Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN KASUS

Global Development
Delayed ec Cerebral
Palsy Hemiplegic Type
ELMA MALINO, S.KED
ESTER SAMBER, S.KED
MONIKA ANNEKE, S.KED
IDENTITAS
 Nama : An. DAG

 Umur : 1 Tahun 10 Bulan


 Alamat /HP: BTN Puskopad Sentani / -

 Pekerjaan Orang tua : PNS


 Asal rujukan dengan diagnosa :
Keterlambatan perkembangan akibat
neonatus seizure
 TANGGAL KE RS : 26 JUNI 2018
KELUHAN SUBJEKTIIF (ANAMNESA)

 Keluhan utama : Kaku pada tangan dan kaki sebelah


kanan
 Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dibawa oleh ibunya pada tanggal 25 Juni
2018 dengan keluhan kaku pada tangan dan kaki kiri sejak
kurang lebih 1 tahun yang lalu , pasien merupakan pasien
rujukan dari dokter anak dengan diagnosa keterlambatan
perkembangan oleh akibat neonatus seizure. Pasien masih
digendong, sudah bisa angkat kepala tegak, tangan dan kaki
sebelah kanan tampak kaku, respon (+), merangkak (-),
duduk (-), jongkok (-), berdiri (-), bicara (1 kata).
Riwayat penyakit dahulu :

Riwayat Antenatal Riwayat persalinan


1. Usia ibu saat hamil  Anak ke-1 hidup (Sectio
Cukup bulan , Caesarea)
Komplikasi kehamilan
(-).  Anak ke-2 hidup (Sectio
Caesarea)
 Anak ke-3 hidup (Sectio
Caesarea atas indikasi
BSC 2 kali + air ketuban
merembes pembukaan -)
Riwayat kelahiran: Riwayat postnatal:
 BBL (4500 gram) / PBL(49  Pernah dirawat di NICU
cm),Usia kehamilan (9 selama 21 hari oleh
bulan), menangis karena kejang neonatus.
spontan(-), warna kulit Imunisasi Lengkap.
sedikit kemerahan,
penolong dokter, di RS
Yowari Sentani.
Millestone (Riwayat development):

 Angkat kepala (head lift) : Bisa.


 Tengkurap (prone position) : Bisa.
 Berguling (rolling) : Bisa
 Merangkak (crowling) : Baru mulai.
 Duduk (sitting) : Belum bisa.
 Berdiri (standing) : Belum bisa.
 Berjalan (walking) : Belum bisa
PEMERIKSAAN OBJEKTIF

TANDA VITAL MASUK


IGD
 KEADAAN UMUM :  TD : -
TAMPAK SAKIT SEDANG
N : x/mnt
 KESADARAN :
 SB : 36,6ºc
COMPOS MENTIS
 BB : 12 kg R : x/mnt
 SpO2 : 98%
STATUS GENERALIS

 Kepala/Leher: Normo chepal, simetris, Konjungtiva anemis


(-/-), sklera ikterik (-/-), Plak putih di mulut (-), Pembesaran
KGB (-)
 Thoraks: Simetris, ikut gerak nafas, retraksi (-), Suara nafas
vesikuler (+/+), rhonki (-/-), Wheezing (-/-), bunyi jantung I-II
reguler, murmur (-), Gallop (-)
 Abdomen: Datar, Supel, Bising usus (+) Normal, Nyeri tekan
(-), Hepar/Lien: tidak teraba
 Ekstremitas: Edema (-), Akral Hangat
PEMERIKSAAN MUSCULOSKELETAL

ROM MMT
Cervical Bisa digerakkan secara full ROM Kesan 3

Trunk Kesulitan digerakkan secara full ROM karena Kesan 3


terdapat adanya tahanan berupa spastisitas.

AGA Kesulitan digerakkan secara full ROM pada Kesan 3


ekstrimitas karena terdapat adanya tahanan berupa
spastisitas.
AGB Kesulitan digerakkan secara full ROM pada Kesan 3
ekstrimitas karena terdapat adanya tahanan berupa
spastisitas.
Kriteria POSTER (LEVINE):

 Posturing : Extensor dan scissoring

 Oropharyngeal problem : (+).


 Strabismus : (-).

