Anda di halaman 1dari 51

DEMAM BERDARAH

DENGUE

Oleh: Purwati
PERBANDINGAN BENTUK
BEBERAPA JENIS NYAMUK

Aedes aegypty Aedes albopictus Culex quinquefasciatus

Anopheles sp. Armigeres sp. Qoquiletidia sp.


DEWASA

PRA
DEWASA
DEMAM BERDARAH DENGUE
1. PENGERTIAN
• Penyakit menular yang disebabkan oleh
VIRUS DENGUE ( bhs Afrika ).
• Virus ini hanya dapat ditularkan oleh
nyamuk Aedes aegypti melalui gigitannya.
• Masa inkubasi 7 s/d 14 hari.
• Penularan terbanyak terjadi pada musim
penghujan
a. Tanda Utama
Panas (demam) disertai perdarahan
b. Penyebab
Virus Dengue
c. Penularan
Gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang
hidup didalam dan disekitar rumah
Ciri- Ciri Nyamuk Penyebar Penyakit
1. Warna hitam dengan bercak putih pada
badan dan kaki
2. Hidup dan berkembang biak didalam rumah
dan sekitarnya (bak mandi, tempayan, drum,
kaleng, ban bekas, pot tanaman air, tempat
minum burung.
3. Hinggap pada pakaian yang bergantung,
kelambu dan ditempat yang gelap dan lembab
4. Menggigit di siang hari
5. Kemampuan terbang kira-kira 100 meter
Cara Penularan DBD…..
 Ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.
 Nyamuk ini mendapat virus dengue sewaktu
menggigit atau menghisap darah orang yang :
 Sakit DBD
 Tidak sakit DBD tetapi dalam darahnya terdapat virus
dengue
 Virus dengue yang terhisap akan berkembang
biak dan menyebar ke seluruh tubuh nyamuk
termasuk kelenjer liurnya.
 Bila nyamuk tersebut menghisap/menggigit
orang lain, virus akan dipindahkan bersama air
liur nyamuk.
Cara Penularan DBD…..
Bila orang yang tertular itu :
 tidak mempunyai kekebalan (umumnya anak-
anak)  virus itu akan menyerang trombosit (sel
pembeku darah) & merusak dinding pembuluh
darah kecil (kapiler)  terjadi perdarahan &
kekurangan cairan yang ada dalam pembuluh
darah
 Bila orang mempunyai zat anti kekebalan 
virus tak berdaya  orang tidak sakit
Cara Penularan DBD…..

Dalam darah manusia virus akan mati dengan


sendirinya dalam waktu lebih kurang 1 minggu
Bionomik dari nyamuk
Ae.aegypti dan Ae.albopictus.
Ae.aegypti bersifat :

 Mencari makan siang hari


 Nyamuk betina yang menghisap darah
 Tertarik pada manusia karena : - keringat
- CO2 dari udara pernapasan
 Jangkauan terbang ± 100 meter tapi mampu terbang  1 km

Hal tersebut menyebabkan Ae.aegypti menjadi vektor DBD yang


sangat potensial.
Tempat perindukan : wadah (container) buatan manusia berisi air
tawar, jernih dan tenang.
Di dalam rumah
Di luar rumah
Gejala/Tanda
 Gejala/Tanda Awal

2. Seringkali ulu hati terasa nyeri,


karena terjadi perdarahan lambung

1. Mendadak panas tinggi selama


2-7 hari, tampak lemah dan lesu

3. Tampak bintik-bintik merah pada kulit


disebabkan pecahnya pembuluh kapiler
Gejala/Tanda lanjutan

1. Mungkin terjadi muntah/berak 2. Kadang-kadang terjadi perdarahan


bercampur darah di hidung (mimisan)

3. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin berkeringat.
Bila tidak segera ditolong dapat meninggal dunia
Tindakan / Pertolongan Pertama :

 Beri penderita minum yang banyak


Kompres dengan air
Beri obat turun panas
 Periksa ke dokter / puskesmas terdekat
Tempat berkembang Nyamuk Aedes aegypti
PENCEGAHAN
DEMAM BERDARAH DENGUE

 Kimia
 Mekanis/fisik
 Biologis
Secara Kimia
 Fogging/pengasapan-Malathion
(jam aktif nyamuk, tidak ada angin/kuat,
serentak/masal/kompak)

 ObatNyamuk Bakar, semprot atau


repelent.

