Anda di halaman 1dari 26

Nanin Aprillia | Justicia Puspa | Agung N P | Reine Adfrilian

Pembimbing: dr. Winarni Dian, SpKJ


Abstrak

PENDAHULUAN
Pengertian

TUJUAN Tujuan
HUBUNGAN ANTARA
PSIKOPATOLOGI DAN ETIOPATOGENESIS PADA PSORIASIS DENGAN
GANGGUAN MENTAL YANG TERKAIT

METODE Systematic Review


PRISMA (Preffered Reporting Items for
Systematic Reviews and Meta analyses

HASIL Psoriasis-Gangguan
Banyak yang mengaitkan psoriasis dengan gangguan psikiatrik Mental
Penelitian tentang “Hubungan antara psychological
1946 Wittkower
stress dan Psoriasis

PSORIASIS

Etiopatogenesis

- Peripheral Nervous System


- Hypotalamic Pituitary Adrenal (HPA)
- Sympathetic Adrenal Medullary (SAM)

Kumar dkk Studi Case Control

84% pasien dengan psoriasis memiliki komorbiditas


psikiatris
Hasil signifikan < 0,0001

3
Materials and Methods
Protokol systematic review : PRISMA (Preffered Reporting Items for Systematic
Reviews and Meta analyses

“PRISMA”

Kriteria Inklusi
- Jurnal tentang psikopatologi yang berhubungan dengan
psoriasis
- Difokuskan pada etiopatogenik dan stress psikologi dengan
Psoriasis
- Jurnal ( Inggris, Jerman, Portugis, dan Spanyol yang terbit
pada tahun 1990- Februari 2015)

4
Strategy

◂ Penelitian ini mengikuti model 5S


◂ PRISMA merupakan piramida dengan
5 tingkat bukti yang dimulai dari
system pada tingkat atas, turun ke
ringkasan, synopsis, sintesis, dan
studi.
◂ Pada penelitian ini 390 jurnal diambil
-> diambil berdasarkan kriteria
inklusi sebanyak -> 57 jurnal

Koleksi data dan analisis: Data di ekstraksi dari tiap artikel yang
memenuhi kriteria inklusi kemudian dianalisis mengikuti topik-topik
ini
“Mental disorders in patients with psoriasis”
“Etiopathogenic mechanisms behind the relationship between
psoriasis and psychological stress”
“Psoriasis and its psychiatric comorbidities”
5
Process of Study and Data Collection
- Beberapa penelitian ditinjau dan dipilih sesuai dengan kriteria inklusi
- Pada penelitian yang berulang di eksklusi
- 57 artikel kemudian dipilih

Data Collection and Analysis


Data di ekstraksi dari tiap artikel yang memenuhi kriteria inklusi
kemudian dianalisis mengikuti topik-topik ini
• “Mental disorders in patients with psoriasis”
• “Etiopathogenic mechanisms behind the relationship between
psoriasis and psychological stress”
• “Psoriasis and its psychiatric comorbidities”

6
Result
- Lebih dari 50 persen pasien dengan psoriasis memiliki keluhan tidur
- keluhan seksual pada pasien dengan psoriasis dapat mencapai hingga 71,3
persen.
- Ketergantungan atau penyalahgunaan zat, gangguan somatoform,
skizofrenia / psikosis lain, gangguan bipolar, dan gangguan makan juga
dapat berhubungan dengan psoriasis.

Anxiety disorders
- Pasien dengan psoriasis memiliki peristiwa kehidupan yang
lebih menegangkan atau stres
- Hubungan antara psoriasis dan kecemasan dapat dianalisis dalam dua cara.
kecemasan dapat menyebabkan psoriasis dan psoriasis dapat menyebabkan
kecemasan

7
Anxiety as a result of having
psoriasis
- Psoriasis dapat menyebabkan kecemasan karena gatal kronis
- Ketika pasien memiliki kurangnya dukungan sosial, skor
kecemasan lebih tinggi karena dukungan sosial dianggap sebagai
faktor pelindung untuk penyakit psikosomatik, seperti psoriasis.
- Ciri-ciri kepribadian, yaitu alexithymia (kesulitan mengenali emosi
dalam diri), dan skema maladaptif (pola kognitif dan emosi yang
dibangun sendiri selama masa kanak-kanak), lebih banyak terjadi
pada psoriasis dan meningkatkan risiko gangguan kecemasan

8
Anxiety may trigger or worsen psoriasis
- Pada psoriasis ada aktivasi sistem saraf simpatis (SAM) yang
diubah dengan peningkatan kadar epinefrin dan norepinefrin dan
penurunan kadar kortisol dengan disregulasi baik sentral maupun
kutan (perifer) di hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA).
- Disregulasi HPA ini meningkatkan regulasi sitokin proinflamasi dan
menjelaskan eksaserbasi psoriasis akibat stres.
- Stres juga meningkatkan sirkulasi antigen limfosit kutaneous (CLA)
+ sel T dan CLA + natural killer (NK) sel. Aktivasi dan homutan kulit
sel-sel ini penting dalam etiopatogenesis psoriasis, sebelum
perubahan epidermal.

