Anda di halaman 1dari 35

PRODI STUDI MAGISTER TERAPAN KEBIDANAN

PROGRAM PASCASARJANA POLITEKNIK KESEHATAN


KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG
2019

EFEKTIFITAS TERAPI AKUPRESUR


TERHADAP TINGKAT ASUPAN
MAKRONUTRIEN, KADAR HORMON
IgA DAN BERAT BADAN BALITA

MERY TRESIANA EFFENDI


NIM. P1337424717029

2017
SISTEMATIKA PENYAJIAN Sistematika
Rumusan Masalah
Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

BAB 1 BAB 2 BAB 3 BAB 4 BAB 5 BAB 6

1. Hasil Penelitian Terdahulu


2. Dasar Teori  Kerangka Konsep
a. Akupresur  Hipotesis
 Latar Belakang b. Asupan Makronutrien  Jenis dan rancangan
c. Kadar Hormon IgA penelitian
 Perumusan d. Status Gizi
Masalah e. Berat Badan
 Populasi dan sampel  Gambaran
 Definisi operasional
 Tujuan Penelitian f. Program Pelayanan
 Alat penelitian dan
Umum Lokasi Pembahasa Kesimpulan
Kesehatan Balita
 Manfaat Penelitian g. Hubungan Terapi Akupresur instrument penelitian Penelitian n dan Saran
 Ruang Lingkup dengan Tingkat Asupan  Prosedur penelitian  Hasil Penelitian
Penelitian Makronutrien, Kadar  Alur penelitian
Hormon IgA, dan Berat  Teknik pengumpulan
badan balita
data
3. Kerangka Teori  Etika penelitian
Latar Belakang
Rumusan Masalah
52 juta balita di dunia Bengkulu prevalensi gizi kurang Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan
buruk (2018) mengalami Kesimpulan
menderita Gizi kurang peningkatan ±4% dibandingkan
(wasting) pada tahun 2010 dengan tahun 2013
Tidak
terpenuhi
Kabupaten Rejang Lebong
Indonesia prevalensi balita zat gizi.
terdapat 8 balita status gizi di
gizi buruk dan gizi kurang
Bawah Garis Merah (BGM) dan
mencapai 17,7 %. (2017) 9 balita gizi buruk
gangguan
perilaku makan
(kesulitan
makan)

Pemberian terapi famakologis (multivitamin) dampak negatif


jika diberikan dalam jangka waktu yang panjang
Latar
Belakang
Rumusan Masalah
Upaya Alternatif  Terapi pijat
Metodologi Penelitian
melalui teknik akupresur Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Peningkatan nafsu
pemilahan titik (point) tertentu makan (asupan
yang memiliki fungsi spesifik
untuk merangsang peningkatan makronutrien) 
nafsu makan pada anak meningkatkan daya
tahan tubuh
Titik-titik akupresur yang dipilih (Hormon IgA)
adalah ST36, ST25, Li4, PC6 yang  meningkatkan
terletak di titik meridian
lambung,usus besar, dan
berat badan
pericardium
Perumusan Masalah Latar Belakang

Rumusan
Status Gizi Balita (Kurang, Rumusan Masalah Masalah
Burung, BGM & Keterlambatan Metodologi Penelitian

Pertumbuhan/2T) Umum dan Khusus Hasil dan Pembahasan


Kesimpulan

(Apakah Therafi
Akupresur
Penanganan dengan berpengaruh
Farmakologis  Dampak
Negatif
terhadap
Peningkatan
asupan
makronutrien,
Terafi Akupresur kadar hormon IgA
dan berat badan
balita 2T
Tujuan Umum
Latar Belakang
Rumusan Masalah

Mengetahui pengaruh Tujuan


“TERAPI AKUPRESUR pada titik ST36, ST25, Li4, PC6 Penelitian
terhadap tingkat asupan makronutrien, kadar hormon IgAdan
berat badanpada balita 2T .

