Anda di halaman 1dari 54

DENGUE HEMORRHAGIC

FEVER GRADE I DENGAN


THALASEMIA
Disusun oleh:
Zahra Faras Sukma
1102014291
Pembimbing :
dr. Tuty Rahayu, Sp.A (K)
IDENTITAS PASIEN
Nama : An. I
Usia : 15 tahun
Tanggal lahir : 8 Oktober 2003
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Komplek DKI E 17 Rt. 01 Rw 09 Kelurahan Ciracas,
Jakarta Timur
Tanggal masuk rumah sakit : 18 Februari 2019
Tanggal pemeriksaan : 19 Februari 2019
Ruang rawat : Bangsal Mawar
Nomor rekam medis : 2019-828844
IDENTITAS PASIEN
Ibu Ayah
Nama Ny. S Tn. E
Usia 42 tahun 42 tahun
Agama Islam Islam

Pekerjaan Ibu rumah tangga Karyawan Swasta

Komplek DKI E 17 Rt. 01 Rw 09 Kelurahan Ciracas,


Alamat
Jakarta Timur

Hubungan
Ibu kandung Ayah kandung
dengan pasien

The Power of PowerPoint - thepopp.com


KELUHAN UTAMA : Pasien datang dengan demam yang tidak kunjung turun 5 hari
sebelum masuk ke rumah sakit (SMRS).

RPS : Pasien datang dengan keluhan demam yang menetap sejak lima hari sebelum
masuk rumah sakit, demam yang dialami pasien mencapai 39,1°C. Pasien juga
mengalami batuk berdahak (dahak berwarna putih), pilek, pusing pada seluruh bagian
kepala, nyeri pada kedua sendi kaki dan didapatkan BAB yang cair sebanyak tiga kali
pada pasien (tinja berwarna coklat, tidak ada lendir maupun darah pada tinja). Pasien
juga mengalami penurunan nafsu makan dan minum. Pasien menyangkal mengalami
mimisan, bintik-bintik merah pada tubuh, sesak nafas dan nyeri pada perut. Sebelum
dibawa ke RSUD Pasar Rebo pasien telah melakukan upaya pengobatan dengan
berobat meminum paracetamol, vitamin C, obat batuk dan pilek namun tidak kunjung
membaik, karena tidak kunjung membaik ibu pasien membawa anaknya ke RS Harapan
Bunda dan dirujuk ke RSUD Pasar Rebo.
RPD : Pasien belum pernah mengalami hal serupa sebelumnya, namun semenjak ia
bayi telah di diagnosa memiliki penyakit thalasemia. Riwayat TB paru, asma, kejang
demam, epilepsi, hipertensi, diabetes mellitus dan mengkonsumsu OAT disangkal oleh
pasien.

