Anda di halaman 1dari 26

PEDOMAN PENATAUSAHAAN

DAN AKUNTANSI
PIUTANG PENERIMAAN NEGARA
BUKAN PAJAK
(PERDIRJEN 02/2007)

PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS KEUANGAN


PEMERINTAH
DASAR HUKUM
 UU No 20 tahun 1997 tentang Penerimaan
Negara Bukan Pajak
 UU No 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara
 PP No.24/2005 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan
 Per Menkeu No.59/PMK.06/2005 tentang Sistem
Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah
Pusat
 Perdirjen No PER- 24/PB/2006 tentang
Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan
Kementerian Negara/Lembaga
PENGERTIAN PENATAUSAHAAN
PIUTANG PENERIMAAN NEGARA BUKAN
PAJAK (PNBP)

Penatausahaan piutang PNBP adalah


proses pencatatan dan pelaporan jumlah
uang yang menjadi hak pemerintah atau
kewajiban pihak lain kepada pemerintah
sebagai akibat penyerahan uang, barang
dan jasa oleh pemerintah atau akibat lain
berdasarkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku
RUANG LINGKUP
Pedoman penatausahaan dan akuntansi
piutang PNBP ini berlaku untuk seluruh piutang
yang berasal dari penerimaan negara bukan
pajak yang dikelola oleh kementerian
negara/lembaga.

Pedoman ini tidak mengatur penatausahaan


dan akuntansi piutang PNBP yang dikelola oleh:
- Pemerintah Daerah
- BUMN/BUMD
- Bank Pemerintah dan Lembaga Keuangan
Milik Pemerintah
TUJUAN PENATAUSAHAAN DAN AKUNTANSI
PIUTANG PNBP

 menyediakan informasi yang akurat dan


tepat waktu tentang piutang;
 mengamankan transaksi piutang PNBP
melalui pencatatan, pemrosesan dan
pelaporan transaksi keuangan yang
konsisten;
 mendukung penyelenggaraan SAPP yang
menghasilkan informasi piutang PNBP
sebagai dasar pertanggungjawaban dan
pengambilan keputusan.
KLASIFIKASI
PIUTANG PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

 Piutang dari Penerimaan Sumber Daya Alam, terdiri dari:


# Piutang dari Pendapatan Minyak Bumi
# Piutang dari Pendapatan Gas Alam
# Piutang dari Pendapatan Pertambangan Umum
# Piutang dari Pendapatan Kehutanan
# Piutang dari Pendapatan Perikanan
 Piutang dari Pendapatan Bagian Laba BUMN, terdiri dari:
# Piutang dari Pendapatan Bagian Pemerintah Pemerintah atas
Laba BUMN
 Piutang dari Pendapatan PNBP Lainnya, terdiri dari:
# Piutang dari Pendapatan Penjualan, Sewa, dan Jasa
# Piutang dari Pendapatan Kejaksaan dan Peradilan
# Piutang dari Pendapatan Pendidikan
# Piutang dari Pendapatan lain-lain
Unit Penata Usaha Piutang

 Unit Operasional,
yaitu unit/organisasi yang mengelola
penerimaan negara pada suatu instansi

 Unit Administrasi,
yaitu unit/petugas yang melaksanakan
penerimaan dan pengiriman dokumen
piutang

 Unit Pembukuan,
yaitu unit/organisasi yang melaksanakan
pembukuan dan pelaporan piutang
Unit Penata Usaha Piutang

Unit
Operasional
(1)
(5)
(3) (2)

Unit (6) Unit


Administrasi (4) Pembukuan
DOKUMEN SUMBER
PENATAUSAHAAN PIUTANG PNBP

1. Perjanjian/kontrak piutang PNBP.


2. Surat Ketetapan dalam hal piutang
PNBP, Surat Ketetapan Tanggung
Jawab Mutlak (SKTJM) / SKTM.
3. Surat Setoran Bukan Pajak dan bukti
setor lainnya.
4. Surat Keputusan Penghapusan.
5. Dokumen lain yang berkaitan dengan
piutang PNBP.
FORMULIR/DAFTAR YANG DIGUNAKAN:

1. Kartu Piutang
merupakan kartu yang menunjukkan jumlah
piutang, mutasi dan saldo piutang masing-
masing debitur.
2. Daftar Rekapitulasi Piutang
merupakan daftar yang menunjukkan total
mutasi dan saldo piutang menurut jenis
piutangnya.
3. Daftar Saldo Piutang
merupakan daftar yang menunjukkan saldo
piutang berdasarkan rekapitulasi masing-
masing jenis piutang dan disajikan setiap
semester.
FORMULIR/DAFTAR YANG DIGUNAKAN:

4. Daftar Umur Piutang


merupakan daftar yang menunjukkan pengelompokan
piutang yang menunggak (sudah melebihi jangka
waktu kredit) berdasarkan lamanya waktu
menunggaknya dan disajikan setiap akhir tahun.
5. Daftar Reklasifikasi Saldo Piutang
merupakan daftar yang menunjukkan jumlah bagian
lancar dan jumlah bagian tidak lancar. Reklasifikasi
aset non lancar ke dalam aset lancar dikarenakan
jumlah yang direklasifikasi tersebut akan jatuh tempo
dalam kurun waktu 12 (dua belas) bulan dari tanggal
neraca.
6. Formulir Jurnal Aset (FJA)
merupakan formulir yang digunakan untuk mencatat
penambahan, pengurangan, dan penghapusan nilai
aset pada neraca.
BAGAN ALIR PENATAUSAHAAN PIUTANG PNBP
DS

Pencatatan dlm
Kartu Piutang

2
Kartu
Piutang
3a 3b

Pencatatan Rekapitulasi
Daftar Umur Piutang
Piutang
4 7

Daftar Daftar Rekap


Umur Piutang
Piutang
5 8

Buat Daftar Buat Daftar


Reklasifikasi Saldo Piutang
Piutang Formulir
Jurnal Aset
6 9

Daftar Daftar Saldo


Reklasifikasi 11 Piutang
Saldo Piutang
Membuat
10a Jurnal Aset
10b
KETERANGAN BAGAN ALIR
PENATAUSAHAAN PIUTANG PNBP

Petugas Penatausahaan Piutang – Pembukuan menerima dan


1-2 melakukan pencatatan dokumen sumber ke dalam Kartu
Piutang.
Petugas Penatausahaan Piutang – Pembukuan melakukan
3a-3b pencatatan ke dalam Daftar Umur Piutang dan melakukan
rekapitulasi piutang berdasarkan Kartu Piutang
Petugas Penatausahaan Piutang – Pembukuan membuat
4-6 Daftar Reklasifikasi Saldo Piutang berdasarkan Daftar Umur
Piutang,
Petugas Penatausahaan Piutang – Pembukuan membuat
7-9 Daftar Saldo Piutang berdasarkan Daftar Rekapitulasi
Piutang,
Petugas Akuntansi Piutang membuat Formulir Jurnal Aset
10-11 berdasarkan Daftar Rekalsifikasi Piutang dan Daftar Saldo
Piutang yang diperoleh dari Petugas Penatausahaan Piutang
– Pembukuan.
KEBIJAKAN AKUNTANSI
1. Pengakuan Piutang PNBP
a. Piutang bukan pajak yang sampai pada tanggal neraca
belum dibayar oleh wajib bayar harus dicatat sebagai
Piutang PNBP dalam neraca;
b. Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA)
diakui pada setiap akhir tahun dengan cara melakukan
reklasifikasi TPA yang akan jatuh tempo pada satu tahun
berikutnya setelah tanggal neraca. Reklasifikasi tersebut
akan mengurangi akun TPA di neraca;
c. Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi (TGR) diakui pada
setiap akhir tahun dengan cara melakukan reklasifikasi
TGR jangka panjang yang akan jatuh tempo pada satu
tahun berikutnya setelah tanggal neraca. Reklasifikasi
tersebut akan mengurangi akun TGR di neraca
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

d. Piutang bukan pajak lainnya diakui pada saat


terbitnya surat pernyataan piutang PNBP;
e. Bagian Lancar Pinjaman kepada BUMN/BUMD/
Pemerintah Daerah, dan lembaga asing, diakui pada
setiap akhir tahun dengan cara melakukan reklasifikasi
piutang pinjaman kepada BUMN/BUMD/Pemerintah
Daerah, dan lembaga asing yang akan jatuh tempo pada
satu tahun berikutnya setelah tanggal neraca.
Reklasifikasi tersebut akan mengurangi akun piutang
pinjaman kepada BUMN/BUMD/Pemerintah Daerah, dan
lembaga asing di neraca.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

2. Pengukuran Piutang PNBP


a. Piutang bukan pajak dicatat sebesar nilai nominal
seluruh tagihan yang belum dibayar oleh wajib bayar
pada tanggal neraca;
b. Bagian Lancar TPA dicatat sebesar nilai nominal,
yaitu sejumlah rupiah TPA yang akan diterima dalam
waktu satu tahun;
c. Bagian Lancar TGR dicatat sebesar nilai nominal,
yaitu sejumlah rupiah TGR yang akan diterima dalam
waktu satu tahun;
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

