Anda di halaman 1dari 28

Asuhan

Keperawatan
Lansia Menjelang
Ajal
Kematian
Sakit gawat adalah suatu keadaan sakit,
yang klien lanjut usia tidak dapat lagi atau
tidak ada harapan lagi untuk sembuh.
Kematian/mati adalah apabila seseorang
tidak lagi teraba denyut nadinya, tidak
bernapas selama beberapa menit, dan tidak
menunjukkan segala refleks, serta tidak ada
kegiatan otak
Gerakan &
penginderaan
menghilang secara
berangsur-angsur
Gangguan Gerakan peristaltik
kesadaran usus menurun

Tekanan darah Tubuh lansia tampak


menurun Dying To Death Menggembung

Badan dingin, lembab


Napas stridor terutama kaki,tangan &
ujung hidung

Denyut nadi Kulit pucat,


tidak teratur kebiruan/kelabu
Penyebab Kematian
• Keganasan (mis. Ca
Penyakit hati, paru, mammae)
• Penyakit kronis

• Mis. Hematoma
kecelakaan epidural
• Sudden death

“Lalu, apabila kematian adalah keperkasaan kodrati maka kehadirannya, bahkan baru gejalanya,
sudah mampu membungkam segala gejolak rasa.”
― Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk
Tahap I PENERIMAAN
(denial) TERHADAP
KEMATIAN
Tahap II
(Anger)

Tahap III
(Bargaining)

Tahap IV
(Depresi)

Tahap V
(Acceptance)
Lingkungan Menjelang Ajal
• Rumah sakit perawatan akut
• Perawatan jangka panjang
• Hospice
• Perawatan di rumah
Kebutuhan Menjelang Kematian
• Kebutuhan jasmaniah
• Kebutuhan emosi
Hak Asasi Pasien Menjelang Ajal
1. mempunyai harapan
2. Dirawat
3. merasakan perasaan dan emosi
4. berpartisipasi dalam pengambilan keputusan
5. Mendapatkan perhatian medis dan perawatan
6. Tidak mati dalam kesepian
7. Bebas dalam rasa nyeri
8. Memperoleh jawaban yang jujur
9. Tidak ditipu
10. Mendapat bantuan
11. Mati dengan tenang dan terhormat
12. Mempertahankan individualitas
13. Mengaharapkan kesucian tubuh.
ASUHANAN KEPERAWATAN
MENJELANG KEMATIAN
• Aspek perawatan :