Tujuan Khusus
Mengetahui tingkat asupan makronutrien, kadar hormon IgA, dan
berat badan balita 2T SEBELUM & SETELAH diberikan terapi
akupresur pada titik ST36, ST25, Li4, PC6.
Mengetahui PENGARUH terapi akupresur pada titik ST36, ST25, Li4, PC6
terhadap tingkat asupan makronutrien, kadar hormon IgA dan berat
badan pada balita 2T.
Latar Belakang
Manfaat Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian
Institusi Pelayanan Masyarakat
Kesehatan Manfaat
• Solusi Alternatif yang
• Alternatif Penanganan Mudah, Aman dan Penelitian/Orisi
Kasus Balita 2T Ekonomis nalitas/Ruang
• Perencanaan Program
Lingkup
• Pengayaan Penjelasan
Manfaat Terafi Akupresur

Orisinalitas Ruang Lingkup

Waktu
Tempat
Materi
Suci
Tri Sasmi Irva,
Rahmawati, Annif Fauziyatun
Rosi Kurnia Oswati
Atiek Munjidah, SST. , Nisa, Zaidatul
Sugiharti, Hasanah,
Murhayati, M. KES et all, Amaliyah,
(2016) Rismadefi
Dedep Nugraha (2017), (2017)
Woferst (2014)
(2018)
Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Tinjauan Pustaka dan Dasar Teori


1. Hasil Penelitian Terdahulu
2. Dasar Teori
a. Akupresur
b. Asupan Makronutrien
c. Kadar Hormon IgA
d. Status Gizi
e. Berat Badan
f. Program Pelayanan Kesehatan Balita
g. Hubungan Terapi Akupresur dengan
Tingkat Asupan Makronutrien, Kadar
Hormon IgA, dan Berat badan balita
KERANGKA TEORI
Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Kerangka Konsep Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Hipotesis
Hipotesis Mayor :
Pemberian terapi akupresur pada
titik ST36, ST25, Li4, PC6 pada
balita 2T terbukti berpengaruh
dalam meningkatkan tingkat asupan
makronutrien, kadar hormon IgA
dan berat badan
Hipotesis Minor
Terapi akupresur pada titik ST36, ST25, Li4,
PC6 berpengaruh terdapat tingkat asupan
makronutrien.
Terapi akupresur pada titik ST36, ST25, Li4,
PC6 berpengaruh terhadap tingkat kadar
hormon IgA.
Terapi akupresur pada titik ST36, ST25, Li4,
PC6 berpengaruh terhadap berat badan
balita.
Jenis dan Rancangan Penelitian

Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan


desain penelitian quasy experiment pendekatan
rancangan nonequivalent kontrol group design.

Rancangan Penelitian

Kelompok Pretest Perlakuan Posttest


A Eksperimen O1, O2,O3, O4 X O5, O6, O7, O8
B Kontrol O9,O10, O11, O12 0 O13,O14, O15,O1
Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Populasi Hasil dan Pembahasan

Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh balita di Puskesmas Sambirejo


dan Puskesmas Sumber Urip Kabupaten Rejang Lebong. Sedangkan
populasi studi dalam penelitian ini adalah seluruh balita 2T di
Puskesmas Sambirejo dan Sumber UripKabupaten Rejang Lebong
Provinsi Bengkulu
Sampel

Total Sampel 40 Orang


Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Definisi Operasional Hasil dan Pembahasan

Jenis Satuan Skala


Nama Definisi
Variab Cara Ukur Variab Hasil Ukur Variabel
Variabel Operasional
el el
Variabe Terapi Merupakan Tenagakeseh Kali / 1 : Tidak Rasio
Bebas Akupresur salah satu atanterlatih frekuen dilakukan
fisioterapi melakukan si 2 : akupresur
dengan teknik pijat dengan Dilakukan
pijat dan menekan titik Akupresur
stimulasi akupresur
beberapa titik ST36, ST25,
tubuh Li4, PC6
yang spesifik sebanyak 30
pada kali tiap titik
tubuh,dilakuk dengan
an pada titik searah jarum
ST36, ST25, jam.
Li4, PC6
dengan
frekuensi
sebanyak 30
kalipada titik
dan searah
dengan jarum
jam
Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan

s Satuan Skala
Nama Definisi
ab Cara Ukur Variab Hasil Ukur Variabel
Variabel Operasional
el
be Tingkat Penigkatan Food recall % 1 : Kurang Rasio
Asupan Asupan 24 jam yang <80%
at Makronutrie makronutrien dilakukan 2 : Cukup :
n berupa dengan 80-120%
karbohidrat, wawancara
3: Lebih : >
protein dan mengingat
120%
lemak. asupan
makanan
responden
dalam
sehariyang
dilakukan
secara
berselang
selinghari.
Tingkat
asupan
makronutrien
(lemak,
protein,
karbohidrat)
= asupan :
kebutuhan
zat gizi x
100%
Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan
Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan

Jenis Satuan Skala


Nama Definisi
Variab Cara Ukur Variab Hasil Ukur Variabel
Variabel Operasional
el el
Variabe Aktivitas Yaitu sebagai Tingkat menit/ 1 Kurang, : Ordinal
l fisik pergerakan aktivitas fisik hari jika waktu
Perancu tubuh dan kegiatan balita
khususnya balita dalam bergerak
otot yang sehari yang aktif < 180
membutuhkan diperoleh menit/hari
energi. dengan
menggunaka 2 : Cukup, jika
n waktu
kuesionerEY balita
-PAQ (Early bergerak
Years- aktif = 180
Physical menit/hari13
1
Activity
Questionnair
e) yang
menggambar
kan rerata
kegiatan aktif
balita dalam
akumulasi
menit per
hari selama 7
hari.

Pengetahua Banyaknya Cara % 1: Tidak Baik, Nominal


n informasi menentukan jika
ibu/pengasu yang didapat pengetahuan jawaban
h dan dimiliki tentang gizi benar <
ibu tentang balita dengan 60%
berat badan menanyakan
balita dan gizi secara 2 : Cukup
balita. wawancara Baik jika
menggunaka jawaban
n kuesioner benar 60-
yang telah 80%
divalidasi.
Skor 3 : Baik :
pengetahuan Jawaban
diukur benar > 80
dengan %
kuesioner
sebanyak 22
pertanyaan,ja
waban salah
nilai
Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Instrumen Penelitian Hasil dan Pembahasan

Alat Massage dengan menggunakan vegetabel oil


Penelitian
Timbangan digital

Formulir kuesioner Umum, Aktifitas Fisik, Pengetahuan, dan


Sanitasi Lingkungan

Formulir Food Recall

Pemeriksaan Laboratorium di Gaky F.K UNDIP menggunakan


teknik ELISA, dimana sampel di ambil melalui Saliva balita
Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan

Prosedur Penelitian

Tahap Administrasi Validasi Alat


Persiapan dan Perizinan Ukur

Tahap Pemilihan Pelaksanaan


Pelaksanaan enumerator Penelitian

Analisis Statistik
Pengolahan
Tahap Akhir Data
(Univariat &
Bivariat)
Alur Penelitian

Penentuan food
populasi & pretest post test
recall
Sampel

terapi edukasi
akupresur gizi
Jenis Data Pengolahan & Analisis Data

Data Data
Primer Sekunder
Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Gambaran Umum Lokasi Penelitian


Kabupaten Rejang Lebong merupakan salah satu
Kabupaten di Propinsi Bengkulu dengan Curup
sebagai ibu kota Kabupaten, dengan jumlah
populasi sebanyak 258.763 jiwa.
Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas
Sambirejo dan Sumber Urip Kecamatan Selupu
Rejang dimana berdasarkan hasil pencatatan dan
pelaporan program gizi puskesmas terdapat
sebanyak 139 orang balita yang tidak mengalami
kenaikan berat badan dalam 2 bulan berturut-turut
atau dikenal dengan 2T
Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
100 95 90 Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan
80 Kesimpulan