 Abatisasi/Penaburan Bubuk abate


(1 x 3 bulan) 1 sendok makan peres 10 gram abate untuk
100 liter air
Fogging/Pengasapan

FOGGING HANYA MEMBUNUH NYAMUK DEWASA & TIDAK


MENYELESAIKAN MASALAH DBD
Larvasidasi
 Menaburkan bubuk abate atau pembunuh jentik
lainnya ke dalam tempat penampungan air
 Menggunakan Abate  Abatisasi
 Cara :
 Menggunakan bubuk abate 1 G (100 l + 10 gr abate)
 Menggunakan altosid 1,3 G (100 l + 2,5 gr abate)
 Menggunakan sumilarv 0,5 G (100 l + 0,25 gr
sumilarv 0,5 G)
Secara Mekanis  PSN DBD
Gerakan 3M
 Menguras bak mandi, drum atau kolam, paling
tidak seminggu sekali  gampang air, sulit air 
abatisasi
 Menutup rapat-rapat tempat penampung air,
semacam tempayan dan drum, agar nyamuk
tidak masuk dan berkembang
 Memanfaatkan barang2 bekas yang dapat
menampung air hujan
Secara Mekanis
 Bersihkan lingkungan (PLUS)

 Vas bunga
 Wadah minum burung
 Pasang kelambu
 Pasang kasa pada setiap celah ventilasi
 Jangan banyak gantungan baju
 Jangan membiarkan ada air yang tergenang
Larvasiding
Ikanisasi Obat Nyamuk Semprot

3M Obat Nyamuk Gosok

plus
Pencahayaan
Ventilasi

Kasa
Secara Biologis
 Predator. Air kolam diisi ikan pemakan
jentik
 Memelihara Ikan yang relatif kuat dan
tahan, misalnya ikan mujair, kepala
timah/pantau,ikan cupang
 Insektisida Hayati (ekstrakTumbuh-
tumbuhan)
 Memanfaatkan Tanaman Pengusir
Nyamuk populer
Ikan Kepala Timah dan cupang
Tanaman Pengusir Nyamuk

Tanaman hidup pengusir nyamuk adalah:


Jenis tanaman yang dalam kondisi hidup
mampu menghalau nyamuk, artinya
tanpa diolahpun mampu mengusir
nyamuk.
Lantana camera L/ Selasih Tagetes patula
Tembelekan Tahi Kotok/
Bunga Tahi ayam

Zodia (Evodiaa
Geranium Lavender spp.
suaveolens)
BEBAS NYAMUK

BERARTI BEBAS DARI :