RK : Adik pasien juga memiliki penyakit thalasemia

GENOGRAM :
Usia Motorik kasar Motorik halus Bicara Sosial

1 bulan Tangan dan kaki Kepala mulai Bereaksi Mampu menatap


bergerak aktif menoleh sedikit terhadap bunyi orang lain
ke kanan dan lonceng
kiri
2 bulan Mulai Kepala Mulai bersuara Mampu senyum
mengangkat menoleh ke
kepala samping
kanan/ kiri
3 bulan Kepala tegak Tertawa/ Memandangi
ketika berteriak tangannya
didudukkan
4 bulan Tengkurap- Memgang
telentang sendiri mainan
5 bulan Meraih, Menoleh ke Meraih mainan
6bulan Duduk tanpa Memasukkan biscuit ke
berpegangan mulut
7 bulan Mengambil Bersuara ma, ma, ma
makanan dengan
tangan kanan dan
kiri
8 bulan Berdiri berpegangan
9 bulan Menjimpit Melambaikan tangan
10 bulan Memukulkan Memanggil mama, Bertepuk tangan
mainan di kedua papa
tangan
11bulan
12 bulan Berdiri tanpa Memasukkan Bermian dengan orang
berpengangan mainan ke canggih lain
15 bulan Berjalan Mencoret-coret Berbicara beberapa Minum dari gelas
kata (mimic, ma’em)
18 bulan Lari, naik tangga Menunjuk gambar Memakai sendok,
(bola, kucing menyuapi boneka
)menggabung
beberapa kata (mama
ma’em) menunjuk
bagian tubuh (mata,
mulut)
2.5 tahun Melompat Menyebutkan Mencuci tangan dan
warna benda mengeringkan
menyebutkan tangan
warna benda
Menyebutkan
penggunaan
benda (gelas
untuk minum)
3 tahun Menggambar Menyebutkan nama
garis teman
3.5 tahun Berdiri satu kaki Menyebutkan Memakai baju kaus
warna benda
menyebutkan
penggunaan benda
(gelas untu minum)
4 tahun Menggambar
lingkaran
4,5 tahun Menggambar Memakai baju tanpa
tanda tambah dibantu
menggambar
RIWAYAT PRIBADI
Masalah kehamilan Tidak ada
Kehamilan Melakukan ANC sebanyak 3
ANC
kali
Tempat persalinan Klinik Bidan Khumaeroh
Penolong persalinan Bidan
Kelahiran
Cara persalinan Normal
Usia gestasi 38 minggu
Berat lahir: 3.400 gram
Panjang badan lahir: 51 cm
Pasca lahir Keadaan bayi Lingkar kepala: 37 cm
Menangis spontan: Iya
Kelainan bawaan: Tidak ada
RIWAYAT IMUNISASI
Imunisasi Usia
Bulan Tahun
Lahir 1 2 3 4 5 6 9 12 15 18 24 3 5
Hep B 1√ 2√ 3√ 4
Polio 0 1√ 2√ 3√ 4√
BCG 1 kali√
DTP 1√ 2√ 3√ 4√ 5√
Hib 1 2 3 4
PCV 1 2 3 4
Rotavirus 1 2 3
Influenza 1
Campak 1 2
MMR 1 2
Tifoid 1
Hep A
Varisela 1 kali
HPV
Japanese 1 2
Encephalitis
Dengue
ASI : hingga usia 2
tahun Pasien tinggal bersama kakek, ayah, ibu,
MPASI : mulai pada usia 6 paman, kakak dan adiknya di rumah
bulan, yaitu bubur yang sama. Ventilasi rumah cukup dan
bubur dan sirkulasi udara baik, lingkungan rumah
buah
dan sekitar bersih namun jarak antar
Makanan : saat ini pasien
sudah makan makanan rumah ke rumah berdempetan. Ayah
biasa (nasi dengan lauk) pasien merupakan perokok aktif.

Riwayat Sosial
Riwayat Makanan
Ekonomi dan
Lingkungan
The Power of PowerPoint - thepopp.com
RIWAYAT KEBIASAAN
Pasien merupakan anak
kedua dari tiga bersaudara.
Kakak pasien berusia 17
tahun dan adiknya berusia 9
tahun. Hubungan antara
pasien dengan orang tua
baik, jarang terjadi
perselisihan. Pasien diasuh
oleh ibu kandungnya setiap
hari. Hubungan keluarga
pasien dengan keluarga
besar maupun tetangga
sekitar rumah baik.
The Power of PowerPoint - thepopp.com
Pemeriksaan di IGD RSUD Pasar Rebo
(Senin, 18/02/2019 pukul 22.18 WIB)

Keadaan umum : Baik


Kesadaran :
Komposmentis
GCS :E4M6V5
Tekanan darah : 100/70 mmHg
Nadi : 100 x/menit
Suhu : 38,7oC
Pernapasan : 27 x/menit
SpO2 : 99 %

The Power of PowerPoint - thepopp.com


STATUS GIZI

● Berat badan : 53 kg
● Tinggi badan : 145 cm
● Lingkar Kepala : -
● BB/U : 100% (berat
badan baik)
● TB/U : 89% (tinggi
kurang)
● BB/TB : >120% (obesitas)
● IMT : P5 - <P85 (gizi baik)

The Power of PowerPoint - thepopp.com


The Power of PowerPoint - thepopp.com
Warna : Sawo matang
Bentuk : Jaringan Parut : Tidak ada
normochepal Pigmentasi : Dalam batas normal
Turgor : Baik
Posisi : simetris Ikterus : Tidak ada
Wajah : sembab Sianosis : Tidak ada
Pucat : Pada wajah
Rambut : Dalam batas normal

KEPALA KULIT

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Exophthalmus : Tidak ada
Enopthalmus : Tidak ada Bentuk : Normotia
Edema kelopak : Tidak ada Napas cuping hidung :Tidak
Konjungtiva anemi : +/+ ditemukan
Sklera ikterik : -/-
Pupil : isokor Septum deviasi :Tidak
Refleks cahaya : langsung ditemukan
(+/+) tidak langsung Sekret :Tidak
(+/+)
ditemukan

