Anda di halaman 1dari 26

Konsep Dasar Patologi &

Patofisiologi

Tuti Handayani, Ns. M.kep


Program Studi Keperawatan
Patologi
Merupakan cabang bidang kedokteran yang berkaitan dengan ciri-ciri
dan perkembangan penyakit melalui analisis perubahan fungsi atau
keadaan bagian tubuh.

Patologi klinik
mengkaji perubahan pada fungsi yang
nyata pada fisiologi tubuh.
(Kimia Klinis, mikrobiologi klinis,
Patologi hematologi, imunologi)
kajian dan diagnosis
penyakit melalui
pemeriksaan organ,
jaringan, cairan tubuh,
dan seluruh tubuh
(autopsi).
Patologi anatomi
mengkaji organ (bedah,
sitologi,nekropsi)
Patofisiologi

Cabang ilmu yang mempelajari penyakit-penyakit yang


Patofisiologi disebabkan oleh kelainan fisiologi tubuh

membran sel bermasalah


Pasien DM
kurangnya hormon insulin karena sel pankreas rusak
Patologi Berpusat Pada Empat Aspek
Penyakit
• Patogenesis
– rangkaian kejadian dalam perkembangan penyakit dari permulaan
yang paling awal, meliputi factor-faktor yg mempengaruhi
perkembangannya.
• Etiologi
– studi mengenai penyebab atau alasan alasan mengenai suatu
fenomena
• Sign / Tanda
– manifestasi penyakit yang dapat di amati
– Example : Tekanan Darah, Denyut Nadi, temperatur, etc.
• Symptom / Gejala
– perasaan subyektif yg dirasakan pasien dan dilaporkan pada
pemeriksa
– Example : sakit ,mual, vertigo, letargi.
Adaptasi Sel
Adaptasi sel terjadi bila stress
fisiologik berlebihan atau suatu rangsangan yang
patologik menyebabkan terjadinya keadaan baru yang
berubah yang mempertahankan kelangsungan hidup sel.

Sakit adalah
Sakit itu  Kegagalan dalam beradaptasi atau mempertahankan
apa..? HOMEOSTASIS

CONTOH : INVASI basil (BTA myco bakterium


tubercolosae) shg menimbukan gejala klinis : batuk
selama 2minggu, keluar keringat dingin, sesak, dll
Macam-Macam Adaptasi Sel
Adaptasi sel dibagi menjadi beberapa kategori yaitu :
• a. Atrofi = Adalah berkurangnya ukuran suatu sel atau jaringan.
Atrofi dapat terjadi akibat sel atau jaringan tidak digunakan misalnya,
otot individu yang mengalami imobilisasi atau pada keadaan tanpa
berat (gravitasi 0). Atrofi juga dapat timbul sebagai akibat penurunan
rangsang hormon atau saraf terhadap sel atau jaringan.
• b. Hipertrofi = Adalah bertambahnya ukuran suatu sel atau
jaringan. Hipertrofi merupakan suatu respon adaptif yang terjadi
apabila terdapat peningkatan beban kerja suatu sel.

Terdapat 3 jenis utama hipertrofi yaitu :


1. Hipertrofi fisiologis
2. Hipertrofi patologis
3. Hipertrofi kompensasi
So, Penyakit bersifat dinamis bukan statis,
manifestasi penyakit berubah dari hari kehari (pergeseran
keseimbangan biologik dan mekanisme kompensasi, pengaruh
lingkungan)

Oleh karena itu setiap penyakit memiliki


kisaran manifestasi dan spektrum ekspresi
yang dapat bervariasi pada pasien yang
satu dan yg lainnya.
Macam – Macam Penyakit
• Penyakit Herediter
– penyakit turunan disebabkan kelainan pada kromosom atau gen pada
induk yang diturunkan pada keturunannya. Ex : hemofilia
• Penyakit Kongenital
– penyakit yg di dapat saat lahir. Ex : sindrom alkohol janin, down
sindrom, kelainan jantung
• Penyakit Toxic
– penyakit disebabkan racun. Ex : racun serangga, karbon monoksida,dll
• Penyakit Infeksi
– Invasi organisme patogen hidup (bakteri, virus, jamur, protozoa,
cacing)
• Penyakit Degeneratif
– disebabkan degenerasi (penurunan kemampuan sel/organ dalam
regenerasi. Ex : osteoatritis, arteriosklerosis
Macam – Macam Penyakit
• Penyakit Imunologik
– disebabkan oleh reaksi sistem imunitas, hipersensitivitas,
autoimunitas, imunodefesiensi. Ex : Lupus eritematosus sistemik,
alergi, AIDS.
• Penyakit Neoplastic
– disebabkan kelainan pada sel (pertumbuhan sel yang abnormal ) Ex :
tumor, carcinoma, kista
• Penyakit berhubungan dengan Gizi
– karena defesiensi zat karbohidrat protein,kalori, lemak, vitamin, etc.
– Ex : kwasiokor
• Penyakit Metabolik
– disebabkan oleh gannguan metabolisme tubuh, terutama oleh
kelenjar.
– Ex : DM, tiroid,
Macam – Macam Penyakit
• Penyakit Molekuler
– disebabkan oleh kelainan molekul tunggal yang menyebabkan
abnormalitas produk molekular pada aktivitas selular.
– Ex : Anemia sel sabit : disebabkan urutan yang salah pada dua asam
amino di dalam molekul Hb yg menyebabkan bentuk sabit pada sel
darah merah
• Penyakit Psikogenik
– penyakit yg disebabkan oleh kejiwaan. Ex : depresi,
demensia,disorientasi
• Penyakit Iatrogenik
– penyakit yg ditimbulkan oleh mal therapi (therapi yg kurang tepat)
Oleh tenaga medis maupun paramedic, Ex : side effect diuresis HCT,
menyebabkan hipokalemia pada jantung
• Penyakit Idiopatik
– Penyakit yang belum diketahui penyebabnya. Ex : hipertensi esential
Jejas sel (cedera sel)
suatu sel tidak lagi dapat beradaptasi
terhadap rangsangan.
Sel dapat pulih dari cedera atau mati
bergantung pada sel tersebut dan besar
serta jenis cedera.

