Anda di halaman 1dari 12

HIPERTENSI

POLTEKKES KEMENKES SORONG

TAHUN AJARAN 2017/2018


HIPERTENSI
– Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah itu sendiri adalah
kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong melawan dinding pembuluh darah
(arteri). Tekanan darah tinggi adalah kondisi dimana tekanan darah lebih tinggi dari
140/90 (mmhg). Angka 140 mmHG merujuk pada bacaan sistolik, ketika jantung
memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, angka 90 mmHG mengacu pada
bacaan diastolik, ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-
biliknya dengan darah.
– Tekanan darah normal berkisar di angka 120/80 mmHG. Saat angka sistolik dan
diastolik berada di kisaran ini, maka Anda dapat disebut memiliki tekanan darah
normal. Seseorang baru disebut memiliki darah tinggi atau mengidap hipertensi jika
hasil pembacaan tekanan darah menunjukkan 140/90 mmHG. Tekanan darah yang
terlalu tinggi akan mengganggu sirkulasi darah.
Ciri-ciri Gejala Hipertensi

Apa saja ciri-ciri dan gejala hipertensi – Kelelahan


(tekanan darah tinggi)?
– Nyeri dada
– Sakit kepala parah
– Sulit bernapas
– Pusing
– Darah dalam urin
– Penglihatan buram
– Sensasi berdetak di dada, leher,
– Mual atau telinga
– Telinga berdenging – Detak jantung tak teratur
– Kebingungan
Penyebab Hipertensi

Kebanyakan makan makanan asin, yang mengandung natrium (makanan olahan,


makanan kalengan, fast food), dan makanan atau minuman yang mengandung
pemanis buatan juga dapat meningkatkan kolesterol dan/atau tekanan darah
tinggi.
Faktor-faktor Risiko Hipertensi

Faktor-faktor berikut ini bisa – Kolesterol tinggi


meningkatkan risiko seseorang – Penyakit ginjal
terkena hipertensi:
– Kecanduan alkohol
– Kelelahan
– Wanita yang menggunakan pil KB
– Diabetes
– Orang yang memiliki orangtua atau
– Asam urat kakek nenek dengan tekanan darah
– Obesitas tinggi.
Obat dan Diagnosis
Pengobatan hipertensi penting untuk mengurangi risiko – Beta-blocker: atenolol, propranolol, metoprolol,
kematian karena penyakit jantung. Beberapa contoh obat nadolol, betaxolol, acebutolol, bisoprolol,
darah tinggi yang sering diresepkan adalah: esmilol, nebivolol, dan sotalol)
– Diuretik: chlorotiazide, chlorthalidone, – Penghambat saluran kalsium: amlodipine,
hydrochlorotiazide/HCT, indapamide, metolazone, clevidipine, diltiazem,
bumetanide, furosemide, torsemide, amilorid, felodipine, isradipine, nicardipine, nifedipine, nimodi
triamterene) pine, dan nisoldipine)
– Angiotensin-converting enzyme (ACE) – Alfa-blocker: doxazosin, terazosin hydrochloride,
inhibitor: captopril, enalapril, lisinopril, benazepril dan prazosin hydrochloride
hydrochloride, perindopril, ramipril, quinapril
hydrochloride, dan trandolapril) – Vasodilator: hydralazine dan minoxidil
– Central-acting agents: clonidine, guanfacine, dan
methyldopa.
Obat darah tinggi pun harus dikonsumsi rutin dan
tepat dosis untuk manfaatnya bisa dirasakan.
Identifikasi

– Identifikasi dari sisi lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan.


– Lingkungan
– Lingkungan juga turut mempengaruhi hipertensi. Namun lainnya dapat dimodifikasi, yang termasuk faktor lingkungan
adalah diet, obesitas atau kegemukan, merokok dan juga hipertensi bisa disebabkan oleh kondisi penyakit lain
seperti diabetes melitus, beban ekonomi dan pemahaman keliru.
– Perilaku
– Perilaku yang perlu dihindari oleh penderita hipertensi :
– Diet : makanan kadar yang kadar tinggi dapat meningkatkan tekanan darah seiring dengan bertambahnya usia.
– Obesitas atau kegemukan : tekanan darah meningkat seiring dengan peningkatan berat badan.
– Merokok : dapat meningkatkan tekanan darah dan cenderung terkena penyakit jantung koroner.
– Kondisi penyakit lain, seperti diabetes melitus tipe 2 cenderung meningkatkan resiko peningkatan tekanan darah 2 kali
lipat.
– Pelayanan Kesehatan
– Standar pelayanan kesehatan penderita hipertensi adalah :
– Melakukan pemeriksaan dan monitoring tekanan darah, edukasi pengaturan diet seimbang, aktifitas fisik, dan pengelolaan
farmakologis.
Intervensi (perencanaan)
Melakukan penyuluhan ke masyarakat tentang hipertensi agar masyarakat
lebih memahami mengenai penyakit hipertensi dan cara untuk mencegah
munculnya hipertensi dengan cara menjaga pola makan, pola pikir, aktifitas
fisik (olahraga), beban ekonomi yang menimbulkan stress/emosi, serta
merubah kebiasaan yang buruk menjadi baik, agar terhindar dari hipertensi.
Kekurangan Dari Intervensi
– Kurangnya pemahaman dari masyarakat tentang betapa pentingnya menjaga
kesehatan tubuh dan pola pikir agar tidak terjadinya peningkatan darah tinggi.
– Dan harus selalu mengkonsumsi makanan sehat dan kurangi makanan yang
mengandug banyak garam.
Kebijakan Publik

– Menurut Prof. Tjandra upaya pencegahan dan penanggulangan hipertensi


dimulai dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan perubahan pola hidup
kearah yang lebih sehat. Untuk itu puskesmas sebagai fasilitas pelayanan
kesehatan dasar perlu melakukan pencegahan primer yaitu kegiatan untuk
menghentikan atau mengurangi faktor resiko hipertensi sebelum hipertensi
terjadi. Melalui promisi kesehatan seperti diet yang sehat dengan cara makan
cukup sayur buah, rendah garam dan lemak, rajin melakukan aktifitas dan tidak
merokok.
– Contoh kebijakan publik penyakit hipertensi : melakukan penyuluhan kepada
masyarakat agar hidup sehat.
Kesimpulan

– Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi
sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam.
– Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya
hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang
diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari.
– Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi,
pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama
30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu.
– Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk.
– Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu mengendalikan emosi Anda.
– Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi.
TERIMA KASIH
Kelompok IV
Aldi Nuardi Febriansyah M
Dominggas Yunita Faan
Exel Bryan Luhukay
Gina Apriliana
Jenelin Since Way
Natalia Florentina Arne
Novitasari Chresensia Kusmiran
Salmon Piter Nanlohy