Memberi
Mengontrol Mengurangi Memberikan
Memelihara kenyamanan
nyeri dan kecemasan sokongan
kemandirian &
gejala lain & ketakutan psikologis
kehormatan
Perawatan Paliatif pada Lansia
Menjelang Ajal
Semua tindakan aktif untuk meringankan beban
penderita, terutama yang tidak bisa
disembuhkan.
Tujuannya : mencapai kualitas hidup maksimal
bagi lansia dan keluarganya.
Pola dasar dalam perawatan paliatif
menurut WHO, yaitu :
1. Meningkatkan kualitas hidup dan mengangap
kematian sebagai prosesyang normal.
2. Tidak mempercepat menunda lanjut usia.
3. Menghilangkan nyeri dan keluhan lain yang
mengganggu.
4. Menjaga keseimbangan psikologi dan spiritual.
5. Berusaha agar lansia yang sakit tetap aktif
sampai akhir hayatnya.
6. Berusaha membantu mengatasi suasana duka
cita keluarga klien lansia.
ASUHAN
KEPERAWATAN
Pengkajian
1. Perasaan takut
2. Emosi
3. Tanda vital
4. Kesadaran
5. Fungsi tubuh
Diagnosa
1. Gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen yang
berhubungan dengan adanya penyumbatan slem yang
ditandai sesak nafas.
2. Gangguan kenyamanan yang berhubungan dengan
batuk, panas tinggi yang ditandai dengan gelisah.
3. Perubahan nutrisi sebagai dampak patologis dengan
menampakkan makan disajikan sering tidak habis.
4. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b/d
muntah dan diare yang ditandai dengan turgor jelek,
mata cekung, suhu naik.
5. Gangguan eliminasi alvi b/d obstipasi yang ditandai
beberapa hari pasien defekasi.
Diagnosa
6. Gangguan eliminasi urine b/d produksi
urinenya, yang ditandai dengan jumlah urine.
7. Keterbatasan pergerakan b/d tirah baring
lama yang ditandai dengan kaku sendi/otot.
8. Perubahan dalam merawat diri sendiri
sebagai dampak patologis.
9. Cemas b/d memikirkan penyakitnya dan
keluarga.
Intervensi
1. Gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen yang
berhubungan dengan adanya penyumbatan slem yang
ditandai sesak nafas.
Tujuan : Kebutuhan oksigen terpenuhi
Intervensi :
- Menciptakan lingkungan yang sehat
- Menikmati dan mengkaji keadaan pernafasan pasien
- Membersihkan slem
- Melatih pasien untuk pernapasan
Evaluasi :
- Kebutuhan oksigen terpenuhi
2. Gangguan kenyamanan yang berhubungan
dengan batuk, panas tinggi yang ditandai
dengan gelisah.
Tujuan : Rasa nyaman terpenuhi
Intervensi :
- Mengupayakan penurunan suhu tubuh
- Memberi obat sesuai dengan program
Evaluasi : Rasa nyaman terpenuhi
3. Perubahan nutrisi sebagai dampak patologis
dengan menampakkan makan disajikan sering
tidak habis.
Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi
Intervensi :
- Mempertahankan masukan makanan yang
cukup
Evaluasi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi
4. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
b/d muntah dan diare yang ditandai dengan
turgor jelek, mata cekung, suhu naik.
Tujuan : Keseimbangan cairan dan elektrolit
terpenuhi.
Intervensi :
- Mempertahankan keseimbangan cairan dan
elektrolit
Evaluasi : Keseimbangan cairan dan elektrolit
dapat terpenuhi.
5. Gangguan eliminasi alvi b/d obstipasi yang
ditandai beberapa hari pasien defekasi.
Tujuan : Keseimbangan eleminiasi (devekasi)
terpenuhi
Intervensi :
- Mempertahankan kelancaran defekasi
Evaluasi : Keseimbangan eleminiasi (devekasi)
terpenuhi
6. Gangguan eliminasi urine b/d produksi
urinenya, yang ditandai dengan jumlah urine.
Tujuan : Kebutuhan eliminasi (berkemih)
terpenuhi
Intervensi :
- Mempertahankan kelancaran berkemih
Evaluasi : Kebutuhan eliminasi (berkemih)
terpenuhi
7. Keterbatasan pergerakan b/d tirah baring
lama yang ditandai dengan kaku sendi/otot.
Tujuan : Keterbatasan pergerakan (sendi dan
otot) terpenuhi.
Intervensi :
- Memenuhi kebutuhan gerak (mobilisasi)
Evaluasi : kebutuhan pergerakan terpenuhi.
8. Perubahan dalam merawat diri sendiri
sebagai dampak patologis.
Tujuan : Kebutuhan merawat diri terpenuhi
Intervensi :
- Membantu memenuhi kebutuhan merawata
diri.
Evaluasi : Perawatan diri dapat terpenuhi.
9. Cemas b/d memikirkan penyakitnya dan
keluarga.
Tujuan : Rasa cemas hilang/berkurang
Intervensi :
- Menciptakan lingkungan yang terapeutik
Evaluasi : Rasa cemas yang hilang/berkurang.
PERSOALAN
KONTROVERSIAL
• PEMBERIAN PERALATAN PERPANJANGAN HIDUP
contoh : ventilator, resusitasi kardiopulmoner, pemberian
nutrisi enteral atau parenteral

• EUTANASIA
 DNR ( Do Not Resusitate)
Namun tetap ada upaya  memberikan rasa nyaman,
mengurangi rasa nyeri & rasa sesak tetap dilakukan
sampai saat terakhir hidup penderita.
KESIMPULAN
• Perawatan paliatif bagi lansia menjelang
kematian  bagian penting dalam pelayanan
geriatri.
• Puncak perawatan paliatif  terjadinya
kematian.
• Pengelolaan kematian harus dikerjakan
dengan sebaik-baiknya
Thank You
for your Attention