MATA HIDUNG

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Bentuk : Normotia Trismus : Tidak ada
Faring : faring hiperemis (-)
Pendengaran :Tidak dilakukan Lidah : lidah tidak kotor
pemeriksaan berwarna
putih, deviasi (-)
Darah & sekret : Tidak Uvula : Letak ditengah, tidak
ditemukan deviasi
Tonsil : T1-T1 tenang,
hiperemis (-)

TELINGA MULUT

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Inspeksi : Pergerakan dinding dada simetris
dalam keadaan statis dan dinamis kanan kiri.
Trakea : Tidak deviasi Retraksi (-)
Kelenjar tiroid: Tidak ada Palpasi : Tidak teraba kelainan dan masa
pembesaran pada seluruh lapang paru. Fremitus taktil statis
kanan kiri.
Kelenjar limfe : Tidak ada Perkusi : Terdengar sonor pada seluruh
pembesaran lapang paru.
Auskultasi: Suara dasar napas vesicular +/+,
rhonki -/-, wheezing -/-

LEHER PARU

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Inspeksi : Iktus cordis tidak terlihat
Palpasi : Iktus cordis teraba pada ICS VI linea
Inspeksi : Buncit simetris
midclavicula sinistra Auskultasi : Bising usus (+) normal
Perkusi : Perkusi : Timpani di seluruh kuadaran,
● Batas jantung kanan pada ICS V linea sternalis shifting dullness (-)
dekstra Palpasi : Supel, nyeri tekan pada
● Batas jantung kiri pada ICS VI linea midclavicula empat kuadran (-), hepar tidak teraba
sinistra membesar, lien tidak teraba membesar,
● Batas pinggang jantung pada ICS II linea undulasi (-), kandung kemih tidak
parasternalis sinistra teraba penuh.
Auskultasi : Bunyi jantung I-II normal regular, gallop (-
) murmur (-)

JANTUNG ABDOMEN

The Power of PowerPoint - thepopp.com


GCS : E4M6V5(15)
Kaku kuduk :-
Akral hangat pada ekstremitas atas dan Laseque : >70o / >70o
Brudzinski I :-/-
bawah kanan-kiri
Kernig : >135o / >135o
Edema tidak ada pada ekstremitas Brudzinski II :-/-
bawah kanan-kiri Refleks patologis
Capilarry refill time< 2 detik Babinski : -/- Gorda : -/-
Chaddock : -/- Gordon : -/-

STATUS
EKSTREMITAS
NEUROLOGIS

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Pemeriksaan Hematologi 19/02/2019
Pemeriksaan Hematologi 18/02/2019
Hemoglobin : 9,1 (L)
Hematokrit : 28 (L)
Eritrosit : 3,4 (L)
Hemoglobin : 7,6 (L) Leukosit : 1,16 (L)
Hematokrit : 23 (L) Trombosit : 36 (L)
Eritrosit : 2,9 (L) Basofil :1
Leukosit : 1,6 (L) Eosinofil :2
Trombosit : 41 (L) Neutrofil Batang : 0 (L)
Basofil :1 Neutrofil Segmen : 45 (L)
Eosinofil :1 Limfosit : 45 (H)
Neutrofil Batang : 0 (L) Monosit :7
Neutrofil Segmen : 33 (L) Pemeriksaan Hematologi 19/02/2019
Limfosit : 56 (H) Anti dengue IgG : (-)
Monosit : 9 (H)
Anti dengue IgM : (+)

Pemeriksaan Hematologi 21/02/2019


Pemeriksaan Hematologi 20/02/2019
Hemoglobin : 12,5 Hemoglobin : 12,3
Hematokrit : 36 Hematokrit : 38
Eritrosit : 4,5
Leukosit : 6,1
Eritrosit : 4,5
Trombosit : 43 (L) Leukosit : 6,6
Basofil :0 Trombosit : 65 (L)
Eosinofil :1 Basofil :0
Neutrofil Batang : 0 (L) Eosinofil :2
Neutrofil Segmen : 45 (L) Neutrofil Batang : 0 (L)
Limfosit : 44 (H) Neutrofil Segmen : 53
Monosit : 10 (H) Limfosit : 33
Monosit : 10 (H)
GENITAL RADIOLO
IA GI