 Tone : Hipertonus.
 Evolution maldevelopment : (+)
 Reflex : Peningkatan refleks tendon
atau refleks babinski (+)
DDST :

 Personal Social : Menatap muka, membalas senyum


pemeriksa, tersenyum spontan, mengamati tangannya, dan
berusaha menggapai mainan
 Fine Motor Adaptive: Memegang icik-icik (dengan tangan
kiri), meraih
 Languange : Bereaksi, bersuara, menoleh ke arah
suara, menyebut papa/mama tidak spesifik, 1 kata
 Gross Motor : Mengangkat kepala, kepala
terangkat ke atas, membalik
Pemeriksaan saraf :

 N.cranial : Tidak dilakukan.


 I s/d XII : Tidak dilakukan.
 Sensorik : Tidak dilakukan.
Gross Motor Function Classification System

 Dalam Kasus ini


level GMFCS pasien
: Level V
Status lokal:

Inspeksi
 Pasien tidak mampu untuk menggerakkan sisi kanan tubuhnya
 Pasien cenderung jatuh ke sebelah kanan saat dicoba untuk
duduk
 Ekstremitas sebelah kiri pasien bergerak aktif
 Ekstremitas sebelah kanan pasien terlihat sangat kaku dan sulit
untuk
 Posisi tangan cenderung menggenggam.
 Saat pasien menangis kedua kaki pasian tampak ekstensi dan
tampak seperti menggunting (scissoring)
 Palpasi Daftar Masalah :
Tonus postural tinggi.  Kaku pada sisi kanan
 Auskultasi tubuh

Tidak dilakukan.  Belum bisa duduk


maupun berdiri seperti
anak seusianya
Diagnosa
Global Development
Delayed ec Cerebral Palsy
Hemiplegic Type
Diagnosa Banding Rencana Terapi
 Gangguan neuromuscular  Infra Red
 Retardasi mental  Gentle Streching
 Latihan Duduk
 Speech therapy
Edukasi Prognosa
 Memberikan penjelasan  Qua ad vitam :
kepada orang tua tentang dubia ad bonam
kondisi anak dengan
Global Development  Qua ad sanam :
Delayed ec Cerebral Palsy dubia ad malam
Hemiplegic Type. Orang
tua diajarkan tentang  Qua ad fungsionam :
rencana tahap-tahap dubia ad malam
latihan sehingga dapat
dilakukan di rumah secara
berulang - ulang.
Pembahasan
Cerebral Palsy

Definisi
 Cerebral Palsy adalah suatu
keadaan kerusakan jaringan otak
yang menetap dan tidak
progresif. Terjadi pada waktu
masih muda (sejak di lahirkan)
dan merintangi perkembangan
otak normal dengan gambaran
klinis dapat berubah selama
hidup dan menunjukkan
kelainan dalam sikap dan
pergerakan, disertai kelainan
neurologis berupa kelumpuhan
spastis, gangguan ganglia basalis
dan serebellum dan kelainan
mental.
Epidemiologi

 Cerebral palsy adalah masalah umum yang terjadi di


seluruh dunia ,insidennya 2-2,5 dari tiap 1000 kehidupan
neonatus.
 Pada tahun 2001, United Cerebral Palsy Foundation
memperkirakan bahwa 764.000 anak dan dewasa di
United States di diagnosis carrier cerebral palsy
.dengan kata lain di perkirakan 8000 bayi dan
neonatus di tambah 1200 hingga 1500 anak pra-
sekolah didiagnosis dengan cerebral palsy tiap tahun di
united states.
ETIOLOGI
Klasifikasi Klinis

Gangguan motorik pada cerebral palsy


Monoplegia

Hemiplegia
Spastisitas
Diplegia
Perubahan
Disfungsi
Tonus Otot
Motorik
Tetraplegia
Choreoathe
tosis
Bentuk
Campuran
Gangguan motorik pada cerebral palsy

Disfungsi Nonmotorik

Gangguan
Retardasi Ggn Ggn
Perkemba Ggn Kesulitan
Konvulsi pertumbu Penglihata Pendengar
ngan sensorik Bicara
han n an
Mental
Pemeriksaan khusus diperlukan pada anak
yang dicurigai atau terbukti cerebral palsy

 Pemeriksaan penglihatan dan pendengaran


 Pungsi lumbal harus dilakukan untuk menilai cairan
cerebrospinal ,dilakukan paling tidak satu kali pada anak
yang dicurigai cerebral palsy untuk menyingkirkan
kemungkinan penyakit degeneratif ,tumor intracranial,
subdural hygroma
 Pemeriksaan EEG dilakukan terutama pada pasien dengan
hemiparesis atau tetraparesis karena beresiko tinggi kejang.
 Indikasi ultrasound dan computerized tomography kepala
 menunjukkan perkembangan kerusakan dan lokasi dari
infark, kontusio, atau hemorrhage.
Pemeriksaan khusus diperlukan pada anak
yang dicurigai atau terbukti cerebral palsy