9
Depressive disorders
- Depresi dapat disebabkan oleh kondisi kulit yang memburuk atau terdapat
psoriasis

10
Depression as a result of having
psoriasis
- Kerusakan dan stigmatisasi yang berhubungan dengan psoriasis
dapat menyebabkan depresi
- Ketidakpuasan terhadap perawatan juga berkorelasi positif dengan
depresi
- Disfungsi seksual, gangguan tidur, dan asupan alkohol yang berlebih
pada psoriasis memiliki keterkaitan dengan depresi. Mereka juga
dapat berkontribusi pada prevalensi depresi yang lebih tinggi pada
psoriasis
- Gejala depresi juga lebih sering terjadi pada pasien dengan lesi pada
wajah dan area genital.
- Jenis kelamin wanita juga tampaknya meningkatkan risiko depresi,
mungkin karena kadar serotonin yang lebih rendah.
11
Depresi dapat memicu atau
memperburuk psoriasis
• Poo et al, menyebutkan keterkaitan antara depresi akibat dari
keluarga berhubungan dengan perburukan dari psoriasis.

-Depresi memodulasi  perasaan gatal. (tinggkat keparahan


depresi berhubungan langsung dengan tingkat keparahan rasa gatal)
-Peranan zat P dengan psoriasis, pruritus dan depresi.(menjadi
perhatian utama)
-Depresi akan meningkatkan kadar zat P dan juga membuat terjadi
nya ploriferasi dari
- Keratinocytes, peradangan dari kulit, aktifasi dari limposit (dan
memperburuk prognosis psoriasis)
-Depresi juga meningkatkan kadar sitokin proinflamasi (IL-6 dan related
cytokine network) yang juga dapat memperburuk psoriasis.

12
Psoriasis dan depresi : memiliki kesamaan
mengenai mekanisme etiopathogenik
◂ Tingginya kadar sitokin proinflamasi IL6 dan TNF-alfa (akibat dari lingkaran setan
yang terjadi pada pasien dengan psoriasis dan depresi)

◂ Terjadi modifikasi metabolism serotonin, norepinefrin dan dopamine pada system limbik
dan basal ganglia

◂ Sitokin prinflamasi(IL-6) mengakibatkan terjadinya pematangan naif sel T  Sel T helper


17 (yang berperan terhadap terjadinya pembentukan lesi pada psoriasis.

◂ Pustulosis palmoplantar  dikaitkan dengan gangguan pada homeostasis kalsium dan


serum kalsium, dan gangguan ini diakibatkan dari depresi. (tetapi masih perlu
penelitian lebih lanjut mengenai abnormalitas kalsium dengan tingkat depresi yang
lebih tinggi pada pasien dengan pustulosis palmoplantar)

◂ Psoriasis vulgarisdihubungkan dengan rendahnya sekresi melatonin. Dari penelitian,


didapatkan terganggunya fungsi reseptor beta –adrenergic yang mempengaruh proses
pembelahan sel dari epidermis yang terjadi pada psoriasis.
13
Bipolar Disorder
• Sitokin proinflamasi (TNF-alfa) berkaitan dengan depresi
• Anti depresan memiliki hubungan pada ikslus episode manik
yang terjadi akibat dari peningkatan kada sitokin proinflamasi
yang diakibatkan oleh depresi. Dengan demikian , terapi untuk
pasien dengan gangguan bipolar atau depresi dengan terapi
anti sitokin, seperti antagonis TNF-alfa juga dapat
menyebabkan siklus yang membuat terjadinya episode manik
atau hipomanik deikarenakan penurunan kadar TNF-alfa.
• Oleh karena itu , pada pasien dengan gangguan mood,
terutama gangguan bipolar, penggunaan antagonis TNF-alfa
harus di pantai secara hati hati.

• Genetik pada system kekebalan tubuh dapat menjelaskan


mengenai terjadinya bipolar dan psoriasis.
• Stres psikologis juga dapat memicu episode terjadinya psoriasis
dan manik.
• Penyalahgunaan zat dapat memperburuk prognosis dari
psoriasis.
14
Gangguan makan

• Basavaraj et al,mengatakan, makan yang berlebih adalah


sebuah mekanisme umum dari coping pada pasien dengan
psoriasis.
• Crosta et al menyebutkan, pada pasien dengan psoriasis yang
kelebihan berat badan sangat berhubungan dan sangat sering
terjadi.
-Dikatakan gangguan makan adalah faktor dari
psikopatologis untuk terjadinya sindroma metabolik pada pasien psoriasis.
-(Eating disorder inventory) dapat digunakan untuk mengukur
gejala dari gangguan makan.

