Anda di halaman 1dari 21

Sumber : pixabay.

com/ColiN00B
BAB 2
ZAT, WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA
PETA KONSEP Volume
Ekstensif
Massa
Sifat
Sifat fisis
Intensif
Sifat Kimia
Perubahan Fisis
MATERI

Perubahan
Perubahan
Kimia

Unsur

Klasifikasi Senyawa

Campuran
PENGERTIAN MATERI DAN ZAT

Materi merupakan segala sesuatu yang menempati ruang (memiliki volume) dan mempunyai
massa.

Materi di alam dapat berupa zat tunggal (murni) dan dapat juga berupa campuran. Zat murni
atau yang sering disebut sebagai zat merupakan materi yang hanya tersusun dari satu jenis zat.
Campuran merupakan materi yang tersusun dari dua atau lebih zat

Padat
1. Paku besi merupakan materi yang
berupa zat tunggal.
2. Perhiasan emas, misalnya cincin
emas juga merupakan materi.
3. Air laut materi yang berupa Wujud
campuran dari air, garam, dan zat-zat
lainnya. Zat
4. Udara merupakan materi campuran
dari nitrogen, oksigen, hidrogen, dan Cair Gas
karbon dioksida.
SIFAT-SIFAT ZAT
1. Sifat Ekstensif

Merupakan sifat zat yang bergantung pada jumlah atau ukuran zat

Contoh: Volume  Ukuran zat  volume zat


Massa  Ukuran zat  massa zat
2. Sifat Insentif

Merupakan sifat zat yang tidak bergntung pada jumlah ataupun ukuran zat

Sifat fisis, meliputi: Sifat kimia, meliputi:


 Warna  Titik lebur  Keterbakaran
 Bau  Daya hantar  Kestabilan
 Rasa  Kemagnetan  Kereaktifan
 Kerapatan  Kelarutan  Perkaratan
 Titik didih  Kekerasan
PERUBAHAN ZAT

Perubahan FIsis, meliputi: Sifat kimia, meliputi:


 Warna  Keterbakaran
 Bau  Kestabilan
 Rasa  Kereaktifan
 Kerapatan  Perkaratan
 Titik didih
 Titik lebur
 Daya hantar
 Kemagnetan
 Kelarutan
 Kekerasan
ADHESI DAN KOHESI

Partikel-partikel zat padat dan partikel-partikel zat cair dapat mengadakan suatu ikatan, sehingga
terjadi gaya tarik-menarik. Misalnya cat dapat menempel pada kayu dan besi karena antara
partikel-partikel cat dan partikel-partikel kayu atau besi terjadi gaya tarik-menarik. Peristiwa ini
disebut adhesi. Adhesi merupakan gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang tidak sejenis.

Partikel-partikel yang sejenis dalam zat padat membentuk suatu ikatan yang sangat
kuat sehingga membentuk benda padat. Di dalam kayu atau besi terjadi gaya tarik-
menarik antarpartikel sehingga membentuk ikatan yang kuat. Demikian juga pada zat
cair, dalam suatu zat cair terjadi ikatan antarmolekul zat cair yang membentuk ikatan.
Peristiwa ini disebut kohesi. Kohesi merupakan gaya tarik-menarik antara partikel-
partikel yang sejenis.
Sumber :pixabay.com/qimono Sumber : pixabay.com/Francok35

(a) (b)

(a) cat dapat menempel pada tembok karena adhesi antara cat dan tembok lebih
besar daripada kohesi dalam cat
(b) tetesan air daun talas
MENISKUS