Tidak dilakukan Tidak dilakukan

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Infeksi virus atau bakteri
DHF grade I seperti demam tifoid,
campak, dll pada awal
Thalasemia perjalanan penyakit
Anemia defisiensi besi
DIAGNOSIS
DIAGNOSIS
BANDING

The Power of PowerPoint - thepopp.com


IVFD Ringer Fudin 2000cc/
Istirahat yang cukup hari
dan edukasi kepada Asam folat 3 x 1
keluarga Ferripro 3 x 3

Nonmedikamentosa Medikamentosa

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Tanggal 19/2/2019
S: pasien mengeluh demam yang menetap, belum dapat BAB selama dua hari, nafsu makan dan minum pasien menurun,
pasien juga mengeluh batuk berdahak yang tidak disertai dengan pilek. Mual, muntah, nyeri ketika menelan disangkal
oleh pasien.

O:
Keadaan Umum : baik
Kesadaran : CM
Tanda-tanda Vital
Frekuensi Nadi 92 X/menit
Frekuensi Nafas: 20 X/menit
Suhu: 38,6 oC
TD : 120/75 mmHg
BB : 53 kg
TB : 145 cm
SiO2 : 99 %
Mata : Refleks cahaya langsung (+/+),Refleks cahaya tidak langsung (+/+), Sklera ikterik (-), Konjungtiva anemis (-)
Leher : Pembesaran KGB (-), Teraba massa (-)
THT : Rinore (-), Sekret telinga (-)
Pulmo : Simetris bilateral (+), Retraksi interkostal (-), Retraksi epigastrium (-), Retraksi supraklavikula (-), Bunyi nafas vesikuler
+/+, Wheezing -/-, Rhonki -/-
Cor : Bunyi jantung 1 dan 2 regular, Gallop (-), Murmur (-)
Abdomen : Supel (+), Bising usus (+), Timpani seluruh kuadran (+), Nyeri tekan (-), Teraba massa (-)
Ekstremitas : Akral teraba hangat (+), CRT < 2”, Pulsasi teraba kuat (+), Tampak bintik merah pada kedua kaki (-)

A: DHF Grade I
Anemia ec thalasemia

P : IVFD Ringer Fudin 2000cc/hari


Asam Folat 3 x 1
Ferripro 3 x 3
Tanggal 20/2/2019
S: pasien menyatakan demam sudah mulai membaik, namun batuk masih dirasa oleh pasien. Pasien sudah dapat BAB sebanyak satu
kali (konsistensinya berampas, tidak ada darah maupun lendir). Pasien menyangkal mengalami mual, muntah, sesak nafas, nyeri
menelan, nyeri perut dan pusing.

O:
Keadaan Umum : baik
Kesadaran : CM
Tanda-tanda Vital
Frekuensi Nadi : 114 X/menit
Frekuensi Nafas: 26 X/menit
Suhu : 36,4 oC
TD : 110/80 mmHg
BB : 53 kg
TB : 145 cm
SiO2 : 99 %
Mata : Refleks cahaya langsung (+/+),Refleks cahaya tidak langsung (+/+), Sklera ikterik (-), Konjungtiva anemis (-)
Leher : Pembesaran KGB (-), Teraba massa (-)
THT : Rinore (-), Sekret telinga (-)
Pulmo : Simetris bilateral (+), Retraksi interkostal (-), Retraksi epigastrium (-), Retraksi supraklavikula (-), Bunyi nafas vesikuler +/+, Wheezing -
/-, Rhonki -/-
Cor : Bunyi jantung 1 dan 2 regular, Gallop (-), Murmur (-)
Abdomen : Supel (+), Bising usus (+), Timpani seluruh kuadran (+), Nyeri tekan (-), Teraba massa (-)
Ekstremitas : Akral teraba hangat (+), CRT < 2”, Pulsasi teraba kuat (+), Tampak bintik merah pada kedua kaki (-)

A: DHF Grade I
Anemia ec thalasemia

P : Transfusi PRC 500 cc


IVFD Ringer Fudin 2000cc/hari
Asam Folat 3 x 1
Ferripro 3 x 3
Tanggal 21/2/2019
S: pasien menyatakan masih batuk walau sudah mulai membaik. Nafsu makan dan minum pasien sudah membaik. Pasien menyangkal
mengalami mual, muntah, sesak nafas, nyeri menelan, nyeri perut dan pusing. BAK dan BAB pasien normal.