15
Gangguan kepribadian dan sifat – sifatnya

• Rubino et al menyebutkan , pada psoriasis, terdapat gangguan


kepribadian yang paling umum terjadi (schizoid,
avoidant/menghindar, ketergantungan, dan kompulsif)
• Mazzeti et al melaporkan
- 17,5 % pasien mengalami murung
- 12,5 pasien mengalami cemas
- 6,25% pasien memiliki skizofrenia

• Psoriasis dengan onset dini dikaitkan dengan alexithymia..


• Kotrulija et al, menemukan psoriasis onset lambat seringnya
terjadi pada usia rata rata 52 tahun.

16
Schizophrenia dan Psikosis lainnya
◂ Yang et al menyatakan bahwa penderita schizophrenia lebih
berisiko mengalami psoriasis. PSORS1 pada kromosom 6p
diperkirakan menjadi lokus utama bagi psoriasis

◂ Miyaoka et al melaporkan dua pasien dengan psoriasis


vulgaris dan skizofrenia dengan perbaikan/kemajuan yang
signifikan pada keduanya dengan penggunaan haloperidol
◂ Namun, penggunaan anti-psikosis atipikal pada pasien
psoriasis memiliki efek yang berbeda. Latini et
almelaporkan terdapat dua pasien psikosis yang mendapat
terapi olanzapine mengalami perburukan pada kondisis
psoriasisnya

17
◂ Beberapa pengobatan psoriasis juga dapat mengubah
perjalanan dari gangguan psikosis. Kaufman et al,
menyebutkan terdapat pasien yang mengalami episode manik
setelah pemberian anti-TNF (etanarcept) untuk mengobati
psoriasis  memperlihatkan peran TNF pada kedua penyakit
(skizofrenia & psoriasis). Nuzzo et al melaporkan pemberian
cyclosporine memperparah gejala psikosis pada pasien pada
pasien skizofrenia. Gejala membaik setelah menghentikan
pemberian cyclosporine  memperlihatkan peran IL-2 pada
kedua penyakit

18
Gangguan Seksual

• Ditemukan penurunan hasrat


seksual dan juga gangguan
orgasme serta disfungsi erektil
• Psoriasi menurunkan kepercayaan
diri

19
Gangguan Tidur

• Termasuk di dalam gangguan tidurpada psoriasis adalah:


 Initial insomnia
 Increase nocturnal awakenings
 Early morning awakenings
 Daytime sleepiness
• Peningkatan level dari TNF dan IL-6 ditemukan pada
psoriasis dan OSA
• Keterlibatan substance P menjadi kunci pada hubungan
antara rasa gatal dan gangguan tidur. Level dari
substance P dipengaruhi oleh stress pada system saraf
pusat dan lesi psoriasis. Al ini menyebabkan rendahnya
kualitas tidur dan mungkin menyebabkan penurunan
mood

20
Gangguan Somatoform

• Pasien dengan psoriasis dilaporkan memiliki kemungkinan yang


lebih tinggi untuk mengalami hypokondriasis, hysteria, dan
somatisasi
• Faktor psikosomatik, seperti stressfullife events, kurangnya
dukungan dari keluarga, rasa tidak aman, mungkin menjelaskan
mengapa pasien dengan psoriasis memiliki peluang yang lebih
tinggi untuk mengalami somatisai

21
Substance Abuse and Dependence

◂ Mekanisme koping yang buruk, termasuk di dalamnya minum


alcohol dan merokok, sering ditemukan pada pasien psoriasis
◂ Beberapa penulis melaporkan bahwa merokok lebih dari 20
batang dalam sehari akan meningkatkan risikoa terkena
psoriasis pada pasien wanita atau pun ketika terdapat
riwayat keluarga (first degree relative) dengan psoriasis
◂ Merokok mengubah respon system imun melalui T-cell dan
aktivasi cytokine inflamasi, termasuk TNF-a

22
Diskusi
dan Konklusi

Banyak gangguan jiwa yang diasosiasikan dengan psoriasis dan


etiopatogenesis dari keduanya sangatlah bervariasi. Beberapa
komorbiditas psikiatri mungkin disebabkan oleh dampak psikososial
dari kondisi kulit yang kronis
Di sisi lain, psoriasis dapat diperparah oleh kondisi psikiatri sehingga
akan membentuk lingkaran setan

23
◂  produksi corticotropin releasing
hormone (CRH)  sekresi
corticotropin (CRH) & cortisol

◂ sekresi norepinephrine
Corticosteroid receptor  insensitive

Sekresi TNF-a, IL-1, dan IL-6 Plak psoriasis juga menstimulasi


sitokin proinflamasi

Eksaserbasi gekala depresi dan re-aktivasi aksis HPA


(sentral dan perifer) dan system simpatis

25
Thanks!
Any questions?

26