Anda di halaman 1dari 18

Questions & Answers

Pemberian Dukungan Layanan Rehabilitasi bagi


Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat
(LRKM)
Apakah klien yang telah mendapatkan dukungan pembiayaan
layanan rehabilitasi medis dapat pula menerima dukungan
pembiayaan rehabilitasi sosial, jika dibutuhkan?

• Pada Pasal 10 ayat (1) Peraturan Kepala (Perka) BNN Nomor 17 Tahun 2016 tentang
Tata Cara Peningkatan Kemampuan Lembaga Rehabilitasi Medis dan Lembaga
Rehabilitasi Sosial bagi Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, disebutkan
bahwa:
Dalam hal bekas (mantan) Pecandu atau Korban Penyalahgunaan Narkotika
telah selesai menjalani Rehabilitasi Medis selanjutnya diberikan pelayanan
Rehabilitasi Sosial dan/atau Pascarehabilitasi
Hanya saja pemberian dukungan dimaksud harus berdasarkan hasil asesmen
dan catatan perkembangan klien
Apakah klien dapat memperoleh 2 bentuk dukungan pembiayaan
layanan (contohnya: rawat inap sosial dan rawat jalan sosial)?

• Jika merujuk pada konsep rehabilitasi berkelanjutan, kondisi ini dapat terjadi sesuai
dengan hasil asesmen atau rencana rawatan dari klien.
• Dukungan pembiayaan layanan rehabilitasi hanya dapat diberikan pada salah satu
setting layanan saja, dengan alasan:
Komponen dukungan pembiayaan sama (asesmen, konseling, dan pemeriksaan
kesehatan)
Capaian output tetap hanya satu klien karena merujuk nama klien yang sama
Apakah diperbolehkan jika klien yang sedang dalam proses
rehabilitasi sosial membutuhkan pelayanan medis?
• Pada Pasal 11 ayat (1)&(3) Perka BNN Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tata Cara
Peningkatan Kemampuan Lembaga Rehabilitasi Medis dan Lembaga Rehabilitasi
Sosial bagi Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, disebutkan bahwa:
• Dalam hal bekas (mantan) pecandu atau Korban Penyalahgunaan Narkotika yang
sedang menjalani rehabilitasi sosial mengalami gangguan kesehatan, baik fisik
atau kejiwaan, maka perlu diberikan pelayanan medis.
• Pelayanan medis dapat dilaksanakan oleh tenaga medis yang bekerja pada
Lembaga Rehabilitasi Sosial dimaksud, maupun tenaga medis dari Lembaga
Rehabilitasi Medis atau fasilitas layanan kesehatan lain, yang bekerjasama
dengan Lembaga Rehabilitasi Sosial.
• Jika pelayanan medis yang dibutuhkan tidak terakomodir dalam dukungan
pembiayaan layanan rehabilitasi BNN, maka dapat diklaimkan ke jaminan
kesehatan lainnya.
Apa persyaratan wajib bagi klien untuk mendapatkan rehabilitasi
medis?

• Pada Pasal 7 Perka BNN Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tata Cara Peningkatan Kemampuan
Lembaga Rehabilitasi Medis dan Lembaga Rehabilitasi Sosial bagi Pecandu dan Korban
Penyalahgunaan Narkotika, disebutkan bahwa:
 Rehabilitasi medis diberikan kepada klien yang mengalami salah satu atau beberapa
kondisi berikut ini:
 Gejala putus zat dan/atau kondisi keracunan (intoksikasi) yang mengganggu
stabilitas fungsi fisik dan psikologis;
 Masalah fisik lain yang menghambat keikutsertaan dalam program
terapi/rehabilitasi;
 Gejala halusinasi, waham dan/atau gejala kejiwaan lain yang mengganggu proses
komunikasi dan jalannya terapi rehabilitasi.
 Salah satu atau beberapa kondisi diatas wajib tercantum dalam hasil asesmen
Apa persyaratan wajib bagi klien untuk mendapatkan rehabilitasi
sosial?
• Pada Pasal 8 Perka BNN Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tata Cara Peningkatan
Kemampuan Lembaga Rehabilitasi Medis dan Lembaga Rehabilitasi Sosial bagi
Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, disebutkan bahwa:
 Rehabilitasi sosial dilaksanakan bagi klien dengan ketentuan sebagai berikut:
 Telah selesai menjalani program rehabilitasi medis sebelumnya, yang
dibuktikan dengan resume perawatan oleh tenaga medis atau lembaga
rehabilitasi medis.
 Tanpa didahului rehabilitasi medis bila bekas (mantan) pecandu dan/atau
korban penyalahgunaan Narkotika tidak mengalami kondisi seperti dalam
ketentuan rehabilitasi medis di atas, yang dibuktikan dengan resume hasil
asesmen.
Bagaimana mekanisme peningkatan kemampuan bagi Lembaga
Rehabilitasi Komponen Masyarakat?
Pengajuan proposal dari LRKM dengan melampirkan:
1. Profil lembaga (visi-misi, tujuan, struktur organisasi, program, kegiatan,
kapasitas per tahun (rawat jalan) atau per periode (rawat inap), SDM,
sarpras, data klien 1 tahun terakhir)
2. Rincian biaya perawatan per klien per bulan/ pola tarif lembaga
3. Salinan legalitas lembaga
4. Salinan NPWP an. Lembaga
5. Salinan rekening bank a.n. lembaga

