret 2. HgO
3. labu Kjehldahl 3. K2SO4
4. Destilator 4. NaOH–Na tiosulfat (60g
NaOH dan 5g Na2S2O3 25%
5. Erlenmayer dlm 100ml NaOH 50%).
6. Pipet tetes 5. Asam borat jenuh
6. Indikator : Methyl red-
methylen blue mixture (2 bag.
0,2% MR dan 1 bag. MB).
7. HCl 0,02N
Prosedur analisa protein
metode Kjeldahl
Timbang ± 50 mg bahan kering, masukkan ke dalam labu
Kjehldahl (kira-kira membutuhkan titrasi 3 – 10 ml HCl 0,02 N).

Timbang 1 gr K2SO4 dan 0,1 gr HgO kristal, masukkan ke


dalam labu Kjehldahl.

Timbang 40 mg dan 10 mg HgO (setiap penambahan 40 mg


ditambah 10 mg HgO) dan pipet 2 ml H2SO4 pekat.
Masukkan ke dalam labu Kjehldahl.
Destruksi sampai tidak terdapat partikel
karbon (jernih).

Encerkan campuran hasil destruksi dengan


± 3 ml air. Dinginkan.

Oleskan dinding labu dengan vaselin,


masukkan cairan destroat ke dalam alat
destilasi.
Bilas labu Kjehldahl itu dengan ± 3 x 1,5 ml H2O,
masukkan semua ke dalam destilator.

Isi erlenmeyer 125 ml dengan 5 ml asam borat


jenuh. Tambahkan 2 – 3 tetes indikator mixture.
Rendam ujung alat destilasi ke dalam larutan asam
borat tersebut.

Masukkan 8 – 10 ml larutan NaOH – Na tiosulfat ke


dalam destilator. Tutup dan panaskan alat destilator.
Perhatian : pada saat destilasi, air dalam
pendingin balik harus mengalir.
Destilasi destroat sampai didapat
destilat ± 15 ml.

Tambahkan destilat dengan akuades


sampai volume 50 ml.

Titrasi destilat dengan HCl 0,02 N sampai


warna abu-abu atau pertama kali timbul
warna violet. Buatlah blanko!
Sekian dan
Terimakasih