O:
Keadaan Umum : baik
Kesadaran : CM
Tanda-tanda Vital
Frekuensi Nadi : 110 X/menit
Frekuensi Nafas: 26 X/menit
Suhu : 36,2 oC
TD : 110/80 mmHg
BB : 53 kg
TB : 145 cm
SiO2 : 99 %
Mata : Refleks cahaya langsung (+/+),Refleks cahaya tidak langsung (+/+), Sklera ikterik (-), Konjungtiva anemis (-)
Leher : Pembesaran KGB (-), Teraba massa (-)
THT : Rinore (-), Sekret telinga (-)
Pulmo : Simetris bilateral (+), Retraksi interkostal (-), Retraksi epigastrium (-), Retraksi supraklavikula (-), Bunyi nafas vesikuler +/+, Wheezing -/-,
Rhonki -/-
Cor : Bunyi jantung 1 dan 2 regular, Gallop (-), Murmur (-)
Abdomen : Supel (+), Bising usus (+), Timpani seluruh kuadran (+), Nyeri tekan (-), Teraba massa (-)
Ekstremitas : Akral teraba hangat (+), CRT < 2”, Pulsasi teraba kuat (+), Tampak bintik merah pada kedua kaki (-)

A: DHF Grade I
Anemia ec thalasemia

P : Transfusi PRC 500 cc


IVFD Ringer Fudin 2000cc/hari
Asam Folat 3 x 1
Ferripro 3 x 3
TINJAU
ANPUST
AKA!
THALASEMIA
DEFINISI
Thalassemia adalah penyakit yang diturunkan dan merupakan penyakit
genetik terbanyak. Terdapat kelainan dari produk rantai globulin (tidak terbentuk
atau berkurangnya salah satu rantai globin baik itu -α ataupun -β) sehingga
menyebabkan kerusakan sel darah merah yang lebih cepat dibandingkan
seharusnya

ETIOLOGI
Pada thalassemia terjadi perubahan rantai gen globin yang yang terdapat
pada kromosom 11, perubahan yang terjadi adalah mutasi pada gen yang
menyebabkan kecacatan pada hasil produk globin.
EPIDEMIOLOGI
Pada tahun 2012 Badan
Kesehatan Dunia (WHO)
menyatakan bahwa angka
tertinggi kasus thalassemia di
dunia mencapai 40%. Indonesia
memiliki nilai prevalensi karrier
thalassemia sebanyak 3-8%
berdasarkan angka ini,
diperkirakan lebih 2000
penderita baru dilahirkan setiap
tahunnya di Indonesia maka
dapat dinyatakan bahwa
thalassemia sebagai salah satu
penyakit
The Power of PowerPoint turunan yang terbanyak
- thepopp.com
PATOFISIOLOGI Thalasemia –α PATOFISIOLOGI Thalasemia- β

Gen α berjumlah dua pada tiap haploid Bedasarkan kelainannya di klasifikasikan menjadi dua
kromosom, sehingga dapat terjadi empat macam yaitu thalassemia-β heterozigot (sintesis β-
globin kurang lebih separuh dari nilai normal) dan
kelainan pada thalassemia- α. Pada α- thalassemia-β homozigot (sintesis β-globin dapat
thalassemia-1 tidak terbentuk rantai-α mencapai nol) karenanya pasien dengan thalassemia-
sama sekali, sedangkan α–thalassemia-2 β homozigot mengalami anemia berat sebagai akibat
masih ada sedikit pembentukan rantai-α dari penurunan kapasitas pengangkut oksigen, selain
tersebut. Anemia yang ringan terjadi pada itu pada thalassemia-β homozigot sintesis rantai-α
tidak mengalami perubahan dan tidak mampu
homozigot α dan homozigot Hb constant membentuk Hb tetramer yang mengakibatkan
spring. kelebihan rantai-α bebas di dalam sel darah merah
Hb Bart’s terjadi bila produksi rantai–α yang akan beroksidasi dan menjadi suatu inklusi
mengalami penurunan sehingga terbentuk protein (Haeinz body’s yang mendestruksi sel darah
merah imatur yang menyebabkan jumlah sel darah
tetramer δ-4, hal ini biasa terjadi pada
merah matur menjadi berkurang sehingga sel darah
fetus. Sedangkan pada dewasa, merah akan dipenuhi oleh inklusi α-globin. Sumsum
kekurangan rantai-α ini menyebabkan tulang mengalami ekspansi secara masif yang
rantai–β yang berlebihan sehingga akan menghabiskan sumber kalori yang sangat besar pada
terbentuk tetramer β 4 (HbH) maka umur-umur yang kritis pada pertumbuhan dan
perkembangan sehingga pada pasien thalassemia
terdapatnya Hb Bart’s dan HbH pada akan terjadi kegagalan dari pertumbuhan dan
elektroforesis merupakan petunjuk perkembangan, jantung high output, kerentanan
terhadap adanya thalassemia-α. terhadap infeksi, deformitas dari tulang, fraktur
patologis, dan kematian di usia muda tanpa adanya
terapi transfusi.
Pewarisan Thalasemia- β

