Anda di halaman 1dari 23

MERY TRESIANA EFFENDI

NIM. P1337424717029
Data Profil Kesehatan Kabupaten Rejang
Lebong tahun 2017, menyatakan bahwa dari
14.195 balita yang ditimbang, terdapat 8
balita dengan status gizi di bawah garis
merah (BGM) dan sebanyak 9 balita
mengalami gizi buruk.Hal ini menunjukkan
adanya peningkatan kasus gizi buruk jika
dibandingkan dengan tahun 2011, dimana
tercatat balita dengan status gizi buruk
sebanyak 1 orang balita.
 Pijat
akupresur untuk anak (pijat medik
pediatrik) menggunakan metode teknik
pemijatan yang sudah baku, terstruktur, dan
terukur yang bertujuan untuk mengatasi
keluhan kesehatan bayi dan anak,salah
satunya untuk mengatasi kesulitan makan
anak. Sehingga permasalahan berat badan
kurang (underweight) dan kesulitan untuk
menaikkan berat badan pada balita dapat
teratasi..
 Tingkat kesehatan yang baik berjalan lurus
dengan status gizi yang baik .Sedangkan
jika terjadi malnutrisi maka akan
meningkatkan morbiditas dan kerentanan
penyakit infeksi pada balita, karena
adanya gangguan pada respon imun
(imunodefisiensi) yang berupa rendahnya
produksi antibodi sigA .
1. Bagaimana tingkat asupan makronutrien,
kadar hormon IgA, dan status gizi pada balita
2T setiap minggu dalam satu bulan?
2. Apakah terdapat perubahan tingkat asupan
makronutrien, kadar hormon IgA dan status
gizi pada balita 2T setiap minggu dalam satu
bulan?
3. Bagaimana efektifitas terapi akupresur
terhadap tingkat asupan makronutrien, kadar
hormon IgA, dan status gizi pada balita 2T
selama pemberian terapi akupresur setiap
minggu dalam satu bulan?
 1.Menjelaskan efektifitas terapi akupresur
terhadap tingkat asupan
makronutrien,kadar hormon IgA, dan
status gizi pada balita 2T
 1. Mengukur asupan makronutrien, kadar
hormon IgA, dan status gizi pada balita 2T
setiap minggu dalam satu bulan.
 2. Menganalisis perubahan tingkat asupan
makronutrien,kadar hormon IgA dan status
gizi pada balita 2T setiap minggu dalam satu
bulan.
 3. Menganalisis efektifitas terapi akupresur
terhadap tingkat asupan makronutrien, kadar
hormon IgA dan status gizi pada balita 2T
selama pemberian terapi akupresur setiap
minggu dalam satu bulan.
 Akupresur berasal dari kata accus (jarum)
dan pressure (menekan) merupakan salah
satu fisioterapi dengan teknik pijat dan
stimulasi beberapa titik tubuh.
 1. Kebutuhan Fisiologis Tubuh
 2. Kesehatan
 3. Ketersediaan Pangan
 4. Pengetahuan Gizi Orang tua
 5. Tingkat Ekonomi Keluarga
 ImunoglobulinA (IgA) adalah molekul
protein yang dikeluarkan oleh sel plasma
yang bermanfaat sebagai antibodi dan
garis pertahanan pertama terhadap
berbagai patogen yang masuk kedalam
tubuh.
 1. Pemberian ASI
 2. Kebiasaan makan
 3. Pola hidup
 4. Lingkungan
 5. Pengetahuan
 Status gizi ditentukan asupan makanan,
penyerapan dan pemanfaatan zat gizi
makanan, yang dikategorikan dengan
status gizi buruk, kurang, baik, dan lebih.
Status gizi dinilai secara langsung melalui
pengukuran antropometri, biokimia,
biofisik, dan klinis serta secara tidak
langsung yang meliputi survei konsumsi
makanan, statistik vita dan faktor ekologi
 1. Asupan Zat Gizi
 2. Aktivitas Fisik
 3. Usia
 4. Genetik
 5. Pengetahuan Orang tua
 6. Penghasilan Keluarga
 7. Sanitasi Lingkungan
 Jenispenelitian ini adalah analitik
kuantitatif dengan desain penelitian quasy
experiment pendekatan pre and post test
control group design, karena untuk
mengetahui perbandingan sebelum dan
setelah intervensi serta mengetahui
perbedaan kelompok intervensi dengan
kelompok kontrol sebagai dampak
eksperimen
 Populasi: seluruh balita 2T di Puskesmas
Sambirejo Kabupaten Rejang Lebong
Provinsi Bengkulu.

 Sampel dalam penelitian ini : 34 balita.


 Pengambilan sampel pada penelitian ini
berupa probability sampling dengan simple
random sampling, yaitu sample diambil
secara random tanpa mempertimbangkan
derajat pada populasi tersebut, artinya
setiap individu populasi berpeluang sama
untuk terpilih sabagai sampel penelitian.
 Variabel Bebas : Terapi Akupresur
 Variabel Terikat : Tingkat Asupan Makronutrien
 Kadar Hormon IgA
 Status gizi
 Variabel Perancu : Aktivitas fisik
 Pengetahuan ibu / pengasuh

 Edukasi Gizi

 Sanitasi Lingkungan






 1. Bahan Penelitian
 Bahan penelitian dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data
sekunder.
 2. Alat Penelitian
 Massage dengan menggunakan vegetable oil, sehingga proses
terapi lebih mudah dan nyaman.
 Timbangan digital dengan ketelitian 0,1 kg untuk mengukur berat
badan.
 Formulir kuesioner umum subjek (yang meliputi data demografi,
pendidikan dan penghasilan keluarga).
 Formulir Food Recall untuk mengetahui gambaran tingkat
kecukupan zat gizi.
 Kuesioner aktifitas fisik pada balita
 Kuesioner pengetahuan tentang gizi balita
 Kuesioner sanitasi lingkungan
 Pemeriksaan Laboratorium menggunakan tehnik ELISA,sampel di
ambil melalui Saliva
 Pengolahan Data
 a.Editing
 b.Coding
 c.Entry
 d.Cleaning
 Analisis Data
 a.Analisis Univariat
 b.Analisis Bivariat
TERIMA KASIH