BNNP/Kab/Kota: Dit
Lolos Verifikasi Koordinasi PLRKM PENERBITAN
dengan LRKM Deputi
Pembuatan bidang SURAT
PKS untuk penanda-
Rehab
Dit.PLRKM Dep. Bid. tanganan PKS BNN: KEPUTUSAN
BNNP/ Kab/ Kota: Rehab BNN: - Verifikasi KEPALA
1. Verifikasi materiil, 1. Verifikasi mate-riil, final
BNN
dan/atau 2. Verifikasi faktual
2. Verifikasi faktual (bila diperlukan)

BNNP/Kab/Kota: - Koordinasi dengan LRKM


untuk melengkapi berkas sesuai dengan Perka
Rekomendasi LRKM untuk Tdk Lolos Nomor 17 Tahun 2016
PKS (lampirkan lembar Verifikasi
verifikasi)
Bagaimana mekanisme peningkatan kemampuan bagi Lembaga
Rehabilitasi Komponen Masyarakat? (rencana alur perubahan th.2019)
Pengajuan proposal dari LRKM dengan melampirkan:
1. Profil lembaga (visi-misi, tujuan, struktur organisasi, program, kegiatan,
kapasitas per tahun (rawat jalan) atau per periode (rawat inap), SDM,
sarpras, data klien 1 tahun terakhir)
2. Rincian biaya perawatan per klien per bulan/ pola tarif lembaga
3. Salinan legalitas lembaga
4. Salinan NPWP an. Lembaga
5. Salinan rekening bank a.n. lembaga
BNNP/Kab/Kota:
Menerbitkan Dit PLRKM Deputi
Lolos Pengkajian Surat PKS bidang Rehab
Penetapan berdasarkan BNN:
penerbitan surat penetapan Menerbitkan Surat
PKS dari penerbitan PKS Keputusan Kepala
BNNP/ Kab/ Kota: Dit.PLRKM Dep. Bid. Deputi BNN
dari Deputi
1. Verifikasi materiil, Rehab BNN: Rehabilitasi Rehabilitasi
1. Pengkajian materiil, BNN
dan/atau 2. Pengkajian faktual
BNN
2. Verifikasi faktual (bila diperlukan)

BNNP/Kab/Kota: - Koordinasi dengan LRKM


untuk melengkapi berkas sesuai dengan Perka
Tdk Lolos Nomor 17 Tahun 2016
Pengkajian
Bagimana mekanisme persetujuan oleh BNNP/BNNK/Kota
terhadap klien yang akan memperoleh dukungan rawatan di
LRKM
• Pada Pasal 19 ayat (4) Perka BNN Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tata Cara Peningkatan
Kemampuan Lembaga Rehabilitasi Medis dan Lembaga Rehabilitasi Sosial bagi Pecandu
dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, disebutkan bahwa:
Pemberian dukungan layanan rehabilitasi pada lembaga rehabilitasi milik masyarakat
hanya diberikan bagi pecandu atau Korban Penyalahgunaan Narkotika yang
dirujuk atau yang telah memperoleh persetujuan dukungan rawatan oleh BNN, BNNP
atau BNNK/Kota.

BNNP/BNNK/Kota BNNP/BNNK/Kota Klien

Surat Resume Resume


persetujuan asesmen asesmen

Klien LRKM LRKM


Apakah diperbolehkan setelah menjalani rehabilitasi medis
dan/atau rehabilitasi sosial langsung mengikuti layanan
pascarehabilitasi
• Pada Pasal 9 dan 10 Perka BNN Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tata Cara
Peningkatan Kemampuan Lembaga Rehabilitasi Medis dan Lembaga Rehabilitasi
Sosial bagi Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, disebutkan bahwa:
• Layanan pascarehabilitasi dilaksanakan bagi bekas (mantan) pecandu atau
korban penyalahgunaan Narkotika yang telah selesai menjalani rehabilitasi
medis dan/atau rehabilitasi sosial yang dibuktikan dengan resume perawatan
atau surat keterangan selesai rehabilitasi.
• Dalam hal bekas (mantan) pecandu atau korban penyalahgunaan Narkotika telah
selesai menjalani rehabilitasi medis selanjutnya diberikan pelayanan rehabilitasi
sosial dan/atau pascarehabilitasi.
Bila ijin operasional lembaga rehabilitasi medis dan sosial sudah habis pada
pertengahan tahun, apakah masih tetap dapat diajukan untuk mendapatkan
peningkatan kemampuan, baik peningkatan kompetensi SDM maupun
dukungan layanan rehabilitasi?