d. Bagian Lancar Pinjaman kepada


BUMN/BUMD/Pemerintah Daerah, dan
lembaga asing dicatat sebesar nilai
nominal, yaitu sebesar nilai rupiah jumlah
bagian lancar piutang;
e. Piutang bukan pajak lainnya dicatat
sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai
rupiah yang belum dilunasi.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
3. Pengungkapan Piutang PNBP
Piutang PNBP disajikan di neraca sebagai aset lancar
dan diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan
(CALK), berupa:
a. Perincian jenis-jenis piutang.
b. Penjelasan atas penyelesaian piutang, masih di
kementerian negara/lembaga atau sudah diserahkan
pengurusannya kepada DJKN.
c. Penjelasan atas piutang yang merupakan hasil
reklasifikasi TPA dan/atau TGR.
d. Penjelasan atas piutang yang merupakan hasil
reklasifikasi Piutang Pinjaman kepada
BUMN/BUMD/Pemerintah Daerah, dan lembaga asing.
e. Penjelasan atas piutang bukan pajak lainnya.
f. Daftar Umur Piutang PNBP.
AKUNTANSI PIUTANG

Pencatatan piutang dilakukan oleh Petugas Akuntansi


Piutang pada tingkat Kuasa Pengguna Anggaran.
Petugas Akuntansi Piutang menyelenggarakan
pencatatan piutang PNBP yang dimiliki oleh Kuasa
Pengguna Anggaran secara periodik dengan
menggunakan Kartu Piutang.
Pencatatan piutang hanya dilakukan pada saat
pencatatan saldo awal piutang pertama kali dan
penambahan atau pengurangan nilai piutang pada akhir
semester. Pada akhir tahun dilakukan reklasifikasi
piutang PNBP. Reklasifikasi piutang PNBP dicatat pada
akhir tahun serta pada awal tahun berikutnya dibuatkan
jurnal balik.
PELAPORAN PIUTANG

Piutang disajikan dalam kelompok aset lancar. Jika


terdapat aset lainnya berupa tagihan kepada pihak
ketiga --seperti TGR-- yang akan jatuh tempo dalam 12
bulan, maka perlu dilakukan reklasifikasi atas bagian
lancar yang akan jatuh tempo.
Dengan reklasifikasi tersebut akan dipisahkan:
a. Aset Lancar : Tagihan yang diharapkan akan
dilunasi dalam waktu 12(dua belas) bulan sejak
tanggal pelaporan.
b. Aset Nonlancar :Tagihan yang diharapkan akan
dilunasi dalam waktu lebih dari 12(dua belas) bulan
sejak tanggal pelaporan
PELAPORAN PIUTANG (lanjutan)

Piutang dicatat berdasarkan Daftar Saldo Piutang dan Daftar


Reklasifikasi Saldo Piutang per semester, Akun piutang di dalam
neraca terbentuk melalui proses posting oleh UAKPA.
Contoh penyajian akun piutang dalam neraca :

ASET LANCAR KEWAJIBAN LANCAR


Kas di Bendahara Pengeluaran Uang Muka dari KPPN
Kas di Bendahara Penerimaan Pendapatan yang ditangguhkan
Bagian Lancar TPA
Bagian Lancar TGR
Piutang PNBP
Piutang Bukan Pajak Lainnya
ASET LAINNYA EKUITAS LANCAR
TGR Cadangan Piutang
TPA EKUITAS DIINVESTASIKAN
Diinvestasikan dalam aset lainnya
PELAPORAN PIUTANG (lanjutan)

Penjelasan piutang dalam CALK


Akun piutang harus diungkapkan di dalam CALK
per jenis piutang sesuai Daftar Saldo Piutang dan
Daftar Reklasifikasi Saldo Piutang, termasuk:
 Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
penilaian piutang;
 Perincian Saldo Piutang per umur piutang;
 Reklasifikasi Piutang untuk menentukan Bagian
Lancar Piutang;
 Informasi piutang yang penagihannya
diserahkan kepada DJKN.
Kunjungi kami di
www.perbendaharaan.go.id
Pasal 34 ayat (1) UU No.1 Tahun 2004:
“ Setiap pejabat yang diberi kuasa untuk
mengelola pendapatan, belanja, dan
kekayaan negara/daerah wajib
mengusahakan agar setiap piutang
negara/daerah diselesaikan seluruhnya
dan tepat waktu “
Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun
2005 tentang Sistem Akuntansi
Pemerintahan, Paragrap 43 PSAP
No. 01 tentang Penyajian Laporan
Keuangan menyatakan bahwa
piutang pajak dan bukan pajak
harus dicantumkan dalam neraca
Keterangan:
(1) Mengirimkan dokumen/surat penagihan piutang ke
debitur melalui unit administrasi untuk mendapat
surat tanggapan.
(2) Mengirimkan dokumen/surat penagihan piutang ke
unit/petugas pembukuan untuk dicatat.
(3) Menyampaikan surat tanggapan dari debitur yang
disampaikan melalui unit adminstrasi.
(4) Menyampaikan bukti setor ke unit pembukuan.
(5) Membuat laporan piutang per jenis piutang.
(6) Menyampaikan laporan-laporan piutang ke unit
akuntansi level atasnya.