Apabila suatu sel mengalami cedera, maka sel tersebut


dapat mengalami perubahan dalam ukuran, bentuk,
sintesis protein, susunan genetik, dan sifat transportasinya.
PENYEBAB JEJAS SEL
1. Hipoksia (pengurangan oksigen) terjadi sebagai akibat
a. iskemia (kehilangan pasokan darah)
b. oksigenasi tidak mencukupi (misalnya kegagalan
jantung paru)
c. hilangnya kapasitas pembawa oksigen darah
(misalnya anemia,keracunan,karbon monoksida)
2. Faktor fisika,termasuk
trauma,trauma,panas,dingin,radiasi dan renjatan listrik
3. Bahan kimia dan obat – oabatan termasuk
a. Obat terapetik (misalnya,asetaminofen(Tylenol))
b. bahan bukan obat (misalnya timbale alcohol)
PENYEBAB JEJAS SEL
• 4. Bahan penginfeksi termasuk
virus,ricketsia,bakteri jamur dan parasit.
• 5. Reaksi imunologik
• 6. kekacauan genetic
• 7. ketidak seimbangan niutrisi
Jenis Jejas
1. Jejas Akibat Radikal Bebas
Radikal bebas adalah molekul yang sangat reaktif
dan tidak stabil yang beriyeraksi dengan protei,
lemak dan karbohidrat dan terlibat dalam jejas
sel yang disebabkan oleh bermacam kejadian
kimiawi dan biologic. Terjadinya radikal bebas
dimulai dari :
a. Absorpsi energi sinar (cahaya UV, sinar X)
b. Reaksi oksidatif metabolic
c. Konversi enzimatik zat kimia eksogen atau
obat (CC14 manjadi CC13)
Jenis Jejas
2. Jejas kimiawi
Zat kimia menyebabkan jejas sel melalui dua mekanisme,
yaitu :
a. Secara langsung misalnya Hg dari merkuri klorida trikat
pada grup SH protein membrane sel menyebabkan
peningkatan permeabilitas dan inhibisi transport yang
bergantung kepada ATPase.
b. Melalui konversi kemetabolik toksik reaktif. Sebaliknya
metabolit toksik menyebabkan jejas sel baik melalui melaui
ikatan kovalen langsung kepada prtein membrane dan
lemak atau lebih umum memlalui pembentukan radikal
bebas reaktif seperti yang diuraikan sebelumnya misalnya
karbon tetra-klorida, yang dipakai luas pada industri binatu.
REAKSI SEL TERHADAP JEJAS
• berdasar perbedaan intensitas dan periode
jejas, dapat disimpulkan dalam skema berikut,
tanpa variabel jenis sel / jaringan.
- Adaptasi = penyesuain terhadap
lingkungannya
- Reversibel = dapat mengalami serangkaian
perubahan dua arah
- Ireversibel = tidak dapat dikembalikan seprti
keadaan semula
Sel yang Cedera
• lesi biokimia (perubahan reaksi kimia / metabolik didalam sel) →
• gangguan fungsi sel (fisiologi)
• menyebabkan perubahan morfologik (anatomi)