Pada saat zat cair dituangkan ke dalam tabung,


permukaannya akan berbentuk cekung atau cembung. Bentuk
permukaan zat cair dalam tabung ini disebut meniskus. Meniskus
memiliki dua macam, yaitu meniskus cekung dan meniskus
cembung.
Permukaan air dalam tabung reaksi berbentuk cekung,
hal ini disebabkan terjadi adhesi antara molekul-molekul air
dalam tabung dengan molekul-molekul tabung reaksi. Hal ini
menunjukkan bahwa adhesi antara molekul-molekul air dengan
molekul-molekul dinding tabung lebih besar daripada kohesi
molekul-molekul air sehingga sebagian molekul air tertarik oleh
dinding tabung.
Sumber : fisikazone.com
Air yang berada di dalam tabung reaksi yang telah diolesi minyak goreng tidak membasahi dinding tabung.
Permukaan air dalam tabung tersebut membentuk meniskus cembung. Hal ini terjadi karena kohesi antara
molekul-molekul air lebih besar daripada adhesi antara molekul-molekul air dengan molekul-molekul minyak
goreng, sehingga sebagian molekul air terlepas dari dinding tabung. Akibatnya permukaan air membentuk
meniskus cembung
KAPILARITAS

Kapilaritas merupakan peristiwa naiknya zat cair melalui


lubang yang sempit (pipa kapiler).

Gejala Kapilaritas dalam Kehidupan


Sehari-hari
• Naiknya air tanah pada pembuluh kayu
• Naiknya minyak tanah pada sumbu lampu
tempel dan kompor
• Meresapnya air dari kamar mandi ke dalam
tembok
• Teresapnya air di badan setelah mandi oleh
handuk
• Terserapnya air di lantai oleh kain pel
• Terserapnya keringat oleh kaos dalam dan sapu
tangan
• Terserapnya air di meja makan oleh kertas tisu
MASSA JENIS

Massa jenis suatu benda merupakan perbandingan antara massa dengan


volume benda

Konversi satuan massa jenis  dalam satuan SI massa jenis dinyatakan dalam
kg/m namun demikian sauna massa jenis kadang-kadang dinyatakan dalam
g/cm

Peristiwa Sehari-hari yang berkaitan dengan massa jenis

• Kapal selam
• Tinta printer
• Oli untuk mesin
• Lapisan batuan penyusun bumi
MASSA JENIS

Contoh Soal
Dalam sebuah tangki terdapat bensin yang massanya 15 kg. Jika
massa jenis bensin 0,75 x 103 kg/m3, berapakah volume bensin
tersebut?
Jawab:

𝑚 15
𝑉= =
𝜌 0,75 × 103

10−3
= 15 × = 2 × 10−2 m3
0,75
CAMPURAN

Campuran merupakan penggabungan dua zat murni atau lebih yang masih
mempunyai sifat-sifat asalnya dan tidak mempunyai komposisi tertentu

Campuran terdiri atas tiga bentuk: larutan, koloid dan suspensi

Larutan adalah campuran homogeny (serba sama) yang terdiri atas dua atau
lebih zat
PEMISAHAN CAMPURAN

Penyaringan
Zat hasil penyaringan disebut filtrat dan zat sisa dari penyaringan
(Filtrasi) disebut residu
• Contoh :
• Pemisahan kotoran yang ada pada larutan gula
• Menyaring air sungai untuk keperluan air bersih

Penyulingan Penyulingan merupakan pemisahan campuran zat cair yang


didasarkan pada perbedaan titik didih zat-zat cair yang ada didalam
(destilasi) campuran.
• Zat hasil destilasi disebut destilat
• Zat sisa yang tertinggal dalam labu destilat disebut residu
• Penyuingan dilakukan daam alat bernama destilator
PEMISAHAN CAMPURAN
Pemisahan yang didasarkan pada perbedaan daya serap dari
zat penyerap (adsorben) terhadap zat-zat yang akan
Kromatografi
dipisahkan.
• Adsorpsi adalah peristiwa penyerapan pada permukaan adsorben

Pemisahan campuran yang dilakukan untuk memisahkan


campuran padat dan cair dengan cara menguapkan zat
Kristalisasi
cairnya
• Contoh:
• Membuat garam dari air laut
• Membuat gula tebu dari cairan tebu
ASAM