60 50 45 Analisis Univariat
40 Intervensi
20 Kontrol Karakteristik Responden
0 berdasarkan Asupan
Asupan Kadar IgA (Normal) MakronutrienBalita, Kadar IgA
Makronutrien dan Berat Badan (Sebelum
(Cukup)
Intervensi)
Sebagian balita pada kelompok intervensi (50%)
Rata-Rata Berat Badan dan hampir setengah (45%) dari kelompok kontrol
13,000 mendapatkan asupan makronutrien yang cukup.
12,520
12,500 12,055 Rata-rata berat badan balita pada kelompok
12,000 Series 1 intervensi 12,055 gram pada Kelompok kontrol
11,500 rata-rata berat badan balita sebesar 12.520
Intervensi Kntrol
Analisis Bivariat Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Pengaruh Akupresur terhadap Peningkatan Metodologi Penelitian
Tingkat Asupan Makronutrien pre dan post (Selama 4 kali pengukuran/4 minggu) Hasil dan Pembahasan
Waktu Kelompok Rerata Asupan Standar Selisih p value*
Kesimpulan
Makronutrien Deviasi (? )
(Mg/ml)
Pre Intervensi 102,18 37,569 9,285 0,407 Asupan Makronutrien (% )
Kontrol 92,89 32,258
Minggu I Intervensi 108,10 37,947 9,250 0,411 160
Kontrol 98,85 32,135 140 136.05
120 122.15
Minggu II Intervensi 122,15 30,177 5,700 0,546 108.1
116.45 117.1 114.35
100 102.175 98.85
Kontrol 116,45 28,942 92.89 94.75
80
Minggu III Intervensi 117,10 38,292 22,350 0,041**
60
Kontrol 94,75 27,713 40
Minggu IV Intervensi 136,05 30,059 21,700 0,027** 20
Kontrol 114,35 29,453 0
Pre Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV

Pada minggu ke 1 dan minggu ke 2 tidak terdapat Intervensi Kontrol

perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi


dengan kelompok kontrol (>0,005), sedangkan Pada Gambaran Peningkatan Asupan Makronutrien
minggu ke 3 dan ke 4 terdapat perbedaan yang signifikan
antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, ( p Pada kelompok Intervensi dengan kelompok Kontrol terjadi
< 0,05). Selisih tertinggi pada kelompok intervensi pada Peningkatan asupan makronutrien sejak minggu ke 1 dan ke-2,
dan menurun pada minggu ke-3, Kemudian meningkat lagi pada
minggu ke 3 sebesar 22,35%, sehingga Dapat
minggu ke-4.
disimpulkan bahwa kombinasi pemberian terapi Peningkatan lebih tinggi pada kelompok Intervensi, dibandingkan
akupresur dan edukasi gizi lebih efektif dengan kelompok kontrol.
meningkatkan asupan makronutrien pada minggu Jadi mengkombinasikan terapi akupresur dan edukasi
ke 3 dibandingkan dengan pemberian intervensi lebih dapat meningkatkan asupan makronutrien balita
hanya dengan edukasi gizi.
Analisis Bivariat Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Pengaruh Akupresur terhadap Peningkatan Metodologi Penelitian

Kadar IgA (pre dan post ) Hasil dan Pembahasan


Kesimpulan

Kelompok Rerata Kadar Standar Selisih p Kadar Hormon IgA (mg/ml)


Hormon IgA Deviasi (? ) value*
(µg/ml) 140
133.25
120 118.35
Pre Intervensi 133,25 64,068 26,250 0,144 107 105.2
100
Kontrol 107,00 56,768 80
Post Intervensi 105,20 67,305 13,150 0,626 60
40
Kontrol 118,35 80,005 20
Selisih (? ) Intervensi 28,05 72,365 39,400 0,490 0
pre post
Kontrol 11,35 109,845
Intervensi Kontrol

Perbedaaan Kadar Hormon IgA antara Kelompok Gambaran Peningkatan Kadar IgA pre dan
Intervensi dan Kelompok Kontrol post
Berdasarkan hasil pemeriksaan hormon
Tidak dapat perbedaan rata-rata pada variabel kadar Immunoglubulin A (IgA) melalui saliva dengan
hormon IgA baik pada kelompok intervensi maupun tekhnik Secretory IgA ELISA(Enzyme-Linked
kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi Immune-Sorbent Assay) pada kedua kelompok
pemberian terapi akupresur dan edukasi gizi belum efektif terlihat tidak terdapat perbedaan yang signifikan
meningkatkan kadar hormon IgA antara perubahan rata-rata kadar hormon IgA
sebelum dan setelah perlakuan.
Analisis Bivariat Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Pengaruh Akupresur terhadap Peningkatan Metodologi Penelitian