1. DEMAM BERDARAH
2. MALARIA
3. DEMAM CHIKUNGUNYA
4. KAKI GAJAH (FILARIASIS)
5. ZIKA
PEMERIKSAAN JENTIK
DAN
PENYULUHAN KESEHATAN
OLEH JUMANTIK
1. Persiapan
a. Pemetaan & pengumpulan data
penduduk, rumah/bangunan dan
lingkungan oleh Puskesmas.
b. Pertemuan/Pendekatan :
 Pendekatan LS (RW, RT, swasta, LSM, kel
potensial lain, Toma, Toga)
 Pertemuan tingkat kel/desa yg dihadiri oleh
LS
 Pertemuan tingkat RT yg dihadiri oleh warga
setempat
a. Tentukan rumah/keluarga yg
dikunjungi/diperiksa dengan cara :
 Misalnya :
 disuatu desa/kelurahan : 10 RW, 100 RT dgn 3.000
rmh/bangunan.
 10 RT/RW dan 30 rumah/bangunan per RT
 Pemeriksaan dilakukan secara berurutan mulai dari
RT 1 sampai RT 100, misalnya Hari 1 : RT 1-4 dan
hari ke 2 RT 5-8, dst
 Pemeriksaan cukup 10 rumah/bangunan di masing-
masing RT
 Misalnya di RT itu ada 30 rumah/bangunan, maka mulailah
dari rumah yg 1, ke-4, ke-7 dst (selang 3 bangunan)
 Kunjungan berikutnya (putaran ke-2) di RT yang
sama mulai dari rumah ke-2 dan selanjutnya
selang 3 rumah.
 Untuk kunjungan berikutnya lagi (putaran ke-3),
mulai dari rumah ke-3 dan selanjutnya selang 3
rumah.
 Setelah seluruh rumah/bangunan dikunjungi,
mulai lg dari rumah ke-1 dan seterusnya sperti
diatas lagi.
 Pada hari yang sama, lakukan cara yang sama
seperti pada RT 1, di 3 RT yg lain.
 Dst….
2. Melakukan kunjungan rumah
a. Buat rencana kapan rumah/keluarga akan dikunjungi
(utk 1 bulan)
b. Pilih waktu yg tepat untuk berkunjung (saat santai)
c. Mulai pembicaraan dengan menunjukkan perhatian
thd keluarga (misal menanyakan anak)
d. Lanjutkan menceritakan peristiwa yang ada kaitannya
dengan demam berdarah, misalnya anak tetangga
sakit DBD, dll
e. Membicarakan tentang DBD, cara penularan, dll.
Gunakan gambar/peraga untuk lebih jelas.
f. Mengajak bersama-sama memeriksa Tempat
Penampungan air dan barang-barang yang menjadi
tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti
baik didalam maupun diluar rumah/bangunan
 Jika ditemukan jentik  beri penjelasan tentang tempat perkembang biakan
Aedes aegypti.
 Jika tidak ditemukan  beri pujian dan sarankan untuk terus menjaga agar
selalu bebas jentik.
3. Cara Melakukan Pemeriksaan
Jentik Oleh Jumantik
a. Periksalah bak mandi/WC, tempayan, drum dan
tempat-tempat penampungan air lainnya.
b. Jika tidak tampak, tunggu ± 0,5-1 menit, jika ada jentik
ia akan muncul kepermukaan air untuk bernafas.
c. Ditempat yang gelap gunakan senter.
d. Periksa juga vas bunga, tempat minum burung,
kaleng-kaleng plastik, ban bekas dan lain-lain.
Tempat lain yang perlu diperiksa jumantik : talang/saluran air yg
rusak/tidak lancar, lubang-lubang pada potongan bambu, pohon
dan tempat-tempat lain yg memungkinkan air tergenang seperti di
rumah2 kosong, pemakaman dll.Jentik-jentik yg ditemukan di
tempat-tempat penampungan air yg tidak beralaskan tanah (bak
mandi/WC, drum, tempayan, dan sampah-sampah/barang-barang
yang dapat menampung air hujan)
Jentik di got/comberan/selokan, bukan jentik Aedes aegypti
4. Mencatat dan Melapor Hasil
Pemeriksaan Jentik
a. Tulis nama desa/kelurahan yang akan dilakukan
pemeriksaan jentik
b. Tulis nama keluarga/pengelola (petugas kebersihan)
bangunan dan alamatnya pada kolom yang tersedia.
c. Bila ditemukan jentik tulislah tanda (+), dan apabila
tidak ditemukan tulislah tanda (-) di kolom yang
tersedia pada formulir JPJ 1.
d. Tulislah hal-hal yang perlu diterangkan pada kolom
keterangan seperti rumah/kapling kosong, PAH, dll
e. Satu lembar formulir diisi untuk kurang lebih 30 KK
f. Melaporkan hasil pemeriksaan jentik (ABJ) ke
puskesmas sebulan sekali.
Formulir JPJ 1
HASIL PEMERIKSAAN JENTIK
RT/RW :
DESA/KELURAHAN :

No Nama KK/Pengelola Alamat Jentik Keterangan


Bangunan (RT/RW)
(+) (-)

…….,………..20….
Petugas Jumantik,

(………………………..)
5. Bimbingan Teknis dan Evaluasi
1. Supervisor
 Merupakan petugas lapangan P2M&PL/pet
pusk./pet lainnya yg telah ditunjuk ka pusk.
 Memeriksa dan mengarahkan rencana kerja
Jumantik.
 Mengawasi/memberikan bintek kepada jumantik.
 Bersama jumantik membuat PWS dan
pemetaan per RW hasil pemeriksaan jentik,
setiap bulan sekali.
 Melaporkan ke puskesmas dengan
menggunakan formulir JPJ2 setiap bulan
Formulir JPJ 2
HASIL PEMERIKSAAN JENTIK
RT/RW :
DESA/KELURAHAN :

No Tanggal RT/RW Yang Jumlah Jumlah Keterangan


Pemeriksaan Diperiksa rumah/bangunan rumah/bangunan
Jentik yang diperiksa yang positif jentik