Asam merupakan zat (senyawa) yang menyebabkan rasa masam pada


berbagai materi

Organik

Berdasarkan asal terbentuknya  ASAM

Anorganik
ASAM
Asam Organik

Asam organik merupakan asam yang berasal dari makhluk hidup, dapat
diperoleh secara alami dan memiliki atom karbon (C)

Asam organik yang


dihasilkan oleh Asam organik yang
tumbuhan dihasilkan oleh hewan
• Asam sitrat • Asam format oleh semut
• Asam maleat • Sengatan lebah
• Asam tartat • Asam asetat oleh beberapa
• Vitamin C bakteri tertentu
• Asam asetat
• Asam benzoat

Sumber : pixabay.com/Jarmoluk
ASAM
Asam Anorganik

Asam anorganik merupakan asam yang tidak berasal dari makhluk hidup,
tidak mengandung atom karbon (C)

Contoh asam anorganik:

Asam sulfat (H2SO4)

Asam klorida (HCl)

Asam nitrat (HNO3)

Asam fosfat (H3PO4)


BASA

Basa adalah zat (senyawa) yang dpat bereaksi dengan asam,


menghasilkan senyawa yang disebut garam

Contoh basa:

Natrium hidroksida (NaOH)

Amonium hidroksida (NH4OH)

Kalsium hidroksida (Ca(OH)2)


Sumber : pixabay.com/Monica1607

Aluminium hidroksida (Al(OH)3)


INDIKATOR ASAM BASA

Salah satu indokator yang digunakan untuk mengetahui


sifat asam dan basa suatu larutan yaitu dengan
menggunakan kertas lakmus. Kertas lakmus terdiri atas
lakmus merah dan lakmus biru

Dalam larutan asam, kertas lakmus biru akan berubah


warna menjadi merah. Sumber : avkimia.com

Dalam larutan basa, kertas lakmus merah akan berubah


warna menjadi biru.

Jika ke dalam suatu larutan dicelupkan kertas lakmus merah dan


kertas lakmus biru secara bersamaan, ternyata pada kedua kertas
lakmus tersebut tidak terjadi perubahan warna, maka hal ini
menunjukkan bahwa larutan tersebut tidak bersifat asam maupun
basa. Larutan ini disebut larutan netral.
INDIKATOR ASAM BASA

Dari pembahasan tersebut dapat dibuat garis besar sebagai berikut

Sifat-sifat asam Sifat-sifat basa


1. Rasanya masam 1. Rasanya pahit
2. Dapat mengubah warna 2. Dapat mengubah warna kertas
kertas lakmus biru menjadi lakmus merah menjadi biru
merah
3. Mempunyai nilai pH < 7 3. Mempunyai nilai pH > 7
GARAM
Garam adalah senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi antara asam dan basa.
Berdasarkan sifatnya, garam dibedakan menjadi 3 macam, yaitu garam netral,
garam asam dan garam basa

Garam netral
• Merupakan garam yang terbentuk dari basa kuat dengan asam
kuat. Garam ini bersifat netral dan memunyai pH=7. contoh: NaCl,
KCl, K2SO4, MgSO4, NaNO3, KBr, NaBr, dan lain-lain.
2.Garam Asam
• Terbentuk dari basa lemah dengan asam kuat. Garam ini bersifat
asam dan mempunyai pH < 7. Contoh: NH4NO3, NH4Cl, (NH4)2SO4,
Kerjakan latihan
dan lain-lain.
pada buku IPA
3.Garam Basa Fisika SMP kelas VII
jilid 1 (Tim Abdi
• Terbentuk dari basa kuat dengan asam lemah. Garam ini bersifat Guru) halaman 98
basa dan mempunyai pH > 7. Contoh: NaCN, CH3CHOONa, K2CO3,
KCN, KF, BaCO3, dan lain-lain.