Berat Badan (pre dan post ) Hasil dan Pembahasan


Kesimpulan
Waktu Kelompok Rata-rata Standar Selisih p value*
Berat Badan Balita (Gram)
Berat Badan Deviasi (∆)
Balita (Gram) 14500
Pre Intervensi 12055 1628,197 465 0,494 14000 14130
Kontrol 12520 2535,142 13500
Minggu I Intervensi 12275 1635,744 235 0,730 13000
13165
Kontrol 12510 2541,218 12500 12520 12510
12710
12545 12590 12600
Minggu II Intervensi 12710 1600,625 165 0,806 12275
12000 12055
Kontrol 12545 2524,506 11500
Minggu III Intervensi 13165 1681,251 575 0,402 11000
Kontrol 12590 2529,177 Pre Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV
Minggu IV Intervensi 14130 1385,679 1530 0,024**
Intervensi Kontrol
Kontrol 12600 2550,748

Perbedaaan Kadar Hormon IgA antara Kelompok Gambaran Peningkatan Kadar IgA pre
Intervensi dan Kelompok Kontrol dan post
Perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dengan Peningkatan BB balita pada kelompok yang diberi akupresur
kelompok kontrol terjadi Pada minggu ke 4, p value 0,024 dan edukasi, meningkat tajam dibandingkan berat badan
(p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa kombinasi balita pada kelompok yang hanya diberi edukasi tentang
pemberian terapi akupresur dan edukasi gizi lebih efektif gizipada balita dan edukasi tentang gizi kepada ibu
meningkatkan berat badan pada minggu ke 4
Profil
Pengaruh Akupresur terhadap Asupan Makronutrien Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan
Selisih tertinggi rerata Kesimpulan
Pre Intervensi Kedua pada kedua kelompok
Kelompok sebagian dan terjadi pada minggu ke-3.
hampir sebagian dengan
Katagori CUKUP

Hidayat, dkk, titik akupresur titik


ST36, CV12, SP3, SP6 serta
tambahan titik ST25 terbukti
Terapi akupresur
secara ilmiah dapat Peningkatan Intensitas hujan (Minggu ke- dan edukasi gizi
meningkatkan nafsu makan balita 3 ) kedua kelompok terjadi lebih efektif
penurunan kelompok kontrol menurun
dengan tajam. meningkatkan
Roesli  asupan
manfaat terapi makronutrien pada
pijat dapat
meningkatkan minggu ke 3
berat badan
dan
pertumbuhan,
meningkatkan
daya tahan
tubuh.
Pengaruh Akupresur terhadap Kadar IgA Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Hampir seluruh respoden
pada kedua kelompok Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan
memiliki kadar hormon IgA
normal, sampel diambil
pada pukul 11.00 WIB
(menjelang siang)
Trend yang terjadi
Tidak sejalan dengan Rytter
et al, yang menyatakan menunjukkan pada
informasi yang
kadar hormon IgA dalam diperoleh rata-rata
Tidak Terdapat perbedaan
kelompok intervensi
air liur (saliva) dan air mata anak menderita
sakit 2-3 kali /bulan, signifikan pre dan post pada terjadi penurunan
sering berkurang pada umumnya anak lebih kadar IgA rerata kadar hormon
anak-anak yang sering menderita
kekurangan gizi sakit pada saat IgA, sebesar 28
musim penghujan
µg/ml, penurunan ini
lebih besar jika
Tidak sejalan dengan Rytter Lim, et al, kadar hormon IgA dibandingkan dengan
et al, yang menyatakan pada saliva tinggi di waktu kelompok kontrol
kadar hormon IgA dalam pagi dan menjelang siang
hari dan menurun dimalam yaitu 11,3 µg/ml.
air liur (saliva) dan air mata
sering berkurang pada hari
anak-anak yang kekurangan
gizi
Pengaruh Akupresur terhadap Berat Badan Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Rerata BB Pre Test
Kelompok kontrol lebih Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan
berat dibandingan
kelompok intervensi
dengan selisih sebesar 465
gram