…….,………..20….
Supervisor,

(………………………..)
2. Kepala Puskesmas
 Bertanggung jawab atas pelaksanaan
kegiatan jumantik serta koordinasi dengan
pamong/pemerintah daerah setempat.
 Memberikan pelatihan kepada Jumantik
 Menganalisa dan membuat laporan hasil
kegiatan untuk semua daerah kegiatan
Jumantik di wilayahnya setiap bulan
dengan menggunakan formulir JPJ 3
Formulir JPJ 3
HASIL PEMERIKSAAN JENTIK
KECAMATAN/WILAYAH KERJA PUSKESMAS :

No Tanggal Desa/Kelurahan Jumlah Jumlah ABJ*


Pemeriksaan Yang rumah/bangunan rumah/bangunan desa/kelurahan
Jentik Diperiksa yang diperiksa yang positif jentik (%)

…….,………..20….
Kepala Puskesmas,

(………………………..)
3. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

 Memberikan bimbingan teknis kepada


puskesmas.
 Menganalisa dan membuat laporan hasil
kegiatan untuk semua daerah kegiatan
pemberantasan di wilayahnya setiap 3
bulan dengan menggunakan form JPJ4.
 Mengirimkan umpan balik ke puskesmas.
Formulir JPJ 4
HASIL PEMERIKSAAN JENTIK
KABUPATEN/KOTA :

No Bulan Kecamatan Jumlah Jumlah ABJ*


Pemeriksaan Yang rumah/bangunan rumah/bangunan kecamatan
Jentik yang diperiksa yang positif jentik
Diperiksa (%)

…….,………..20….
Petugas Dinkes Kab/Kota,

(………………………..)
4. Dinas Kesehatan Propinsi
 Memberikan bimbingan teknis kepada
puskesmas.
 Menganalisa dan membuat laporan hasil
kegiatan pemberantasan dari wilayah
kabupaten/kota ke pusat dengan
menggunakan form JPJ5 setiap 3 bulan.
 Mengirimkan umpan balik ke dinkes
kabupaten/kota.
Formulir JPJ 5
HASIL PEMERIKSAAN JENTIK
PROPINSI :

No Bulan Kabupaten/Kota Jumlah Jumlah ABJ*


Pemeriksaan Yang rumah/bangunan rumah/bangunan Kabupaten/Kota
Jentik yang diperiksa yang positif jentik
Diperiksa (%)

…….,………..20….
Petugas Dinkes Propinsi,

(………………………..)
4. Tingkat Pusat
 Menganalisa laporan hasil Jumantik dari
seluruh propinsi di Indonesia dan
mengirimkan umpan balik. (Formulir JPJ
6)
Formulir JPJ 5
HASIL PEMERIKSAAN OLEH JUMANTIK INDONESIA

No Bulan Propinsi Jumlah Jumlah ABJ*


Pemeriksaan Yang rumah/bangunan rumah/bangunan Propinsi
Jentik yang diperiksa yang positif jentik
Diperiksa (%)

…….,………..20….
Petugas Subdit Arbovirosis,

(………………………..)
6. Supervisi
 Dilakukan di semua tingkatan mulai dari
Puskesmas sampai Pusat. Hal-hal yang
perlu disupervisi :
1. Apakah Jumantik benear-benar telah
mengerti tentang DBD dan pencegahannya.
2. Melihat cara Jumantik melakukan
wawancara
3. Melihat kartu jentik di rumah/bangunan
4. Melihat hasil pemeriksaan jentik pada
formulir JPJ 1
7. Evaluasi
 Cakupan rumah/bangunan yang diperiksa (minimal 80%
dari rencana)
 Parameter penilaian entomologi adalah ABJ (angka
bebas jentik) yang dibuat dalam bentuk pemetaan.
 Evaluasi hasil kerja Jumantik dilakukan pusk bersama
supervisor sec periodik 6 bulan sekali.
 Memantau jumlah kasus DBD di wilayahnya oleh
petugas puskesmas.
 Survei khusus secara berkala (di beberapa RW secara
acak pada 100 keluarga/pengelola bangunan) untuk
mengetahui tingkat partisipasi (proporsi)
keluarga/pengelola bangunan dalam PSN DBD.
8. Tindak Lanjut
 Hasil kegiatan Jumantik dan hasil evaluasi
disampaikan pada pertemuan rutin di tingkat
kelurahan, kecamatan, kab/kota.
 Mengadakan pertemuan teknis di puskesmas
untuk membahas permasalahan yang dihadapi
jumantik dan penyelesaiannya di tingkat
kelurahan/desa yang dihadiri ketua RT, RW,
swasta, LSM, kelompok potensial lainnya dan
Toma serta Toga