Anda di halaman 1dari 18

STRESS

dr. Agnesia Feronika Panggabean

PUSKESMAS TELADAN
Anda pernah Stress????

• Stress dapat menyerang semua


orang tanpa kecuali, yang pada
awalnya memang bukan gangguan
kesehatan, namun apabila tidak
segera disikapi, stress akan menjadi
“virus” yang dampaknya melebihi
penyakit yang paling berbahaya
bahkan bisa mematikan.
JENIS STRESS
Negatif POSITIF
• Yang menyebabkan • Mendorong pelakunya lebih
hidup tidak bergairah, pro –aktif, memacu alam
semakin lesu. pikiran untuk menghadapi
• Menimbulkan masalah.
permasalahan: rasa TERMOTIVASI
cemas, depresi dan
gangguan fisik.
• Istilah stres yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari
umumnya mengacu pada reaksi negatif terhadap suatu peristiwa.
Sebenarnya stres bukan hanya sesuatu hal yang ”buruk” karena hal yang
”baik” pun dapat merupakan stres.

Ada beberapa tipe stres:

a). Distress  stres yang berbahaya dan merusak keseimbangan fisik, psikis
atau sosial individu.

b). Eustress  stres yang menguntungkan dan konstruktif bagi kesejahteraan


individu

c). Stress juga dapat bersifat netral yaitu tidak memberikan efek buruk maupun
baik. Ini terjadi bila intensitas atau durasi stresor sangat kecil atau
kemampuan adaptasi individu sangat baik sehingga stresor dapat
dikendalikan.
APA ITU STRESS?
• Stress adalah reaksi (pikiran, perasaan, fisik )seseorang
(subjektif)  kondisi yang tidak dapat diatasi secara pasti
dimana hal ini berkaitan dengan kenyataan yang tidak sesuai
dengan harapan. Kondisi ini mengakibatkan perasaan cemas,
marah dan frustrasi (kekacauan mental dan emosional).

• Stress adalah suatu keadaan dimana “mental” kita lelah


(kelelahan mental) tertekan
Tingkatan Stress
1. Stress Ringan  dihadapi setiap orang secara teratur 
biasanya tidak disertai timbulnya gejala.

2. Stress Sedang. Situasi perselisihan yang tidak


terselesaikan dengan rekan ; anak yang sakit; atau
ketidakhadiran yang lama dari anggota keluarga. Ciri-
cirinya yaitu sakit perut, mules, otot-otot terasa tegang,
perasaan tegang, gangguan tidur, badan terasa ringan.
Tingkatan Stress
• Stress Berat  situasi kronis yang dapat berlangsung lama.
(masalah perkawinan; kesulitan finansial; berpisah dengan
keluarga; berpindah tempat tinggal; mempunyai penyakit kronis dan
termasuk perubahan fisik, psikologis, sosial pada usia lanjut.)

• Makin sering dan lama situasi stres, makin tinggi resiko kesehatan
yang ditimbulkan. Ciri-cirinya : sulit beraktivitas, gangguan
hubungan sosial, sulit tidur, negativistik, penurunan konsentrasi,
takut tidak jelas, keletihan meningkat, gangguan sistem meningkat,
perasaan takut meningkat.
General Adaptation
Syndrome
Stressor

Tuntutan tubuh yg memerlukan penyesuaian diri dan membawa


reaksi stress

G. A. S.
3 Tahap:

1. Alarm = Peringatan
2. Resistance = Perlawanan
3. Exhaustion = Kelelahan

Adaptasi : sehat atau sakit


PENYEBAB STRESS

• TEKANAN

• FRUSTASI

• KONFLIK
Sumber Stress
Ada 3 sumber utama bagi stress, yaitu :
1. Lingkungan ~ memberi berbagai tuntutan penyesuaian diri.
Cuaca, kebisingan, kepadatan
Tekanan waktu, standard prestasi, berbagai ancaman terhadap rasa aman
dan harga diri
Tuntutan hubungan antar pribadi, penyesuaian diri dengan teman,
pasangan, dengan perubahan keluarga
2. Fisiologik ~ dari tubuh kita
Perubahan kondisi tubuh: masa remaja; haid, hamil, meno/andropause,
proses menua, kecelakaan, kurang gizi, kurang tidur > tekanan terhadap
tubuh
Reaksi tubuh : reaksi terhadap ancaman & perubahan lingkungan
mengakibatkan perubahan pada tubuh kita, menimbulkan stress.
3. Pikiran Kita.
FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI

• INDIVIDUAL

• SOSIAL
Tanda dan Gejala
Bagaimana kita mengetahui apakah kita berada dalam keadaan
stress atau tidak ? Apa gejalanya?
• a) gejala fisiologik , antara lain : denyut jantung bertambah cepat ,
banyak berkeringat (terutama keringat dingin), pernafasan
terganggu, otot terasa tegang, sering ingin buang air kecil, sulit tidur,
gangguan lambung, dst
• b) gejala psikologik , antara lain : resah, sering merasa bingung,
sulit berkonsentrasi, sulit mengambil keputusan, tidak enak
perasaan, atau perasaan kewalahan ( exhausted) dsb
• c) Tingkah laku, antara lain : berbicara cepat sekali, menggigit kuku,
menggoyang-goyangkan kaki, ticks, Gemetaran, berubah nafsu
makan ( bertambah atau berkurang).
• Dampak Fisiologik : mudah masuk angin, mudah pening-pening, kejang
otot (kram), mengalami kegemukan atau menjadi kurus yang tidak dapat
dijelaskan, juga bisa menderita penyakit cardiovasculer, hypertensi, dst.
Secara rinci dapat diklasifikasi sebagai berikut :
• a) Gangguan pada organ tubuh >>> hiperaktif dalam salah satu sistem ttt. -
muscle myopathy >>> otot tertentu mengencang/melemah - tekanan darah
naik >>> kerusakan jantung dan arteri - sistem pencernaan >>> mag,
diarhea
• b) Gangguan pada sistem reproduksi - amenorhea >> tertahannya
menstruasi - kegagalan ovulasi pada wanita, impoten pada pria, kurang
produksi semen pada pria - kehilangan gairah sex
• c) Gangguan pada sistem pernafasan - asthma, bronchitis
• d) Gangguan lainnya, seperti pening (migrane), tegang otot, rasa bosan, dst
Effects of Stress
Anxiety = kecemasan
Hypertension = darah tinggi
Fatigue = kelelahan
Depression = depresi
Migraine Headaches = sakit kepala dan migren
Muscular & Respiratory Problems = masalah pernapasan dan muscular

Eating & Sleeping Disorders


Skin Problems = alergi, dll
Sexual Problems
by FH
SEHAT
Ada 3 elemen yang menentukan kesehatan
seseorang:

1. Tubuh  kondisi jasmani seseorang

2. Jiwa  pikiran/mental

3. Roh (spiritual)  Keagamaan


Manajemen Stress
Bersahabat Dengan Stress
1. Pencegahan :

• Pertama ~ merubah cara kita melakukan sesuatu. (skill


mengatur waktu, menyalurkan, skill mendelegasikan, skill
mengorganisasikan, menata, dst.

• Kedua ~ menyiapkan diri menghadapi stress (persiapan fisik)

• Ketiga ~ hadapi stress yang sudah ada. Kalau diperlukan


meminta bantuan jaringan supportive (social-network) ataupun
bantuan profesional.  perbanyak aktivitas sosial.
Persiapan Fisik
1. Asupan nutrisi (tidak terlalu kenyang, bergizi dan seimbang)

2. Cukup istirahat

3. Olahraga secukupnya.

4. Aktivitas Sosial

5. Hiburan

6. Manajemen Waktu

7. Relaksasi :

 Tarik nafas dalam secara teratur  teknik yang paling sederhana.

 Bermeditasi, berdoa dan upaya spiritual lainnya


PENUTUP

• Stress tidak mungkin dihindari, tapi mari


bersahabat dengan stress dengan manajemen
stress yang tepat.

• Hidup ini jalanin, nikmatin, dan syukurin.