Penelitian Yuliana,dkk
kepada bayi usia 3-5 bulan
didapatkan peningkatan BB Terdapat perbedaan
bayi dipijat selama 4 signifikan rerata BB pada
minggu yang dilakukan Responden Adalah minggu ke-4 dengan selisih
secara rutin lebih tinggi Balita 2T 1.530 lebih berat pada
dibandingkan BB bayi yang kelompok intervensi
tidak dipijat

Penelitian Kristanto menunjukkan Terapi akupresur mempengaruhi


pemijatan selama 6 aktivitas nervus vagus yaitu terkait
minggu,didapatkan peningkatan penyerapan makanan, terutama
yang signifikan pada berat badan penyerapan zat gizi makro yang berupa
(kelompokperlakuan pada minggu lemak, protein, dan karbohidrat
ke-5, kelompok kontrol pada
minggu ke-6
Implikasi dan Keterbatasan Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka

Penelitian Metodologi Penelitian


Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

KETERBATASAN IMPLIKASI
PENELITIAN
Terapi akupresur bermanfaat bagi
Luasnya cakupan faktor yang yang dapat meningkatkan anak-anak yang mengalami
asupan makronutrien, kadar hormon IgA dan BB balita kesulitan makan
sedangkan dalam penelitian ini hanya diungkap secara dan mengalami gangguan
terbatas. PERTUMBUHAN
Banyak kendala yang dihadapi selama penelitian sehingga dengan tanpa harus memberikan
menyebabkan penelitian ini kurang maksimal. obat-obatan (farmakologi)
Untuk dapat mengetahui kontribusi secara lebih jelas dari yang seringkali menimbulkan efek
dari penelitian ini perlu adanya analisis lebih lanjut. negatif bagi balita DAN LEBIH
EKONOMIS.
Kesimpulan dan Saran Profil
Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan

Kesimpulan Kesimpulan &


Saran
Terdapat perbedaan rerata tingkat Asupan Makronutrien antara kelompok
intervensi dengan kelompok kontrol pada minggu ke-3 p-value 0,041 Saran
dan ke-4 p-value 0,027 (p < 0,05)
Dengan Perlakuan terapi akupresur pada titik ST36, ST25, Li4, PC6
berpengaruh & terbukti efektif dalam meningkatkan asupan
makronutrien balita 2T
Tidak dapat perbedaan rata-rata kadar hormon IgA baik pada kelompok Bagi Pendidikan dan Perkembangan
intervensi maupun kelompok kontrol (Pre-Post) nilai p value 0,490 (> 0,05) ilmu pengetahuan
Dengan Perlakuan terapi akupresur pada titik ST36, ST25, Li4, PC6
Tidak berpengaruh dalam meningkatkan asupan makronutrien balita Bagi institusi pemerintahan daerah
2T. Bagi Institusi Pelayanan Kesehatan
Terdapat perbedaan rerata berat badan yang signifikan antara kelompok
intervensi dengan kelompok kontrol pada minggu ke-4, p value 0,024 (p < 0,05) Bagi Masyarakat
Dengan Perlakuan terapi akupresur pada titik ST36, ST25, Li4, PC6 Untuk Peneliti selanjutnya
berpengaruh & Terbukti EFEKTIF dalam meningkatkan Berat Badan
balita 2T.
DOKUMENTASI Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan
DOKUMENTASI

Pengukuran Berat Badan Balita Pengukuran Tingkat Asupan Makronutrien (Metode Food Recall)
DOKUMENTASI Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan
DOKUMENTASI

Pengambilan Sampel Saliva untuk pengukuran Sampel untuk pemeriksaan kadar IgA di Laboratorium
Kadar Hormon IgA GAKY UNDIP
DOKUMENTASI Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan
DOKUMENTASI

Pelaksanaan Terapi Akupresur


DOKUMENTASI Latar Belakang
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
Hasil dan Pembahasan
DOKUMENTASI

Pemberian Edukasi Gizi


TERIMA KASIH