Thalassemia merupakan penyakit


yang diturunkan secara autosomal
resesif. Thalassemia minor memiliki
gejala klinis yang teringan sedangkan
thalassemia mayor memiliki
. gejala
klinis yang paling berat. Bentuk
heterozigot diturunkan oleh salah
satu orang tuanya yang mengidap
penyakit thalassemia, sedangkan
bentuk homozigot diturunkan oleh
kedua orang tuanya yang mengidap
penyakit thalassemia.
Jika seseorang memiliki 1 gen beta
globin normal, dan satu lagi gen yang
sudah termutasi, maka orang itu
disebut carrier/trait.
Manifestasi Thalassemia Beta Mayor

• Gejala mulai pada saat bayi


berumur 3-6 bulan, pucat, anemis,
gejala “iron overload” (pigmentasi kurus, hepatosplenomegali, dan
ikterus ringan.
kulit, diabetes melitus, sirosis hati,
• Gangguan pada tulang:
atau gonadal failure) dan penderita thalassemic face.
meninggal karena diabetes melitus • Rontgen tulang tengkorak: hair on
atau sirosis hati end appearance.
• Gangguan pertumbuhan (kerdil)

Mendapat tranfusi baik Tidak mendapat tranfusi baik


Manifestasi Thalassemia Alfa

Hydrops Fetalis dengan Hb HbH Thalassemia α Trait/


Bart’s disease Minor

Sindrom Silent Carrier


Thalassemia The Power of PowerPoint - thepopp.com
DIAGNOSIS
Anamnesis
Perlu ditanyakan keluhan utama dan riwayat perkembangan penyakit pasien, riwayat
keluarga dan keturunan, masalah kesehatan lain yang dialami, test darah yang pernah
diambil sebelumnya bila sudah pernah melakukan test darah dan mengenai nafsu
makan apakah berkurang atau tidak.
Pemeriksaan Fisik
Pada inspeksi pasien tampak pucat, lemas, lemah, facies Cooley (dahi menonjol, mata
menyipit, jarak kedua mata melebar, maksila hipertrofi, maloklusi gigi), gagal tumbuh,
gizi kurang, dan perawakan pendek. Pada palpasi biasanya ditemukan
hepatosplenomegali.
Pemeriksaan Laboratorium dan Radiologi

• LAB = Hitung Darah Lengkap (CBC) dan SADT, Elektroforesis Hemoglobin, Mean Corpuscular Values
( MCV)
• RAD = gambaran hair on end, korteks menipis, diploe melebar dengan trabekula tegak lurus pada
korteks.Foto tulang pipih dan ujung tulang panjang : perluasan sumsum tulang sehingga trabekula
tampak jelas The Power of PowerPoint - thepopp.com
ELEKTROFOR
ESIS HB!

The Power of PowerPoint - thepopp.com


D
I
A
G
Thalassemia sering kali sulit dibedakan dengan
N
anemia defisiensi besi, adapun perbedaannya
O
adalah : anemia defisiensi besi akan bereaksi
. wajah pasien S
baik bila diberi preparat besi,
I
tampak pucat namun tidak disertai organomegali,
S
kadar serum iron yang rendah dan tidak memiliki
zat besi pada sumsum tulang. Adapun diagnosis
B
banding lain selain anemia defisiensi besi adalah
A
anemia sideroblastik.
N
D
I
N
G