 Penilaian psikologis perlu dilakukan untuk tingkat


pendidikan yang di butuhkan anak
 Pemeriksaan metabolik untuk menyingkirkan penyebab lain
dari retardasi mental. anak yang di curigai harus di
screening untuk melihat kelainan metabolic seperti
hypoglycemia, hypothyroidism, dan aminoacidurias.
Berdasarkan Fungsional dan beratnya CP

Ringan
• Tidak ada keterbatasan aktifitas

Sedang
• Ada kesulitan dalalm aktifitas sehari-hari
(AKS), memmerlukan alat bantu/ortesa

Berat
• Keterbataasan AKS sedang sampai berat.
Palisano mengembangkan sistem klasifikasi yaitu
Gross Motor Function Classification System
(GMFCS)
Terapi

Aspek Medis
• GIZI
• Terapi Obat-obatan
• Terapi Aspek Ortopedi
• Rehabilitas

Aspek Non Medis


• Pendidikan dan pekerjaan
Fisioterapi/
Rehabilitas
Tujuan terapi cerebral
Terapi FIsik palsy
 Terapi cerebral palsy  Mengembangkan koordinasi
secara fisik adalah suatu  Membangun kekuatan
rehabilitasi penyesuaian
fisik dengan pelatihan  Melatih keseimbangan
dan penguatan otot besar  Menjaga kelenturan
pasien (yang terletak di
lengan, kaki, dan  Meningkatkan fungsi fisik
abdomen).  Memaksimalkan
kemandirian
Terapi Cerebral Palsy secara keseluruhan

 Mengatasi keterbatasan fisik


 Menurunkan kemungkinan
 Melebarkan range dari seperti kontraktur (patah tulang)
pergerakan sendi
 Memberi pengetahuan pada
 Membangun dan memelihara anak dan orang tua tentang
gerak otot peralatan pendukung
 Meningkatkan kemampuan  Mengembangkan rangsangan
rekreasi sensoris
 Mengidentifikasi cara alternatif  Meningkatkan kebugaran
untuk melakukan tugas sehari-
hari  Meningkatkan kelenturan

 Meningkatkan kemandirian  Mengembangkan postur tubuh

 Menimalkan nyeri dan rasa tidak


nyaman
Aspek Rehabilitasi Pada Cerebral Palsy (CP) :

Koreksi posisi Mencegah kontraktur


 Koreksi posisi waktu  Latihan gerak sendi
berbaring,
 Latihan
merangkak, diaduk,
merelaksasikan otot
berdiri, digendong
yang kaku
Aspek Rehabilitasi Pada Cerebral Palsy (CP) :

Mengembangkan keterampilan dini dan aktifitas sehari-hari

a. Aktifitas untuk merangsang anak


e. Aktifitas untuk merangsang
mengangkat kepala
merangkak
b. Aktifitas untuk merangsang f. Aktifitas untuk merangsang
berguling berdiri dan jalan
g. Aktifitas untuk merangsang
c. Aktifitas untuk merangsang berkomunikasi dan bicara
membuka tangan, memegang, h. Aktifitas makan
meraih, dan koordinasi mata i. Aktifitas minum
dengan tangan j. Aktifitas berpakaian
d. Aktifitas untuk merangsang duduk
Peralatan khusus Anak
CP
 Peralatan khusus Anak CP
dapat membutuhkan alat
bantu duduk,
berdiri,jalan, bepergian,
komunikasi,
makan/minum, belajar
berpakaian, berpindah
tempat,
Latihan Fungsional

 Latihan memerlukan  Latihan LGS,


partisipasi yang
 latihan penguatan,
kooperatif, maka metoda
latihan ini tidak banyak  latihan postural & control
digunakan pada bayi dan motoric, balans dan
anak usia pra sekolah. koordinasi.
Ortesa

 Ortesa dapat membantu memperbaiki gait saat ambulasi


 AFO paling sering diresepkan untuk mengatur posisi
pergelangan kaki dan kaki pada saat jalan.
 Ortesa diberikan untuk memberikan support, membatasi
gerak, memperbaiki fungsi dan mencegah deformitas.