Anda di halaman 1dari 14

KELAINAN

KONGENITAL
A. Macam-Macam Pengelompokan

1. Menurut Gejala Klinis

a. Kelainan tunggal (single-system defects)

Porsi terbesar dari kelainan kongenital terdiri dari kelainan yang hanya mengenai satu regio dari satu organ

(isolated).

b. Asosiasi (Association)

Asosiasi adalah kombinasi kelainan kongenital yang sering terjadi bersama-sama.

c. Sekuensial (Sequences)

Sekuensial adalah suatu pola dari kelainan multiple dimana kelainan utamanya diketahui.
d. Kompleks (complexes)

Adanya pengaruh berbahaya yang mengenai bagian utama dari suatu regio perkembangan embrio, yang

mengakibatkan kelainan pada berbagai struktur berdekatan yang berbeda asal embriologinya tetapi mempunyai

letak yang sama pada titik tertentu saat perkembangan embrio.

e. Sindrom

Kelainan kongenital dapat timbul secara tunggal (single), atau dalam kombinasi tertentu. Bila kombinasi tertentu

dari berbagai kelainan ini terjadi berulang-ulang dalam pola yang tetap, pola ini disebut dengan sindrom.
2. Menurut Berat Ringannya

a. Kelainan mayor

b. Kelainan minor
3. Menurut kemungkinan hidup bayi

a. Kelainan Kongenital yang tidak mungkin hidup

b. Kelainan Kongenital yang mungkin hidup

4. Menurut Marfologi

a. Gangguan pertumbuhan atau pembentukan organ tubuh

b. Gangguan penyatuan atau fusi jaringan tubuh

c. Gangguan migrasi alat

d. Gangguan invafinasi suatu jaringan

e. Gangguan terbentuknya saluran-saluran


5. Menurut tindakan bedah yang harus dilakukan

a. Kelainan Kongenital yang memerlukan tindakan segera

b. Kelainan Kongenital yang memerlukan tindakan yang

direncanakan

6. Berdasarkan Patogenesis

kelainan kongenital dapat diklasifikasikan menjadi

1. Malformasi

2. Deformasi

3. Disrupsi

4. Displasia
B. Kelainan Kongenital yang Sering Dijumpai

1. Anensefali 2. Spinabifida
Keadaan di mana sebagian besar tulang Bagian dari satu atau beberapa vertebra gagal
tengkorak dan otak tidak terbentuk. menutup atau gagal terbentuk secara utuh.

Spinabifida

Anensefali
4. Hidrosefalus
Kelainan patologis otak yang mengakibatkan
bertambahnya cairan serebrospinal. Daat
3. Labiopalatoskisis (Celah Bibir dan Langit-langit)
dilihat dari pembesaran kepala.
Labiopalatoskisis adalah kelainan kongenital pada
bibir dan langit-langit yang dapat terjadi secara
terpisah atau bersamaan yang disebabkan oleh
kegagalan atau penyatuan struktur fasial embrionik
yang tidak lengkap.

Hidrosefalus

Labiopalatoskisis
6. Hernia Umbilikalis
Yaitu kulit dan jaringan subkutis menutupi benjolan pada
efek tersebut, pada otot rektum abdominis ditemukan
5. Omfalokel adanya celah.
Kelainan yang berupa protusi isi rongga perut ke
luar dinding perut sekitar umbilicus, benjolan
terbungkus dalam suatu kantong.

Hernia Umbilikalis

Omfalokel
8. Atresia dan Stenosis Duodenum
Gangguan pertumbuhan yang menyebabkan
terjadinya atresia atau stenosis duodenum sering
7. Atresia Esofagus
kali diikuti kelainan pankreas anularis.
Penyumbatan bagian proksimal sedangkan bagian
distalnya berhubungan dengan trakea sebagai fistula
trakeo-esofagus.

Atresia dan Stenosis


Duodenum

Atresia Esofagus
9. Atresia Ani
Adanya kegagalan kompleks pertumbuhan septum urorektal, struktur mesoderm lateralis, dan struktur
ectoderm dalam pembentukan rektum dan traktus urinarius bagian bawah.

Atresia Ani
C. Faktor Penyebab kelainan kongenital

A. Kelainan genetik dan kromosom D. Obat


B. Mekanik
E. Faktor ibu
C. Infeksi
 Umur
 Infeksi Virus Rubella
 Infeksi Virus Sitomegalovirus  Ras/etnis
 Infeksi Virus toksoplasmosis  Agama
 Inveksi Virus herpes genitalis pada ibu hamil
 Pendidikan
 Sindroma varicella kongenital
 Pekerjaan
*Lanjutan faktor penyebab kelainan kongenital

F. Mediko obstetrik G. Faktor hormonal


 Umur kehamilan H. Faktor Radiasi
 Partus prematurus I. Faktor Gizi
 Partus matures/ aterm (cukup bulan) J. Faktor-faktor lain
 Partus postmaturus (serotinus)
 Riwayat kehamilan terdahulu
 Riwayat komplikasi
LABIOPALATOSKISIS
Labiopalatoskisis adalah kelainan kongenital pada bibir dan langit-langit
yang dapat terjadi secara terpisah atau bersamaan yang disebabkan oleh
kegagalan atau penyatuan struktur fasial embrionik yang tidak lengkap.

Labiopatoskisis masuk dalam kelompok kelainan kongenital pada:


1. Menurut Gejala Klinis: Kelainan tunggal (satu regio).
2. Menurut Kemungkinan Hidup Bayi: Kelainan konginetal yang mungkin hidup.
3. Menurut Berat Ringannya: Kelainan minor (tidak memerlukan tindakan medis segera).
4. Menurut Marfologi: Gangguan penyatuan fusi jaringan tubuh.
5. Menurut tindakan bedah: Kelainan konginetal yang memerlukan tindakan yang direncanakan.
6. Berdasarkan Patologis: Malformasi
STUDI KASUS
Faktor penyebab:

1. faktor umur

2. infeksi