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Thalassemia major merupakan bentuk anemia berat yang D
membutuhkan transfusi darah dengan prinsip: I
1. Sebagai bentuk usaha untuk mengatasi penurunan A
G
hemoglobin agar tidak terjadi gangguan pertumbuhan. N
2. Transfusi yang terlalu sering akan menyebabkan overload O
iron maka diberikan kelasi besi. seperti deferioksamin S
(desferalR) sehingga meningkatkan ekskresi besi. I
S
3. Pemberian asam folat 5 mg/hari secara oral untuk
mencegah krisis megaloblastik. B
4. Splenektomi dilakukan untuk menekan proses hemolisis A
dan jika splenomegali terbukti cukup besar. N
D
5. Terapi definitif dengan transplantasi sumsum tulang. I
6. Terapi eksperimental dengan rekayasa genetik: transfer N
gen. G

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Tatalaksana Thalassemia

Thalassemia α Thalassemia β

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Tatalaksana Thalassemia

Komplikasi Prognosis

The Power of PowerPoint - thepopp.com


DHF
DEFINISI
Demam dengue/DD dan demam berdarah dengue/DBD (Dengue Haemorhagic
Fever/DHF) adalah penyakit yang diperantai oleh nyamuk yang memiliki virus dengue dan
memiliki manifestasi klinis berupa demam, nyeri otot, nyeri sendi. Penyakit ini endemis pada
daerah subtropis dan tropis.

ETIOLOGI
DD dan DBD disebabkan oleh infeksi flavi virus dengue yang mempunyai 4 serotipe
yaitu den-1, den-2, den-3, dan den-4.

EPIDEMIOLOGI
Menurut WHO terdapat kira-kira 50 – 100 juta kasus infeksi virus dengue setiap
tahunnya, dengan 250.000–500.000 yang 24.000 di antaranya meninggal dunia. Pada bulan
Maret hingga Desember 2006 didapatkan 141 pasien dengue yang terdiri dari 22 anak dan 119
dewasa dan pada tahun 2007 didapatkan 97 kasus dengue terdiri dari 47 anak dan 50 dewasa.

The Power of PowerPoint - thepopp.com


.

The Power of PowerPoint - thepopp.com


DERAJAT DHF

Demam disertai gejala tidak


khas dan satu-satunya
manifestasi perdarahan
adalah uji tourniquet
1 2 Seperti derajat I, disertai
perdarahan spontan di kulit
dan atau perdarahan lain

Didapatkan kegagalan sirkulasi Syok berat (profound shock), nadi


yaitu nadi cepat dan lambat, tidak dapat diraba dan tekanan

3 4
tekanan nadi menurun (20 darah tidak terukur
mmHg atau kurang) atau
hipotensi, sianosis di sekitar
mulut, kulit dingin dan lembab,
dan anak tampak gelisah.
The Power of PowerPoint - thepopp.com
MANIFESTASI KLINIS

The Power of PowerPoint - thepopp.com


DIAGNOSIS DHF
Kriteria klinis :
1.Demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas seperti anoreksia, lemah, nyeri pada punggung,
tulang, persendian , dan kepala, berlangsung terus menerus selama 2-7 hari.
2.Terdapat manifestasi perdarahan, termasuk uji tourniquet positif, petekie, ekimosis, epistaksis,
perdarahan gusi, hematemesis dan atau melena.
3.Hepatomegali
4.Syok, nadi kecil dan cepat dengan tekanan nadi ≤ 20 mmHg, atau hipotensi disertai gelisah dan
akral dingin.(14)

Kriteria laboratoris :
1.Trombositopenia (≤ 100.000/µl)
2.Hemokonsentrasi (kadar Ht ≥ 20% dari orang normal)

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium Radiologi

The Power of PowerPoint - thepopp.com


DIAGNOSIS BANDING
INF CHIKUNGUN SEPSIS,
BAKTERI/VIRUS MENGITIS
seperti demam tifoid, campak,
YA
DC memperlihatkan serangan Dikarenakan didapatkan
influenza, hepatitis, demam demam (suhu lebih tinggi)
mendadak dengan periode yang perdarahan seperti petekie
chikungunya, leptospirosis, dam dan ekimosis
lebih pendek, ruam
malaria. Adanya trombositopenia makulopapular, injeksi
yang jelas disertai konjungtiva, dan lebih sering
hemokonsentrasi dapat dijumpai nyeri sendi.
membedakan antara DBD
dengan penyakit lain. PENY.
ITP
ITP demam cepat hilang, tidak
DARAH
leukimia atau anemia
dijumpai leukopeni, tidak aplastik. Pada leukimia
dijumpai hemokonsentrasi, tidak demam tidak teratur,
dijumpai pergeseran ke kanan kelenjar limfe dapat teraba
pada hitung jenis. Pada fase dan pasien sangat anemis.
penyembuhan DBD jumlah
trombosit lebih cepat kembali
normal daripada ITP. The Power of PowerPoint - thepopp.com
TATA LAKSANA