• Lembaga masih tetap dapat diajukan untuk mendapatkan peningkatan kemampuan


selama ijin operasional sedang dalam proses perpanjangan.
• Hal ini dibuktikan dengan surat keterangan proses perpanjangan ijin operasional
yang dikeluarkan dari dinas/instansi terkait
Jika lembaga rehabilitasi yang akan diajukan tahun ini
merupakan lembaga yang masuk dalam daftar lembaga yang
tidak operasional tahun lalu, dan mendapatkan penganggaran
dukungan layanan rehabilitasi. Apakah masih dapat diajukan
untuk mendapatkan dukungan layanan rehabilitasi?

 LRKM yang tidak operasional selama dua tahun PKS dengan BNN tidak perlu
dilanjutkan untuk PKS tahun berikutnya.
 BNNP/BNNK/Kota harus mengoptimalkan LRKM yang ada di wilayah kerjanya.
 Penganggaran yang dialokasikan di output 2 (paket layanan) tidak bisa diserap.
 Jika pada wilayah kerja BNNP/BNNK/Kota hanya memiliki satu LRKM yang
ditetapkan untuk menerima dukungan pembiayaan layanan rehabilitasi maka diberi
kesempatan sampai semester pertama tahun anggaran berjalan.
Apakah lembaga rehabilitasi medis atau lembaga rehabilitasi
sosial yang baru direkomendasikan oleh BNNP/BNNK/Kota
dapat langsung memperoleh dukungan pembiayaan?

Lembaga lama yang telah operasional namun baru di rekomendasikan


oleh BNNP/BNNK/Kota dapat langsung memperoleh dukungan
pembiayaan jika sudah memenuhi persyaratan sbb
 Memiliki SDM yang sudah terlatih dibidang adiksi dengan dibuktikan memiliki sertifikat
pelatihan
 Memiliki data klien yang sudah dilayani pada tahun sebelumnya

Lembaga yang baru bersedia menjalankan rehabilitasi tidak dapat


langsung ditetapkan menerima dukungan pembiayaan.
Jika output sudah tercapai, apakah BNNP/Kab/Kota masih dapat
mengajukan lembaga rehabilitasi medis atau lembaga rehabilitasi
social untuk mendapatkan peningkatan kemampuan?

• BNNP/BNNK/Kota tetap dapat mengajukan rekomendasi lembaga rehabilitasi pada


semester awal tahun anggaran berjalan;
• Perlu dipertimbangkan kemampuan anggaran tahun berikutnya
Jika lembaga memiliki 2 layanan, dan salah satunya telah
terdaftar sebagai lembaga IPWL social. Apakah diperbolehkan
jika mengajukan layanan rehabilitasi medisnya untuk
mendapatkan dukungan layanan rehabilitasi?

• Diperbolehkan, dengan persyaratan :


• Lokasi
• Ijin operasional
berbeda
• Sumber Daya Manusia
• Struktur organisasi
• Melampirkan Surat Keputusan Penetapan IPWL yang dikeluarkan
Kementerian terkait
Apakah klien yang mulai memperoleh dukungan pembiayaan
bulan November atau Desember dapat dilanjutkan dukungan
pembiayaannya hingga bulan Januari atau Februari tahun
berikutnya?

• Dukungan pembiayaan dapat dilanjutkan, dengan persyaratan:


• LRKM tersebut direkomendasikan kembali oleh BNNP/BNNK/Kota sesuai dengan
prosedur yang telah ditetapkan.
Jika klien belum menyelesaikan konseling sekurangnya 8 kali
pertemuan pada layanan rawat jalan, apakah tetap dapat
diklaimkan?
• Rehabilitasi medis dan/atau rehabilitasi sosial dengan cara rawat jalan
dapat dilakukan sekurang-kurangnya 2 kali pertemuan dan maksimal 8 kali
pertemuan.
• Rehabilitasi medis dengan cara rawat inap dapat dilakukan sekurang-
kurangnya selama 3 hari perawatan dan maksimal 10 hari perawatan
dengan menyesuaikan biaya perawatan yang telah ditetapkan.
• Rehabilitasi sosial dengan cara rawat inap dapat dilakukan sekurang-
kurangnya 15 hari dan maksimal 90 hari.
• Hal ini akan diinformasikan melalui Surat Edaran yang dikeluarkan oleh
Deputi Bidang Rehabilitasi.
2018
TERIMA KASIH