• Serangan pada sel tidak selalu mengakibatkan gangguan fungsi,


umumnya ada mekanisme adaptasi seluler terhadap stimulus
Misal:
• otot yang mendapat tekanan → adaptasinya hipertropi (misal pada
hipertensi → pembesaran jantung)
• Perubahan pada sel yang mengalami cedera awalnya biokimia →
fungsional (fisiologi) → morfologik (lesi)
Perubahan Morfologik Sel Cedera
Subletal
• Jika sel diserang tetapi tidak mati (sub letal) →
sering terjadi perubahan morfologik yang
reversibel
• Jika stimulus hilang sel dapat kembali sehat,
jika stimulus tidak hilang sel akan mati
• Perubahan subletal pada sel secara alami
disebut: degeneratif
PENUAAN SELULER
Perubahan fungsional dan morflogi yang terjadi pada
sel yang menua adalah :
1. Penurunan fasforilasi oksidatif pada mitokondria.
2. Berkurangnya sintesis dna dan rna untuk protein dan
reseptor sel structural enzimatik.
3. Menurunnya kemampuan ambilan mkanan dan
perbaikan kerusakan kromosom.
4. Nukleos berlobus tidak teratur dan abnormal.
5. Mitokondria pleomofpig, reticulum endoplasma
menurun dan jisimgolgi berubah bentuk.
6. Akumulasi pigmen lipofusin secara menetap.
Kematian Selluler
• Jika pengaruh buruk pada sel hebat dan
berlangsung lama → sel tidak mampu lagi
beradaptasi → proses ireversibel → kematian
sel (nekrosis)
• Nekrosis adalah kematian sel ireversibel yang
terjadi ketika sel cedera berat dalam waktu
lama dimana sel tidak mampu beradaptasi lagi
atau memperbaiki dirinya sendiri
(homeostasis)
Macam Nekrosis
• Nekrosis koagulatif : sel nekrotik bentuknya tetap, akibat sel litik
dihambat kondisi lokal → pada jantung, ginjal, limpa
• Nekrosis liquefaktif : sel nekrosik mengalami pencairan akibat kerja
enzim → pada otak dan medulla spinalis
• Nekrosis kaseosa : sel nekrotik hancur, tetapi pecahanya tetap
berada disekitarnya → pada paru
• Nekrosis Lemak Enzimatis : dapat terjadi oleh adanya trauma
langsung pada jaringan lemak, sering terjadi pd payudara.
• Nekrosis Fibrinoid : biasanya tampak pada dinding arteriol akibat
rembesan plasma darah ke dalam lapis media.
• Nekrosis Gangren : luka yg berakhir dgn kematian saraf, kematia
sel-jaringan dlm jumlah besar, diikuti hilangnya pendarahan, disertai
infeksi bakteri dan pembusukan
Inflamasi
Suatu respon protektif yang ditujukan untuk menghilangkan
penyebab awal luka sel serta membuang sel dan jaringan
nekrotik yang diakibatkan oleh kerusakan asal.

Penyebab Luka
• Mikroorganisme: virus, bakteri, parasit, jamur
• Zat kimia: asam, basa, toksin bakteri
• Pengaruh fisik: trauma, radiasi, panas, dingin, listrik
• Reaksi imunologi: hipersensitivitas, kompleks imun, reaksi autoimun.

Reaksi radang akan tergantung pd keadaan kesehatan


seseorang, nutrisi, imunitas, dan jg derajat beratnya luka
Keuntungan Radang Kerugian Radang
• Terjadi pengenceran toksin yg • Terjadi pencairan jaringan
dihasilkan oleh bakteri sehingga
dapat dialirkan ke saluran limfatik normal
• Masuknya zat anti akibat • Ada pembengkakan.
permeabilitas vaskuler
meningkat, sehingga dapat terjadi • Reaksi radang tidak tepat,
lisis kuman
• Ada transportasi obat misalnya misalnya terjadi reaksi
antibiotik ke tempat bakteri hipersensitifitas.
• Terjadi pembentukan fibrin dari
fibrinogen yang menahan gerakan
kuman
• Ada transportasi nutrien dan
oksigen
• Terjadi stimulasi respons imun
melalui aliran eksudat radang ke
kelenjar limfe sehingga reaksi
imun dimulai.
Jenis radang/inflamasi
• Inflamasi akut
 Respon segera dan dini terhadap luka yg
dirancang untuk mengirimkan leukosit ke
tempat luka.
• Inflamasi kronik
 Inflamasi memanjang (berminggu-minggu
hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-
tahun), dan terjadi inflamasi aktif, luka
jaringan, dan penyembuhan secara serentak.
5 pokok radang
• RUBOR = merah, krn pelebaran pembuluh darah pd jaringan yg
mengalami gangguan
• KALOR = panas, terjadi pd daerah yg cedera akibat
bertambahnya pembuluh darah, sehingga daerah tsb memperoleh
darah lebih banyak
• TUMOR = bengkak/benjolan, akibat edema yaitu
terkumpulnya cairan erkstravaskuler sebagai bagian dr eksudat
radang serta sel2 radang yg bermigrasi ke tempat tsb.
• DOLOR = sakit, terjadi akibat penekanan jaringan krn edema
serta adanya mediator kimia pd radang akut.
• FUNCTIO LAESA = fungsi yg hilang, belum diketahui secara
mendalam mekanisme terganggunya fungsi jaringan yg meradang.