Umur (tahun) Parasetamol (tiap kali


pemberian)
dosis (mg) Tablet (1 tab =
500 mg)
<1 60 1/8
1-3 60-125 1/8-1/4
4-6 125-250 1/4-1/2
7-12 250-500 1/2-1
>12 500-1000 1-2

FASE DEMAM PEMBERIAN CAIRAN

The Power of PowerPoint - thepopp.com


PENGGANTIAN VOLUM PLASMA
Cairan intravena diperlukan, apabila (1) terus menerus muntah, tidak mau minum,
demam tinggi sehingga tidak mungkin diberikan minum per oral, ditakutkan terjadinya
dehidrasi sehingga mempercepat terjadinya syok. (2) Nilai hematokrit cenderung
meningkat pada pemeriksaan berkala. Jumlah cairan yang diberikan tergantung dari
derajat dehidrasi dan kehilangan elektrolit, dianjurkan cairan glukosa 5% di dalam larutan
NaCl 0,45%.
Berat Badan Waktu Masuk RS Jumlah cairan
(kg) ml/kg berat badan per hari

<7 220
7-11 165
12-18 132
>18 88
KEBUTUHAN CAIRAN
RUMATAN

Berat Badan (kg) Jumlah cairan (ml)

10 100 per kg BB

10-20 1000 + 50 x kg (di atas 10


kg)
>20 1500 + 20 x kg (di atas 20
kg)
KOMPLIKASI DAN PROGNOSIS
Syok berkepanjangan (Prolonged
Prognosis DBD bergantung pada 1 shock)
tingkat kebocoran plasma yang

terjadi dan dapat dinilai dari 2 Kelebihan cairan

peningkatan hematokrit 20%

atau lebih. Secara umum pasien 3 Perdarahan masif


Manifestasi yang jarang :
DBD memiliki prognosis yang ● Ensefalopati dengue
baik bila ditangani dengan baik.
4 ● Gagal ginjal akut

The Power of PowerPoint - thepopp.com


DAFTAR PUSTAKA

Alatas, H. & Hassan R, 2007, Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak; cetakan 11, hal 1, Fakultas Kedokteran UI,
Jakarta
Bakta, Made I. 2006. Hematologi Klinik Ringkas. Jakarta: EGC
Bulan, S. (2009). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup anak thalassemia beta mayor.
Hoffbrand, A.V dan P.A.H Moss. 2013. Kapita Selekta Hematologi Edisi 6. Jakarta : EGC
Sudoyo, Aru W, et al. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : Interna Publishing
http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-thalassemia
https://www.persi.or.id/images/regulasi/kepmenkes/kmk12018.pdf
Kemenkes RI. (2012). Thalasaemia Bukan penyakit Menular. Jakarta : Pusat Komunikasi Publik Sekjen Kemenkes
RI
Permono, H. BAmbang; Sutaryo; Windiastuti, Endang; Abdulsalam, Maria; IDG Ugrasena: Buku Ajar Hematologi-
Onkologi Anak, Cetakan ketiga. Penerbit Badan Penerbit IDAI, Jakarta : 2010, hlm 64-84
Suhendro dkk. Demam Berdarah Dengue. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III. Edisi IV. Pusat Penerbitan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta, Juni 2006. Hal. 1731-5.
Suriadi, dkk. (2010). Asuhan keperawatan pada anak. Jakarta : CV. Sagung Seto
Sungkar S. Demam Berdarah Dengue. Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Ikatan Dokter Indonesia. Yayasan
Penerbitan Ikatan Dokter Indonesia. Jakarta, Agustus 2002.
World Health Organization. Dengue and dengue haemorrhagic fever
Wahyuni, M. S. (2010). Perbandingan kualitas hidup anak penderita thalassemia dengan saudara penderita
thalassemia yang normal
Thank You! 
Any Questions?